Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KNEE STRETCHING EXERCISE MENINGKATKAN PENCAPAIAN RANGE OF MOTION DAN MENURUNKAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN ARTHRITIS RHEUMATOID Putu Wira Kusuma Putra; Komang Widama Atmaja; Adi Sastrawan
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i1.804

Abstract

Rheumatoid arthritis (AR) is one of the joint diseases commonly experienced by people with complaints of pain and limited range of joint motion. Management for patients who experience joint stiffness and pain can be done through exercise. Knee streecing exercise (KSE) is an activity of stretching the muscles in the knee area to increase muscle flexibility and range of joint motion. The purpose of this study was to determine the effect of giving Knee Stretching Exercise (KSE) on achieving range of motion (ROM) and Pain Intensity in Rheumatoid Arthritis Patients. This research design is quantitative with pre-experimental design using one group pretest and posttest design approach. The sample in this study were 45 elderly who suffer from rheumatoid arthritis (RA) according to inclusion and exclusion criteria. The instruments used in this study were the gionometer and numerical rating scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon rank test. Statistical test results showed that there was an effect of Knee Stretching Exercise (KSE) on the intensity of Pain and Achievement of Range of Motion in Reumathoid Athritis patients with a p value of 0.0001 (p 0.05). A decrease in the intensity of pain experienced by respondents after being given KSE training. The range of joint motion in the respondents increased to full flexion (1350) and full extension (0-10). It is suggested that the community routinely conduct KSE training because it is easy and simple to do. Keyword : Knee streecing exercise (KSE); range of motion; pain intensity
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Putu Wira Kusuma putra; Komang Putri Suari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.668

Abstract

Manajemen Perawatan Diri penting dalam mencegah terjadinya komplikasi pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe II. Faktor-faktor yang dapat menghambat kurangnya manajemen perawatan diri adalah kurangnya self-efficacy dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan sosial terhadap manajemen perawatan diri pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Sembiran Kecamatan Tejakula. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel pasien yang mengalami DM tipe II DM dan memiliki kadar glukosa darah ≥150 mg / dl adalah 79 orang. Instrumen penelitian menggunakan self efficacy, dukungan sosial dan kuesioner SDSCA yang dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara self efficacy terhadap manajemen perawatan diri pada pasien diabetes tipe II di Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, dilihat dari nilai korelasi Rank Spearman 0,605 dengan nilai p = 0,0001 α = 0,05 dan ada hubungan self efficacy. dan dukungan sosial terhadap manajemen perawatan diri pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Sembiran Kecamatan Tejakaula, dilihat dari nilai korelasi peringkat Spearman sebesar 0,648 dengan nilai p = 0,0001 α = 0,05. Diharapkan bahwa dengan dukungan sosial yang baik dan self efficacy dapat meningkatkan perilaku manajemen perawatan diri pada pasien yang menderita DM tipe II.
The Correlation Between Parenting Styles and Socialization Skills of 4-5 Year Old Children at Sai Prema Kumara Kindergarten, Denpasar Dian Cahyani, L. Eky Fajaria; Santika, I Putu; Wijaya, I Putu Artha; Kusuma Putra, Putu Wira
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Kesehatan: Volume 15, Issue 01, April 2026
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v15i01.236

Abstract

Introduction: Socialization skills in preschool children are crucial as a foundation for preparing them for their future academic success. Parenting styles play a crucial role in character formation and socialization skills in children. This study aimed to determine the correlation between parenting styles and socialization skills of 4-5 years old children at Sai Prema Kumara Kindergarten, Denpasar. Method: This research employed a cross-sectional methodology. Purposive sampling was used to choose a sample of thirty-one people. The Chi-Square statistical test was performed to analyze the data. Results: The study’s findings revealed that the majority of parents’ parenting techniques were democratic (64.5%), while the majority of children demonstrated high socialization skills (71%). Bivariate analysis revealed a significant correlation between parenting styles and socialization skills in children aged 4-5 years at Sai Prema Kumara Kindergarten, Denpasar (p-value < 0.05). Future researchers are encouraged to investigate other variables that can give the appropriate stimulus to maximize sociability skills in preschool children. Conclusion: Based on the results of the analysis using the Chi-square statistical test between parental parenting and socialization ability in children aged 4-5 years at PAUD Sai Prema Kumara, the significance result obtained was 0.022 so that the p value < 0.05. This shows that there is a relationship between parental parenting and the socialization ability of children aged 4-5 years at PAUD Sai Prema Kumara.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Perilaku Mencuci Tangan Pengunjung di Rumah Sakit Umum Bali Royal Putra, Putu Wira Kusuma; Kusuma Raharjo, Andriani Astuti; Ngurah Darmawan, AA Kompiang
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 1 No 2 (2017): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v1i2.6

Abstract

Keluarga pasien mempunyai peranan peting dalam pencegahan infeksi nosokomial dengan cara meningkatkan perilaku mencuci tangan dengan baik. Akan tetapi pelaksanaan cuci tangan pada keluarga pasien belum berjalan secara optimal karena disebabkan banyak keluarga pasien tidak mengetahui cara mencuci tangan yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengerauh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap perilaku Cuci Tangan Pengunjung di Rumah Sakit Umum Bali Royal. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan pre test and post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik quata sampling yaitu sebesar 29 orang yang terdiri dari perlakuan yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media leaflet dan kelompok kontrol yang mendapat prosedur edukasi yang berlaku di ruangan. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon test, dan Mann whitney U test. Hasil uji statistik Mann Whitney U test menunjukkan ada perbedaan perilaku pengunjung mencuci tangan antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan p=<0,0001. Pendidikan kesehatan mengenai cuci tangan melalui media leaflet efektif meningkatkan perilaku pengunjung dalam mencuci tangan. Perawat diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan kepada keluarga pasien sehingga infeksi nosokomial dapat dicegah.
Pengaruh Self-Management Education Terhadap Pemberdayaan Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSUD Wangaya Denpasar Putra, Putu Wira Kusuma
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 1 No 1 (2017): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v1i1.16

Abstract

PPOK merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kronik di seluruh dunia. Tahun 2020 PPOK diprediksi sebagai penyebab kematian keempat di dunia. Pemberdayaa pasien untuk berpartisipasi aktif dibutuhkan dalam penanganan pasien PPOK. Akan tetapi, pemberdayaan pasien PPOK dalam mengelola penyakitnya masih rendah. Self management education merupakan salah satu intervensi untuk meningkatan pemberdayaan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self management education terhadap pemberdayaan pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan pre test and post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling yaitu sebesar 36 orang yang terdiri dari 18 kelompok perlakuan yang mendapatkan self management education melalui media booklet dan 18 kelompok kontrol yang mendapat prosedur edukasi yang berlaku di ruangan. Sampel diambil dari populasi pasien PPOK di Poliklinik paru RSUD Wangaya yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diambil meliputi karakteristik responden, pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan, self efficacy dan gejala PPOK. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Paired t test, dan Mann whitney U test. Hasil uji statistik Mann Whitney U test menunjukkan ada perbedaan komponen pemberdayaan (pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan dan self efficacy) antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan p=<0,0001, sedangkan untuk gejala PPOK tidak terdapat perbedaan dengan p=0,713. Self management education efektif meningkatkan pemberdayaan pasien PPOK, tetapi belum efektif menurunkan gejala PPOK. Penelitian di tempat yang berbeda dengan responden yang lebih homogen dan waktu pengamatan yang lebih panjang perlu dikembangkan untuk penelitian selanjutnya
Hubungan Hipertensi dan Aritmia Dengan Mortalitas Pasien Congestive Heart Failure Ayu Agung Laksmi, Ida; Yogi Triana, Komang; Putra, Putu Wira Kusuma
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 2 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i2.55

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang. Selain usia dan jenis kelamin, faktor penting lainnya yang dapat memperberat kondisi pasien adalah adanya hipertensi dan aritmia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara hipertensi dan aritmia dengan mortalitas pasien CHF di RSUD Mangusada. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dan aritmia dengan mortalitas pasien CHF di RSUD Mangusada. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional study) menggunakan uji analisis korelasi Lambda. Hasil penelitian menunjukkan nilai p pada variabel hipertensi adalah 0.847 dimana p > (0.05) sehingga Ho ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan mortalitas pasien CHF nilai p = 0.00 dimana p < (0.05) sehingga Ho gagal ditolak yang berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Aritmia dengan mortalitas pasien CHF dengan nilai korelasi 0.498 yang berarti kekuatan korelasi sedang. Aritmia memiliki korelasi yang signifikan terhadap mortalitas pasien CHF, sedangkan hipertensi tidak.
Hubungan Self-Management dengan Self-Efficacy pada Pasien Asma di Masa Pandemi Covid-19 di Poliklinik Paru RSU Denpasar Ariantini, Putu; Kusuma Putra, Putu Wira; Leda Kio, Alfiery
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.220

Abstract

Latar belakang: Asma merupakan penyakit kronis yang sudah mempengaruhi sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini telah menimbulkan kecemasan kepada penderita asma sehingga menurunkan efikasi diri untuk melakukan pengobatan. Efikasi merupakan faktor penting yang dapat memepengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien asma. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-management dengan self-efficacy pada pasien asma di masa pandemi COVID-19 di Poliklinik Paru RSU X Denpasar. Metedologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian descriptive correlational dengan pendekatan crossectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sample penelitian ini adalah pasien asma yang menjalani pemeriksaan rutin di Poliklinik Paru yang berjum 40 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Asthma self managemenet quisionaire (ASMQ) dan kuisioner knowledge, attitude and self-efficacy asthma quisionaire (KASE-AQ). Hasil: Analisis dengan uji korelasi Spearman’s Rho diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dan self-efficacy pada pasien asma selama pandemi COVID-19 di RSU X Denpasar. Kesimpulan: Diharapkan perawat sebagai pemberi layanan keperawatan mampu untuk melakukan kajian terhadap tingkat self-management pasien dan meningkatkan self-efficacy pada pasien asma serta keluarga sebagai lingkungan terdekat diharapkan mampu terlibat dalam tahapan perawatan pasien asma.
Pengaruh Terapi Suportif Terhadap Intensi Melakukan Operasi Katarak pada Pasien Katarak di RS Mata Ramata Wijayanti, Kadek Dwi Kartika; Putra, Putu Wira Kusuma; Wijaya, I Putu Artha
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.227

Abstract

Latar Belakang: Wanita pada masa remaja akan mengalami menstruasi secara teratur setiap bulannya dan terkadang disertai dengan nyeri dismenore. Nyeri dismenore dapat diatasi dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan adalah Hatha Yoga, yang mana dapat menghasilkan hormon endorphin yaitu hormon yang dapat memberikan rasa nyaman dan dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Hatha Yoga terhadap nyeri dismenore. Metedologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenis non probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah smapel sebanyak 64 responden. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil uji statistik nilai probabilitas atau sig.(2-tailed) sebesar 0,231 dan pada kelompok intervensi sebesar 0,000. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh pemberian Hatha Yoga terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di Lingkungan Ketugtug Kelurahan Loloan Timur tahun 2021.
Pengaruh Senam Tera Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah UPTD Puksemas Kediri III Ni Putu Sinta Dewi; Ni Komang Matalia Gandari; Ida Ayu Agung laksmi; Putu Wira Kusuma Putra
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.584

Abstract

Latar Belakang: Rheumathoid Arthritis (RA) merupakan gangguan peradangan kronis autoimun atau respon autoimun, dimana imun seseorang bisa terganggu dan turun yang menyebabkan hancurnya organ sendi dan lapisan pada sinovial, terutama pada tangan, kaki dan lutut. Meskipun tidak menimbulkan kematian secara langsung, namun arthritis dapat menimbulkan kecacatan bagi penderitanya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif pre-eksperimen dengan One Group Pretest Postest design. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh besar sampel sejumlah 46 responden. Kegiatan senam tera dilakukan selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan selama 30 menit. Analisis data menggunakan wilcoxone sign rank test. Hasil Penelitian: Diketahui responden dengan nyeri ringan sebelum kegiatan sebanyak 22 orang (47,8%) dan nyeri sedang sebanyak 29 orang (52,2%). Sedangkan setelah melakukan kegiatan senam tera diketahui responden dengan nyeri ringan sebanyak 41 orang (89,1%) dan nyeri sedang 5 orang (10,9). Berdasarkan hasil uji wilxocon yang melibatkan 46 responden diketahui nilai p value 0,023 (p < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada pengaruh senam tera terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis di UPTD Puksemas Kediri III. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penerapan kegiatan senam tera yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sterdapat pengaruh senam tera terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis di UPTD Puksemas Kediri III