Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Pijat Refleksi Telapak Kaki Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi : The Effect of Foot Reflexology on Blood Pressure in Patients with Hypertension Purnami, Ni Putu Enda; Putra, Putu Wira Kusuma; Gandhari, Ni Komang Matalia; Lydiawati, Ni Putu Mirah
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i3.143

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan organ, oleh karena itu tekanan darah harus dikendalikan. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis yaitu dengan obat-obat anti hipertensi atau dengan cara non farmakologi. Pijat refleksi menjadi pilihan karena tindakan ini aman bagi pasien karena bukan tindakan invasif dan mudah dilakukan oleh terafis dan perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pijat refleksi telapak kaki terhadap  tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Bali Mandara. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre experimental dengan desain pretest-posttest without control group design dengan jumlah sampel 24 yang dipilih dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan alat pengukur tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer kemudian analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil: Ditemukan dari 24 responden yang diteliti tekanan darah systole nilai p = 0,000 dan nilai diastole dengan nilai p-value 0,001  yang menunjukan bahwa p<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat refleksi telapak kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Bali Mandara.
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK HIPNOTIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT STRES DAN GANGGUAN TIDUR PADA MAHASISWA STIKES BINA USADA BALI Pratiwi, Koming; Putra, Putu Wira Kusuma; Sutresna, I Nyoman
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2527

Abstract

Selama menempuh pendidikan tinggi, tidak jarang mahasiswa menghadapi tekanan akademik yang berdampak pada munculnya stres dan terganggunya pola tidur. Salah satu pendekatan yang berpotensi dalam mengurangi kedua permasalahan tersebut adalah penerapan teknik hipnotis lima jari. Studi ini berfokus pada penelusuran efektivitas teknik tersebut dalam menurunkan tingkat stres serta memperbaiki kualitas tidur mahasiswa STIKES Bina Usada Bali. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan pre-eksperimental yang menggunakan metode one group pre-post test design. Melalui teknik purposive sampling, sebanyak 18 mahasiswa semester pertama dari Program Studi Ilmu Keperawatan dipilih sebagai responden, dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen pengumpulan data terdiri dari Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur intensitas stres dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai mutu tidur. Sebanyak tiga kali per minggu selama satu bulan, peserta diberikan intervensi berupa hipnotis lima jari selama kurang lebih 10 menit setiap sesinya. Evaluasi data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon guna membandingkan skor sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik pada kedua variabel. Intervensi ini terbukti menurunkan tingkat stres dengan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa hipotesis alternatif diterima. Demikian pula, terhadap gangguan tidur, ditemukan p-value sebesar 0,020 (p < 0,05), yang juga menunjukkan efek signifikan. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa teknik hipnotis lima jari memberikan pengaruh positif terhadap penurunan stres dan perbaikan kualitas tidur pada mahasiswa. Dengan demikian, teknik ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan intervensi keperawatan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menangani isu psikologis dan fisiologis yang umum dialami oleh mahasiswa.
Effect Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Martini, Ni Ketut Sri; Prihandini, Cludia Wuri; putra, Putu wira kusuma
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.196

Abstract

Patients with type 2 diabetes mellitus often have problems with blood glucose instability. One of the treatments to stabilize blood sugar is physical exercise, namely brisk walking exercise. This study aims to determine the effect of brisk walking exercise on blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus at UPTD Puskesmas Mengwi III. The study was conducted with a pre-experimental design with a pre-test and post-test one group design which was carried out from March to April 2024 with a total sample of 15 respondents selected by purposive sampling technique. Data were collected using a glucometer. Data were analyzed using the Paired T Test. The results showed that blood glucose in patients with diabetes mellitus before being given brisk walking exercise with an average of 143.4 mg/dl and a decrease in blood glucose after being given brisk walking exercise with an average of 127 mg/dl. Analysis of the effect of brisk walking exercise on blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus obtained a p value <0.001, so it can be said that there is an effect of brisk walking exercise on blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus at UPTD Puskesmas Mengwi III. The recommendations of this study are expected to be input for nurses to provide complementary therapy, namely brisk walking exercise in lowering blood pressure
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II Putri, I Gusti Ayu Winda Dharmaning; Wijaya, I Putu Artha; Putra, Putu Wira Kusuma
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.
PERBEDAAN KOMPRES ESENSIAL BAWANG MERAH DENGAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE: The Difference Between Onion Essential Compress and Warm Water Compress against Dysmenorrhea Dwipayani, Luh Ade Dian; Putra, Putu Wira Kusuma; Kio, Alfiery Leda
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan masalah terkait haid yang paling umum dikeluhkan serta menyebabkan wanita tidak bisa beraktivitas secara normal. Upaya mengatasi nyeri dismenore dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik distraksi yaitu mengalihkan perhatian melalui pemberian kompres hangat ataupun kompres esensial bawang merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kompres esensial bawang merah dengan kompres air hangat terhadap disminore pada siswi di SMPN 8 Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan rancangan Nonequvalent Control Group Design. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 26 responden. Instrument menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann Whitneu U Test. Hasil statistik Wilcoxon Sign Rank Test pada pada kelompok kompres esensial bawang merah didapatkan nilai Z hitung adalah -3,606 dengan nilai p 0,000 (p-value < 0,05), pada kelompok kompres air hangat didapatkan nilai Z hitung -2,000 dengan nilai p 0,046 (p-value < 0,05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kompres esensial bawang merah dan kompres air hangat terhadap dismenore pada diswi di SMP Negeri 8 Denpasar. hasil statistik Mann Whitney Test pada kelompok kompres esensial bawang merah dan kelompok kompres air hangat didapatkan nilai Z hitung adalah -3,333 dengan nilai p 0,001 (p-value < 0,05), sehingga Ha diterima dan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh kompres esensial bawang merah dan kompres air hangat terhadap disemore pada siswi.
KNEE STRETCHING EXERCISE MENINGKATKAN PENCAPAIAN RANGE OF MOTION DAN MENURUNKAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN ARTHRITIS RHEUMATOID Putu Wira Kusuma Putra; Komang Widama Atmaja; Adi Sastrawan
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i1.804

Abstract

Rheumatoid arthritis (AR) is one of the joint diseases commonly experienced by people with complaints of pain and limited range of joint motion. Management for patients who experience joint stiffness and pain can be done through exercise. Knee streecing exercise (KSE) is an activity of stretching the muscles in the knee area to increase muscle flexibility and range of joint motion. The purpose of this study was to determine the effect of giving Knee Stretching Exercise (KSE) on achieving range of motion (ROM) and Pain Intensity in Rheumatoid Arthritis Patients. This research design is quantitative with pre-experimental design using one group pretest and posttest design approach. The sample in this study were 45 elderly who suffer from rheumatoid arthritis (RA) according to inclusion and exclusion criteria. The instruments used in this study were the gionometer and numerical rating scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon rank test. Statistical test results showed that there was an effect of Knee Stretching Exercise (KSE) on the intensity of Pain and Achievement of Range of Motion in Reumathoid Athritis patients with a p value of 0.0001 (p 0.05). A decrease in the intensity of pain experienced by respondents after being given KSE training. The range of joint motion in the respondents increased to full flexion (1350) and full extension (0-10). It is suggested that the community routinely conduct KSE training because it is easy and simple to do. Keyword : Knee streecing exercise (KSE); range of motion; pain intensity
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Putu Wira Kusuma putra; Komang Putri Suari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.668

Abstract

Manajemen Perawatan Diri penting dalam mencegah terjadinya komplikasi pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe II. Faktor-faktor yang dapat menghambat kurangnya manajemen perawatan diri adalah kurangnya self-efficacy dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan sosial terhadap manajemen perawatan diri pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Sembiran Kecamatan Tejakula. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel pasien yang mengalami DM tipe II DM dan memiliki kadar glukosa darah ≥150 mg / dl adalah 79 orang. Instrumen penelitian menggunakan self efficacy, dukungan sosial dan kuesioner SDSCA yang dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara self efficacy terhadap manajemen perawatan diri pada pasien diabetes tipe II di Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, dilihat dari nilai korelasi Rank Spearman 0,605 dengan nilai p = 0,0001 α = 0,05 dan ada hubungan self efficacy. dan dukungan sosial terhadap manajemen perawatan diri pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Sembiran Kecamatan Tejakaula, dilihat dari nilai korelasi peringkat Spearman sebesar 0,648 dengan nilai p = 0,0001 α = 0,05. Diharapkan bahwa dengan dukungan sosial yang baik dan self efficacy dapat meningkatkan perilaku manajemen perawatan diri pada pasien yang menderita DM tipe II.
Respiratory muscle stretching exercises improve oxygen saturation in post-extubation patients Putra, Putu Wira Kusuma; Ni Putu Eka Yuliati; I Putu Santika
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2026.14(1).73-87

Abstract

Background: Post-extubation patients frequently experience compromised respiratory function due to ventilator-induced diaphragmatic dysfunction (VIDD) and respiratory muscle fatigue resulting from prolonged mechanical ventilation and sedation effects. This condition manifests as decreased vital lung capacity and reduced oxygen saturation, significantly increasing the risk of extubation failure. The global extubation failure rate ranges from 10-20% in adult ICU populations, with reintubation carrying substantially higher mortality risk. Objective: To determine the effect of respiratory muscle stretching exercises on oxygen saturation in post-extubation patients in the Intensive Care Unit of Bali Mandara General Hospital. Methods: A quasi-experimental study with non-equivalent control group design was conducted from January to May 2025. The sample consisted of 38 post-extubation patients divided into treatment group (n=19) and control group (n=19) through purposive sampling technique. The treatment group received respiratory muscle stretching exercises targeting diaphragm, intercostal, and accessory respiratory muscles for 2 consecutive days with a frequency of 2 times daily (15-20 minutes per session), while the control group received standard care. Results: The treatment group demonstrated significant improvement in oxygen saturation from baseline 92.11±1.853% to post-intervention 96.84±1.119% (mean change 4.73±1.593%, 95% CI: 3.96-5.50, p<0.001). In contrast, the control group showed only minimal non-significant change from 92.42±1.465% to 92.79±1.357% (mean change 0.37±1.342%, 95% CI: -0.29-1.03, p=0.175). The between-group difference in oxygen saturation improvement was statistically significant (4.36%, 95% CI: 3.378-5.342, p<0.001) with large effect size (Cohen’s d=2.18). All participants tolerated the intervention well with no adverse events reported, and subgroup analysis revealed greater benefit in patients with longer mechanical ventilation duration (>5 days). Conclusions: Respiratory muscle stretching exercises are highly effective in improving oxygen saturation in post-extubation patients and can be implemented as a safe, cost-effective nursing protocol to prevent post-extubation complications and reduce extubation failure rates in ICU settings..