Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh NACL 0,9% Hangat Terhadap Suhu Tubuh pada Tindakan Seksio Sesarea dengan Shivering Linda Widiastuti; Mei Arina Sinaga; Asep Solehudin
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan suatu persalinan salah satunya dengan pembedahan (seksio sesarea). Teknik anestesi yang lazim digunakan dalam seksio sesarea adalah anestesi regional dengan anestesi spinal. Banyak komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan anestesi spinal ini. Salah satu komplikasinya berupa hipotensi dan menggigil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh NaCl 0,9% hangat terhadap suhu tubuh pada tindakan seksio sesarea dengan shivering di ruang operasi Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode QuasyExperiment Desain dengan menggunakan Pre test and post test Non Equivalent Control Group Desain. Subjek penelitian ditentukan dengan Accidental Sampling didapatkan 10 responden kelompok Eksperimen dan 10 responden kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui Observasi dan instrument data yang digunakan berupa lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari 2016 sampai 05 Februari 2016. Berdasarkan analisis uji statistik T Test Berpasangan pada taraf signifikan 5% diperoleh p value sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 artinya bahwa ada perbedaan rata-rata suhu tubuh pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pemberian NaCl 0,9% hangat. Berdasarkan hasil penelitian ini, ternyata NaCl 0,9% hangat dapat memberikan peningkatan pada suhu tubuh pada pasien dengan tindakan seksio sesarea sehingga mengurangi keajadian menggigil.
Hubungan Posisi Belajar dan Lama Duduk dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Yusnaini Siagian; liza wati; Linda Widiastuti; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i1.303

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah keluhan nyeri seseorang yang dapat disebabkan oleh posisi dan lama duduk. Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang banyak dirasakan mahasiswa selama pembelajaran daring. Nyeri punggung bawah menyebabkan terbatasnya aktifitas sehingga dapat membuat seseorang tidak produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 246 mahasiswa dan sampel yang diambil berjumlah 152 mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang yang memenuhi kriteria inklusi. Tehnik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak mahasiswa berumur 20-29 tahun yaitu 102 orang (67,1%), mayoritas perempuan sebanyak 127 orang (83,6%), paling banyak mahasiswa program studi S1 keperawatan reguler yaitu sebanyak 64 orang (42,1%) dan sebagian besar mahasiswa memiliki IMT dengan kategori berat badan normal sebanyak 43 orang (28,3%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan posisi belajar (p value 0,000), lama duduk (p value 0,000), usia (p value 0,000), dan IMT (p value 0,000). Namun tidak ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan jenis kelamin (p value 0,152). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah. Saran bagi mahasiswa agar memperhatikan lama, sikap duduk dan cara duduk saat perkuliahan sehingga kelelahan atau ketegangan pada punggung dapat dikurangi dengan cara berdiri atau berjalan beberapa menit. Bagi dosen memberikan waktu bagi mahasiswa untuk melemaskan ketegangan pinggang atau punggung saat perkuliahan berlangsung seperti berdiri dan senam ditempat. Kata kunci : Posisi Belajar, Lama Duduk, Kejadian Nyeri Punggung Bawah
Acupressure dan Senam Kaki terhadap Tingkat Peripheral Arterial Disease pada Klien DM Tipe 2 Linda Widiastuti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.919 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1200

Abstract

This study aims to determine the effect of acupressure intervention, foot gymnastics, and acupressure combination with foot gymnastics on the level of PAD in type 2 DM clients. The results showed that there was a significant relationship between age (p = 0,000), smoking history (p = 0,000), and duration of DM (p = 0.028) with the level of PAD. Paired difference test results found that there were significant differences in the level of PAD before and after the intervention in the acupressure group (p = 0,000), foot gymnastics (p = 0,000), and the combination of acupressure with foot gymnastics (p = 0,000). The results of the ordinal logistic regression test showed that the combination of acupressure with foot exercises gave the strongest influence on the level of PAD (p = 0,000) with a contribution of 36.4%, acupressure (p = 0.005) with a contribution of 30.2%, and foot exercises ( p = 0.033) with a contribution of 20.6%. Conclusions, acupressure, and foot exercises affect the level of PAD of type 2 DM clients. Keywords: Acupressure, DM type 2, Peripheral Arterial Disease, Foot Gymnastics
Perbedaan Kualitas Hidup Pasien COVID-19 dengan Cormobid Linda Widiastuti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.916 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2833

Abstract

This study aims to determine the difference in the quality of life of COVID-19 patients with Comorbid in the Tanjungpinang City area. The research method uses analytical research with a comparative design. The results of the study were the majority of COVID-19 respondents with comorbid DM: age range 56-65 years 26 (50%), female sex 38 (73.1%), high school education 26 (50%), signs of COVID-19 symptoms (fever, cough, sore throat and shortness of breath) 52 (100%). While the majority of COVID-19 respondents with comorbid HT: age range 56-65 years 21 (26.9%), female sex 27 (51.9%), high school education 23 (44.2%), signs of COVID-19 symptoms (fever, headache) 52 (100%), blood sugar examination when abnormal with 43 people (82.7%). Blood pressure examination of stage 2 hypertension (≥ 140/>90 mmHg) with a total of 26 people (50%). The results of the bivariate analysis of the Mann Whitney test showed that the Value was 0.001 (<0.05). In conclusion, there was a difference in the quality of life. COVID-19 patients with comorbid diabetes mellitus and hypertension. Keywords: COVID-19, Diabetes Mellitus, Hypertension, Quality of Life
Lama, Kedalaman dan Frekuensi Penyelaman terhadap Kejadian Barotrauma Telinga pada Nelayan Penyelam Tradisional Utari Yunie Atrie; Linda Widiastuti; Liza Wati; Yusnaini Siagian; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.514 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5289

Abstract

This study aims to analyze the effect of length, depth, and conversion frequency on the incidence of ear barotrauma in traditional fishermen in Malang, Meeting Village, and Bintan Regency, Riau Archipelago. The method used in this quantitative research is analytic observational with a case-control research design. The results showed that there was a relationship between length, depth, and frequency of isolation on the incidence of ear barotrauma in traditional healing in Malang, which was demonstrated through the results of the Chi-Square test analysis on various factors, namely p = 0.048 (time of rescue), p = 0.001 ( healing depth) and p=0.001 (healing frequency). The multiple logistic regression test results obtained p-value = 0.00 (p <0.05). In conclusion, duration, depth, and frequency of diving affect health problems, especially ear barotrauma in traditional healing fishermen. Of the various adaptation factors, depth is the factor that most influence ear barotrauma incidence in traditional diving fishermen. Keywords: Ear Barotrauma, Frequency of healing, Depth of healing, Long Dive, Fisherman Traditional Diving