Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh NACL 0,9% Hangat Terhadap Suhu Tubuh pada Tindakan Seksio Sesarea dengan Shivering Linda Widiastuti; Mei Arina Sinaga; Asep Solehudin
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan suatu persalinan salah satunya dengan pembedahan (seksio sesarea). Teknik anestesi yang lazim digunakan dalam seksio sesarea adalah anestesi regional dengan anestesi spinal. Banyak komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan anestesi spinal ini. Salah satu komplikasinya berupa hipotensi dan menggigil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh NaCl 0,9% hangat terhadap suhu tubuh pada tindakan seksio sesarea dengan shivering di ruang operasi Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode QuasyExperiment Desain dengan menggunakan Pre test and post test Non Equivalent Control Group Desain. Subjek penelitian ditentukan dengan Accidental Sampling didapatkan 10 responden kelompok Eksperimen dan 10 responden kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui Observasi dan instrument data yang digunakan berupa lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari 2016 sampai 05 Februari 2016. Berdasarkan analisis uji statistik T Test Berpasangan pada taraf signifikan 5% diperoleh p value sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 artinya bahwa ada perbedaan rata-rata suhu tubuh pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pemberian NaCl 0,9% hangat. Berdasarkan hasil penelitian ini, ternyata NaCl 0,9% hangat dapat memberikan peningkatan pada suhu tubuh pada pasien dengan tindakan seksio sesarea sehingga mengurangi keajadian menggigil.
Hubungan Posisi Belajar dan Lama Duduk dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Yusnaini Siagian; liza wati; Linda Widiastuti; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i1.303

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah keluhan nyeri seseorang yang dapat disebabkan oleh posisi dan lama duduk. Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang banyak dirasakan mahasiswa selama pembelajaran daring. Nyeri punggung bawah menyebabkan terbatasnya aktifitas sehingga dapat membuat seseorang tidak produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 246 mahasiswa dan sampel yang diambil berjumlah 152 mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang yang memenuhi kriteria inklusi. Tehnik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak mahasiswa berumur 20-29 tahun yaitu 102 orang (67,1%), mayoritas perempuan sebanyak 127 orang (83,6%), paling banyak mahasiswa program studi S1 keperawatan reguler yaitu sebanyak 64 orang (42,1%) dan sebagian besar mahasiswa memiliki IMT dengan kategori berat badan normal sebanyak 43 orang (28,3%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan posisi belajar (p value 0,000), lama duduk (p value 0,000), usia (p value 0,000), dan IMT (p value 0,000). Namun tidak ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan jenis kelamin (p value 0,152). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah. Saran bagi mahasiswa agar memperhatikan lama, sikap duduk dan cara duduk saat perkuliahan sehingga kelelahan atau ketegangan pada punggung dapat dikurangi dengan cara berdiri atau berjalan beberapa menit. Bagi dosen memberikan waktu bagi mahasiswa untuk melemaskan ketegangan pinggang atau punggung saat perkuliahan berlangsung seperti berdiri dan senam ditempat. Kata kunci : Posisi Belajar, Lama Duduk, Kejadian Nyeri Punggung Bawah
Acupressure dan Senam Kaki terhadap Tingkat Peripheral Arterial Disease pada Klien DM Tipe 2 Linda Widiastuti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.919 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1200

Abstract

This study aims to determine the effect of acupressure intervention, foot gymnastics, and acupressure combination with foot gymnastics on the level of PAD in type 2 DM clients. The results showed that there was a significant relationship between age (p = 0,000), smoking history (p = 0,000), and duration of DM (p = 0.028) with the level of PAD. Paired difference test results found that there were significant differences in the level of PAD before and after the intervention in the acupressure group (p = 0,000), foot gymnastics (p = 0,000), and the combination of acupressure with foot gymnastics (p = 0,000). The results of the ordinal logistic regression test showed that the combination of acupressure with foot exercises gave the strongest influence on the level of PAD (p = 0,000) with a contribution of 36.4%, acupressure (p = 0.005) with a contribution of 30.2%, and foot exercises ( p = 0.033) with a contribution of 20.6%. Conclusions, acupressure, and foot exercises affect the level of PAD of type 2 DM clients. Keywords: Acupressure, DM type 2, Peripheral Arterial Disease, Foot Gymnastics
Perbedaan Kualitas Hidup Pasien COVID-19 dengan Cormobid Linda Widiastuti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.916 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2833

Abstract

This study aims to determine the difference in the quality of life of COVID-19 patients with Comorbid in the Tanjungpinang City area. The research method uses analytical research with a comparative design. The results of the study were the majority of COVID-19 respondents with comorbid DM: age range 56-65 years 26 (50%), female sex 38 (73.1%), high school education 26 (50%), signs of COVID-19 symptoms (fever, cough, sore throat and shortness of breath) 52 (100%). While the majority of COVID-19 respondents with comorbid HT: age range 56-65 years 21 (26.9%), female sex 27 (51.9%), high school education 23 (44.2%), signs of COVID-19 symptoms (fever, headache) 52 (100%), blood sugar examination when abnormal with 43 people (82.7%). Blood pressure examination of stage 2 hypertension (≥ 140/>90 mmHg) with a total of 26 people (50%). The results of the bivariate analysis of the Mann Whitney test showed that the Value was 0.001 (<0.05). In conclusion, there was a difference in the quality of life. COVID-19 patients with comorbid diabetes mellitus and hypertension. Keywords: COVID-19, Diabetes Mellitus, Hypertension, Quality of Life
Lama, Kedalaman dan Frekuensi Penyelaman terhadap Kejadian Barotrauma Telinga pada Nelayan Penyelam Tradisional Utari Yunie Atrie; Linda Widiastuti; Liza Wati; Yusnaini Siagian; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.514 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5289

Abstract

This study aims to analyze the effect of length, depth, and conversion frequency on the incidence of ear barotrauma in traditional fishermen in Malang, Meeting Village, and Bintan Regency, Riau Archipelago. The method used in this quantitative research is analytic observational with a case-control research design. The results showed that there was a relationship between length, depth, and frequency of isolation on the incidence of ear barotrauma in traditional healing in Malang, which was demonstrated through the results of the Chi-Square test analysis on various factors, namely p = 0.048 (time of rescue), p = 0.001 ( healing depth) and p=0.001 (healing frequency). The multiple logistic regression test results obtained p-value = 0.00 (p <0.05). In conclusion, duration, depth, and frequency of diving affect health problems, especially ear barotrauma in traditional healing fishermen. Of the various adaptation factors, depth is the factor that most influence ear barotrauma incidence in traditional diving fishermen. Keywords: Ear Barotrauma, Frequency of healing, Depth of healing, Long Dive, Fisherman Traditional Diving
Sosialisasi dan Pelatihan Terapi Familiar Auditory Sensory Training (FAST) Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Kompetensi Perawat ICU Dalam Kolaborasi Dengan Keluarga Pasien Stroke Utari Yunie Atrie; Yusnaini Siagian; Zakiah Rahman; Linda Widiastuti; Liza Wati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0qgbm726

Abstract

Pasien stroke dengan penurunan kesadaran yang dirawat di ICU memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui terapi non-farmakologis seperti Familiar Auditory Sensory Training (FAST). FAST merupakan bentuk stimulasi auditori menggunakan suara yang familiar bagi pasien untuk meningkatkan kesadaran dan respons neurologis. Namun, masih banyak perawat ICU yang belum memahami konsep dan implementasi terapi ini dalam praktik klinik. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU mengenai terapi FAST serta memperkuat keterlibatan keluarga pasien stroke dalam proses rehabilitasi sensorik di ruang intensif. Metode: Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di RSUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 15 perawat ICU. Kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pelatihan FAST selama dua hari melalui metode ceramah interaktif, video edukatif, dan return demonstration. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kompetensi perawat. Analisis data menggunakan uji Paired t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan kompetensi perawat setelah pelatihan (mean pre-test=42,56; mean post-test=92,20; p 0,000). Peningkatan sebesar 49,64 poin menunjukkan bahwa sosialisasi dan pelatihan FAST efektif dalam meningkatkan kemampuan perawat ICU dalam penerapan intervensi sensorik berbasis keluarga. Kesimpulan: Pelatihan FAST terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU terhadap penerapan terapi sensorik non-farmakologis berbasis keluarga. Implementasi berkelanjutan terapi FAST di ruang ICU diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis, mempercepat pemulihan kesadaran pasien stroke, dan memperkuat peran keluarga dalam proses rehabilitasi.
PKM Upaya Deteksi Dini Dampak Penggunaan Gadget pada Remaja terhadap Masalah Psikologis Dea Muspratiwi; Mawar Eka Putri; Syamilatul Khariroh; Komala Sari; Linda Widiastuti; Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/70csc630

Abstract

The use of gadgets among school adolescents has increased significantly and has the potential to cause various psychological problems such as anxiety, sleep disturbances, decreased social interaction, and impaired learning concentration. This community service activity aimed to conduct early detection of adolescent mental health problems and improve students’ knowledge regarding healthy and wise gadget use. The implementation methods included health education, interactive discussions, question-and-answer sessions, mental health screening using questionnaires, and pre-test and post-test evaluations. The activity was conducted among school students in the community health center working area. The screening results showed that most students had relatively good mental health conditions, where 80% of students did not frequently feel anxious or worried, 76% did not experience overthinking, and 87% did not feel sad or depressed. In addition, there was an improvement in students’ knowledge after receiving mental health education and healthy gadget use education. The percentage of students with high scores increased from 76.5% in the pre-test to 90% in the post-test. Mental health screening and educational activities proved effective as promotive and preventive efforts in increasing adolescents’ awareness of the impact of gadget use on mental health.
Hubungan Perilaku dan Persepsi dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi pada Nelayan Maisyarah; Soni Hendra Sitindaon; Linda Widiastuti; Mawar
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jxw70450

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia, danmeskipun dapat dicegah dan dikendalikan, prevalensinya semakin meningkat. Nelayan,sebagai kelompok rentan, juga terkena dampak. Kondisi ini, ditandai dengan tekanan darah tinggi berkelanjutan, meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti jantung, stroke, dan komplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku dan persepsi dengan kepatuhan minum obat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Palmatak pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis korelatif menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 76 nelayan yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Palmatak. Hasil analisis statistik menggunakan spearman rank menunjukkan terdapat hubungan antara perilakudengan kepatuhan minum obat hipertensi pada nelayan p-value sebesar 0,013 (p<0,05). Selainitu, penelitian ini juga menemukan terdapat hubungan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat pada nelayan di wilayah kerja Puskesmas Palmatak p-value sebesar 0,000(p<0,05). Hasil ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi dan peningkatan kesadaran untuk memastikan persepsi yang tepat mengenaipengobatan. Kesimpulannya, penelitian ini menyimpulkan bahwa baik perilaku maupun persepsi memiliki dampak terhadap tingkat kepatuhan minum obat hipertensi pada nelayan di wilayah kerja Puskesmas Palmatak.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) Dengan Pemberian Imunisasi Dpt Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Utara Syahwadi; Linda Widiastuti; Meily Nirnasari; Utari Yunie Atrie
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/tn738z71

Abstract

KIPI merupakan reaksi yang muncul setelah seseorang melakukan imunisasi dan dapat menjadi pertanda bahwa imunisasi sedang bekerja di dalam tubuh United Nations Children’s Fund (UNICEF, 2021). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi) dengan pemberian imunisasi dpt pada balita di wilayah kerja Puskesmas Siantan Utara Method: pada penelitian ini menggunakan Metode penelitian deskriptif korelasi Adapun jumlah responden pada penelitian sebanyak 81 orang dan di pilih menggunakan metode cross sectional , data di kumpulkan kemudian akan diolah menggunakan formula SPSS dengan menggunakan uji statistikchi square Result: Karakteristik responden pada penelitian ini yang sebagian 24Tahun 39,5%, Karakteristik responden pada penelitian berdasarkan tingkat pendidikan yaitu SD Sebesar 41 reaponden (50,6%). Sementara Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan sebagian Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan 59 responden (72%). Distribusi Frekuensi pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi) dengan pemberian imunisasi dapat pada balita di wilayah kerja Puskesmas siantan  utara  yang  memiliki  pengetahuan  kurang  sebesar  48  responden  (58,5%). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p=,002 (p<0,05) yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan paska imuniasi dengan pemberian imnunisasi DPT pada balita diwiayah kerja Puskesmas Siantan Utara Keeratan hubungan Hubungan pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan paska imuniasi dengan pemberian imnunisasi DPT pada balita diwiayah kerja Puskesmas Siantan Utara sebesar 0,004 yang berarti bahwa kekuatan hubungan antar kedua variabel yaitu sedang.
HUBUNGAN FREKUENSI OPEN SUCTION TERHADAP KEJADIAN VENTILATOR ASSOSIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU RUMKITAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG David Kurniawan; Utari Yunie Atrie; Linda Widiastuti; Ikha Rahardiantini; Mawar Eka Putri
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i1.14028

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is a lung infection after 48 hours of mechanical ventilation. During the use of mechanical ventilation, medical action is always required. suction which is a procedure for suctioning secretions from the airways. However, this procedure suction Improper use can potentially increase the risk of infection by pushing microorganisms from the oropharynx into the lungs. The aim of the study was to determine the relationship between the frequency of open suction to the incident Ventilator Assosiated Pneumonia (VAP). This study uses a descriptive design. cross-sectional with the method analytical observation. Data were collected from all mechanically ventilated patients who met the inclusion and exclusion criteria in the ICU Room of Naval Hospital dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang from August 13 to November 30, 2024, with a sample size of 30 respondents. The sampling technique was purposive sampling accidental sampling. Test results Pearson Chi-Square obtained p-Value = 0,013 (a-0,05) so Ho is rejected, meaning there is a frequency relationship open suction against VAP incidents. Suction Excessive use of tobacco causes irritation and injury to the respiratory tract, encouraging microorganisms from the oropharynx to enter and multiply in the lungs, ultimately increasing the risk of infection and weakening the body's defenses. Suction must be done in a balanced way, not too often, but also not too rarely with a frequency threshold. Suction< 7x/day and adjusted to the patient's condition. Furthermore, proper technique and maintaining equipment hygiene are crucial to reducing the risk of VAP.