Paulus Nugraha
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP SUSTAINABLE PADA RUMAH TINGGAL DARI SEGI MATERIAL Allan Subrata Ottong; Felix Yuwono; Ratna S. Alifen; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.942 KB)

Abstract

Pembangunan rumah tinggal di Indonesia adalah salah satu kegiatan konstruksi yang turut menyumbang kerusakan lingkungan. Secara global, sektor konstruksi mengkonsumsi 50% sumber daya alam, 40% energi, dan 16% air. Konstruksi juga menyumbangkan emisi CO2 terbanyak (45%). Dampak lingkungan tersebut memerlukan solusi agar kegiatan konstruksi dapat terus terlaksana denganupaya mengurangi dampak lingkungan tersebut. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sistem pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable construction.Penelitian ini membahas penerapan konsep sustainable pada rumah tinggal dari segi material, dan juga membahas mengenai contoh penerapan alternatif material sustainable pada rumah tinggal. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif untuk pemenuhan poin-poin MRC (Material and Resources Cycle) dari Greenship Homes dari elemen dan subelemen dari contoh permodelan rumah tinggal, dan analisis deskriptif terhadap siklus material dan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Hasil penelitian ini adalah berupa contoh penerapan alternatif material pada rumah tinggal yang memenuhi konsep sustainable dari segi material. Dari konsep 3R, konsep reduce adalah konsep yang paling sering dipenuhi. Dari siklus materialnya, penerapan konsep sustainable paling banyak terjadi pada tahapan transportasi dan pemrosesan. Dari pemenuhan poin MRC, poin yang paling banyak terpenuhi adalh poin yang berkaitan dengan material yang diproses secara ramah lingkungan dan penggunaan material lokal.
STUDI LITERATUR PERBEDAAN ANGKA PRODUKTIVITAS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEKERJAAN BETON BERTULANG DI INDONESIA DENGAN INDIA DAN SINGAPURA Steven Evadne Lyono; Joshua Benedicto Hindradjaja; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.142 KB)

Abstract

Singapura adalah negara maju di bidang konstruksi daripada Indonesia. India adalah suatu negara berkembang dibidang konstruksi dengan populasi masyarakat lebih banyak daripada Indonesia. Sehingga, produktivitas yang ada di Indonesia perlu dibandingkan dengan produktivitas yang ada di Singapura dan di India untuk mengetahui sejauh mana perbedaan Indonesia dengan kedua negara tersebut dan mengetahui faktor-faktor penyebab perbedaan angka produktivitas tersebut. Metode penelitian yang dilakukan dengan studi literatur, mengumpulkan jurnal yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional dan berhubungan dengan produktivitas pembesian, bekisting dan pengecoran. Serta 12 key items didapatkan dari paper dari the Singapore contractors association Ltd. Kemudian dari India didapat dari jurnal studi literatur yang dilakukan disana. Angka produktivitas pada pekerjaan pembesian di Indonesia 23.13 kg/manhour, tertinggal 56.78 kg/manhour dengan India dan 51.87 kg/manhour dengan Singapura. Pada pekerjaan bekisting angka produktivitas di Indonesia sebesar 1.04 m2/manhour, mengungguli india sebesar 0.05 m2/manhour, dan tertinggal oleh Singapura sebesar 1.19 m2/manhour. Angka produktivitas pada pekerjaan pengecoran di Indonesia sebesar 0.99 m3/manhour, tertinggal dari India sebessar 0.26 m3/manhour dan tertinggal dari singapura sebesar 0.87 m3/manhour. Faktor-faktor yang mempengaruhi angka produktivitas pekerja ada 3 yaitu dari internal proyek itu sendiri, kemudian antar proyek di Indonesia, dan antara Indonesia dengan India dan Singapura
MONITORING PENJADWALAN PROYEK & EVALUASI JUMLAH TOWER CRANE PADA PROYEK CONDOMINIUM & PODIUM SEBUAH PLAZA DI TENGAH KOTA Agnes Maria Wijaya; Ayu Wirastuti; Paulus Nugraha; Sandra Loekita
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.952 KB)

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang dibatasi oleh durasi waktu, agar dapat mengetahui proyek masih berjalan sesuai dengan rencana, maka perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi penjadwalan dilakukan dengan mengevaluasi jadwal rencana proyek dengan realisasi pelaksanaan. Tower Crane (TC) merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk pembangunan gedung-gedung tinggi. Dalam proyek konstruksi, TC digunakan sebagai alat bantu untuk mengangkut material, oleh karena itu penempatan TC perlu direncanakan secara tepat. Sehingga TC dapat membantu proyek berjalan sesuai dengan jadwal rencana, terutama pada proyek yang lahannya terbatas. Penempatan TC memperhitungkan titik konflik yang terjadi antar TC. Penelitian ini menggunakan sampel proyek Condominium dan Podium sebuah Plaza di tengah kota, yang lahannya sangat terbatas, baik jalan akses untuk peralatan maupun material. Penelitian dimulai dengan mengolah data yang ada untuk mengevaluasi jadwal rencana dan realisasi pelaksanaan, serta penempatan TC dengan menggunakan teori titik konflik yang terjadi antar TC dengan menggunakan 3 skenario. Dengan melakukan perbandingan antara jadwal rencana dan realisasinya, maka terlihat bahwa proyek tersebut mengalami kemunduran pekerjaan, yang berkisar antara 17-52 hari. Dengan menggunakan perhitungan titik konflik dari ketiga skenario penempatan TC, ditemukan bahwa penempatan yang paling optimal yaitu skenario 3, dimana jumlah konfliknya paling sedikit.
SURVEY STATUS RISIKO TERHADAP DAMPAK WAKTU DAN DAMPAK BIAYA PADA TAHAP PRA KONSTRUKSI DAN KONSTRUKSI PROYEK KONSTRUKSI Yosua Hardistianto; Angelita Wiyanto; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.14 KB)

Abstract

Industri konstruksi dapat mengalami banyak risiko. Untuk mengelola risiko secara efektif maka perlu dilakukan analisa terhadap status risiko. Status risiko diperoleh dengan cara menggabungkan frekuensi dan dampak risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status risiko masing-masing risiko yang diidentifikasi dan mengelompokkannya berdasarkan kategori Extreme, High, Medium dan Low. Selain itu juga dicari apakah ada perbedaan pendapat antara Owner dan Kontraktor dalam hal frekuensi kejadian dan dampak risiko. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisoner kepada Owner dan perwakilannya dan Kontraktor yang melaksanakan proyek konstruksi High-Rise Building di Surabaya. Kemudian data akan dianalisa dengan uji mean untuk frekuensi dan dampak risiko dan uji t-test untuk analisa perbedaan pendapat. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat satupun risiko yang masuk kedalam kategori Extreme. Pada tahap Pra Konstruksi, status risiko yang paling tingi dampaknya adalah “Kesalahan desain oleh Konsultan”. Pada tahap Konstruksi, status risiko yang paling tinggi dampaknya adalah “Kontraktor dan supplier yang tidak berpengalaman” berdasarkan dampak waktu dan “Kelalaian / keterlambatan pekerjaan oleh sub-kontraktor” menurut dampak biaya. Perbedaan pendapat antara Owner dan Kontraktor pada frekuensi kejadian, dampak waktu dan dampak biaya secara berturut-turut adalah: “Ketidaktepatan dalam estimasi geoteknik dan kekuatan pondasi”, “Kontraktor dan supplier yang tidak berpengalaman” dan “Ketidaktepatan dalam estimasi geoteknik dan kekuatan pondasi”.
ANALISA KEMUNGKINAN PENINGKATAN SERTIFIKASI GREENSHIP DARI GOLD MENJADI PLATINUM (STUDI KASUS: APARTEMEN VENETIAN) Jimmy Christian; Ivan Adi Pratama; Paulus Nugraha; Tirsa E. Tumbelaka
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.638 KB)

Abstract

Indonesia khususnya di Surabaya, telah mendukung praktik pembangunan berkelanjutan. Satu – satunya apartemen di Surabaya yang telah mendapat sertifikatsi oleh badan resmi yang mempraktikkan bangunan hijau (Green Building Council Indonesia) adalah Apartemen Venetian yang telah mendapat sertifikasi Greenship gold. Sertifikasi ini mempunyai masa berlaku sehingga dalam beberapa tahun kedepan sertifikat ini dapat ditingkatkan kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa alternatif terbaik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sertifikasi yang telah didapatkan dari Greenship New Bulding, sebagai rekomendasi untuk bangunan lain dan Greenship Existing Bulding untuk peningkatan sertifikasi kembali menjadi platinum. Langkah penelitian meliputi pencarian alternatif yang didapatkan berdasarkan hasil studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Alternatif terbaik dianalisa menggunakan metode gabungan CPI dan AHP berdasarkan tingkat kepentingan owner yang dilihat dari 3 faktor yaitu biaya, kesulitan implementasi dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan untuk meningkatkan sertifikasi Greenship New Building, terdapat 8 alternatif terbaik dari 18 alternatif yang dapat dilakukan. Sedangkan untuk Greenship Existing Building, terdapat 21 alternatif terbaik dari 28 alternatif yang dapat dilakukan. Menurut owner terdapat aspek lain yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek kenyamanan penghuni.
PENERAPAN DAN PEMBERIAN MILESTONE PADA METODE EARNED SCHEDULE UNTUK PENGENDALIAN PENJADWALAN PADA BEBERAPA PROYEK Hanny Sampurna Lumanto; James Thomas Sutjiadi; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.325 KB)

Abstract

Metode Earned Schedule (ES) merupakan metode pengendalian jadwal pada proyek. Dalam perkembangannya ditemukan indikator tambahan, yaitu Scheduled Variance at Completion (SVAC) yang fungsinya adalah memberikan indikasi perkiraan durasi waktu bahwa proyek yang akan selesai lebih cepat atau lebih lambat dari jadwal rencana dan juga indicator Forecast Scheduled Variance (F-SV) yang acuannya bukan pada jadwal rencana, melainkan pada jadwal milestone. Milestone sendiri digunakan untuk menilai kemajuan proyek, biasanya dengan evaluasi karakteristik produk, pada titik interim yang signifikan terhadap proyek. Pada penelitian ini akan diterapkan pada 5 proyek. Dengan penambahan milestone pada metode Earned Schedule (ES) ini akan memberikan peringatan dini (early warning) yang lebih awal pada saat realisasi proyek.
SURVEI TINGKAT KEPENTINGAN DAN PENERAPAN SUMBER DAN SIKLUS MATERIAL DARI GREENSHIP RATING TOOLS PADA PROYEK KONSTRUKSI Febrian Pratama Poetra Setiawan; Grace Erny Gazali; Paulus Nugraha; Sandra Loekita
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.635 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan konsep green building yang ditandai dengan diterbitkannya Greenship rating tools oleh Green Building Council Indonesia. Greenship rating tools menilai suatu bangunan berdasarkan 6 aspek, yang salah satunya adalah sumber dan siklus material yang berkaitan erat dengan proyek konstruksi. Penelitian ini membahas bagaimana tanggapan pelaku konstruksi terhadap tingkat kepentingan dan penerapan dari poin sumber dan siklus material. Penyebaran kuesioner dilakukan pada pelaku konstruksi dengan jumlah kuesioner kembali sebanyak 53 responden (38 kontraktor, 6 konsultan, dan 9 developer). Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisa mean, uji Anova dan Importance-Performance Analysis dari data yang berasal dari kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden beranggapan bahwa poin sumber dan siklus material adalah penting, namun masih jarang penerapannya. Beberapa variabel yang menunjukkan hasil di bawah 2,50 ialah “Material Hasil Daur Ulang”, “Material Sumber Daya Terbarukan”, dan “Material Prafabrikasi”. Selain itu, ditemukan juga adanya perbedaan tingkat kepentingan dan penerapan antara beberapa variabel sumber dan siklus material.
PENENTUAN BUFFER SIZING DALAM PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT PADA SEBUAH PROYEK KONSTRUKSI Christian Hadisurya Suyansen; William Sandika Martanto; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.207 KB)

Abstract

Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan metode penjadwalan proyek yang diperkenalkan oleh Goldratt pada tahun 1997, namun penggunaannya kurang dimanfaatkan dalam proyek konstruksi di Indonesia. Metode penentuan besarnya buffer yang populer yaitu Cut &Paste Method (C&PM) dan Root Square Error Method (RSEM). Dalam penelitian ini, penentuan besarnya buffer menggunakan hasil penelitian oleh Shi pada tahun 2009 karena mempertimbangkan faktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya dan kompleksitas jaringan. Penelitian ini menggunakan sampel proyek Hotel Alimar di kota Malang dengan data dari dokumen penawaran 2 kontraktor. Perhitungan dimulai dengan menentukan durasi optimis, most likely, dan pesimis untuk tiap pekerjaan. Perhitungan selanjutnya meliputi faktor keterbatasan sumber daya, kompleksitas jaringan, dan risk preference. Durasi tiap pekerjaan dari jadwal pelaksanaan kontraktor dianggap sebagai durasi pesimis. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan buffer sebesar 28,43% untuk pekerjaan struktur. Penerapan selanjutnya dilakukan dengan mengganggap durasi tiap pekerjaan dari jadwal pelaksanaan kontraktor sebagai durasi most likely. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan buffer sebesar 41,04% untuk pekerjaan struktur.
PERBANDINGAN APLIKASI PROGRAM MICROSOFT PROJECT DAN PRIMAVERA DALAM PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI Icha Kristy Octavia; Elliot Caesar Tandoyo; Paulus Nugraha; Sandra Lukito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.982 KB)

Abstract

Dalam proses pembuatan penjadwalan proyek tidak dipungkiri ada banyak kendala, hal ini diakibatkan dari berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu diperlukan aplikasi program yang sesuai dengan berbagai macam kebutuhan perusahaan/ latar belakang pengguna dalam membantu mengelola sebuah proyek konstruksi agar efektif dan efisien. Diantara berbagai aplikasi program yang ada sekarang ini Microsoft Project dan Primavera adalah aplikasi program profesional yang masih berkembang dan paling sering digunakan oleh project planner, project control, scheduler,project manager, estimator, dan lain-lain. Penelitian ini membandingkan kelebihan dan kelemahan kedua aplikasi program dengan memakai pendekatan studi literatur, mengintepretasikan dalam aplikasi program, menggunakan semua fitur aplikasi program yang tersedia, dan kemudianmembandingkan kedua aplikasi program berdasarkan 12 kategori menurut J. D. Witt sebagai kerangka dasar penelitian. Hasil penelitian menunjukan keduanya memiliki kemampuan yang relatif sama. Disatu pihak, Microsoft Project sangat user frindly, tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan hubungan antar aktivitas, sangat kompatible dengan Microsoft Excel, memiliki kemampuan membuat jadwal kerja/ sistem kalendering dengan berbagai macam constraints, dan sangat baik digunakan pada proyek skala kecil. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan grafik resource, cost, dan kurva S, mengatur informasi proyek dengan menggunakan kode aktivitas dan sangat baik digunakan pada proyek skala menengah sampai besar.
SURVEI PEMAHAMAN DAN KESIAPAN PELAKU KONSTRUKSI DI SURABAYA DALAM PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY (AR) Budiarto Hutomo Salim; Jenio Sudibio; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan perkembangan teknologi yang menggabungkanbenda maya dua dimensi maupun tiga dimensi dengan diproyeksikan ke dunia nyata dalam waktubersamaan. Saat ini banyak pengembangan teknologi Augmented Reality (AR), hampir segala sektormenggunakan teknologi ini layaknya pendidikan, hiburan, kesehatan, hingga konstruksi. Banyakkegunaan Augmented Reality (AR) dalam dunia konstruksi mulai dari fase pra-konstruksi, fasekonstruksi, hingga fase pasca konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dankesiapan pelaku konstruksi di Surabaya dalam penggunaan Augmented Reality (AR). Pengumpulandata dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada kontraktor, konsultan MK, konsultanperencana, dan owner/wakil owner yang berada di area Surabaya. Melalui data yang didapatkan,pelaku konstruksi di Surabaya masih belum sepenuhnya paham dan siap dalam menggunakanAugmented Reality (AR) pada pekerjaan konstruksi. Selain itu terdapat faktor-faktor eksternal daninternal yang mempengaruhi pelaku konstruksi dalam menerapkan teknologi Augmented Reality (AR).Faktor-faktor eksternal lebih berpengaruh dibandingkan faktor internal, faktor tersebut antara lainketersediaan alat pendukung, tenaga ahli, biaya yang diperlukan, peraturan/kebijakan pemerintah, dandukungan dari perusahaan.