Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrium

Perbanyakan Tanaman Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) Dengan Kombinasi IAA Dan Kinetin Secara In Vitro Rahmawati, Marai; Nurul Safira, Cut; Hayati, Mardhiah
Agrium Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi IAA dan Kinetin terhadap pertumbuhan tanaman nilam Aceh secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, pada bulan Juni sampai dengan November 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan faktor konsentrasi IAA yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 mg L-1; 0,25 mg L-1; 0,5 mg L-1; dan 0,75 mg L-1 serta faktor konsentrasi Kinetin yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 mg L-1; 1 mg L-1; 2 mg L-1; dan 3 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan persentase eksplan hidup tertinggi 60% dan persentase kontaminasi terendah 20% adalah pada perlakuan 0 mg L-1 IAA + 1 mg L-1 kinetin. Persentase hidup tertinggi 60% dan persentase browning terendah 0% adalah pada perlakuan 0 mg L-1 IAA + 2 mg L-1 kinetin. Eksplan tanaman nilam tertinggi dan jumlah tunas terbanyak pada umur 10 MSI, serta jumlah daun terbanyak pada umur 5 MSI dan 10 MSI adalah pada perlakuan 0,75 mg L-1 IAA + 0 mg L-1 Kinetin.Kata kunci ; Nilam, IAA, Kinetin, in vitro
Perbanyakan Tanaman Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) Dengan Kombinasi IAA Dan Kinetin Secara In Vitro Rahmawati, Marai; Nurul Safira, Cut; Hayati, Mardhiah
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi IAA dan Kinetin terhadap pertumbuhan tanaman nilam Aceh secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, pada bulan Juni sampai dengan November 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan faktor konsentrasi IAA yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 mg L-1; 0,25 mg L-1; 0,5 mg L-1; dan 0,75 mg L-1 serta faktor konsentrasi Kinetin yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 mg L-1; 1 mg L-1; 2 mg L-1; dan 3 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan persentase eksplan hidup tertinggi 60% dan persentase kontaminasi terendah 20% adalah pada perlakuan 0 mg L-1 IAA + 1 mg L-1 kinetin. Persentase hidup tertinggi 60% dan persentase browning terendah 0% adalah pada perlakuan 0 mg L-1 IAA + 2 mg L-1 kinetin. Eksplan tanaman nilam tertinggi dan jumlah tunas terbanyak pada umur 10 MSI, serta jumlah daun terbanyak pada umur 5 MSI dan 10 MSI adalah pada perlakuan 0,75 mg L-1 IAA + 0 mg L-1 Kinetin.Kata kunci ; Nilam, IAA, Kinetin, in vitro
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) Asmaini, Asmaini; Hayati, Mardhiah; Zuyasna, Zuyasna
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8757

Abstract

Tanaman nilam jarang menghasilkan biji oleh karena itu persediaan bibit dapat diperoleh secara vegetatif yaitu dengan setek, dalam perbanyakan setek tanaman nilam dapat dilakukan dengan menggunakan setek batang. Setek batang dapat diambil dari pohon induk yang unggul yang bertujuan untuk mendapatkan hasil setek sama dengan induknya Pertumbuhan setek dapat ditingkatkan dengan pemberian ekstrak bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama waktu perendaman setek dalam ekstrak bawang merah yang tepat serta terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan setek tanaman nilam. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan I Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh yang berlangsung dari Oktober 2021 sampai dengan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 5×3 dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor yang diteliti, faktor pertama yaitu konsentrasi bawang merah terdiri dari 4 taraf (kontrol, 30%, 45%,  60% dan 75%). Faktor ke dua yaitu lama perendaman stek tanaman nilam terdiri dari 3 taraf (3, 6 dan 9 jam). Parameter yang diamati yaitu panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, diameter tunas masing-masing pada umur 30, 45, 60 dan 75 Hari Setalah Tanaman (HST). Pada umur 75 HST diamati bobot basah dan kering biomassa, bobot basah dan kering akar. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan setek tanaman nilam terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak bawang merah 30% dan perendaman terbaik pada lama perendaman 3 jam. Pertumbuhan setek terbaik pada kombinasi konsentrasi ekstrak bawang merah 45% dengan lama perendaman 6 jam.
Pengaruh Dosis Pupuk Kalium Terhadap Hasil Beberapa Jenis Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Hayati, Mardhiah; Efendi, Arfan; Nurhayati, Nurhayati; Nura, Nura; Faudiah, N
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13122

Abstract

Tanaman ubi jalar merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat ditingkatkan hasilnya dengan pemberian dosis pupuk kalium pada klon lokal Saree yang sudah beradaptasi di daerah asalnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk KCl dan jenis ubi jalar yang sesuai serta interaksi antara keduanya terhadap hasil ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di dataran menegah Saree, Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dari April hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 2 dengan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk KCl (0, 100, 200, dan 300 kg ha-1). Faktor kedua adalah jenis ubi jalar (klon lokal Saree dan varietas Cilembu). Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk kalium 300 kg ha-1 terbaik untuk parameter hasil umbi ubi jalar, sedangkan varietas Cilembu cenderung lebih baik untuk parameter hasil umbi ubi jalar.