Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM Franciscus Manuel Sitompul; Mulfi Hazwi
e-Dinamis Vol 8, No 4 (2014): Jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.293 KB)

Abstract

ABSTRAKPada tugas akhir ini dilakukan pengujian pengaruh variasi head supply dan panjang langkahkatup limbah terhadap unjuk kerja pompa hidram. Dalam penelitian pompa hidram yang penulislakukan, menggunakan variasi head supply 2,3 m, 2,8 m dan 3,3 m dan variasi panjang langkahkatup limbah 15 mm, 20 mm dan 25 mm. Tabung udara dengan volume 0,006153 m³ danpanjang pipa pemasukan 15 m. Dari hasil pengujian dan perhitungan diperoleh bahwa headsupply berpengaruh terhadap tekanan yang diakibatkan oleh palu air dan panjang langkahkatup limbah berpengaruh terhadap debit dan kecepatan aliran. Head tekanan gradualmaksimum sebesar 0,6076 m yang terhubung paralel head supply 3,3 m dan panjang langkahkatup limbah 25 mm. Efisiensi maksimum pompa hidram sebesar 43,14 % yang terhubungparalel dengan head supply 2,3 m dan panjang langkah katup limbah 15 mm pada efisiensiD’Aubuisson.Kata kunci : pompa, pengujian, head supply, katup limbah, efisiensi
ANALISA EKSPERIMENTAL PERFORMANSI MESIN DIESEL MENGGUNAKAN BAHAN CAMPURAN BIOFUEL VITAMINE ENGINE POWER BOOSTER Albert Marganda Rumahorbo; Mulfi Hazwi
e-Dinamis Vol 9, No 1 (2014): jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.144 KB)

Abstract

ABSTRAK Kelangkaan akan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi mendorong dilakukannya penelitian untuk  mengembangkan  sumber  bahan  bakar  alternatif   lain  sebagai  pengganti  solar. Berdasarkan pemikiran tersebut maka dilakukan pengujian mesin  TecQuipment type.TD4A 001dengan menggunakan bahan bakar biofuel vitamin engine + solar. Pada pengujian ini biofuel vitamin engine yang dipakai adalah  Power Booster.  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi kerja mesin berbahan bakar biofuel vitamin engine + solar sehingga akan tampak  pengaruhnya  terhadap  parameter  unjuk  kerja  mesin  diesel  terutama  mengurangi kandungan emisi gas buang yang dihasilkan motor diesel. Penelitian ini juga akan memberikan informasi sebagai referensi bagi kalangan dunia pendidikan yang ingin melakukan riset dibidang otomotif dalam pengembangan bahan bakar alternatif  dan pengaruhnya terhadap performansi motor  diesel.  Dengan  menggunakan  biofuel  vitamin  engine  +  solar,  pemakaian  bahan  bakar rata-rata  lebih  irit  30%  dan  daya  rata-rata  meningkat  3,2035  %  serta  mampu  mereduksi kandungan  emisi  gas  buang  beracun  seperti  CO,  NOx,  UHC  dan  kadar  CO2.  Kadar  sisa oksigen (O2) dari pembakaran biofuel vitamin engine + solar lebih besar daripada solar, hal ini dimungkinkan karena adanya kandungan oksigen yang terikat langsung pada senyawa bahan bakar biofuel vitamin engine. Kata Kunci : Power Booster, mesin diesel, solar.
PENGUJIAN PERFORMANSI MESIN PENGERING PRODUK PERTANIAN SISTEM TENAGA SURYA TIPE KOLEKTOR BERSIRIP Muhardityah Muhardityah; Mulfi Hazwi
e-Dinamis Vol 9, No 1 (2014): jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.508 KB)

Abstract

ABSTRAKKolektor  surya  plat  datar  merupakan  suatu  peralatan yang  dapat  digunakan  untuk mengeringkan  produk  hasil  pertanian,  perkebunan,  dan  lain-lain.  Salah  satu  produk  hasil pertanian  yang  dikeringkan  mesin  pengering  ini  adalah  Cabai  Merah.  Tujuan  pengujian  ini adalah mengetahui kadar air dan kandungan vit.C yang terdapat dalam cabai merah sebelum dan  sesudah  pengeringan.  Pada  kolektor  surya,  radiasi  matahari  yang  jatuh  di  permukaan kolektor  akan  diserap  oleh  plat  absorber yang  diteruskan  oleh  kaca  sehingga  panas  yang dihasilkan  oleh  absorber akan  mengalir  ke  dalam  box pengering  secara  konveksi  natural.  Di dalam ruang  boxpengering panas mengalir melewati produk yang diletakkan di atas  traydan membawa  kadar  air  produk  dengan  mengalami  proses  penguapan  dan  membawa  uap  air keluar melewati chimney. Pengujian dilakukan pada pukul 09:00 – 17:00 WIB pada saat kondisi cuaca cerah. Efisiensi rata-rata kolekor surya alatpengering selama proses pengujian sampel pertama dan kedua adalah 69,70%. Alat yang dirancang adalah kolektor surya tipe plat bersirip dengan  ukuran  2m  x  2m  x  0,17m.  Kolektor  surya  terdiri  dari  lapisan  kayu,  steyrofoam  dan rockwoll  sebagai  isolator.  Selain  kolektor,  dirancang  juga  ruang  pengering  sebagai  tempat pengeringa  hasil  pertanian  dengan  ukuran  2m  x  1m  x  1m.  Sampel  yang  digunakan  dalam pengujian alat ini adalah cabai merah. Kata kunci : kolektor surya, pengeringan, Cabai merah, plat absorber, konveksi natural
ANALISA PERFORMANSI PADA MOBIL TOYOTA FORTUNER MESIN DIESEL TIPE 2KD-FTV VN TURBO INTERCOOLER Andi Setiawan Ginting; Mulfi Hazwi
e-Dinamis Vol 10, No 2 (2014): jurnal e-dinamis (2014)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.422 KB)

Abstract

ABSTARAK Direct  Four  Stroke  Turbo  Commonrail  Injection yang  dikenal  dengan   D4D  merupakan kemajuan  teknologi  pada  industri  otomotif  khususnya dalam  hal  penyempurnaan  performansi mesin. D4D adalah teknologi pengaturan laju tekananbahan bakar dari sisi kuantitas dan waktu penyemprotan  bahan  bakar secara elektronik.Kelebihan  yang  dimiliki oleh mesin D4D adalah dengan  penggunaan  sistem commonrail dimana bahan  bakar  solar  akan  dihisap  oleh  pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar agar dapatmenghasilkan kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah.  Disamping itu dengan adanya teknologi ini akselerasi dan performa yang dihasilkan sangat  optimal beserta tingkat getaran dan suara mesin  yang  lebih  halus.  Tujuannya  untuk  mengetahui  performansi  dan  kinerja  mesin  diesel yang berteknologi commonrail VN Turbo Intercooler pada seri Toyota Fortuner tipe 2KD FTVVn Turbo Intercooler. Metodologi yang digunakan adalah ruang bakar atau mesin pada Toyota Fortuner  tipe  2KD-FTV  VN  Turbo  Intercooler.  Motor  Diesel  memiliki  efisiensi  termal  dan performansi yang lebih baik serta dapat menghasilkan energi yang relatif besar. Efisiensi termal yang  merupakan  indikasi  sesungguhnya  dari  konversi  input  termodinamika  menjadi  kerja mekanis  mencapai  84,4  %.  Hal  ini  membuktikan  bahwa  mobil  ini  telah  mempunyai  efisiensi yang sudah bagus. Disamping itu untuk putaran 2800  rpm didapat daya sebesar 100,5218 kW. Hasil analisa secara keseluruhan membuktikan bahwa mobil ini memiliki performa yang baik. Kata kunci: teknologi, kuantitas, akselerasi, emisi, optimal.
ANALISA PERFORMANSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU) SICANANG BELAWAN Rahmat Kurniawan; Mulfi Hazwi
e-Dinamis Vol 10, No 2 (2014): jurnal e-dinamis (2014)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.217 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam  berkembangnya  IPTEK  saat  ini,  kebutuhan  manusia  akan  energi  semakin  meningkat, sementara persediaan  akan energi  yang ada hanya terbatasdan membutuhkan  tenaga Listrik yang cukup besar, maka perlu senantiasa mengupayakan peningkatan effisiensi dalam segala hal,  termasuk  effisiensi  operasi  pembangkitlistrik. Usaha  peningkatan  effisiensi  operasi  ini dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan  cara meningkatkan PLTG (Open Cycle) menjadi  PLTGU  (Combined  Cycle).Combined  cycle  adalah  suatu  siklus  yang  memanfaatkan panas gas buang dari PLTG untuk memanaskan air didalam Heat Recovery Steam Generator (HRSG),  selanjutnya  uap  ini  digunakan  untuk  menggerakkan  turbin  uap  yang  kemudian dimanfaatkan  untuk  menggerakkan  generator  listrik,  dan  keseluruhan  instalasi  ini  disebut PLTGU. Pada saat ini ada beberapa pola yang digunakan dalam beroperasinya PLTGU, pola ini  disebut  pola  kombinasi.  Pola  ini  tergantung  dari  jumlah  turbin  gas,  HRSG  dan  turbin  uap yang  digunakan  pada  setiap  blok (PLTGU).Tujuandariperhitunganefisiensiiniadalahuntukmengetahuiberapabesarefisiensi  yang diperolehdari  PLTGU ini.Dimanapadaperhitunganefisiensiiniadaduapolakombinasi.Polakombinasi  2-2-1 danpolakombinsai  1-1-1,  pada  pola  kombinasi  1-1-1  masing-masing  turbin  gas  mempunyai efisiensi  rata-rata  29,50%,  dengan  daya  Turbin  Uap  sebesar  108.163  kW  dan  pola  2-2-1 masing-masing turbin gas memiliki efisiensi rata-rata 30% dengan daya dihasilkan Turbian Uap sebesar  152.040  kW.  jadi  dengansemakin  tinggi  efisiensi  masing-masing  turbin  gas makasemakin tinggi pula efisiensi totalnya (PLTGU).Kata kunci: Turbin Gas, Turbin Uap, Efisiensi1.PENDAHULUAN Pada saat sekarang ini, listrik memegang peranan  yang  sangat  penting  dalam perkembangan  suatu  teknologi,  karena penggunaan  listrik   sudah  sangat  luas, hampir  mencakup  ke  segala  bidang  dan sangat  erat  pula  kaitannya  dengan aktivitas  manusia  dalam  berbagai  aspek kehidupan serta dalam berbagai kegiatan sehari-hari  yang  juga  merupakan  salah satu  kebutuhan  masyarakat  banyak maupun individu.   Listrik  merupakan  alat  yang sangat  vital  dan  strategis  dalam menunjang  segala  kebutuhan  manusia. Kemajuan  teknologi  banyak  mendukung
monangb@yahoo.com Monang Butar Butar; Mulfi Hazwi
e-Dinamis Vol 10, No 2 (2014): jurnal e-dinamis (2014)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.957 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  pengaruh penambahan  alkohol  96%  ke  premium terhadap  unjuk  kerja  motor  otto.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode eksperimen.  Pemilihan  metode  ini  disesuaikan  dengan tujuan  penelitian  yaitu  untuk membandingkan unjuk kerja mesin yang meliputi Torsi, Daya, Konsumsi Bahan Bakar Spesifik, Rasio  Udara  Bahan  Bakar,  Efisiensi  Volumetris,  dan  Efisiensi  Thermal  Brake  pada  mesin bensin  Empat  Langkah  Empat  Silinder  dengan  menggunakan  bahan  bakar  premium  tanpa alkohol 96% dengan bahan bakar premium dicampur alkohol 96% dengan variasi penambahan 5%,  7%,  dan  9%.  Penelitian  ini  dilakukan  di  laboratorium  Motor  Bakar  Departemen  Teknik Mesin  Fakultas  Teknik  USU.  Berdasarkan  penelitian  ini  diperoleh  hasil  yaitu  daya  yang dihasilkan oleh mesin berbahan bakar premium murni  masih lebih tinggi dibandingkan dengan daya  yang  dihasilkan  oleh  mesin  berbahan  bakar  premium  campuran  alkohol  96%.  Semakin meningkat kadar alkohol dalam premium, maka daya akan semakin menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, efisiensi volumetris menurun, dan efisiensi thermal brake semakin meningkat. Kata Kunci: Mesin Otto, Unjuk Kerja, Premium, Alkohol 96%ABSTRACTThis study was conducted to determine the effect ofadding alcohol to a 96% premium to the otto engine performance. The method used in this study is the experimental method. The selection of this method adapted to the purpose of the study is  to compare the performance of the machine which include Torque, Power, Specific Fuel Consumption, Air Fuel Ratio, volumetric efficiency, and Brake Thermal Efficiency in Step Four petrol engine with four cylinders using premium fuel without alcohol 96% premium fuel blended with alcohol 96% with the addition of variation 5%, 7%, and 9%. The research was conducted in the laboratory of the Department of Motor Fuels USU Faculty of Engineering. Based on the results ofthis study showed that the power generated by  the  pure  premium  fueled  engines  are  still  higher than  the  power  generated  by  the  engine premium fuel mixture of 96% alcohol. Increasing levels of alcohol in the premium, then the power will  be  decreased,  increased  fuel  consumption,  decreased  volumetric  efficiency  and  brake thermal efficiency increases. Keyword: Otto Engine, Performance, Premium, Alcohol 96%
PENGARUH SUDUT PENYINARAN DAN LAJU ALIRAN TERHADAP EFISIENSI TERMAL PADA SOLAR KOLEKTOR TIPE PLAT DATAR Tulus B Sitorus; Himsar Ambarita; Mulfi Hazwi; Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.328 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian tentang teknologi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya (solar energy) sedang mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Penelitian ini menggunakan Solar Energy Demonstrator tipe LS-17055-2 untuk menganalisa pengaruh sudut penyinaran dan laju aliran terhadap efisiensi termal suatu solar kolektor plat datar. Peralatan ini menggunakan dua bola lampu hologram (spot light) dengan daya masing-masing 500W untuk mensimulasikan energi sinar matahari. Solar kolektor tipe plat datar dengan luas 0,095 m2 digunakan untuk menangkap energi radiasi dan energi ini akan memanaskan air yang mengalir di dalam pipa. Parameter-parameter yang divariasikan pada penelitian ini adalah, intensitas penyinaran dengan menghidupkan satu dan dua lampu, sudut penyinaran pada 450, 600, 750, dan 900, dan laju aliran air pendingin 3,4,5,6,7 liter permenit. Total pengujian adalah 40 kali pengujian. Pada setiap pengujian dilakukan pengambilan data tiap menit selama 25 menit. Temperatur air masuk, air keluar, dan temperatur solar kolektor akan diukur. Dengan menggunakan data-data yang diukur, dilakukan perhitungan efisiensi termal solar kolektor ini. Analisa dilakukan untuk mengetahui efek dari sudut penyinaran dan laju aliran terhadap efisiensi solar kolektor.Keywords: Solar Kolektor, Intensitas, Laju aliran
STUDY ON APPLICATION OF GROUND TO COOL VENTILATION AIR FOR BUILDINGS IN MEDAN CITY Mulfi Hazwi
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn tropical countries such as Indonesia, fans or blowers are usually used to circulate air inrooms for better comfortableness. With less ventilation air, this effort, however, releases heatinto the rooms and after a certain time make the rooms becoming uncomfortable. As a fact, forIndonesian climate, temperature of soil under the ground is stable and lower than theatmosphere, especially during day. This paper investigates the application of the ground coolingventilation air for buildings. In order to get the accurate data, temperatures of the soils under theground from 1 m to 7 m deeps aroud the Mechanical Engineering Department of Kampus USUMedan are measured and collected in every minute for 3 months. In the same timetemperatures of the ambient air are also measured and collected in every minute. Themeasurement results show that temperatures of soil are lower than the ambient air. However,inthe location of measurement, for soil lower then 4m the temperatures tend to be increasing.Using the measured data, ventilation air cooled by ground is simulated numerically usingComputational Fluid Dynamics (CFD). The results show that average temperature of the room iscooler with ground cooling.Keywords: ground, cooling, sustainable energy, ventilation air
OPTIMALISASI EFISIENSI TERMIS BOILER MENGGUNAKAN SERABUT DAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR Grata Patisarana; Mulfi Hazwi
Jurnal Dinamis No 11 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.056 KB)

Abstract

AbstrakPenggunaan metode langsung (direct method) dalam mengevaluasi efisiensi termis boilermemiliki kelemahan karena tidak memberikan petunjuk tentang penyebab dan berbagaikehilangan yang berpengaruh didalam sistem. Untuk menjawab masalah tersebut maka penelitimenggunakan metode tidak langsung (indirect method). Metode ini memiliki keuntungan yaitudapat mengetahui neraca bahan dan energi yang lengkap untuk setiap aliran, yang dapatmemudahkan dalam mengidentifikasi opsi-opsi untuk meningkatkan efisiensi termis boiler.Dalam aplikasinya, metode ini harus melewati serangkaian uji eksperimen terhadap sampelyang digunakan yaitu serabut dan cangkang sawit yang hasilnya tersebut pada akhirnyadigunakan untuk selanjutnya dianalisis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa padapemakaian bahan bakar 75% untuk serabut (fiber) dan 25% untuk cangkang (shell)dibandingkan dengan metode langsung (indirect method) diperoleh selisih yang cukupsignifikan melebihi 5% yang ditetapkan oleh peneliti. Selain itu diperoleh efisiensi termistertinggi pada komposisi bahan bakar 25% serabut : 75% cangkang sebesar 89,29% danefisiensi terendah pada komposisi bahan bakar 0% serabut : 100% cangkang sebesar 61,76%.Kata kunci : Rasio, Serabut, Cangkang, Efisiensi Termis
Kinerja Peralatan Magnetik Untuk Meningkatkan Performansi Dan Mengurangi Emisi Gas Buang Pada Mesin OTTO Empat Langkah Tulus Burhanuddin Sitorus; Mulfi Hazwi; Jaya Arjuna
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 1 No 1 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.635 KB) | DOI: 10.36655/sproket.v1i1.52

Abstract

National energy data note that Indonesia fossil energy potential consisting of petroleum, natural gas and coal can only last for 10 years, 31 years and 80 years from now if no new fossil energy reserves are found. It is necessary to save energy to anticipate these conditions. One of the efforts that have been done is saving the consumption of fuel oil that is used in the internal combustion engine. This research aims to increase the performance by reducing fuel consumption and exhaust emissions by using magnetic devices. The equipment of magnetic is placed on the intake manifold which is varied 10 cm, 20 cm, and 30 cm from the combustion chamber to determine the effect of installing a magnetic field on the performance of the Otto engine. Gas emission analyzer is placed on the exhaust gas section. Besides that, there were also variations in engine speed consisting of 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, and 4000 rpm. Experimental data show that there is an increase in power and thermal efficiency and a decrease in specific fuel consumption when the engine uses magnetic devices ranging from 5.99-22.02%. The exhaust gas emissions produced by Otto engine also decreased for CO and HC thereabouts 6-20%.