Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN VOLUME AIR YANG BERBEDA DENGAN SISTEM IRIGASI TETES TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI LAHAN TAILING Sitti Nurul Aini; Ratna Santi; Deni Pratama; Eva Helda; Ratmo Miwandes Sinaga
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i2.596

Abstract

Post tin mining tailings land in Bangka Belitung Islands Province has an area of around 400 000 ha. In terms of area, the land has the potential to be used as cultivated land, one of which is melon. The aims of the study is to see the effect of cow manure fertilizer and drip irrigation water volume on  melon plants growth in post tin mining tailings area. This research was conducted from June to August 2018 in the tailings area of Dewi Makmur Village, Merawang District, Bangka Regency. This experimental  used a completely randomized design (CRD) factorial method. The first factor was cow manure with three levels (K1 = 2.5 kg/planting hole; K2 = 5 kg / planting hole; K3 = 7.5 kg / planting hole) and the second factor was drip irrigation volume (A1 = 800 ml; A2 = 1 500 ml). The results showed that giving cow manure and water irrigatian has no significant effect  on melon plant height, stem diameter and number of leaves, but the treatment  7.5 kg of  cow manure and 1 500 ml water gave results that tended to be better.
Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Inovasi Madu Kelulut di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur Balita Nengsi; Evahelda Evahelda; Rati Purwasih
Jurnal Studi Inovasi Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52000/jsi.v2i3.98

Abstract

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Madu Kelulut Di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur (Dibimbing oleh Evahelda dan Rati Purwasih). Madu kelulut merupakan hasil madu dari lebah Trigona sp. Madu kelulut mudah untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan lebah madu kelulut yang tidak memiliki sengat (Stingless bee) sehingga aman untuk dibudidayakan di sekitaran lingkungan rumah, perkebunan dan pemanfaatan lahan kosong. Setiap konsumen memiliki pola perilaku konsumsi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebagai produsen supaya dapat menjual produk yang dipasarkan sampai ke pembeli perlu melakukan pendekatan terhadap konsumen dan perilakunya. Sangat penting bagi produsen untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran produk, harga, distribusi, promosi terhadap keputusan pembelian konsumen terutama dalam persaingan produk madu kelulut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan bauran pemasaran madu kelulut di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur, (2) Menganalisis pengambilan keputusan pembelian madu kelulut oleh konsumen di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur, Penelitian dilakukan di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Bauran pemasaran di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur telah dikategorikan baik. Proses pengambilan keputusan pembelian madu kelulut melalui lima tahapan yaitu, pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, tindakan pembelian, dan pengkonsumsian produk.
SOSIALISASI ASAP CAIR SEBAGAI KOAGULAN GETAH KARET YANG RAMAH LUNGKUNGAN DI DESA KEMUJA KECAMATAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA Yulia Yulia; Rostiar Sitorus; Rati Purwasih; Eni Karsiningsih; Rufti Puji Astuti; Muntoro Muntoro; Evahelda Evahelda; Fournita Agustina; Eddy Jajang Jaya Atmaja; Iwan Setiawan; Novyandra Ilham Bahtera
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i8.4559

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi penghasil perkebunan di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2021) sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDRB) di Bangka Belitung sebesar 4,06 persen. Desa Kemuja merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mendo Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini memberikan sosialisasi informasi mengenai koagulan Asap cair tersebut kepada petani dan masyarakat Desa Kemuja. Metode pelaksanaan dilakukan dengan persiapan program, Memberikan sosialisasi tentang asap cair sebagai koagulan (penggumpal) getah karet yang ramah lingkungan serta memberikan pelatihan penggumpalan getah karet menggunakan asap cair kepada petani karet. Analisis yang dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan pendampingan adalah Petani karet di Desa Kemuja antusias mengikuti kegiatan penyuluhan tentang asap cair sebagai koagulan (penggumpal) getah karet yang ramah lingkungan serta kegiatan pelatihan menggumpalkan getah karet menggunakan asap cair LISA, asap cair Fronthea, dan asap cair Deorub SOP dengan konsentrasi 15%.
KONTRIBUSI PENDAPATAN PEREMPUAN PEDAGANG SAYUR DI PASAR PAGI KOTA PANGKALPINANG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA Indah Pratami; Evahelda Evahelda; Rufti Puji Astuti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40760

Abstract

AbstrakPeran perempuan dalam membantu perekonomi keluarga semakin meningkat pada saat ini, baik di sektor formal maupun informal, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan yang diakibatkan peningkatan harga bahan pokok. Salah satu jenis pekerjaan di sektor informal adalah pedagang sayur yang dianggap relatif mudah karena tidak menuntut keahlian khusus, dapat dilakukan dengan modal kecil dan jumlah jam kerja yang tidak terlalu lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kontribusi perempuan pedagang sayur terhadap pendapatan keluarga serta mengetahui hubungan antara variabel curahan waktu dengan variabel pendapatan perempuan sebagai pedagang sayuran di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik sampling yaitu simple random sampling, sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata perempuan pedagang sayur yang sewa lapak dan tidak sewa lapak di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang yaitu sebesar Rp8.718.924,16 dan Rp3.386.139,28 per bulan. Kontribusi perempuan pedagang sayur yang sewa lapak dan tidak sewa lapak di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang terhadap pendapatan keluarga dikatakan berkontribusi tinggi, yaitu sebesar 79% dan 72%, serta terdapat hubungan tidak signifikan atau tidak berarti antara tingkat curahan waktu kerja dengan pendapatan perempuan pedagang sayur di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang.Kata kunci: kontribusi, perempuan, pedagang sayuran.AbstractThe phenomenon of women playing a role in helping the family's economy is currently increasing, one of which is developing, namely women who are vegetable traders at the Morning Market in Pangkalpinang City. This study aims to determine the income and contribution of women vegetable traders to family income. And to find out the relationship between the time allocation variable and the income variable of women as vegetable traders in the Morning Market of Pangkalpinang City. The method used in this research is a survey method with a sampling technique that is simple random sampling, the sample is taken as many as 30 respondents. Data analysis techniques used are income analysis, descriptive statistical analysis and Spearman rank correlation analysis. Based on the results of the study, it was found that the average income of female vegetable traders who rented stalls and did not rent stalls at the Morning Market in Pangkalpinang City was Rp. 8,718,924.16 and Rp. 3,386,139.28 per month. The contribution of women vegetable traders who rent stalls and do not rent stalls in Pasar Pagi Pangkalpinang City to family income is said to have a high contribution of 79% and 72%, respectively. The results also found that there was an insignificant or insignificant relationship between the level of working time and the income of women vegetable traders at the Morning Market, Pangkalpinang City.Keywords: contribution, woman, vegetable trader.
DISEMINASI TEKNOLOGI PROBIO_FM UNTUK PENGOLAHAN PAKAN ITIK KEPADA PETANI PENGGARAP LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH Rufti Puji Astuti; Evahelda Evahelda; Indra Ferianto; Ipan Guspian
Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/icjcs.v3i2.121

Abstract

The integrated crop-livestock-fish farming systems between rice and duck is the potential to optimize the use of post-tin mining to develop agricultural activities in Bangka Belitung Islands Province. The success of the Mekar farmer group in rice farming in the area of post-tin mining is yet followed by optimizing the use of rice bran waste as the source of feed ingredient. Currently, the farmers face difficulty in mastering the agricultural technology, as a result, the rice bran waste as the duck feed is applied without any feed processing. The objective of the community service is to empower society in utilizing the Probio_FM technology to make duck feed with rice bran waste as the essential ingredient. The methods of community service were implemented in three stages: socialization, demonstration & training, as well as monitoring & evaluation. The qualitative descriptive analysis was conducted to analyze the data. The community service discovered that the farmers had utilized the Probio_FM technology in feed processing by producing the fermented bran feed for the duck. The effect of technology utilization was that the bran for animal feed was more likable, able to reduce the bad odor of animal environment, as well as the effective and efficient feed management systems. Furthermore, the knowledge on agricultural technology and behavior of livestock farmers had positively improved in utilizing the rice bran waste as the source of feed ingredient. The use of Probio_FM should be sustainable and was the potential to be optimized in integrated farm management in post-tin mining land. It could be a solution to reduce the dependency on antibiotics used to support disease control. It could also provide the solution to the feed cost problem to achieve environmental-friendly livestock farming activity
Orientasi Kewirausahaan dan Pasar sebagai Determinan Faktor Pascapanen Lada Muntok oleh Petani: Entrepreneurial and Market Orientation as Determinants of Postharvest Factors for Muntok Pepper by Farmers Evahelda Evahelda; Iwan Setiawan; Rati Purwasih; Rufti Puji Astuti
Society Vol 9 No 1 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i1.256

Abstract

The problem of Muntok Pepper business performance continues to decline due to the inability of farmers to face price uncertainty, recognize and understand market conditions. The fact is that the number of business actors continues to grow. Competing to face changes in the business environment is necessary, so entrepreneurial farmers are needed. This study aims to look at the postharvest process carried out by Muntok Pepper farmers and analyze whether entrepreneurial orientation and market orientation are determinant factors that affect the postharvest handling process. The research method used a survey method involving 60 farmers. Using Structural Equation Modeling (SEM), data analysis was carried out using smart Partial Least Squares (PLS). The results showed that the postharvest handling process was significantly influenced by entrepreneurial orientation and market orientation, but entrepreneurial orientation influence was greater than market orientation. Farmers carry out postharvest handling of Muntok Pepper in two stages. 50% of farmers carry out threshing, soaking, and drying processes. 50% of farmers do not do the sorting, grading, and milling process. Farmers’ decisions in postharvest handling are more influenced by the influence of the entrepreneurial orientation of farmers. Farmers who are motivated to excel, dare to take risks, and are willing to innovate by using new production methods tend to carry out a good postharvest handling process, not only threshing, soaking, and drying but also sort and process pepper derivative products.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN VOLUME AIR YANG BERBEDA DENGAN SISTEM IRIGASI TETES TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI LAHAN TAILING Sitti Nurul Aini; Ratna Santi; Deni Pratama; Eva Helda; Ratmo Miwandes Sinaga
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i2.596

Abstract

Post tin mining tailings land in Bangka Belitung Islands Province has an area of around 400 000 ha. In terms of area, the land has the potential to be used as cultivated land, one of which is melon. The aims of the study is to see the effect of cow manure fertilizer and drip irrigation water volume on  melon plants growth in post tin mining tailings area. This research was conducted from June to August 2018 in the tailings area of Dewi Makmur Village, Merawang District, Bangka Regency. This experimental  used a completely randomized design (CRD) factorial method. The first factor was cow manure with three levels (K1 = 2.5 kg/planting hole; K2 = 5 kg / planting hole; K3 = 7.5 kg / planting hole) and the second factor was drip irrigation volume (A1 = 800 ml; A2 = 1 500 ml). The results showed that giving cow manure and water irrigatian has no significant effect  on melon plant height, stem diameter and number of leaves, but the treatment  7.5 kg of  cow manure and 1 500 ml water gave results that tended to be better.
Peningkatan Kapasitas Budidaya Hidroponik dan Manajemen Keuangan Usahatani: Kelompok Wanita Tani Desa Air Ruay Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka Nabila Nurrulhusna; Rati Purwasih; Herry Marta Saputra; Garist Sekar Tanjung; Muntoro Muntoro; Iwan Setiawan; Rostiar Sitorus; Eni Karsiningsih; Yudi Sapta Pranoto; Evahelda Evahelda; Fournita Agustina
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22467

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam budidaya hidroponik (khususnya penyemaian dan perawatan) dan manajemen keuangan usahatani. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi langsung dengan 20 peserta dari KWT Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai budidaya hidroponik dan manajemen keuangan usahatani, serta dilengkapi dengan demonstrasi praktis terkait penyemaian benih hidroponik dan pembuatan nutrisi Ab Mix. Untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta dilakukan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil analisis data menggunakan Uji Paired-Sample T-Test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aspek pengetahuan dan sikap peserta. Peningkatan ini menandakan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan keterampilan praktis dan pemahaman tentang pengelolaan usaha hidroponik serta pentingnya pembukuan dalam usahatani. Kegiatan pengabdian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha hidroponik yang dikelola oleh KWT.
Pengaruh Kualitas Produk dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Lempiyang KK Yuni Dwi Setyawan; Muntoro Muntoro; Evahelda Evahelda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23555

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kualitas produk dan persepsi harga terhadap kepuasan serta loyalitas konsumen pada produk Lempiyang KK Yuni. Penelitian dilaksanakan pada UMKM Lempiyang KK Yuni yang berlokasi di Kelurahan Dul, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan waktu pelaksanaan pada bulan Maret hingga April 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen maupun loyalitas konsumen Lempiyang KK Yuni. Persepsi harga juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen serta loyalitas konsumen. Akan tetapi, kepuasan konsumen tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Selanjutnya, kepuasan konsumen juga tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas produk dan persepsi harga terhadap loyalitas konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas konsumen Lempiyang KK Yuni cenderung lebih terbentuk melalui pengaruh langsung kualitas produk dan persepsi harga, dibandingkan melalui kepuasan konsumen sebagai variabel perantara.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pembentukan Klaster Agroindustri Nanas di Desa Bikang Kabupaten Bangka Selatan Evahelda Evahelda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23570

Abstract

Sektor industri dijadikan sebagai prioritas pembangunan yang diharapkan mempunyai peranan sebagai sektor pemimpin bagi pembangunan sektor lainnya. Nanas (Ananas comosus L. Merr.) yang dibudidayakan di Desa Bikang, merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan klaster agroindustri. Masyarakat Desa Bikang telah memiliki industri rumahan dengan hasil produk berupa selai nanas, keripik nanas, dan manisan nanas. Namun hingga saat ini industri yang berhasil dibangun masih berskala kecil dan diperlukan pendekatan pengembangan untuk peningkatan perekonomian serta industri yang stabil. Mewujudkan pembentukan dan pengembangan kawasan klaster industri diperlukan sinergi aktor dalam pentahelix yang dianggap mampu mengembangkan kawasan klaster industri secara umum maupun rencana pengembangan kawasan klaster agroindustri nanas yang ada di Desa Bikang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interpretasi yang presisi dari persepsi masyarakat dan menyusun model pengembangan klaster agroindustri nanas yang efektif dan berkelanjutan menggunakan pendekatan pentahelix di Desa Bikang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, yang melibatkan 95 responden. Data dianalisis menggunakan skala likert dan aplikasi Nvivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju terhadap keberadaan dan pengembangan klaster agroindustri nanas. Model klaster agroindustri nanas yang dirancang menempatkan sinergi antara aktor pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media sebagai fondasi utama pengembangan.Kata kunci: persepsi masyarakat, agroindustri, pentahelix, peningkatan perekonomian