Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Fisika Sungai Curam Di Pulau Ambon Aponno, Sanny Virginia; Hendrajaya, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.792 KB)

Abstract

Pulau Ambon sebagai bagian dari kepulaun Maluku merupakan pulau busur vulkanis yang secara umum sebagian besar wilayahnya terdiri atas daerah berbukit dan berlereng terjal Dengan keadaan topografi wilayah yang demikian, pulau besar ini mempunyai banyak sungai yang mengalir umumnya tidak panjang. Sungai curam dengan aliran langgeng dan endapan delta yang terbentuk di laut teluk Ambon mengandung potensi mineral. Praktikum fisika alam terkait sungai curam seperti: pengukuran total aliran sungai, menentukan distribusi kecepatan di seluruh penampang sungai, menghitung jari-jari hidrolis sungai, menentukan kecepatan aliran sungai, pengukuran viskositas fluida yang dapat dikembangkan menuju rekayasa pengelolaan sumberdaya alam di Pulau Ambon. Penelitian ini merupakan studi tentang bagaimana belajar fisika dari sungai curam di Pulau Ambon dengan metode konstruksi alur pikir. memahami fenomena dan bentuknya, identifikasi fisika dan prosesnya, kajian kurikuler menurut struktur mata kuliah dan penerapannya dalam kurikulum mata pelajaran fisika di sekolah.
Prinsip dan Proses Fisika dalam Penambangan Mangan (Mn) di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Engge, Yohanes; Hendrajaya, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.288 KB)

Abstract

Dilakukan penelitian pada bulan Desember 2015-Januari 2016 tentang “Prinsip dan Proses Fisika dalam Penambangan Mangan (Mn) di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur". Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu yang dapat menjelaskan proses terjadi atau terbentuk hingga pada proses penambangan dan pemanfaatan SDA-ESDM. Pemahaman tentang ilmu fisika itu sendiri yang terjadi selama ini, berkesan sangat sulit dan susah untuk dipahami, oleh karena itu belajar fisika kontekstual penambangan SDA-ESDM merupakan salah satu cara belajar fisika yang baik. Dengan cara belajar tersebut selain kita dapat memahami ilmu fisika itu sendiri, kita juga dapat memahami proses penambangan SDA-ESDM yang ada di daerah untuk dimanfaatkan. Adapun tujuan dari penulisa ini adalah Memahami prinsip dan proses fisika dalam penambangan mangan (Mn) dan menyusun bahan ajar fisika kontekstual pada proses penambangan Mangan (Mn). Penelitian ini dilakukan dengan metode studi lapangan (data visual), wawancara, dan kajian literatur. Adapun hasil yang akan di capai adalah bahan ajar yang disesuaikan dengan kurikulum STKIP-Weetebula, Sumba Barat Daya-NTT.
Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Penambangan Batubara di Formasi Tanjung, Cekungan Barito, Kalimantan Selatan Pakpahan, Herman Santoso; Hendrajaya, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.082 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penting penghasil batubara di dunia dengan potensi cadangan terbesar. Salah satu daerah penghasil batubara yang cukup besar di Indonesia adalah Formasi Tanjung, Cekungan Barito, Kalimantan Selatan. Kegiatan penambangan pun tidak lepas dari pengaruh kejadian fisika dari alam yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, sehingga dapat dilakukan penelitian tentang proses fisika dari proses penambangan batubara. Secara mekanika batuan, analisis mekanika batuan pada lapisan batubara dapat dilakukan pada bidang dan ruang. Mekanika batuan ini banyak menggunakan teori elastisitas, plastisitas dan sistem struktur fisika batuan secara eksperimen. Proses fisika pada pengeboran batubara berasal dari hukum Pascal dan suseptibilitas suatu magnet batuannya berpengaruh juga terhadap besarnya intensitas magnetik batuan tersebut. Semakin kecil atau lambat kecepatan gelombang P maka modulus elastisitasnya semakin kecil, batuan yang mempunyai kecepatan gelombang P dan elastisitas paling besar merupakan jenis batuan yang memiliki tingkat kekerasan tinggi dan tidak mudah pecah. Pada proses penggalian dan pengangkutan batubara dianalisis secara fisika dengan menggunakan hubungan gaya (F), massa batuan (m) dan percepatan pengangkutan (a). Proses pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para siswa atau mahasiswa tentang pentingnya belajar dan memahami fisika menuju pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam daerah.