Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hotspot Detection Pada Citra Termal Wajah Anak Autis Dan Normal Berbasis Otsu Thresholding Zharifah Muthiah; Yayang Hafifah; Melinda Melinda; Ramzi Adriman
Indonesian Journal of Science, Technology and Humanities Vol. 2 No. 1 (2024): IJSTECH - June 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijstech.v2i1.442

Abstract

Gangguan Spektrum Autisme (ASD) adalah kelainan neurologis yang memengaruhi keterampilan komunikasi penting untuk kehidupan sehari-hari dan sering kali menimbulkan kesulitan dalam situasi sosial. Saat ini, diagnosis ASD masih sangat bergantung pada metode manusia dan kekurangan tanda-tanda biologis yang pasti. Diagnosis dini ASD memiliki dampak positif yang signifikan, terutama pada anak-anak. Teknik deep learning, khususnya dalam analisis citra medis wajah, telah menjadi fokus penelitian baru dalam deteksi ASD. Penggunaan citra termal sebagai metode pasif untuk menganalisis sinyal fisiologis terkait dengan ASD telah diusulkan. Dalam penelitian sebelumnya, telah dikembangkan model deep learning untuk mengklasifikasi wajah anak autis menggunakan citra termal, dengan data mentah 17 wajah termal autis dan 17 wajah termal anak normal. Namun, penelitian tersebut tidak memberikan informasi mengenai perbedaan secara signifikan antara citra termal wajah anak autis dan normal, dan hanya menggunakan arsitektur CNN secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis perbedaan data kelas anak autis dan normal menggunakan Otsu Thresholding Hotspot Detection. Hasil Hotspot Detection menggunakan metode Otsu Thresholding menunjukkan bahwa citra kelompok anak autis adalah sebesar 99.466059, sedangkan untuk kelompok anak normal adalah sebesar 88.850546, mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dataset citra termal anak autis menunjukkan nilai hotspot detection yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak normal.
Pantun Nasihat Pada Label Kemasan Sebagai Upaya Mengembangkan Usaha Donat Dengan Bahan Dasar Labu Kuning Untuk Anak Berkebutuhan Khusus SLBN 1 Palangka Raya Misnawati Misnawati; Albertus Purwaka; Patrisia Cuesdeyeni; Linggua Sanjaya Usop; Kharisma Devi; Melinda Melinda; Ocviarissa Rivera; Anwarsani Anwarsani; Siti Rahmawati; Nabila Salwa
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): April : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i2.494

Abstract

Mitra menghadapi tantangan untuk menciptakan kemandirian berwirausaha pada peserta didik berkebutuhan khusus mereka, khususnya tunarungu dan tuna grahita, yang kekurangan keterampilan dalam pengembangan diri. Semangat kewirausahaan menjadi energi penting bagi kesuksesan peserta didik tersebut. Program pelatihan di SLBN 1 Palangka Raya, yang fokus pada pengembangan usaha donat dengan bahan dasar labu kuning, akan mengajarkan peserta didik berkebutuhan khusus cara mengolah, mendistribusikan, dan memasarkan produk mereka dengan menggunakan pantun nasihat pada label kemasan sebagai upaya unik untuk mempromosikan usaha mereka. Target dari program ini adalah untuk mencapai buku panduan, artikel jurnal terakreditasi nasional, serta sertifikat hak kekayaan intelektual (HaKI) sebagai bentuk pengakuan atas karya peserta didik berkebutuhan khusus tersebut. Metode yang digunakan oleh tim pelaksana adalah melalui proses pelatihan yang terdiri dari tiga keterampilan berwirausaha, yaitu mengolah, mendistribusikan, dan memasarkan produk, dengan prinsip bahwa setiap pelatihan berwirausaha harus melewati proses yang tepat.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT Rokhmatul Hikhmat; Melinda Melinda
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v10i2.19

Abstract

Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh perawat selama tugas disuatu unit pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang bertujuan untuk menguji hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat. Populasi penelitian ini adalah perawat pelaksana yang berjumlah 60 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk beban kerja dan kepuasan kerja perawat. Analisa hubungan variabel yang digunakan menggunakan  Chi Square. Hasil Penelitian tentang hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat menunjukkan bahwa beban kerja perawat dengan frekuensi terbanyak adalah kategori beban berat (96,7%). Kepuasan kerja perawat dengan frekuensi terbanyak adalah kategori puas (81,7%). Analisa Bivariat menunjukkan ada hubungan beban kerja dengan kepuasan kerja perawat (p=0,031).Kata Kunci: Beban  kerja, kepuasan kerja, perawat   ABSTRACTNurses work load is all activities or activities undertaken by the nurse during the duty of a unit of nursing service. This study aims to identify the relationship between workload and nurse job satisfaction This research is quantitative research with descriptive correlation design which aims to test the relation of work load with job satisfaction of nurse. The population of this study is nurse implementer which amounts to 60 people, by using total sampling technique. Data collection using interview techniques.  The instruments used in this study are questionnaires for work load and nurse job satisfaction. Analysis of variable relationships used using Chi Square. Results of research on the relationship between workload and nurse job satisfaction showed that the workload of the nurses with the highest frequency was weight category (96.7%). Job satisfaction of nurses  with the highest frequency is satisfied category (81,7%). Bivariate analysis showed that there was a relation between work load and nurse job satisfaction (p = 0,031). Key word: work load, work satisfaction, nurses
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ROTI DAN RAGI TAPE PADA PROSES FERMENTASI BIOETANOL DARI BIJI BUAH DURIAN, NANGKA DAN MANGGA Melinda Melinda; Atmono Atmono
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v6i2.2573

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan energi mengakibatkan ketersediaan energi menipis. Biomasa (biji buah - buahan) mulai dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol untuk memproduksi energi alternatif sebagai pengganti energi fosil. Biji buah durian, mangga dan nangka merupakan limbah yang mempunyai kandungan karbohidrat tinggi sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. 50 gram tepung biji buah dimasukan ke dalam 300 mL larutan H2SO4 2,5%. Hidrolisa dilakukan dengan pemanasan pada pH 2 – 3 selama 2 jam. Untuk larutan seeding dilakukan dengan menambahkan 2 gram ragi mauripan ke dalam 100 mL aquades yang mengandung 5 – 7 gram gula merah. Variabel yang diukur kadar bioetanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bioetanol dari proses fermentasi menggunakan ragi roti mauripan adalah 2% (biji durian), 4% (biji nangka) dan 5% (biji mangga). Kadar bioetanol dari proses fermentasi menggunakan ragi tape yaitu, biji buah durian sebesar 3%, biji nangka 5% dan biji mangga 6%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan ragi tape memperlihatkan hasil yang lebih baik dari penggunaan ragi mauripan. Biji mangga menghasilkan kadar bioetanol yang lebih baik dari biji durian dan biji nangka.