This Author published in this journals
All Journal Jurnal e-Komunikasi
Desi Yoanita
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemaknaan Pengalaman Self Disclosure Mantan Penari Striptease Kepada Ayahnya Vivien Wahyu Aprillian; Desi Yoanita; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan pengalaman self disclosure seorang mantan penari striptease kepada ayahnya. Tidak semua orang yang memiliki masa lalu sebagai penari striptease mau mengaku kepada ayahnya. Peneliti mendapati bahwa mantan penari striptease memaknai pengalaman self disclosure-nya sebagai pemulihan relasi atau rekonsiliasi dengan ayahnya dan juga sebagai pemulihan konsep diri. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untuk menjabarkan proses self disclosure mantan penari striptease kepada ayahnya. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara secara mendalam. Dalam penelitian ini, peneliti juga menemukan beberapa hal dalam proses self disclosure mantan penari striptease kepada ayahnya yaitu kesiapan hati secara pribadi yang meliputi keberanian dan kejujuran, keterbukaan orang tua untuk mendengar cerita yang sejujurnya dari anak, dan juga kedalaman relasi setelah adanya keterbukaan satu sama lain.
Representasi Peran Gender Dalam Film The Incredibles 2 Maulidya Putri Setiawan; Desi Yoanita; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran peran gender dalam film The Incredibles 2. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika dengan menggunakan kode-kode televisi John Fiske. Kode-kode televisi John Fiske memiliki 3 level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Pendekattan yang dilakukan oleh penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berfungsi untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam film tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa tokoh perempuan merupakan tokoh yang mampu berperan di sektor publik. Begitu dengan tokoh laki- laki yang juga mampu berperan dalam dektor domestik. Selain itu ditampilkan pula bahwa tokoh pria maupun wanita dalam beberapa adegan di film ini melakukan peran ganda.
Strategi Relational Maintenance Pasangan Suami Istri yang Menjalani Long Distance Relationship Olivia Charis A. S.; Ido Prijana Hadi; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi pemeliharaan hubungan atau relational maintenance pada pasangan suami istri yang sedang menjalani long distance relationship. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pasangan dalam penelitian ini menjalani long distance relationship secara tidak terduga di saat sang istri melahirkan bayi kembar secara prematur. Walaupun teknologi membantu dalam relational maintenance, namun kehadiran sebagai manusia tetap diperlukan. Adapun kesimpulan yang didapat setelah melakukan penelitian ini adalah dalam menjalani long distance relationship hal yang diperlukan adalah pemahaman yang besar terhadap kondisi hubungan itu, serta menunjukkan keterbukaan, kepercayaan, dan keyakinan kepada pasangan agar hubungan pernikahan tetap terpelihara
Strategi Impression Management Pangeran Harry dan Meghan Markle melalui Akun Instagram @sussexroyal Anjanette Michelle Putri Setiawan; Desi Yoanita; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impression management adalah usaha yang dilakukan oleh individu untuk menciptakan dan mempertahankan kesan yang ia inginkan dari orang lain mengenai dirinya. Aktivitas impression management dilakukan oleh berbagai public figure dari bermacam-macam profesi untuk membangun kesan yang positif di mata publik. Salah satu contohnya adalah pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle, Duke dan Duchess of Sussex. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui strategi impression management yang dilakukan oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle melalui akun Instagram @sussexroyal dari 2 April 2019 hingga 31 Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif. Peneliti melakukan koding terhadap pesan verbal yang ada dalam caption, foto, dan video dari 107 post yang diunggah di akun Instagram @sussexroyal. Adapun strategi impression management yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi impression management milik Jones dan Pittman (1982) yang meliputi: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi impression management yang paling sering digunakan oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle adalah ingratiation, dimana mereka ingin mendapatkan kesan disukai oleh orang lain. Strategi ini secara dominan ditunjukkan melalui sub-indikator menyatakan simpati kepada pihak lain, baik dalam bentuk ucapan selamat, belasungkawa, ataupun melalui tindakan bersimpati lainnya.
Self-disclosure dalam Komunikasi Interpersonal Pengguna Aplikasi Kencan Online untuk Mencari Pasangan Hidup Joyce Angela Wibowo; Gatut Priyowidodo; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, online dating menjadi semakin marak dilakukan dan caranya semakin beragam. Tinder dan Jodoh Kristen merupakan aplikasi kencan online yang diminati di Indonesia. Penelitian ini mengambil dua pasang informan dan meneliti tentang bagaimana pengguna aplikasi kencan online melakukan self-disclosure dalam dinamika hubungan yang dijalani dengan orang yang dikenal melalui dating apps dalam hal ini Tinder dan Jodoh Kristen. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah self-disclosure menurut Jourard yang memiliki tiga dimensi yaitu keluasan (breadth), kedalaman (depth), dan sasaran (target). Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode netnografi, dimana metode ini mengadaptasi teknik riset etnografi untuk mempelajari budaya dan komunitas yang terjadi dalam komunikasi termedia komputer (computer mediated communication) melalui media baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengguna aplikasi kencan online melakukan self-disclosure secara bertahap dengan lawan bicara, aspek keluasan dan kedalaman self-disclosure akan berkembang seiring keintiman hubungan.
Komunikasi Keluarga Dalam Membangun Konsep Diri Pada Mantan Homoseksual Eka Wahyu Tama; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga dalam membangun konsep diri pada mantan homoseksual. Proses pemulihan anggota keluarga yang dulunya merupakan mantan homoseksual menjadi tanggung jawab keluarga untuk membangun konsep dirinya. Komunikasi keluarga tersebut terjadi antara mantan homoseksual dan ibunya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Komunikasi keluarga yang dilakukan meliputi tetap percaya dan memberikan kebebasan memilih serta tidak melarang A untuk melayani orang-orang yang memiliki ketertarikan sesama jenis serta memberikan keamanan batin kepada A dengan cara menerima keadaan A dan mendoakan A setiap hari. Selain itu, peneliti juga menemukan adanya pemahaman religiusitas, sikap tidak mengungkit masa lalu, dan komunikasi yang membangun dapat menunjang komunikasi ibu dan anak mantan homoseksual.
Pengelolaan Konflik Pasangan Suami Istri Dalam Menjaga Kelanggengan Pernikahan Brian Henry; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menemukan bahwa peran visi dan poros pernikahan merupakan faktor terpenting dalam sebuah manajemen konflik. Visi dan poros pernikahan berperan sebagai pengingat bagi pasangan untuk membangun konflik kearah yang konstruktif meski sulit dikenedalikan. Manajemen konflik dilakukan dengan berdiskusi mengenai cara keduanya dapat bekerjasama untuk mencapai visi yang sudah ditetapkan. Konflik dalam komunikasi suami istri terjadi karena kurangnya pengenalan akan pasangan. Konflik akan terus muncul dan akan semakin kompleks, maka dari itu diperlukan keintiman pada pasangan untuk memperkuat komitmen dalam menyelesaikan konflik, sehingga kelanggengan pernikahan dapat dipertahankan, dengan tujuan merealisasikan visi dan poros pernikahan yang sudah disepakati.
Konstruksi Image Millendaru sebagai Transpuan di Youtube dan Instagram Cherry Kimberly; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi image Millen sebagai seorang transpuan melalui Instagram dan Youtube. Penelitian ini menggunakan metode star studies milik Graeme Turner, Richard Dyer dan Martin Shingler dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menemukan Image yang dikonstruksi oleh Millen yaitu seorang eksibisionis. Karena ia selalu mengeksplorasi tubuhnya serta membangun sosok yang ramah dan tidak ingin mencari sensasi agar ia dapat diterima sebagai transpuan oleh masyarakat. Namun, Millen menunjukkan image baru yaitu seorang pengguna narkoba. Dengan demikian membuktikan bahwa adanya pemikiran dualisme.
Komunikasi Antara Pelatih dengan Atlet Renang Dalam Persiapan PORPROV di Klub HA Aquatic Surabaya Aurelia Inggrid Setiono; Desi Yoanita; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi dalam di dunia olahraga terjadi antara individu yang berada di lingkungan olahraga. Dalam penelitian ini informan yang diteliti adalah satu pelatih yang sudah memiliki sertifikasi tertinggi di Surabaya dan dua orang atlet yang memiliki keunikan yaitu introvert dan kelebihan energi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi yang terjadi antara pelatih dengan atlet renang saat sedang mempersiapkan lomba. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam, kemudian dipaparkan secara deskriptif. (saluran), dan context (konteks). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi pelatih dengan atlet saat latihan dilakukan di kolam renang secara tatap muka. Namun karena adanya pandemi Covid-19, latihan yang biasanya bertemu tatap muka diganti dengan latihan di rumah masing- masing secara online. Peran pelatih menjadi kunci yang signifikan dalam lancarnya proses latihan antara pelatih dan atlet. Sehingga kompetensi komunikasi pelatih mendukung keberhasilan proses latihan atlet dalam persiapan lomba.
Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Menghadapi Sibling Rivalry Reni Reni; Ido Prijana Hadi; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunikasi orang tua dan anak dalam menghadapi Sibling Rivalry. Permasalahan di dalam keluarga kerap kali terjadi, bisa terjadi antara orang tua dan anak, suami istri, kakak adik dan permasalahan tersebut akan selalu ada. Persaingan antar saudara atau Sibling Rivalry kerap kali terjadi, akan tetapi apabila tidak diselesaikan juga berdampak yang buruk bagi saudara yang lain, permasalahan dapat terhindarkan dengan bantuan orang tua. Semua anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang sama porsinya, dan tanpa disadari sikap orang tua lah yang menimbulkan rasa benci dan rasa kompetisi dalam diri anak salah satunya dengan bagaimana cara orang tua berkomunikasi dengan anak. Ada kalanya orang tua secara tidak sadar bahwa perkataan yang diucapkan ternyata dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam diri anak. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Terdapat tiga data temuan data, yaitu adanya peran dan cara orang tua menghadapi karakter khusus anak, adanya sikap keterbukaan orang tua dan anak sangat penting, dan tidak membedakan dan mengistimewakan anak agar tidak menjadi persaingan. Hasil analisis menunjukkan adanya penyebab sibling rivalry, dampak sibling rivalry, komunikasi orang tua ke anak untuk meredam sibling rivalry, respon anak kepada orang tua dan saudara