p-Index From 2021 - 2026
1.323
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal e-Komunikasi
Agusly Irawan Aritonang
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Followers Media Sosial Mengenai Brand Identity Four Points By Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah Lawrentia Shadily; Judy Djoko Wahjono Tjahjo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan followers media sosial mengenai brand identity Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah. Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah adalah adalah cabang kedua jaringan hotel international, Marriott International di Surabaya yang memiliki brand identity yang berbeda dengan cabang pertamanya. Maka teori yang diuji dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan brand identity. Peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan membagikan kuesioner berbentuk e-survey kepada 100 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan followers media sosial mengenai brand identity Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah adalah tinggi. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan indikator nama, logo, dan kisah adalah tinggi, indikator slogan adalah rendah.
Penerimaan Audience Dewasa Terhadap Feminisme Dalam Film Roma Gloryous Randi Gigih Satria; Gatut Priyowidodo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan dari masing-masing orang sangat beragam dalam memaknai sebuah teks yang ada pada media. Feminisme dalam Film Roma menjadi fokus penerimaan Rani,Anton,Lea dan Roni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan metode analisis resepsi yang digunakan untuk mengetahui proposisi infroman yang terbagi menjadi tiga : Dominant, Negotiated, dan Oppositional. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Temuan penelitian ini penerimaan masing-masing informan berkaitan dengan pengalaman serta bingkai referensi mereka. Diperoleh dari lingkungan sekitar, kebudayaan yang diajarkan, kepercayaan, dan pengalaman pribadi. Selain itu faktor latar belakang pendidikan dan karir juga turut memengaruhi penerimaan dari audience.Temuan peneliti dari penelitian ini yaitu : Kesenjangan Sosial Penyebab Perempuan Menjadi Asisten Rumah Tangga, Laki-Laki Harus Paham Mengenai Pemberdayaan Perempuan (Women Empowerment), Sisi Negatif dan Positif dari laki-laki yang terdapat pada Toxic Masculinity. Hasil penelitian yang paling menonjol yaitu negotiated.
Pembingkaian Berita Demo 24 September di Harian Kompas, The Jakarta Post dan Media Indonesia Farren Anatje; Chory Angela Wijayanti; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada 24 September 2019, terjadi demonstrasi ribuan mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. Demonstrasi ini disebabkan oleh pengesahan RUU no. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerukan pengurangan status independen KPK. Demonstrasi mengundang perhatian media sosial maupun media konvensional. Beberapa surat kabar nasional seperti Kompas, Media Indonesia dan The Jakarta Post memberitakan peristiwa ini dengan sudut pandang yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah deksriptif dengan menggunakan metode analisis framing menurut Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Metode ini menggunakan empat elemen penelitian yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Hasil penelitian ini menunjukkan ideologi dan relasi kepemilikan media mempengaruhi pemberitaan demo 24 September di Harian Kompas bahwa demo bisa diselesaikan dengan dialog, di The Jakarta Post bahwa demo terlihat seperti demo jatuhnya rezim Soeharto dan di Media Indonesia bahwa demonstrasi tidak relevan untuk dilakukan lagi.
Motif Dan Kepuasan Subscribers Dalam Menonton YouTube Channel Korea Reomit Caroline Monica Sutanto; Agusly Irawan Aritonang; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan subscriber dalam menonton YouTube channel Korea Reomit, dimana channel Korea Reomit merupakan satu-satunya channel yang dimiliki orang dengan kewarganegaraan Korea Selatan yang fasih dalam berbahasa Indonesia bahkan bahasa Jawa dan dengan logat medok yang masih kental. Penliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan enam indikator milik Zhang Yue, yaitu Hiburan dan Relaksasi, Interaksi Sosial, Suplemen, Pertemanan, Menghabiskan Waktu, dan Mencari Informasi. Metode dalam penelitian ini adalah online survei, dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji t-berepasangan, uji deskriptif, serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif dan kepuasan tertinggi adalah Interaksi Sosial. Melalui kesenjangan nilai mean GS dan GO secara keseluruhan diketahui bahwa YouTube channel Korea Reomit dapat memuaskan khalayak atau subscribers yang menonton.
Penerimaan Remaja terhadap Pesan Pendidikan Seksual dalam Film Dua Garis Biru Lavenia Pili Roboh; Fanny Lesmana; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film “Dua Garis Biru” mengangkat isu seks bebas dan pernikahan dini yang sering terjadi pada remaja dengan tujuan memberikan pendidikan seksual melalui film. Pemaknaan remaja akan film ini tentu berbeda-beda berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Pendidikan seksual yang dibahas dalam penelitian ini mencakup beberapa aspek seperti hubungan, pernikahan, proses menjadi orang tua, peran gender dan kesehatan seksual. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode yang digunakan adalah analisis penerimaan. Informan dari penelitian ini adalah para remaja berdasarkan persepsi dan pengalaman mereka tentang pendidikan seksual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua informan memiliki penerimaan dominan dan dua informan berada di posisi negosiasi. Penerimaan para informan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu field of experience, frame of reference, agama dan hubungan dengan orang tua.
Motif Dan Kepuasan Subscriber Dalam Menonton Channel “Atta Halilintar” Di Youtube Kevin Limantara; Agusly Irawan Aritonang; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan subscriber dalam menonton channel Atta Halilintar di Youtube. Channel Atta Halilintar merupakan channel entertainment dengan subscriber terbanyak di Indonesia untuk kategori entertainment di Youtube, peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan enam indikator, yaitu Hiburan dan Relaksasi, Interaksi Sosial, Suplemen, Pertemanan, Menghabiskan Waktu, dan Mencari Informasi. Metode dalam penelitian ini adalah online survei, dengan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reabilitas, uji deskriptif, serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif dan kepuasan tertinggi adalah pada indikator Suplemen, sedangkan yang terendah adalah indikator Interaksi Sosial.
Strategi Komunikasi Organisasi ke Public Eksternal GKI Emaus dalam Melakukan Emaus Digital Ministry di Masa Pandemic COVID-19 Hidekel Yedidyah Dalmanuta; Gatut Priyowidodo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi organisasi ke publik eksternal GKI Emaus dalam melakukan Emaus Digital Ministry di masa pandemik COVID-19. Adapun komponen strategi komunikasi yaitu: strategic analysis and planning, strategic design and implementation planning, launching the strategy, follow up and commitment, dan embedding the strategy and tracking the results. Strategi komunikasi organisasi yang dijalankan mempunyai peran besar dalam keberhasilan atau tidaknya Emaus Digital Ministry. Jenis penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskritif dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun temuan penelitian yang ditemukan peneliti yaitu penggunaan strategi komunikasi yang efektif, proses strategi komunikasi, dan strategi komunikasi organisasi non-profit. Lalu, adanya penggunaan media sosial Emaus Digital Ministry, yaitu Facebook, Youtube, dan Instagram.
Framing Perempuan pada Pemberitaan Penunjukan Reisa Kartikasari menjadi Tim Komunikasi Percepatan Penanganan Covid-19 antara Kompas.com dengan Detikcom Jessica Idelia Soekardjo; Chory Angela Wijayanti; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

perempuan yang ditampilkan sebagai aktor utama dalam berita sosial. Padahal kekuatan perempuan saat menduduki peran yaitu berempati dan bertindak tegas sekaligus, terutama dalam mengatasi Covid-19 ini. Melalui peristiwa penunjukkan Reisa menjadi tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, peneliti mengetahui cara media menampilkan isu perempuan. Peneliti mengamati 7 berita dari Kompas.com dan 7 berita dari Detikcom. Penelitian ini menggunakan metode framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil temuan penelitian ini, perempuan dalam Kompas.com dibingkai melalui hasil pencapaian karier. Perempuan yang mendapatkan pencapaian juga ditekankan sebagai sosok yang peduli dan bekerja untuk masyarakat. Hal ini sesuai dengan ideologi Kompas.com yang menyajikan berita untuk kepentingan masyarakat sehingga dalam menempatkan perempuan sebagai sosok yang mengabdi untuk masyarakat. Namun perempuan ditampilkan Kompas.com sebagai sosok yang tidak ambisius, hal ini dapat menjatuhkan ideologi Kompas.com yang berkeinginan untuk mengedukasi masyaakat. Sedangkan untuk Detikcom, perempuan dibingkai melalui hal yang dikerjakannya. Perempuan yang bekerja harus didukung oleh penampilan fisik yang menarik, tetap menjalankan peran domestik, termasuk kehidupan pribadi. Hal ini bertujuan untuk menarik minat masyarakat untuk mengunjungi media. Pembingkaian Detikcom dipengaruhi oleh ideologinya yang kapitalis sehingga penonjolan perempuan pada pemberitaan untuk mendapatkan keuntungan bagi media.
Representasi Feminisme dalam film Captain Marvel Renaldy Renaldy; Daniel Budiana; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran media komunikasi massa dalam film sebagai alat untuk menyampaikan pesan dalam peradaban modern yang dapat memberikan dampak pada masyarakat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pesan representasi feminisme dalam film Captain Marvel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode semiotika John Fiske. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori feminisme, kode televise, semiotika, film, repesentasi. Temuan dalam penelitian ini terdapat representasi gerakan feminisme gelombang kedua yaitu feminisme yaitu feminisme liberalisme, feminisme radikal, liberalisme, dan patriotisme. Gelombang feminisme aliran pertama cenderung bersifat liberal dan kedua cenderung bersifat radikal. Serta ideology liberalisme dan patriotisme ada dalam pada film Captain Marvel. Liberalisme yang menginginkan kebebasan atau kesetaraan gender serta patriotisme yang sangat mencintai Negara dan rela berkorban demi bangsa tanpa memandang rendah bangsa lain.
Penerimaan Penonton terhadap Konsep Self- Acceptance dalam film Imperfect Abdi Satya Anugerah; Desi Yoanita; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan dari masing-masing khalayak sangatlah beragam dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh media. Konsep self-acceptance di film Imperfect menjadi fokus dalam penelitian penerimaan ini. Untuk dapat mengetahui penerimaan tersebut, penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode reception analysis untuk mengetahui proposisi informan yang terbagi menjadi tiga yakni Dominant, Negotiated dan Oppositional. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 4 informan yaitu dua informan dengan jenjang usia dibawah dan diatas 30 tahun dengan persyaratan sudah menikah dan belum menikah. Dua informan yang memiliki pengalaman menjadi korban dan pelaku yang dikomentari penampilannya. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam agar data yang didapatkan lengkap. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dua informan memiliki penerimaan dominant yang artinya menerima pesan self-acceptance yang disampaikan dalam film Imperfect. Dan dua informan mempunyai penerimaan negotiated, yang artinya menerima pesan disampaikan namun memberikan pandangan tersendiri mengenai self-acceptance dalam film Imperfect. Penerimaan masing-masing informan berkaitan dengan latar belakang pengalaman serta referensi masing- masing. Hal itu didapatkan mereka dari lingkungan sosial, kepercayaan mereka, pengalaman pribadi serta pengetahuan yang didapat.