Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : solusi

Perilaku Keuangan Generasi Z: Peran Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, dan Gaya Hidup Cherry Areta Widyadana; Ariyani Wahyu Wijayanti
Solusi Vol. 24 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i2.14226

Abstract

Studi ini dilakukan guna meneliti bagaimana perilaku keuangan Generasi Z di wilayah Solo Raya yang dipengaruhi oleh gaya hidup, pandangan keuangan, dan pengetahuan mengenai keuangan. Untuk studi ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif, data didapatkan dari penyebaran kuesioner yang menerapkan skala Likert yang menggunakan Skala 1 sampai Skala 5. Menerapkan purposive sampling pada studi ini guna menentukan sampel, sebanyak 203 informan yang dipilih bertujuan untuk memberikan jawaban mengenai gaya hidup, pandangan keuangan, dan pengetahuan mengenai keuangan. Data dikumpulkan melalui distribusi angket, dan pengolahan data memanfaatkan analisis regresi linier berganda dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 29 sebagai alat analisis. Hasil penelitian secara parsial menyatakan bahwa gaya hidup dan pengetahuan mengenai keuangan mempunyai dampak yang positif serta signifikan pada perilaku keuangan. Sedangkan, sikap keuangan tidak memperlihatkan dampak yang signifikan pada perilaku keuangan. Ketiga faktor ini yaitu pengetahuan mengenai keuangan, pandangan tentang uang, dan gaya hidup bersamaan (simultan) berdampak secara signifikan pada perilaku keuangan. Studi ini menerangkan bahwa perilaku keuangan pada Generasi Z khususnya di wilayah Solo Raya lebih dipengaruhi oleh pengetahuan keuangan dan kebiasaan pembelian mereka daripada pandangan mereka terhadap keuangan. Hasil pada studi ini menekankan pentingnya mengembangkan gaya hidup yang lebih terorganisir dan meningkatkan pengetahuan mengenai keuangan serta mengaplikasikannya di kehidupan nyata untuk meningkatkan kualitas perilaku keuangan yang lebih sehat.
Peran Pendidikan Kewirausahaan, Efikasi Diri, dan Sikap dalam Membentuk  Pola Pikir Mahasiswa Lutfina Zalfa Rahmawati; Ariyani Wahyu Wijayanti
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.14228

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, dan sikap kewirausahaan dalam membentuk pola pikir kewirausahaan mahasiswa. Premis utama penelitian ini menekankan bahwa pembentukan pola pikir kewirausahaan tidak hanya dipengaruhi oleh proses pembelajaran formal, tetapi juga oleh faktor internal yang berkaitan dengan keyakinan serta penilaian individu terhadap aktivitas usaha. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei dengan kuesioner kepada 150 mahasiswa di Solo Raya yang telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 4.0 untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap sikap kewirausahaan, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap pola pikir kewirausahaan. Efikasi diri terbukti berpengaruh positif terhadap sikap serta pola pikir kewirausahaan. Selain itu, sikap kewirausahaan berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara pendidikan kewirausahaan dan efikasi diri dengan pola pikir kewirausahaan. Nilai R-square menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi pola pikir kewirausahaan dalam kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan aspek psikologis, khususnya efikasi diri, perlu menjadi fokus dalam desain pembelajaran kewirausahaan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data berbasis persepsi responden dan belum mendalami kualitas praktik pembelajaran kewirausahaan yang diterima mahasiswa. Oleh karena itu, riset mendatang disarankan menggunakan pendekatan kualitatif atau metode campuran serta memasukkan aspek praktik bisnis, mentoring, pengalaman usaha, dan dukungan lingkungan kampus untuk menjelaskan pembentukan pola pikir kewirausahaan secara lebih komprehensif.