Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Utilization of Black Soldier Fly Larvae in Restaurant Waste Management in Tanjung Ayun Sakti Village Nadeak, Erpina Santi Meliana; Kirana, Tari Desfita; Horiza, Hevi; Simbolon, Veronika Amelia
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v5i2.4253

Abstract

Background: The management of organic waste from restaurants in urban areas remains a significant environmental challenge because it contributes to pollution and increased greenhouse gas emissions. Bioconversion using Black Soldier Fly (BSF) larvae offers a promising solution for the rapid decomposition of organic waste while producing biomass products that have economic value. This study aims to evaluate the performance of BSF larvae with different initial weights (10 g, 20 g, and 30 g) in processing organic waste from restaurants. Methods: This experimental study with an observational approach used organic waste collected from restaurants in Tanjung Ayun Sakti Village. Five-day-old BSF larvae, which were cultivated under controlled conditions, were used in three treatment groups based on the initial weight of the larvae (10 g, 20 g, and 30 g). Larval performance was measured through waste reduction index, bioconversion rate, and feed conversion ratio. Results: The results showed that the waste reduction index for the use of 10 g, 20 g, and 30 g of larvae was 40.37%, 55.15%, and 59.27%, respectively. The bioconversion rate for the use of 10 g, 20 g, and 30 g of larvae is 2.96%, 6.67%, and 7.78%, respectively. The feed conversion rate when using 10 g, 20 g, and 30 g of larvae, respectively, was 33.75, 15.00, and 12.86. larvae biomass increased significantly with final yields of 267 g, 600 g, and 700 g. Conclusion: The results showed that the use of 30 g of larvae was the most effective compared to 10 g and 20 g of larvae based on the data waste reduction index, bioconversion rate, and feed conversion ratio. Overall, the significant increase in final larval biomass, reaching up to 700 g, confirms that higher larval quantities have a markedly positive impact on bioconversion efficiency and biomass productivity.
Pengaruh Edukasi 3R Terhadap Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah Pada Masyarakat Desa Dendun Kabupaten Bintan Simbolon, Veronika Amelia; Nadeak, Erpina Santi Meliana; Fakhira, Nabila Yasmin; Putri, Nurfadilahni’mah; Ningrum, Livia
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v7i1.49195

Abstract

Indonesia, with its majority archipelago, faces serious challenges in sanitation and waste management, especially in coastal areas. Low public awareness, the habit of dumping waste into the sea, and limited infrastructure exacerbate environmental conditions and have an impact on public health. This community service activity aims to evaluate the effect of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) concept education on changes in waste management behavior in Dendun Village, Bintan Regency. Education was conducted interactively using PowerPoint and video media, accompanied by composting and ecobricking practices as simple solutions that are applicable to coastal communities. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using questionnaires to 30 respondents. Results showed a significant increase in community knowledge, from 56.7% (poor category) to 80% (good), and behavior change from 46.7% (poor) to 83.3% (good). Statistical tests showed p values <0.05 in all variables, which means that there is a significant effect of education on improving knowledge, behavior, skills, and support for sanitation management. Based on the results described, it can be concluded that 3R education is effective in increasing awareness and waste management practices at the community level. This program is expected to be a model for empowering coastal communities in an effort to preserve the environment and improve health status.
Pemanfaatan Arang Aktif Kulit Singkong Dan Ampas Tebu Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Gali Tahun 2025 Sartiningsih, Widi; Horiza, Hevi; Nadeak, Erpina Santi Meliana
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i2.4843

Abstract

Latar belakang: Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam kesehatan dan kesejahteraan. Namun akses terhadap air bersih yang aman masih menjadi masalah di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tanjungpinang. Banyak rumah tangga yang masih menggunakan sumur gali sebagai sumber udara, dengan kualitas udara yang tercemar, salah satunya oleh kandungan besi (Fe). Kondisi ini diperburuk oleh karakteristik tanah bauksit yang bersifat asam akibat reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kombinasi arang aktif dari kulit singkong dan ampas tebu dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest , menggunakan 1 sumur gali sebagai sampel dengan kriteria berwarna kuning kecoklatan, berbaur, dan membentuk lapisan kerak kuning di sekitat sumur gali, dengan menggunakan variasi ketebalan. Data diperoleh melalui observasi secara langsung dan uji laboratorium di PT. Sucofindo (Persero) Batam, serta dijelaskan secara univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya bau dan rasa, namun tidak dengan warna pada sampel udara setelah diberi perlakuan. Naiknya nilai pH udara dari pH asam (6,3) menjadi pH netral (6,5-8,5) setelah diberi perlakuan, dan tidak terjadinya penurunan kadar besi (Fe) pada udara.Simpulan : Penggunaan arang aktif kulit singkong dan ampas tebu efektif dalam menghilangkan bau dan rasa, serta menetralkan pH pada udara, namun tidak efektif dalam menghilangkan warna dan menurunkan kadar besi (Fe) pada udara. Peneliti selanjutnya bermaksud menambahkan media filtrasi untuk menghilangkan warna udara, menyesuaikan ketebalan adsorben, serta menggunakan metode aerasi dan waktu kontak pada saat perlakuan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK PKK TENTANG PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG GONGGONG MENJADI PAKAN HEWAN Erpina Santi Meliana Nadeak; Veronika Amelia Simbolon; Kholilah Samosir; Romalina Romalina; Nandito Putra Pratama
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Riau merupakan daerah pesisir dengan luas laut 96% yang memiliki kekayaan hasil laut. Salah satu hasil lautnya adalah siput gonggong. Meningkatnya limbah cangkang gonggong di Desa Pengujan, Kabupaten Bintan, menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat pengelolaan limbah belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah cangkang gonggong menjadi pakan hewan serta pemanfaatannya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini bersifat partisipatif, mencakup penyuluhan, diskusi kelompok, serta pelatihan praktik untuk mengubah tepung cangkang gonggong menjadi pakan ternak. Analisis data dilakukan melalui penerapan uji paired sample t-test. Hasil pengabdian mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan antara sebelum dan setelah pemberian edukasi, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (α < 0,05). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah cangkang gonggong menjadi pakan hewan yang berpotensi mendukung ekonomi rumah tangga yang keberlanjutan di lingkungan pesisir.