Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Utilization of Black Soldier Fly Larvae in Restaurant Waste Management in Tanjung Ayun Sakti Village Nadeak, Erpina Santi Meliana; Kirana, Tari Desfita; Horiza, Hevi; Simbolon, Veronika Amelia
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v5i2.4253

Abstract

Background: The management of organic waste from restaurants in urban areas remains a significant environmental challenge because it contributes to pollution and increased greenhouse gas emissions. Bioconversion using Black Soldier Fly (BSF) larvae offers a promising solution for the rapid decomposition of organic waste while producing biomass products that have economic value. This study aims to evaluate the performance of BSF larvae with different initial weights (10 g, 20 g, and 30 g) in processing organic waste from restaurants. Methods: This experimental study with an observational approach used organic waste collected from restaurants in Tanjung Ayun Sakti Village. Five-day-old BSF larvae, which were cultivated under controlled conditions, were used in three treatment groups based on the initial weight of the larvae (10 g, 20 g, and 30 g). Larval performance was measured through waste reduction index, bioconversion rate, and feed conversion ratio. Results: The results showed that the waste reduction index for the use of 10 g, 20 g, and 30 g of larvae was 40.37%, 55.15%, and 59.27%, respectively. The bioconversion rate for the use of 10 g, 20 g, and 30 g of larvae is 2.96%, 6.67%, and 7.78%, respectively. The feed conversion rate when using 10 g, 20 g, and 30 g of larvae, respectively, was 33.75, 15.00, and 12.86. larvae biomass increased significantly with final yields of 267 g, 600 g, and 700 g. Conclusion: The results showed that the use of 30 g of larvae was the most effective compared to 10 g and 20 g of larvae based on the data waste reduction index, bioconversion rate, and feed conversion ratio. Overall, the significant increase in final larval biomass, reaching up to 700 g, confirms that higher larval quantities have a markedly positive impact on bioconversion efficiency and biomass productivity.
Pengaruh Edukasi 3R Terhadap Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah Pada Masyarakat Desa Dendun Kabupaten Bintan Simbolon, Veronika Amelia; Nadeak, Erpina Santi Meliana; Fakhira, Nabila Yasmin; Putri, Nurfadilahni’mah; Ningrum, Livia
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v7i1.49195

Abstract

Indonesia, with its majority archipelago, faces serious challenges in sanitation and waste management, especially in coastal areas. Low public awareness, the habit of dumping waste into the sea, and limited infrastructure exacerbate environmental conditions and have an impact on public health. This community service activity aims to evaluate the effect of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) concept education on changes in waste management behavior in Dendun Village, Bintan Regency. Education was conducted interactively using PowerPoint and video media, accompanied by composting and ecobricking practices as simple solutions that are applicable to coastal communities. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using questionnaires to 30 respondents. Results showed a significant increase in community knowledge, from 56.7% (poor category) to 80% (good), and behavior change from 46.7% (poor) to 83.3% (good). Statistical tests showed p values <0.05 in all variables, which means that there is a significant effect of education on improving knowledge, behavior, skills, and support for sanitation management. Based on the results described, it can be concluded that 3R education is effective in increasing awareness and waste management practices at the community level. This program is expected to be a model for empowering coastal communities in an effort to preserve the environment and improve health status.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK PKK TENTANG PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG GONGGONG MENJADI PAKAN HEWAN Romalina; Erpina Santi Meliana Nadeak; Veronika Amelia Simbolon; Kholilah Samosir; Romalina Romalina; Nandito Putra Pratama
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Riau merupakan daerah pesisir dengan luas laut 96% yang memiliki kekayaan hasil laut. Salah satu hasil lautnya adalah siput gonggong. Meningkatnya limbah cangkang gonggong di Desa Pengujan, Kabupaten Bintan, menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat pengelolaan limbah belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah cangkang gonggong menjadi pakan hewan serta pemanfaatannya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini bersifat partisipatif, mencakup penyuluhan, diskusi kelompok, serta pelatihan praktik untuk mengubah tepung cangkang gonggong menjadi pakan ternak. Analisis data dilakukan melalui penerapan uji paired sample t-test. Hasil pengabdian mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan antara sebelum dan setelah pemberian edukasi, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (α < 0,05). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah cangkang gonggong menjadi pakan hewan yang berpotensi mendukung ekonomi rumah tangga yang keberlanjutan di lingkungan pesisir.
Perilaku Masyarakat Pesisir Terhadap Pengelolaan Sampah Plastik di Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang Putri Amelia Febrianty; Erpina Santi Meliana Nadeak; Harvensica Gunnara; Luh Pitriyanti
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v9i2.1157

Abstract

Background: Plastic waste pollution in coastal areas, primarily caused by direct disposal into the sea without proper management, has serious consequences for both the environment and coastal communities. This research seeks to assess respondents’ knowledge, attitudes, and behavioral practices related to the management of household plastic waste in the coastal area of Tanjung Unggat Subdistrict. Methods: This research employed a descriptive cross-sectional design using survey and interview methods. The sampling technique applied was total sampling, encompassing the entire population of 41 housewives. The study was conducted in RT 02 RW 05, Tanjung Unggat Subdistrict, Bukit Bestari District, Tanjungpinang City, Indonesia. Data were analyzed using descriptive statistical methods. Results: The findings revealed that 92.7% of respondents demonstrated a high level of knowledge regarding household plastic waste management. In terms of attitudes, 87.8% of respondents expressed agreement with household plastic waste management practices. However, in the aspect of practice, 68.3% of respondents were categorized as having low implementation levels in managing household plastic waste. Conclusion: This study highlights a clear gap between respondents’ adequate knowledge and positive attitudes, and their relatively low levels of actual practice. These findings suggest the need for more intensive educational interventions to promote behavioral change in household plastic waste management.
Pemanfaatan Arang Aktif Kulit Singkong Dan Ampas Tebu Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Gali Tahun 2025 Widi Sartiningsih; Hevi Horiza; Erpina Santi Meliana Nadeak
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i2.4843

Abstract

Latar belakang: Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam kesehatan dan kesejahteraan. Namun akses terhadap air bersih yang aman masih menjadi masalah di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tanjungpinang. Banyak rumah tangga yang masih menggunakan sumur gali sebagai sumber udara, dengan kualitas udara yang tercemar, salah satunya oleh kandungan besi (Fe). Kondisi ini diperburuk oleh karakteristik tanah bauksit yang bersifat asam akibat reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kombinasi arang aktif dari kulit singkong dan ampas tebu dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest , menggunakan 1 sumur gali sebagai sampel dengan kriteria berwarna kuning kecoklatan, berbaur, dan membentuk lapisan kerak kuning di sekitat sumur gali, dengan menggunakan variasi ketebalan. Data diperoleh melalui observasi secara langsung dan uji laboratorium di PT. Sucofindo (Persero) Batam, serta dijelaskan secara univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya bau dan rasa, namun tidak dengan warna pada sampel udara setelah diberi perlakuan. Naiknya nilai pH udara dari pH asam (6,3) menjadi pH netral (6,5-8,5) setelah diberi perlakuan, dan tidak terjadinya penurunan kadar besi (Fe) pada udara.Simpulan : Penggunaan arang aktif kulit singkong dan ampas tebu efektif dalam menghilangkan bau dan rasa, serta menetralkan pH pada udara, namun tidak efektif dalam menghilangkan warna dan menurunkan kadar besi (Fe) pada udara. Peneliti selanjutnya bermaksud menambahkan media filtrasi untuk menghilangkan warna udara, menyesuaikan ketebalan adsorben, serta menggunakan metode aerasi dan waktu kontak pada saat perlakuan.
Microplastic exposure in anchovies: baseline evidence from small-island waters of Indonesia Veronika Amelia Simbolon; Erpina Santi Meliana Nadeak; Demsa Simbolon; Ristina Rosauli Harianja
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 3: September 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i3.27108

Abstract

Microplastics are emerging contaminants in aquatic environments and may enter human exposure pathways through seafood consumption. However, baseline exposure data for small pelagic fish in small-island settings remain limited, particularly in Indonesia. Anchovy (Stolephorus spp.), which is commonly consumed whole, may represent a direct dietary exposure pathway. This study aimed to quantify and characterize microplastic contamination in anchovy collected from Dendun Island waters. A descriptive cross-sectional study was conducted in 2025 using 100 anchovy samples obtained from local catches. Microplastics were extracted using oxidative digestion followed by density separation, filtration, and stereomicroscopic observation. Data were analyzed descriptively. A total of 109 microplastic particles were identified, with a mean abundance of 1.09 particles per individual. Fibres dominated (67.0%), followed by films (20.2%) and fragments (12.8%). Various colours were observed, indicating heterogeneous particle characteristics. This study provides baseline evidence of microplastic contamination in anchovy from a small-island coastal setting, highlighting its potential as a dietary exposure pathway. These findings support the need for routine monitoring and strengthened plastic pollution control strategies to protect seafood safety and public health.
Identifikasi Keberadaan Mikroplastik Pada Udang (Metapenaeus Affinis) Di Perairan Desa Dendun Kabupaten Bintan Veronika Amelia Simbolon; Demsa Simbolon; Erpina Santi Meliana Nadeak; Nabila Yasmin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 25, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.80368

Abstract

Latar belakang : Sampah plastik merupakan ancaman serius bagi lingkungan laut, di mana Indonesia menjadi penyumbang terbesar kedua di dunia, dan partikelnya terdegradasi menjadi mikroplastik (<5 mm) yang mencemari biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan mikroplastik pada udang (Metapenaeus affinis) di perairan Pulau Dendun, Kabupaten Bintan, sebagai indikator awal kontaminasi, mengingat udang merupakan organisme filter feeder yang rentan menelan partikel tersebut, diperparah oleh kebiasaan masyarakat setempat yang membuang limbah langsung ke laut.Metode : Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang pada tahun 2025 menggunakan metode NOAA, melibatkan 30 ekor udang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Sampel dipreparasi dengan pengambilan saluran pencernaan, diekstraksi, dan diamati di bawah mikroskop stereo.Hasil : Hasil menunjukkan bahwa seluruh sampel udang positif mengandung mikroplastik, dengan total 182 partikel atau rata-rata 6 partikel per individu, didominasi oleh bentuk fiber, fragmen, film, dan pelet. Kontaminasi ini diduga kuat bersumber dari aktivitas antropogenik (limbah rumah tangga dan perikanan).Simpulan : Penelitian ini menegaskan adanya tingkat kontaminasi yang tinggi dan mendesak perlunya pengelolaan sampah yang lebih baik, pengurangan plastik sekali pakai, dan edukasi masyarakat di Pulau Dendun untuk melindungi sumber daya perikanan dan kesehatan publik. ABSTRACTTitle: Identification of Microplastics in Shrimps (Metapenaeus affinis) in the Waters around Dendun Village, Bintan RegencyBackground : Plastic waste poses a serious threat to the marine environment, with Indonesia being the second-largest contributor globally, and its particles degrading into microplastics (<5 mm) that contaminate aquatic biota. This study aims to analyze the presence of microplastics in Metapenaeus affinis shrimp in the waters of Pulau Dendun, Bintan Regency, as an early indicator of contamination, given that shrimp are filter feeder organisms susceptible to ingesting these particles, compounded by the local community's habit of disposing waste directly into the sea. Method : The research was conducted at the Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Laboratory in 2025 using the NOAA method, involving 30 individual shrimp collected using a purposive sampling technique. Samples were prepared by extracting the digestive tracts, followed by extraction, filtration, and observation under a stereo microscope. Result : Results showed that all shrimp samples were positive for microplastic content, with a total of 182 particles found, or an average of 6 particles per individual, dominated by the shapes of fiber, fragments, film, and pellets. This contamination is strongly suspected to originate from anthropogenic activities (household waste and fishing activity waste). Conclusion : This study confirms the high level of contamination and underscores the urgent need for improved waste management, a reduction in single-use plastics, and public education on Dendun Island to protect fishery resources and public health.