Endang Sutisna Sulaeman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN ONLINE TB/ HIV DI BBKPM SURAKARTA Noor Alis Setiyadi; Jumadi -; Miftahul Arozaq; Fahmi Hakam; Bhisma Murti; Endang Sutisna Sulaeman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.156 KB)

Abstract

Introduction: Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta is a place providing health service including tuberculosis (TB) and human immunodeficiency virus (HIV). The application of recording and reporting running well will support providing, analysis and good of health service. Thus, the system analysis including input, process, and output are needed to provide it. Method: this study is descriptive with qualitative approach undertaken from Mei-July 2015 in BBKPM and distric health office, Sukoharjo. Data were obtained from in-depth interview and observation. The information were collected from 5 informans who choosed with purposive sampling technique. The validation of result was undertaken with triangulation method. Result and discussion: recording system of tuberculosis and human immunodeficiency virus in BBKPM had been using 3 kinds of software: SIM-RS, SITT and SIHA. In addition, the reporting data had been using the software from ministry of health, Indonesia. From them, there was no data spatial among BBKPM and distric health office in input and output. Disparity of software influence the work load, inefficiency in the data input and the redundancy occurs. Beside, the officers recorded manually to check the data input. Conclussion: there was no spatial data and work load in officer to record and report the data (input and process). In partiarcular of output, the officers were difficult to summary and present the data. The integration system in BBKPM and distric health office, Sukoharjo including spatial data were needed to support the surveillance process of TB/HIVKeyword : Tuberculosis, HIV, Recording, Reporting
HUBUNGAN KETERSEDIAAN PANGAN KELUARGA MISKIN, ASUPAN PROTEIN, DAN ZINK DENGAN PERTUMBUHAN ANAK UMUR 12-24 BULAN PADA SIKLUS 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Norma Budi Aryati; Diffah Hanim; Endang Sutisna Sulaeman
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 9 No 2 (2018): Media Gizi Mikro Indonesia Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.755 KB) | DOI: 10.22435/mgmi.v9i2.592

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas pertumbuhan seorang anak. Pada periode ini dibutuhkan gizi yang seimbang dan tepat. Gizi seimbang pada 1000 HPK terkait dengan ketersediaan pangan rumah tangga. Keadaan sosial ekonomi keluarga akan berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas bahan makanan yang dikonsumsi keluarga. Kurangnya variasi dan jumlah makanan yang dikonsumsi terutama bahan pangan yang berfungsi untuk menunjang pertumbuhan seperti sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral akan meningkatkan risiko kekurangan gizi yang berdampak pada pertumbuhan anak. Tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan ketersediaan pangan keluarga miskin, asupan protein, dan zink dengan pertumbuhan anak bawah dua tahun pada siklus 1000 HPK. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yang dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo yang meliputi tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Sukoharjo, Mojolaban, dan Baki dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah anak bawah dua tahun (baduta) umur 12-24 bulan dari keluarga miskin menurut data kecamatan atau desa sebanyak 130 anak. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara ketersediaan pangan keluarga miskin dengan pertumbuhan pada anak bawah dua tahun (baduta) (p=0,923). Ada hubungan bermakna antara asupan protein dan zink dengan pertumbuhan pada anak baduta (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan zink yang cukup secara signifikan mampu meningkatkan peluang 1,521 kali seorang anak tumbuh baik sesuai grafik pertumbuhan WHO. Kesimpulan. Ketersediaan pangan keluarga miskin yang memiliki anak umur 12-24 bulan di Kabupaten Sukoharjo sebagian besar dalam keadaan terjamin, namun asupan protein dan zink pada anak baduta masih kurang dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian anak umur 12-24 bulan. Anak baduta yang mendapatkan cukup asupan zink memiliki peluang 1,521 kali mengalami pertumbuhan baik sesuai dengan grafik standar WHO di KMS.