Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STUDENTS’ ENGAGEMENT OF AUDIO PODCAST-BASED LISTENING SKILL IN SENIOR HIGH SCHOOL Putri Purwo Anggraini; Muhammad Reza Pahlevi; Abdul Kodir Al-Baekani
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6 NUMBER 1, JANUARY 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/project.v6i1.p82-87

Abstract

Due to the development of information and communication technology, various methods of teaching and learning English have developed. One of the cutting-edge resources that instructors use to improve language proficiency and promote classroom learning is podcasting. Language skills have always been the most difficult thing for foreign language students to learn in terms of student engagement and study subjects. In this study, the authors conducted research on student engagement in listening skills based on audio podcasts. The participants were 3 students from a senior high school in Karawang. This study used a qualitative descriptive method, aiming to obtain complete data and a comprehensive picture. Data collection techniques are interviews and observation. The result of this study is how students engage in listening skills based on audio podcasts. The active participation of a student in a learning activity is called engagement. Students are cognitively engaged when there are students who want to make their own podcasts at home to hone their skills in listening learning. Students are involved behaviorally, student involvement here is the physical involvement of students in listening skills. And lastly, students' affective or emotional involvement describes the social and emotional relationships of students with their learning activities. All students Although students can learn independently, they still need teacher guidance in learning to listen. Keywords:  Audio Podcast; Engagement; Listening Skill 
Secondary Students’ Engagement in Jigsaw Method-Asissted Vocabulary Learning Dayem Dayem; Muhammad Reza Pahlevi; Evi Karlina Ambarwati
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10 No 1 (2023): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v10i1.3025

Abstract

This study aims to determine the involvement of students in learning vocabulary using the jigsaw method. This research belongs to the type of descriptive qualitative research. The subjects in this study were students of class VIII A of SMPN 2 Telagasari, totaling 32 students. This study uses observation, interviews, and documentation to collect data. Observations were made for two meetings, then interviews were conducted to determine the involvement of students in learning vocabulary using the jigsaw method. The results of this study indicate that a) group discussion session of jigsaw involves students' to learn vocabulary interactively (Cognitive Engagement). All participants stated that the jigsaw method helped students to learn vocabulary well and discussions with friends helped them in learning, then students are also interested in asking questions during the learning process. b) exchange expert group students' in a team motivate members to do task (Behavior Engagement) it can be seen from the results of observations and interviews that have been carried out that students are motivated to work on vocabulary assignments because they interact more with friends during vocabulary learning. c) jigsaw method attracts students' enthusiasm in vocabulary learning (Emotional Engagement) it can be seen from the results of observations and interviews that have been done that students like to learn vocabulary using the jigsaw method on the grounds that the jigsaw method is fun and easy.
Persepsi Siswa Terhadap Penggunaan Aplikasi ELSA Speak Claudia Lois Eunike Anes; Kelik Wachyudi; Muhammad Reza Pahlevi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.3235

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi telah menjadikan aktivitas dan pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Tidak hanya untuk membantu pekerjaan manusia, telah banyak juga teknologi yang digunakan untuk kegiatan belajar, termasuk belajar melafalkan kosakata bahasa inggris. Dalam melatih melafalkan kosakata bahasa inggris, salah satu media yang dapat digunakan adalah  English Language Speech Assistant (ELSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran pelafalan kosakata bahasa Inggris melalui ELSA speak. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah 20 siswa di salah satu sekolah menengah pertama di Karawang.  Peneliti menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi yang sangat baik terhadap ELSA Speak. Siswa antusias dalam mempelajari pengucapan kosakata bahasa Inggris menggunakan aplikasi ELSA speak. Perangkat ini telah memberikan cara mengucapkan secara baik dengan kualitas mendekati seperti seorang penutur sejati bahasa Inggris. Di samping itu, umpan balik yang diberikan media ini menjadikan siswa lebih termotivasi untuk melafalkan kosakata bahasa inggris.kesimpun dari penelitian ini adalah siswa telah memberikan respon yang positif terhadap penggunaan media ELSA Speak.
Identify the Stages in Reducing the Anxiety of EFL Secondary Students’ in Grouped-Peer Feedback Activities in Speaking Desyifa Medita Addin; Muhammad Reza Pahlevi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2243

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris telah menjadi tantangan yang dirasakan oleh murid EFL dan guru untuk dapat menacapai tujuan pembelajaran. Salah satu tantangan yang yang dirasakan oleh murid EFL dalam kelas Bahasa inggris adalah dalam melakukan praktek berbicara, yang tentunya hal tersebut cukup memberikan kesulitan kepada murid. Kesulitan tersebut dipengaruh oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor kecemasan dalam kelas berbicara. Dalam penelitian ini peer feedback hadir sebagai treatment yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada siswa di kelas berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi di tahap mana peer feedback dapat membantu mengurangi kecemasan siswa di kelas berbicara, serta mencari tahu manfaat dari peer feedback berkelompok di kelas berbicara. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Klari dengan cara melakukan observasi dan wawancara yang ditujukan kepada murid kelas 8F untuk memperoleh data-data penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap diskusi dan presentasi yang dilakukan di inti kegiatan peer feedback dapat membantu mengurangi kecemasan pada siswa di kelas berbicara. Selain itu, penelitian menunjukan bahwa peer feedback bermanfaat baik bagi pemberi maupun penerima. Kemudian kegiatan peer feedback telah memberikan motivasi pada siswa untuk lebih banyak berlatih baik dalam menggunakan Bahasa Iggris dalam kelas berbicara. Dengan demikian, peer feedback terbukti tidak hanya dapat mengurangi kecemasan pada siswa di kelas berbicara, juga dapat memberikan motivasi kepada murid di kelas 8F SMP Negeri 3 Klari.
EFL Novice Teacher’s Beliefs and Practice on Teaching Grammar: A Case Study of Novice Teacher in Junior High School Alfiani Perdana Putri; Muhammad Reza Pahlevi; Kelik Wachyudi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3494

Abstract

Dalam pengajaran tata bahasa, ada dua strategi yang dapat digunakan di kelas, yaitu deduktif dan induktif. Ada banyak penelitian sebelumnya mengenai kepercayaan guru dan praktik mereka, dan banyak menemukan ketidaksesuaian antara apa yang dinyatakan oleh guru dan bagaimana itu tercermin di kelas. Kepercayaan guru adalah salah satu aspek yang mempengaruhi kegiatan kelas guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepercayaan guru pemula dan bagaimana hal itu tercermin dalam kelas. Studi ini melibatkan seorang guru bahasa Inggris pemula yang saat ini mengajar di sekolah menengah pertama swasta di daerah Jakarta. Penelitian ini mengadopsi studi kasus dengan analisis tematik menggunakan wawancara dan observasi semi-struktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa positif “apprenticeship of observation” (AO) guru pemula selama sekolah menengah kejuruan memiliki dampak yang besar pada hidupnya, terutama peran dari guru bahasa Inggris dari guru pemula tersebut. AO positif ini menjadi dasar guru pemula dalam pengajaran tata bahasa, yang merupakan tata bahasa pengajaran deduktif yang juga terlihat selama observasi kelas. Akhirnya, kepercayaan guru pemula dan prakteknya dalam pengajaran tata bahasa adalah seseuai dimana guru pemula cenderung menggunakan pengajaran dedukti saat mengajar tata bahasa.
DIGITAL STORYTELLING ENGAGES EFL SECONDARY STUDENTS IN LEARNING READING Syafira Rahmawati; Muhammad Reza Pahlevi; Kelik Wachyudi
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 6 No. 6 (2023): VOLUME 6 NUMBER 6, NOVEMBER 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The primary focus of this research is to examine the level of involvement exhibited by secondary students studying English as a Foreign Language (EFL) in the process of learning reading, specifically through the utilization of Digital Storytelling (DST). This study employs a qualitative research methodology, specifically utilizing a descriptive case study design. Data collection in this research includes the utilization of observations and interviews. The present study employs thematic analysis as stated by Braun and Clarke (2006). The research findings indicate that the implementation of DST has a positive impact on students' reading comprehension, critical thinking abilities, and technological proficiency. Furthermore, fosters increased cognitive, behavioral, and emotional engagement among students. Presentation sessions facilitate interactive discussions, thereby promoting cognitive engagement. The act of developing storyboards and disseminating digital narratives elicits pleasurable and emotionally immersive educational encounters. The research findings illustrate the favorable influence of DST on students' motivation and interest in reading, indicating a heightened emotional involvement in the educational experience.
THE FACTOR ANALYSIS OF PRONUNCIATION IN JOHN’Y'S VLOG COMMUNICATION: PHONOLOGY ANALYSIS Nurul Aini; Muhammad Reza Pahlevi; Yuna Tresna Wahyuna
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 7 No. 1 (2024): VOLUME 7 NUMBER 1, JANUARY 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many people do not speak English as their first language. It is possible that they perceive various sounds differently because the languages have different phonological features. This study is aimed to find out the process of phonological in mispronunciation and the factors of phonological that caused the mispronunciation. The elements of linguistics that being analyzed are the sounds in NCT Johnny’s vlogs named Shopping at IKEA & Assembling a Rack and 3rd Ep of Johnny’s Communication Center (JCC). The researcher collects the data by listening to all the conversations spoken by Johnny NCT in his YouTube vlogs videos. All of the words that are mispronounced are listed down and then being transcribed into phonetics transcriptions. the researcher found 25 data of mispronunciation words in Johnny's Communication Center (JCC) vlog. The type of mispronunciation words consists of  5 consonant’s mispronunciation and 20 vowels’ mispronunciation. There are three kinds of mispronunciation based on the phonological process, they are deletion, substitution, and insertion. Furthermore, based on the results of interviews conducted by researchers, four factors influence Johnny's pronunciation errors, namely mother tongue, exposure, language identity, and ego, as well as motivation and concern for sound pronunciation.
PELATIHAN TECHNOLOGY-MEDIATED TASK BASED LANGUAGE TEACHING (TMTBLT) BAGI GURU BAHASA INGGRIS DI KABUPATEN KARAWANG Muhammad Reza Pahlevi; Hilmansyah Saefullah; Elih Sutisna Yanto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1901

Abstract

Pengabdian ini berupa pelatihan desain instruksional berbasis Task-Based Language Teaching (TBLT) dan Teknologi bagi guru-guru Bahasa Inggris di Kabupaten Karawang. Pelatihan desain instruksional berbasis TBLT dan Teknologi ini bertujuan membekali guru dalam merancang pembelajaran yang berbasis pada kegiatan yang bemakna melalui TBLT dengan terintegrasi dengan penggunaan media teknologi. Guru-guru bahasa Inggris diberi bekal berbentuk dua kali Webinar yang mengangkat tema pentingnya Task-based Language teaching dan satu kali pertemuan luring dalam mempraktikan apa yang sudah dipelajari dan didiskusikan dalam pelatihan. Hasil dari pelatihan ini membantu guru dalam mendesain pembelajaran berbasis TBLT