Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

DESAIN KAPASITOR SHUNT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAYA DI KAMPUS POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS Khairudin Syah; Muharnis Muharnis; Jefri Lianda
INOVTEK POLBENG Vol 4, No 2 (2014): INOVTEK VOL.4 NO 2 - 2014
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.437 KB) | DOI: 10.35314/ip.v4i2.102

Abstract

Abstrak Beban listrik di Politeknik Negeri Bengkalis selalu meningkat baik itu beban tiga fasa maupun satu fasa sehingga kualitas daya menurun. Daya reaktif mempengaruhi turunnya faktor daya sehingga penelitian ini akan menyelesaikan masalah ini dengan pemasangan kapasitor shunt di sistem kelistrikan Politeknik Negeri Bengkalis. Penelitian ini dimulai dengan  mengambil data pengukuran sendiri. Dilanjutkan dengan mengolah data pengukuran mengunakan perhitungan dan software simulator. Kapasitansi kapasitor shunt akan peneliti injeksi ke sistem kelistrikan Politeknik Negeri Bengkalis. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperbaiki kualitas daya dengan meningkatkan faktor daya. Penelitian ini  diakhiri dengan membandingan data sebelum dan setelah pemasangan kapasitor shunt dengan peningkatan faktor daya dari 0,88 menjadi 0,91. Terjadi penurunan daya aktif setelah pemasangan kapasitor bank sebesar 110 watt dari 5,9 kwatt menjadi 5,79 kwatt. Kata kunci : Bengkalis, reaktif, kapasitor shunt, simulator
SISTEM INFORMASI KECELAKAAN MENGGUNAKAN SMS Khairudin Syah; Muharnis Muharnis
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.137 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.965

Abstract

Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti cacat seumur hidup bahkan meninggal dunia. Hal yang tidak diinginkan ini terjadi salah satu penyebabnya adalah keterlambatan informasi yang diperoleh oleh pihak keluarga atau pihak-pihak tertentu sehingga terlambatnya penanganan terhadap korban kecelakaan. Pada penelitian ini penulis membuat suatu sistem yang secara otomatis dapat menginformasikan suatu kecelakaan dan posisi atau lokasi dari kecalakaan tersebut kepada orang-orang tertentu melalui sms (short message service). Informasi ini secara otomatis akan terkirim dan akan diterima secara cepat kepada penerima pada saat terjadinya kecelakaan, sehingga akan mempercepat penanganan terhadap korban kecelakaan. Selain informasi kecelakaan secara cepat juga menginformasikan posisi atau titik lokasi terjadinya kecelakaan tersebut.
ANALISIS LOSS CIRCULATION PADA PROSES DRILLING MENGGUNAKAN DIAGRAM MOHR-COULOMB STUDI KASUS: SUMUR X BOB PT. BUMI SIAK PUSAKO Wenny - Wahyuni; Muharnis - -; Khairudin Syah
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.052 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i1.361

Abstract

Peralatan dan bahan yang digunakan saat proses drilling  sangat diperhatikan agar terhindar dari suatu bencana dan menciptakan situasi yang aman. Hal yang harus diperhatikan dari suatu proses driling adalah penggunaan lumpur, dimana fungsinya untuk mengontrol tekanan lubang sumur. Kekurangan atau kelebihan tekanan lumpur pemboran dibandingkan tekanan formasi dapat menimbulkan beberapa permasalahan, diantaranya yaitu loss circulation, kick bahkan blowout. Loss circulation merupakan suatu permasalahan yang diakibatkan karena adanya retakan pada formasi batuan, akibat adanya retakan lumpur pemboran masuk ke dalam retakan dan mengakibatkan suatu permasalahan yang disebut dengan loss circulation. Berdasarkan data dari sumur X di perusahaan BOB PT. BSP Pertamina-Hulu bahwa rata-rata berat lumpur yang digunakan berkisar antara 8,6 ppg – 9,0 ppg dan berdasarkan FIT berat lumpur maksimum yang diperbolehkan untuk sumur X adalah sebesar 15 ppg. Ketika proses pemboran, terjadi loss circulation di kedalaman 565 ft, 575 ft, 577 ft dan 797 ft dengan jumlah lumpur yang hilang masing-masing adalah 0,56 bpm, 0,9 bpm, 1,5 bpm dan 1 bpm. Loss circulation yang terjadi pada studi kasus kemudian dianalisa menggunakan diagram Mohr-Coulomb. Setelah dilakukan pemboran maka tekanan maksimum yang mengenai batuan sudah dipengaruhi oleh tekanan lumpur pemboran yang memberikan tekanan dari arah horizontal, sehingga bentuk retakan yang terjadi pada sumur X merupakan retakan datar (strike-strip).