Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FIKkeS

HUBUNGAN PENGETAHUAN HIPERTENSI DENGAN POLA HIDUP SEHAT LANSIA DI UNIT REHABILITASI SOSIAL PUCANG GADING SEMARANG Anik Eka Purwanti; Tri Nur Hidayati; Agustin Syamsianah
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.159 KB)

Abstract

Latar belakang: Lansia identik dengan adanya perubahan baik secara psikis maupun fisiologis, perubahan fisiologis akibat proses penuaan akan dialami oleh lansia yang diantaranya mengarah pada gangguan sistem kardiovaskuler, termasuk terjadinya hipertensi. Hipertensi ini terjadi karena salah satu akibat masalah yang sering muncul dari perubahan gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi garam, stress yang dialami, obesitas. Bagi laki-laki kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol akan memacu timbulnya hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan hipertensi dengan pola hidup sehat lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan metode pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan riwayat hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode quota sampling selain yang digunakan sebagai responden dalam uji validitas, sehingga jumlah sampel sebanyak 62 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang hipertensi dan pola hidup sehat pada lansia. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik Rank Spearman. Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang hipertensi sebanyak 41 orang (50,0%), pola hidup sehat lansia sebagian besar adalah kurang yaitu yaitu sebanyak 37 orang (45,1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan pola hidup sehat pada lansia dengan riwayat hipertensi di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang dengan nilai koofesien korelasi0,545, dan nilai p-value 0,000 < ? (0,05). Saran: Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka diharapkan lansia dapat mencegah terjadinya hipertensi melalui pola hidup sehat antara lain mengurangi konsumsi garam dan menghindari kebiasaan merokok.Kata kunci: pengetahuan, lansia, hipertensi
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ISPA PADA BALITA DAN SIKAP TENTANG PENCARIAN PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS J0GONALAN KABUPATEN KLATEN Tri Nur Hidayati
FIKkeS Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2535.029 KB)

Abstract

Di lndonesia ISPA mengakibatkan 150.000 kematian balita per tahun akibat pneumonia. Di Puskesmas Jogonalan I Kab. Klaten mempunyai angka pneumonia yang semakin meningkat dan menjadi tertinggi pada bulan Juni 2001 di Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang ISPA pada balita dan sikap tentang pencarian pengobatan di wilayah kerja Pushesmas Jogonalan l Kab Katen. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, Sampelter diri dari 50 responden dari seluruh orang tua balita di wilayah kerja Puskesmas Jogonalan I Kab Klaten secara proportionalo yang diambil secara accidental. Untuk mendapatkan data yang relevan penulis menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 3 (tiga) aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil yang diperoleh dari uji sfafistic chi square dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan hasil hubungan pengetahuan dengan perilaku (x2=16,655, df=3, p= 0,001), hubungan antara sikap dengan perilaku (x2=8,655, df=3, p=0,034), dan uji statistic analisa regresi mengahsilkan hubungan pengetahuan, sikap, dengan perilaku (r square= 14,9, p=0,002). Pengetahuan dan sikap secara bersama-sama mempengaruhi perilaku, dan dapat dijelaskan 14,9%, serta pengetahuan (Korelasi parsial= 0,276) lebih mempengaruhi perilaku daripada sikap (Korelasi parsial= 0,206). Hasil uji statistic diatas menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku, ada hubungan bermakan antara sikap dan perilaku, dan ada hubungan bermakana antara pengetahuan , sikap, dengan perilaku. Dengan hasil ini , maka akan memperkuat teori bahwa pengetahuan dan sikap mempengaruhi perilaku, Puskesmas akan mengikuti petunjuk pelaksanaan program penanggulangan ISPA, orangtua balita mendapatkan informasi tentang ISPA melalui penyuluhan perawat kesehatan masyarakat, dan bagi peneliti Ianjutan mengetahui serta mengantisipasi keterbatasan peneIiti. Kata Ku nci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, ISPA