Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ISLAM NORMATIF DAN HISTORIS (FAKTUAL): Ziarah Epistemologi Integratif-Interkonektif dalam Pendidikan Amril Mansur
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/potensia.v5i1.6485

Abstract

This paper focuses on the discussion of normative and historical (factual) Islam in the context of the integrative-interconnected epistemological pilgrimage in education. This study uses descriptive analytic methods, which explore the concepts offered by scientists, especially by M. Amin Abdullah. This study found that applying integrative-interconnected epistemology by intertwining the three successors: Hadharat an-Nash (Text Culture and Turats), Hadharat al-'Ilm (Science Culture) and Hadharat al-Falasafah (Philosophical-Ethical Culture), which believed to be able to neutralize or at least break the ice between normative Islam and historical Islam, and also the achievements of truth that would be produced would certainly be much closer to a more comprehensive truth than if it were done with just one epistemological category. Islamic education, both as an institution and as a subject or subject, including research and development of Islamic sciences, especially those with an epistemological paradigm, integrative-interconnected, become strategic instruments for expressing the ideals of moral ideals in Islam, then achieving them so that peace is reconciled advise that apart from domination and repressiveness as a tangible form of Islamic character rahmatan li al-'alamin in the social reality of life is increasingly functional.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Muhartini Muhartini; Amril Mansur; Abu Bakar
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.006 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i1.881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Kontekstual Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian murni kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan bacaan yang diperoleh peneliti dari buku-buku, artikel-artikel yang termuat dalam cetak. Data dikumpulkan dan dipilah-pilah untuk mengisi jawaban dari pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Analisa menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mendapatkan informasi terkait Pembelajaran Kontekstual Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran kontekstual merupakan suatu pembelajaran yang mengkaitkan kontekstual sehari-hari pada materi pembelajaran sehingga siswa mampu memaknai pengetahuan/ ketrampilan yang dipelajarinya serta secara fleksibel dapat menerapkan pengetahuan/ ketrampilan yang dimilikinya dari suatu permasalahan/konteks ke permasalahan yang lainnya. Pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (contruktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (question), masyarakat belajar (learning comunity), pemodelan (modeling), refleksi, penilaian yang sebenarnya (aunthentic asesment). Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) merupakan salah satu model yang tepat dikembangkan dalam pembelajaran teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pembelajaran teknologi dan antisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia kerja. Karakteristik dan Tahapan Pembelajaran Model Problem-Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terutama untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa dengan melibatkan diri dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.
Identification Of Covid-19 Patients' Effect On Education Outcomes In Islam Majority Student Using Spatial Analysis Khairil Anwar; Ilyas Husti; Alwizar Alwizar; Zamsiswaya Zamsiswaya; Asmal May; Amril Mansur; Makhfuzat Makhfuzat
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v4i2.1708

Abstract

The COVID-19 epidemic has had an impact on the educational landscape, particularly the move to a remote learning model utilizing internet media. This system has so many issues that we need to do an extensive educational assessment of the subject. In order to create an educational map of the mathematics learning scores of the Islam Majority Student population during the COVID-19 epidemic in SMP Pekanbaru City, Indonesia, this study used spatial analysis. The distribution of the number of patients who tested positively was related to the geographical analysis of the learning score. The majority of the city's western and eastern regions had few patients and did not improve the score for mathematics education, according to a comparison of the two maps. On the other hand, a small percentage of the northern and western regions revealed that the few patients raised the Mathematics education score. A tiny portion of the southern region discovered that the score for mathematics education fell as the proportion of positive patients rose. Furthermore, the fewest patients are found in tree-lined, deserted locations, yet there are still few schools there. In Pekanbaru City, the majority of the schools are still located in urban areas devoid of pleasant open spaces.
RASIONALISME VS EMPERISME DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI MODERN Tiara Trirahmayati; Amril Mansur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.415

Abstract

This article discusses the debate between rationalism and empiricism from the perspective of modern epistemology, aiming to uncover how both approaches have contributed to the development of science and technology. Rationalism asserts that knowledge is acquired through reason and logic, independent of sensory experience, as advocated by philosophers such as René Descartes and Gottfried Wilhelm Leibniz. In contrast, empiricism emphasizes that knowledge arises from sensory experience, as articulated by John Locke, George Berkeley, and David Hume. Although these views are often considered opposing, Immanuel Kant attempted to bridge the gap by proposing that knowledge is the result of the interaction between reason and experience. In the context of modern science, both rationalism and empiricism are no longer viewed as separate poles but rather as complementary, especially in fields such as artificial intelligence and neurobiology. This article demonstrates that the synthesis of rationalism and empiricism provides a more holistic understanding of human knowledge, which is highly relevant to the advancement of science and technology in the modern era. This research employs a descriptive-analytical qualitative approach, examining literature related to rationalism, empiricism, and modern epistemology to analyze their contributions to the formation of knowledge
FILSAFAT POSITIVISME DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA PERANNYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Nurkhadizah Hasibuan; Amril Mansur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.425

Abstract

Artikel ini membahas tentang filsafat positivisme dan ilmu pengetahuan serta dampaknya terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Positivisme, sebagai salah satu aliran filsafat, sangat menekankan pada pentingnya observasi empiris dan data kuantitatif dalam memperoleh pengetahuan. Pendekatan ini memiliki pengaruh signifikan terhadap kurikulum dan metode pengajaran di Indonesia. Artikel ini juga mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam penerapan positivisme dalam pendidikan di Indonesia.
EPISTIMOLOGI, FENOMENOLOGI, HERMUNEUTIKA DAN DEKONSTRUKSIONISME Fuji Rahayu; Amril Mansur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.430

Abstract

  Tiga cabang utama dalam filsafat ilmu antara lain Fenomenologi, Hermeneutika dan Dekonstruksionisme. Filsafat ilmu mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan aspek pengetahuan, realitas dan pemahaman manusia terhadap dunia. Ketiga cabang ilmu ini memiliki focus dan pendekatan yang berbeda dalam memahami hakikat pengetahuan. Tujuan dari penulisan ini untuk mendalami aspek – aspek dari Fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman subjektif dan kesadaran manusia, konsep Hermeneutika berfokus pada penafsiran teks dan konteks social dan Dekonstruksionisme yang berfokus pada membongkar makna dan struktur dalam bahasa serta teks. Dari ketiga pendekatain ini, meskipun berbeda tetapi dapat menggali pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana manusia membangun pengetahuan dan makna. Penulis menyarankan agar setiap individu mempertimbangkan pemikiran rasional dalam setiap tindakan untuk mencapai hasil yang lebih baik dan memuaskan.
ANALISIS PEMIKIRAN NALAR BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MUHAMMAD ABID AL-JABIRI Aisyah Elvina; Amril Mansur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologi Muhammad Abid al-Jabiri, khususnya mengenai tiga bentuk nalar yaitu nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam konteks filsafat Islam. Al-Jabiri, seorang filsuf kontemporer asal Maroko dikenal dengan upayanya dalam mengembangkan pemikiran filsafat yang mengintegrasikan rasionalitas, otoritas, dan intuisi. Dalam pemikiran al-Jabiri, ketiga bentuk nalar ini tidak hanya dianggap sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai cara untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan diri sendiri. Nalar Bayani, yang berfokus pada teks otoritatif, digunakan untuk memahami wahyu dan ajaran agama, sedangkan nalar Burhani lebih menekankan pada penggunaan logika dan rasio dalam mencari kebenaran ilmiah yang universal. Di sisi lain, nalar Irfani menggali dimensi pengetahuan yang lebih dalam melalui pengalaman batin dan intuisi mistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks, menggali konsep-konsep yang dikemukakan al-Jabiri dalam karya-karyanya dan menghubungkannya dengan teori epistemologi dalam tradisi filsafat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri memandang ketiga bentuk nalar ini sebagai saling melengkapi, bukan saling bertentangan, untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan holistik tentang realitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai epistemologi Islam kontemporer dan relevansinya dalam menghadapi tantangan intelektual dunia modern.