Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kaidah Tafsir: Amar dan Nahi Serta Sighat Taklif Nurul Habibah Arfizeah; Alwizar Alwizar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kaidah tafsir yang berkaitan dengan amar(perintah), nahi(larangan), dan sighat taklif (bentuk pembebanan hukum) dalam Al-Quran sebagai dasar penting dalam memahami makna dan hukum-hukum syariat Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bahasa Al-Quran yang memiliki keindahan dan kedalaman makna. kebutuhan akan pemahaman yang tepat terhadap gaya bahasa Al-Quran sehingga diperlukan kaidah yang tepat agar tafsir tidak menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menujukkan bahwa amar dalam Al-Quran tidak selalu bermakna kewajiban, melainkan dapat mengandung makna lain seperti do'a, irsyad(bimbingan), ibahah (kebolehan), tahdid(ancaman) dan sebagainya, tergantung pada konteks ayat. Nahi tidak selalu bermakna larangan mutlak, tetapi dapat bermakna doa, penghiburan, atau penegasan. Adapun sighat taklif mencakup bentuk lafaz yang menujukkan pembebanan hukum kepada mukallaf baik berupa perintah maupun larangan meskipun tidak mengunakan bentuk amar atau nahi secara ekplisif. Kkesimpulannya pemahaman terhadap kaidah amar, nahi, dan sighat taklif memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan makna ayat-ayat al-quran serta menjadi pedoman bagi penafsir dalam menafsirkan teks secara tepat dan sesuai dengan maksud syariat.
METHOD OF TAFSIR: METHOD OF MANTUQ AND MAFHUM Amelia Monasari Nst; Alwizar Alwizar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rules of mantuq and mafhum interpretation are important foundations in the hermeneutics of the Qur'an to extract the meaning of zahir and khafi, especially in dealing with modern issues such as Islamic biomedical ethics and sharia finance that require adaptive laws to remain based on nash. This research carries the aim of elaborating the definition of mantuq and mafhum, explaining their implementation in istinbath fiqh, and highlighting their relevance to counteract misinterpretation, through a descriptive-analytical approach based on thematic interpretation that analyzes the recitation of the Quran, the principles of ushul fiqh, along with illustrations of verses such as QS. Al-Baqarah: 43, 173; Al-Isra: 23-24; and Al-An'am: 145. The main results outline the classification of mantuq into nash, zhahir, muawwal, followed by mafhum which is divided into muwafaqah (fahwa khitab and lahnal khitab) plus mukhalafah (six variants: shifat, illat, adad, ghayah, hasr, laqab), which are accepted as hujjah by the majority of fuqaha except zhahiri, thus minimizing distortion of interpretation and strengthening contextual laws.