Nathan Hindarto
Universitas Negeri Semarang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERINTEGRASI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Prabowo, Yogi; Susanto, Hadi; Hindarto, Nathan
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.062 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13934

Abstract

Pembelajaran fisika di sekolah di kota Semarang, dijumpai belum melibatkan secara aktif siswa (student centered) dan kurang mengkaitkan dengan apa yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai solusi atas permasalah tersebut, melalui penelitian ini, diimplementasikan sebuah pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter pada pembelajaran fisika di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental satu kelas eksperimen sebagai objek yang diberi perlakuan (treatment), dengan mengadopsi desain penelitian one group pretest-posttest. Hasil penelititan ini diperoleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen untuk aspek kognitif sebesar 49,17 dan aspek psikomotorik sebesar 61,78. Selain itu, diperoleh pula data-data perkembangan karakter siswa yang diperoleh melalui observasi dan pemberian angket. Kesimpulan pada penelitian ini yang pertama adalah implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) terintegrasi karakter dalam pembelajaran fisika, berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kedua, implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) terintegrasi karakter dalam pembelajaran fisika terhadap ketercapaian hasil belajar siswa, belum mampu mencapai nilai rata-rata KKM minimal sebesar 75,00. Ketiga, implementasi pembelajaran CTL terintegrasi karakter pada pembelajaran fisika dapat mengembangkan karakter siswa.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MINDSCAPING UNTUK REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI TEORI KINETIK GAS Yunawati, Rini; Hindarto, Nathan; Sulhadi, Sulhadi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.504 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13940

Abstract

Penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping dilakukan untuk remediasi miskonsepsi serta peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep siswa. Penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bangsri menggunakan Metode Pre-Experimental Designs dengan one-group pretest-postest design yang diterapkan di kelas XI IPA 1. Analisis data menunjukkan kelas eksperimen dengan model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal dengan persentase sebesar  55,5%. Peningkatan prestasi belajar siswa diketahui dari uji gain dengan kategori sedang (<g>= 0,59). Dari analisis data disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbantuan mindscaping efektif dalam meremediasi miskonsepsi siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar  dan pemahaman konsep siswa.
Studi Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan Model Pembelajaran Group Investigation di SMP Mukhlasin, M. Sirojul; Edie, Sukiswo Supeni; Hindarto, Nathan
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.503 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i3.19268

Abstract

Learning outcomes are the ability possessed wich are knowledge, attitude, and skills. The learning model of Contextual Teaching and Learning (CTL) involves students in activities that relate academic lessons to the context of life. The learning model of Group Investigation (GI) trains students to participate in social systems. This study aims to find out which between the learning model of CTL and learning model of GI that the results of learning are better. The population is the students of class VIII SMP Islam YPI Buaran Pekalongan. The sample used is VIII A as CTL class and VIII B as GI class. The data were collected by using the test to obtain the students' learning result of the cognitive domain, the questionnaire was used to obtain the affective domain learning result, and the observation sheet was used to obtain the psychomotor domain learning result. The learning outcomes of the CTL class students were lower than that of the GI class indicated by the results of the t-test polled variance test. Based on these results it can be concluded that the GI learning model is better than the CTL learning model.
Studi Kasus Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 di SMP Negeri 5 Semarang Wina, Demi Roma; Hindarto, Nathan; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.394 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i1.17045

Abstract

Tidak semua sekolah mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Semarang merupakan salah satu sekolah unggul yang tampak sukses dalam menerapkan model pendekatan saintifik.  Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA. Data diperoleh melaluiobservasi, wawancara, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 meliputi (1) mengamati, siswa menganalisis gambar sungai yang tercemar limbah deterjen, menganalisis video pencemaran lingkungan pada air, melakukan percobaan tentang ketahanan ikan pada limbah deterjen, dan siswa merumuskan tujuan, permasalahan, dan hipotesisnya; (2) menanya, siswa bertanya, apakah limbah deterjen berbahaya? dan mengapa ikan pada air yang mengandung deterjen cepat mati?; (3) melakukan elaborasi dengan mengumpulkan informasi  tambahan untuk membahas, berupa gambar, kata atau video baik dari buku, internet, dan dari guru; (4) mengasosiasi, siswa membedakan air bersih, berminyak, dan mengandung deterjen, menjawab karakteristik air tercemar, membuat ringkasan pertayaan, dan jawaban; (5) mengkomunikasi, siswa menjelaskan materi pencemaran lingkungan melalui poster, presentasi, video dan gambar.   Not all schools able to implement the National Curriculum 2013 in which scientific approaches are used for teaching all sciences. Sekolah Menengah Pertama Negeri (Public Junior High School) 5 Semarang, one of the pilot schools seems to be successful in providing some models of the implementation the approches.This case study was aimed at describing deeply the implementation of scientific approach in science. Data were collected by observation, interview, and document study. The result of the research showed that the scientific approach as implemented for science teaching were consisted of (1) observing, students did analysing (compare and contrast) picture of the river polluted by detergent waste, short movie of water pollution; doing an experiment on fish indurance by detergent waste; recording the purpose, issues, and making  hypotheses; (2) asking questions, students asked: why is detergent waste harmful?; and why can fish put into water containing detergent diequickly?; (3) collecting  more information such as images, words or video from books, internet, and teacher; (4) associating, students distinguishedclean, oily, and detergent water; answering the caracteristics of polluted water; and creating  summaries, questions, and answers, and (5) communicating, studentsexplainingmaterials in terms of  environmetal pollutions through poster, presentation, video and picture.
Pembentukan Keterampilan Berpikir Kritis dan Karakter Peduli Lingkungan Berbantuan Scaffolding Widayat, Widi; Wiyanto, Wiyanto; Hindarto, Nathan
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.307 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i1.17068

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis karakter peduli lingkungan, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui pembelajaran pencemaran lingkungan berbantuan scaffolding. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kolaboratif. Penentuan subjek penelitian secara purposive. Peneliti sebagai instrumen kunci dilengkapi lembar pengamatan, soal tes kemampuan pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan alat perekam. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek penelitian (P1, P2, P3, P4, dan P5) terjadi peningkatan karakter peduli lingkungan. Akan tetapi pembentukan keterampilan berpikir kritis P5 belum berhasil. Subjek penelitian dapat mencapai KKM yang ditentukan. Kemampuan pemecahan masalah subjek penelitian dapat meningkat dari tingkatan kelas kognitif mereka berasal kecuali P5. Skor kemampuan pemecahan masalah subjek penelitian secara berturut-turut adalah 94, 100, 88, 82, dan 60. Hal ini menunjukkan bahwa karakter peduli lingkungan, keterampilan berpikir kritis dapat terbentuk serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik dapat mencapai KKM melalui pembelajaran pencemaran lingkungan berbantuan scaffolding. Diharapkan dengan hasil penelitian ini, bisa  menjadi masukan bagi guru maupun sekolah agar melaksanakan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik sehingga karakter peduli lingkungan dan berpikir kritis peserta didik dapat terbentuk, salah satunya dengan pembelajaran berbantuan scaffolding.   The purpose of this research are to analyze the character of environmental awareness, critical thinking skill, and problem solving ability of student through the learning of environmental pollution assisted by scaffolding. This research is collaborative qualitative research. The determination of research subjects is purposively. Researcher as key instrument is equipped with observation papers, test of problem solving ability, interview guide, and recorder. Analyze of data is using qualitative descriptions.  The result is fifth research subjects (P1, P2, P3, P4, and P5) showed increasing of their character of environmental awareness. But the formation of P5’s critical thinking skills has not been succeeded. Research subjects can achieve determined MCC (minimum completeness criteria). Problem solving ability of research subjects is increase from grade level cognitive they come from, except P5. Score of problem solving ability of research subjects respectively are 94, 100, 88, 82, and 60. This indicates that the character of environmental awareness, critical thinking skills can be formed and problem solving ability of students can achieve determined MMC through learning of environmental pollution assisted by scaffolding. Expected with this result, it can be input for teachers and schools to carry out learning that facilitate students so that the character of environmental awareness and the critical thinking skill of students can be formed,one of them with the learning assisted by scaffolding.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dalam Problem Based Learning dengan Strategi Scaffolding Ditinjau dari Adversity Quotient Ismawati, Anik; Mulyono, Mulyono; Hindarto, Nathan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.931 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik SMA Negeri 1 Pecangaan masih rendah. Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan strategi scaffolding digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas pembelajaran PBL dengan strategi scaffolding dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan desain concurrent embedded. Sampel penelitian kuantitatif adalah peserta didik kelas XI MIA4 (kelompok eksperimen) dan XI MIA5 (kelompok kontrol) sementara pada penelitian kualitatif, subjek penelitian diambil dari enam peserta didik yang dipilih dari kelompok eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran PBL dengan strategi scaffolding sedangkan variabel terikat kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengambilan data dilakukan dengan tes, angket dan wawancara. Data diolah menggunakan uji t dan gain yang ternormalisasi. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika mencapai ketuntasan dengan rata-rata 77,726 mengalami peningkatan tinggi dengan gain 0,732 dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol. Peserta didik yang memiliki AQ kategori climber mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematika tergolong baik, sedangkan peserta didik yang memiliki AQ kategori camper mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematika tergolong cukup baik.
Analisis Representasi Matematis Ditinjau dari Kreativitas dalam Pembelajaran Cps dengan Asesmen Diagnostik Intan Permata, Jeliana; Sukestiyarno, YL.; Hindarto, Nathan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.147 KB)

Abstract

Kemampuan representasi matematis (KRM) merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Siswa mengalami kesulitan dalam merepresentasikan permasalahan matematika. Kesulitan-kesulitan tersebut perlu diketahui agar guru mampu merencanakan pembelajaran. Pembelajaran CPS dengan asesmen diagnostik, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan representasi matematis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) menguji keefektifan pembelajaran CPS dengan asesmen diagnostik terhadap kemampuan representasi matematis siswa, 2) menganalisis representasi matematis ditinjau dari kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method dengan concurent embedded design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran CPS dengan asesmen diagnostik efektif melalui uji ketuntasan diperoleh , uji beda rata-rata diperoleh dengan uji SPSS nilai sig dengan uji pengaruh diperoleh nilai sig dengan = 5% dan terjadi peningkatan kreativitas dan keterampilan representasi matematis pada siswa pilihan. Siswa kategori kreativitas tinggi lebih unggul pada indikatorrepresentasi bahasa dan simbol dari pada kategori kreativitas sedang dan lebih unggul dari pada kategori kreativitas rendah. Pada kategori kreativitas sedang lebih unggul pada representasi gambar dibandingkan kedua kategori lainnya. Siswa pada kategori sedang dan rendah mengalami kesulitan dalam penggunaan representasi simbol. Siswa pada kategori rendah mengalami kesulitan dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaian dengan kata-kata. Mathematically representation skills (KRM) is an important aspect in mathematics learning. Students difficulty in mathematicaly representation problems. These difficulties need to be known teacher is able to plan the lesson. CPS learning with diagnostic assesment approach and make student improve the mathematically representation skills. The research aim to (1) test the effectiveness of CPS learning with diagnostic assesment on mathematically representation skills, (2) analyzing mathematically representation skills from the students creativity. This reasearch used mixed method with concurent embedded design. Subject of research are student of 8th grade. Result of research show CPS learning with diagnostic assesment is effective through the test of completeness to get , the average difference test with SPSS test to get sig , testregression get sig with = 5% and an increase in creativity and mathematically representation skills in the selected students. student s with high creativity category are good on= indicators of language representation and symbols more than creativity on category moderate and low. Students on category moderate have good skills mathematically representation on picture. Difficulty on use symbol representation on students moderate and low creativity. Students in the low category have difficulty writing down the settlement steps with words.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN EKSPERIMEN ELEKTRONIKA DIGITAL SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP KREATIF CALON GURU Noor Sani, Triyan Dewi; Hindarto, Nathan; -, Khumaedi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v41i1.2224

Abstract

Eksperimen Elektronika Digital diharapkan mampu menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kreativitas, akan tetapi perangkat pembelajarannya belum menunjang. Hal tersebut yang mendorong penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu lokasi A dan lokasi B dengan metode RnD (Research and Development). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa silabus, satuan acara pembelajaran, pre-pos tes dan petunjuk eksperimen dalam mata kuliah eksperimen elektronika digital. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain tahap pembuatan desain, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba pemakaian, revisi, analisis. Desain divalidasi oleh dua ahli dan layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap kreatif mengalami kenaikan sebesar 53% di lokasi A dan di lokasi B meningkat 40%. Peningkatan kemampuan kognitif mahasiswa lokasi A meningkat 64% pada perlakuan I dan 74% pada perlakuan 2. Kemampuan kognitif mahasiswa lokasi B meningkat 39% dan 58%. Pengembangan perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan sikap kreatif mahasiswa calon guru. Digital Electronics Experiments is expected to be one of the tools to enhance creativity, but the lesson has not been supportive. This is an encouraging study. The observation is done in two places. They are location A and location B. The observation uses the RnD (Research and Development) method. This is the development observation in order to develop the learning tools as syllabus, learning program unit, pre-post test and experiment guidance in subject study of digital electronic experiment. This observation is done with some step, they are design making, design validation, design revision, product trial, product revision, usage trial, revision, analysis. The design is validated by two experts and properly used criteria. The observation result shows that the creativity is increasing 53% in location A and in location B is increasing 40%. The increasing 64% and 74%. The students’ cognition ability in location B is increasing 39% in trial I and 58% in trial II. The development of the learning tools are able to increase the cognition ability and the creativity of the students as teachers candidate.
PENGARUH KEMAHIRAN BERPROSES TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Hindarto, Nathan; Anwar, Khoirul
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 36, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v36i1.528

Abstract

The aim of this work is to know the influence of the processing ability towardstudent learning result through a cooperative learning model. The work is done througha class action research method. The processing ability is succeed if the average scoreobtained by student is more than 8.00 and at least 90% the student obtained a scoremore than 6.00. The result of the research showed that at the end of the action, theaverage score of the student was 8,15 and 37 students (~ 94,13%) obtained a scoremore than 6,00. The processing ability contributed 64,8% toward the learning result.The learning result improvement can be known through the regression’s equation, Ŷ =0,678 + 0,824 X.Keywords: pembelajaran kooperatif, kemahiran berproses, hasil belajar
PEMBUATAN BAHAN GESEK KAMPAS REM MENGGUNAKAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PEMODIFIKASI GESEK Sutikno, -; Hindarto, Nathan; Marwoto, Putut; Rustad, Supriadi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memfabrikasi bahan gesek menggunakanbahan dasar serbuk tempurung kelapa yang dapat diterapkan pada kampas remkendaraan bermotor. Formula bahan gesek dasar terdiri-dari sekitar sepuluhingredient. Serbuk tempurung kelapa dipilih untuk mengganti grafit atau serbuk batubara. Pada dasarnya bahan gesek kampas rem tersusun dari pengikat, pengisi,pemodifikasi gesek, dan serat. Pengikat, pengisi, dan penguat yang dipakai dalampenelitian ini adalah berturut-turut SBR 1712, CaCO3 dan serbuk tempurung kelapa.Spesimen dipersiapkan berdasarkan tahap eksperimen berikut: persen volumemasing-masing ingredient diukur, bahan-bahan dicampur dengan menggunakanblender, di-cure pada 190 C selama 3 jam dan kemudian dipanasi pada 200 C selama4 jam. Komposisi serbuk tempurung kelapa divariasi antara 10% sampai 30% darivolume total mould dan diperhitungkan menggunakan pendekatan Golden Section.Kadar unsur masing-masing bahan gesek diukur menggunakan energy dipersive xrayspectroscopy (EDS). Morfologi permukaan bahan gesek kampas rem diamatimenggunakan scanning electron microscopy (SEM). Kekerasan permukaan diukurmenggunakan Rockwell Hardness Tester (Wilson M1C1), Acco Wilson Instrumentsdan kekuatannya diukur menggunakan mesin uji tarik.Kata kunci: bahan gesek, kampas rem, serbuk tempurung kelapa