Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Konsumsi Energi Terhadap Perubahan Kecepatan dan Beban Pada Motor Induksi Tiga Phasa Ade Yulizar; Elvira Zondra; Monice Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7301

Abstract

Motor induksi umumnya memiliki konstruksi sederhana, mudah dioperasikan, relatif lebih murah dalam perawatannya sehingga banyak digunakan di industri dan rumah tangga. Mesin listrik berupa motor induksi dilihat dari sumber tegangan salah satunya adalah jenis motor induksi tiga phasa. Motor induksi tiga phasa sering digunakan sebagai penggerak peralatan dengan kecepatan penuh atau kecepatan relatif konstan. Kecepatan motor induksi tiga phasa umumnya dapat dikendalikan yang salah satunya dengan pengaturan tegangan. Pengaturan atau pengendalian tegangan pada motor induksi tiga phasa untuk memperoleh kecepatan yang berubah, dapat diperoleh dengan menggunakan AC voltage regulator tiga phasa. Perubahan sumber tegangan masukan yang variabel pada motor induksi tiga phasa akan mempengaruhi parameter motor induksi tiga phasa termasuk juga konsumsi atau penggunaan energi listrik. Dari hasil penelitian ini diperoleh konsumsi energi listrik motor induksi tiga phasa hubungan bintang tanpa beban dengan kecepatan 1500 rpm tegangan 380 V lebih tinggi sebesar 0,141 kWh selama 15 menit dibanding dengan tegangan 220 V, motor induksi tiga phasa hubungan bintang berbeban dengan tegangan 220 V beban 1200 Watt konsumsi energi listriknya lebih tinggi sebesar 0,441 kWh dibanding beban 300 Watt, total daya listrik motor induksi tiga phasa hubungan delta tanpa beban dengan tegangan 220 V lebih tinggi sebesar 0.248 kW dibanding dengan tegangan 140 V dan motor induksi tiga phasa hubungan delta berbeban dengan tegangan 220 V beban 1200 Watt konsumsi energi listriknya lebih tinggi sebesar 0.988 kWh dibandingkan dengan beban 300 Watt. Kata Kunci: Motor induksi tiga phasa, AC voltage regulator, energi listrik
Studi Karakteristik Generator Sinkron Terhadap Perubahan Beban di PT. PLTG Mobile Power Plant Balai Pungut Iqbal Tara Sukmana; Arlenny Arlenny; Elvira Zondra; Monice Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.7309

Abstract

Generator sinkron adalah mesin sinkron pengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang memiliki frekuensi putar rotor sama dengan frekuensi tegangan yang dibangkitkan. Pada generator, energi mekanik didapat dari penggerak mula yang bisa berupa mesin diesel, turbin, baling-baling dan lain-lain.Pada pembangkit-pembangkit besar, salah satu alat konversi yang sering digunakan yaitu generator sinkron 3 phasa. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron pada PLTG Balai Pungut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa generator sinkron tiga fasa terhadap perubahan beban. Dari hasil analisa data bulan Februari dan Maret dirata ratakan menjadi 7 hari dan 7 tabel, isi tabel berdasarkan logsheet yaitu Beban, Arus Eksitasi, Tegangan Output. Beban generaotr yang bersifat fluaktif atau berubah ubah tiap jam nya. Beban terendah di hari senin yaitu 11 MW dan yang tertinggi 24,7 MW, Beban terendah di hari Selasa 15 MW dan yang tertinggi 26,64 MW, Beban terendah di hari Rabu 10,64 MW dan yang tertinggi 24,14 MW, Beban di hari Kamis adalah 14,25 MW hingga yang tertinggi 26,92 MW, Beban hari Jumat 13,02 MW dan 24,02 MW, Beban tertinggi dihari sabtu yaitu 26,82 MW, Beban hari minggu adalah 11,25 MW untuk yang terendah dan 24,82 MW saat beban tertinggi. Efisiensi generator berubah ubah berkisar 75% hingga 86%.
Analisis Eksitasi Generator Unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Teluk Lembu PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pekanbaru Ramadhan; Elvira Zondra; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7318

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Teluk Lembu merupakan salah satu pembangkit listrik yang terdapat di area Pusat Kota Pekanbaru. Dengan masing-masing unit memiliki kapasitas daya 21,6 MW. Guna peningkatan keandalan sistem maka akan dilakukan analisa eksitasi pada PLTG Teluk Lembu Unit 3 dengan membandingkan analisa arus eksitasi (If) terhadap daya reaktif (Q) dan terhadap tegangan induksi (Ea) yang ditimbulkan. Dalam melakukan penelitian data yang diambil adalah berupa data aktual diambil dari log sheet dan spesifikasi generator. Dari data loghseet harian pada tanggal 01 hingga tanggal 04 bulan Agustus 2020 arus eksitasi yang dirangkum dari nilai arus eksitasi terendah hingga nilai tertinggi dari mulai arus eksitasi terendah 143 A dengan daya reaktif 2,1 MVAr dan arus eksitasi tertinggi 156 A dengan daya reaktif 2,4 MVAr dan hubungan arus eksitasi terhadap tegangan induksi pada arus eksitasi 143 A terdapat tegangan induksi menghasilkan 15,686 kV dan arus eksitasi 156 A menghasilkan tegangan induksi yang lebih tinggi yaitu 15,827 kV. Dengan meningkatnya beban berpengaruh terhadap menurunya tegangan output. Untuk menstabilkan tegangan output maka perlu menaikan arus eksitasi generator.
Studi Evaluasi Eksitasi Generator Unit 23 Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Perawang -Riau Suripto Sinaga; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.9620

Abstract

Indah kiat pulp and Paper Perawang-Riau memiliki 25 unit turbin generator. Unit 23 memiliki kapasitas 150 MW tegangan yg dikeluarkan sang generator akan senantiasa berubah lantaran terdapat beban yg terus berfluksintasi, Pada tanggal 15 juli 2020, terjadinya short circuit dalam exciter sebagai akibatnya mengakibatkan generator unit 23 shut down & merugikan pihak perusahaan, buat itu penulisi ingin menganalisa penyebab terjadinya short circuit dalam exciter generator unit 23, Pada simulasi pemodelan penilaian eksitasi pengujian beban pada syarat beban sebanyak P = 75,2 MW, Q = 27 MVAr menggunakan sudut penyalaan 145,968º memperoleh arus eksitasi 822,2 Ampere & tegangan keluaran generator 15,46 kV dan dalam ketika pengujian beban P = 10,3 MW, Q = 0,9 MVAr menggunakan sudut penyalaan 158,015º memperoleh arus eksitasi sebanyak 497,7 Ampere & tegangan keluaran generator 13,81 kV tidak jauh menurut nilai nominal nya sebanyak 15,65 kV, ini mengambarkan bahwa sistem eksitasi bekerja menggunakan baik terlihat bahwa setiap naik beban maka arus eksitasi serta naik. Kenaikan beban daya reaktif,bisa mengakibatkan tegangan keluaran generator mengalami penurunan sebagai akibatnya arus eksitasi wajib diperbesar. Sedangkan kenaikan beban daya reaktif nya bisa mengakibatkan tegangan keluaran generator semakin tinggi sebagai akibatnya arus eksitasi perlu dikurangi, menurut output pengujian dalam Simulink matlab bahwa bisa ditinjau besar eksitasinya
Analisis Kinerja Motor Induksi Tiga Phasa 2,2 kW Di PT. Max Power Indonesia Sigit Fadila Joko; Elvira Zondra; Arlenny Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.9639

Abstract

Motor induksi tiga phasa adalah motor yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak yang sangat dibutuhkan di dunia industri yang mencakup motor induksi. Ini karena motor induksi memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan motor listrik lainnya. Keuntungannya adalah harga yang relatif murah dengan konstruksi yang sederhana dan kuat. Pemanfaatan energi gerak ini yang kemudian banyak digunakan oleh beberapa perusahaan seperti di pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang menggunakan 12 motor sebagai pendingin radiator mesin pembangkit memiliki kapasitas daya motor 2,2 kW. Untuk mengetahui efisiensi kinerja motor dapat dilakukan perhitungan arus stator, arus rotor, torka beban dan torka induksi. Dari hasil perhitungan motor dengan tegangan motor 395 volt, arus motor 4,6 amper dan putaran 943 rpm didapatlah arus stator 4,786 Amper, arus rotor 3,446 Amper, torka beban 18,414 N.m, torka induksi 19,599 N.m dan efisiensi 77,6%.
Analisis Kinerja Motor Induksi 3 Phasa Pada Screw Press Pabrik Kelapa Sawit Di PT. Guna Agung Semesta Maulana Digo; Usaha Situmeang; Elvira Zondra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9676

Abstract

Motor listrik merupakan peralatan listik vital di industri yang berfungsi sebagai penggerak untuk bermacam-macam keperluan. Luasnya penggunaan motor listrik diberbagai industri disebabkan kemampuan motor listrik yang sangat handal dalam menyediakan daya putar dengan berbagai pilihan daya disertai dengan efficiency yang cukup bagus. Produksi minyak kelapa sawit memerlukan proses pengepresan sebelum menjadi minyak dengan menggunakan screw press dengan penggerak motor tiga phasa. Pada screw press kapasitas 15 ton tersebut akan terjadi perubahan pembebanan tekanan pada saat pengepresan yang mengakibatkan kinerja dari elektromotor terganggu. Fungsi dari screw press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi tiga phasa di PT. Guna Agung Semesta untuk mengetahui kinerja motor terhadap pengaruh tekanan screw press. Dari hasil tugas akhir ini diperoleh bahwa ketika tekanan paling rendah yaitu 30 Bar maka Daya Masuk adalah 696,849 Watt, Arus Stator 2,787 Amper, Arus Rotor 0,868 Amper, Putaran Motor 1473 Rpm, Slip 1,8, Torka Induksi, 3,319 N.m, Torka Beban 3,258 N.m dengan Efficiency 72,1 %. Sedangkan untuk tekanan yang paling tinggi yaitu 80 Bar maka Daya Masuk adalah 889,872 Watt, Arus Stator 2,857 Amper, Arus Rotor 1,190 Amper, Putaran Motor 1462 Rpm, Slip 2,5, Torka Induksi 4,491 N.m, Torka Beban 4,378 N.m dengan Efficiency 75,3 %.
Analisis Faktor Daya Motor Induksi Tiga Phasa Dengan Metoda Regresi Polinomial Andre Syaputra; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius; Darmansyah Darmansyah
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.9727

Abstract

Motor induksi tiga phasa merupakan jenis motor yang paling banyak digunakan pada dunia industri, karena memiliki banyak kelebihan. Salah satu parameter proteksi, yaitu faktor daya, juga digunakan sebagai indikator proteksi motor induksi tiga phasa. Faktor daya digunakan sebagai indikator untuk beban kurang atau underload dan juga sebagai pengoreksian faktor daya untuk meningkatkan kualitas daya atau power quality. Pada penelitian ini dilakukan Analisis Faktor Daya Motor Induksi Tiga Phasa Dengan Metoda Regresi Polinomial dengan referensi dari nameplate atau datasheet motor induksi tiga phasa. Motor yang digunakan adalah motor induksi tiga phasa 1HP 4 kutub dengan torsi rating 5 newton meter dengan kecepatan rating 1425 rpm yang ada pada Laboratorium Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning. Dalam penyelesaian penelitian ini dengan membantingankan metoda regresi polinomial dan metoda measured current only dengan software m.file sebagai validasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai faktor daya dengan torsi puncak 5,64075 dengan faktor daya 0,76715 dan torsi terendah 1,4715 dengan faktor daya 0,40756 serta error pada faktor daya lebih kecil dari 0,6% sampai 1,3%. Faktor daya metode regresi setiap pengujian berbeban lebih mendekati atau hasil yang lebih baik dengan faktor daya yang didapat dari hasil pengkuran pada power analyzer dibandingkan dengan metode measured current only. Dengan rata-rata error dari metode regresi polinomial memiliki nilai 0,48674% dan rata-rata error metode measured current only 5,35560%.
Analisis Efisiensi Motor Induksi Tiga Phasa Sebagai Penggerak Vacuum Di PT. Pindo Deli Perawang Deka Novianto; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9734

Abstract

Motor induksi adalah mesin listrik yang banyak digunakan dalam berbagai penggerak contohnya pompa air, penggerak alat-alat perkakas, penggerak peralatan rumah tangga, hingga aplikasi di industri-industri besar. Pada dasarnya motor induksi tiga phasa membutuhkan suplai tegangan dalam proses kerjanya, ada beberapa permasalahan yang muncul dalam pengoperasian motor induksi tiga phasa, misalnya adalah beban yang berubah-ubah. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan dan Analisis Efisiensi terhadap Motor Induksi Tiga Phasa Sebagai Penggerak Vacuum Di PT. Pindo Deli Perawang. Motor yang digunakan adalah motor induksi tiga phasa 315kW. Pada tugas akhir ini akan digunakan motor induksi tiga phasa yang ada pada PT. Pindo Deli Perawang dan software m. file matlab sebagai validasi. Dalam penelitian ini setelah dilakukan perhitungan dan validasi didapat total rugi-rugi daya motor induksi tiga phasa sebagai berikut: Rugi Angin dan Gesekan 3046,82 dan Rugi Stray 4.725. Kedua rugi-rugi ini bersifat konstan karena rugi-rugi ini tidak dipengaruhi oleh beban. Pada saat torsi beban puncak 100% nilai efisiensi yang didapat adalah 93,7268%, dan pada saat torsi beban paling rendah 25% nilai efisiensinya adalah 88,1024%, maka dapat disimpulkan bahwa beban dapat mempengaruhi efisiensi motor induksi, selain beban ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi yaitu: frekuensi, tegangan, rugi-rugi daya.
Analisis Pemasangan Filter Pasif Untuk Mereduksi Harmonisa Pada Variable Speed Drive Di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang Elvira Zondra; Nofriandi; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 1 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i1.10030

Abstract

Beban non linier sering digunakan dalam industri sehingga menimbulkan harmonisa dan rendahnya kualitas daya. Salah satunya adalah Variable Speed Drive (VSD) yang mengontrol motor induksi tiga phasa berkapasitas 160 kW yang menggerakkan Green Liqour Pump-2 pada boiler. Hasil pengukuran menunjukkan kandungan harmonisa yang tinggi pada sisi sumber VSD tipe ACS800-07 saat kecepatan motor 1437 rpm. Kandungan harmonisa ditunjukkan oleh IHDI pada orde ke-5, 7 dan 11 dengan rata-rata adalah 38,7%, 15,3% dan 7,2%, dan THDI adalah 42,281%, sedangkan standarisasi IEEE 519-2014 adalah 4%. Salah satu solusinya adalah filter pasif single tuned untuk mereduksi IHDI pada orde ke-5, 7 dan 11, dengan kapasitor (C) 1,406 , dengan induktor (L) masing-masing 0,283 H, 0,144 H dan 0,058 H dan dengan resistor (R) masing-masing 5,6 Ω, 3,998 Ω dan 2,549 Ω, sedangkan koreksi faktor daya 65,745 kVAR. Hasil simulasi filter pasif single tuned menggunakan software MATLAB/Simulink dengan metode sumber arus mampu mereduksi IHDI orde ke-5, 7 dan 11 menjadi 0,24%, 0,07% dan 0,03% dan THDI menjadi 0,61%, dan sudah memenuhi standarisasi IEEE 519-2014. Kinerja filter pasif single tuned dalam mereduksi harmonisa mencapai 98,56%. Filter pasif single tuned dipilih karena lebih efektif dan mudah dalam perawatannya.
Analisis Putaran Motor Induksi 3 Phasa Pada Electrical Submersible Pump dengan Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto Nofriandi Marjulis; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 1 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i1.10794

Abstract

The method for lifting on an artificial system is by using an Electrical Submersible Pump (ESP), where a three-phase induction motor has two poles as the driving force. The motor is connected to the shaft so that the motor will rotate, and the impeller part of the pump will rotate to lift the fluid to the holding tank. In determining the pump rotation so that the motor works in normal conditions where the frequency value is taken in the calculation of the ratio of the motor changes to the frequency with a value of 53 Hz, the rotor rotation value (Ns) is 3,180 rpm and the rotor speed (Nr) is 3,100.5 rpm, at a frequency of 3,100 rpm. 56 Hz the rotor rotation value (Ns) is 3,600 rpm and the rotor speed (Nr) is 3,270 rpm. Determine the amount of fluid flow by calculating the actual flow rate with the calculated flow rate at a frequency of 53 Hz. The results of this study obtained an error value of 1.81%, at a frequency of 55 Hz an error value of 7.5% was obtained and at a frequency of 58 Hz was 8.7%. Then the results of the comparison of calculations with the Tsukamoto method simulation with a working fluid level of 1,254 feet and a fluid flow rate of 1,072 PFPD, so that the frequency value at VSD is 55.5 Hz.