Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Balita dan Kondisi Lingkungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2025 Simanjuntak, Sui Ahista Monalisa; Hiswani, Hiswani
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1111

Abstract

Pneumonia tergolong dalam jenis infeksi pernapasan akut yang menyerang organ paru-paru. Munculnya ditandai dengan alveolus terisi oleh nanah dan cairan. Berdasarkan data Unicef, insidensi pneumonia secara global mencapai 1,4% pada anak-anak. Di Indonesia, pneumonia tercatat sebagai penyebab kematian balita tertinggi kedua dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 1,6‰ sementara di Sumatera Utara sebesar 14,4‰ pada tahun 2020. Di RS Haji Medan, sebanyak 30,8% kasus pneumonia sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok balita. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis hubungan antara karakteristik balita serta kondisi lingkungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Rumah Sakit Haji Medan tahun 2025. Studi ini termasuk dalam penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 95 responden balita yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Melalui analisis bivariat menggunakan uji chi-square, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p 0,05), riwayat ISPA (p 0,05), pemberian vaksin PCV (p 0,05), pemberian ASI eksklusif (p 0,05), penggunaan obat nyamuk bakar (p 0,05) dan paparan asap rokok (p 0,05) dengan kejadian pneumonia pada balita. Sementara itu, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia balita    (p 0,05) dan riwayat BBLR (p 0,05) dengan kejadian pneumonia. Perlu peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pencegahan pneumonia melalui imunisasi, pemberian ASI, serta pengurangan paparan risiko di lingkungan rumah.
Hubungan Karakteristik Pasien dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Osteoarthritis Pada Lansia di RSU Sri Pamela Tebing Tinggi Tahun 2025 Sinuraya, Noor Azizah Shahifa; Hiswani, Hiswani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20468

Abstract

This study aimed to analyze the association between patient characteristics and physical activity with the incidence of OA. This research applied an analytic observational method with a cross-sectional design. This research had a total of 101 respondents were selected using purposive sampling. The results showed a statistically significant association (p value < 0,05) between variable age, sex, family history, history of joint trauma, body mass index (BMI), and physical activity with OA. Meanwhile, there was no significant association (p value > 0,05) between occupational with OA. It is recommended that individuals with a history of joint trauma receive appropriate and timely treatment to prevent the progression of OA. In addition, healthcare institutions are advised to strengthen inter-department collaboration and promote public education, especially among pre-elderly individuals, regarding the importance of regular physical activity and maintaining an ideal body weight.
Hubungan Sosiodemografi dan Gaya Hidup Masyarakat Usia 30-65 Tahun dengan Kejadian Hipertensi di UPT. Puskesmas Securai Kabupaten Langkat Tahun 2025 Rosadi, Tasya; Hiswani, Hiswani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20712

Abstract

This study aims to examine the relationship between sociodemographic factors and lifestyle with the incidence of hypertension among individuals aged 30–65 years at UPT. Puskesmas Securai Langkat Regency in 2025. The study used a cross-sectional design with a total of 135 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through interviews using structured questionnaires. Bivariate analysis using the chi-square test showed significant associations between hypertension and family history (p = 0,026), age (p = 0,006), sex (p = 0,053), ethnicity (p = 0,030), education level (p = 0,015), employment status (p < 0,001), income (p = 0,015), marital status (p = 0,003), body mass index (BMI) (p = 0,002), smoking habits (p = 0,031), and physical activity (p = 0,031). In contrast, alcohol consumption (p = 0,280) showed no significant relationship with hypertension. These findings suggest that most sociodemographic and lifestyle factors are associated with the incidence of hypertension. Therefore, targeted health promotion and preventive efforts should focus on individuals at higher risk through proper education and community-based interventions.
The Relationship Between Sociodemographic and HIV Incidence Among 17-65 Age Group at the VCT Clinic of Padang Bulan Community Health Center Medan in 2025 Purba, Samantha Yuliana; Hiswani, Hiswani
TRANSPUBLIKA INTERNATIONAL RESEARCH IN EXACT SCIENCES Vol. 4 No. 3 (2025): JULY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/tires.v4i3.1844

Abstract

By the end of 2023, global HIV prevalence reached 5‰ with a Case Fatality Rate (CFR) of 16‰. In Indonesia, prevalence stands at 2‰, while incidence has increased from 13 per 100,000 population in 2021 to 21 per 100,000 in 2023, with a CFR of 7‰. In Medan City, HIV incidence reached 70 per 1,000 population. Padang Bulan Community Health Center (Puskesmas) is a health facility in Medan providing voluntary counseling and testing (VCT) services. This study aims to analyze the relationship between sociodemographic and HIV incidence at the VCT Clinic of Padang Bulan Community Health Center Medan in 2025. This study employs an analytic observational design with a cross-sectional approach, involving 85 samples by purposive sampling. Univariate data were analyzed descriptively and bivariate data were analyzed by chi square test with 95 percent confidence level (α=0.05). Results showed that 75.3% of respondents at the VCT Clinic of Padang Bulan Medan Health Center in 2025 were diagnosed HIV-positive. There was an association between gender (p < 0.05), marital status (p < 0.05), education level (p < 0.05), income (p < 0.05), STI history (p < 0.05), place of residence (p < 0.05), and mode of sexual intercourse (p < 0.05) with HIV incidence. Meanwhile, age (p > 0.05), ethnicity (p > 0.05), occupation (p > 0.05), and regional origin (p > 0.05) has no significant association with HIV incidence. Individuals with HIV should adhere to antiretroviral treatment and adopt a healthy lifestyle to improve quality of life and prevent transmission.
Pelatihan Komunikasi Terapeutik Medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Lubis, Arfah Mardiana; Utama, Surya; Mutiara, Erna; Nasution, Siti Khadijah; Juanita, Juanita; Rochadi, Raden Kintoko; Ashar, Taufik; Tukiman, Tukiman; Hiswani, Hiswani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6694

Abstract

Komunikasi terapeutik medik adalah proses interaksi tenaga medik dan pasien secara individual dengan tujuan membantu pasien merasa nyaman dan tidak takut untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka. Hanya saja, ada indikasi komunikasi terapeutik medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan belum efektif. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan yang rendah dari dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien. Agar dokter dapat meningkatkan keterampilannya mengenai bagaimana memprioritaskan kenyamanan dan keyakinan pasien saat berkomunikasi dengan pasien, maka diperlukan pelatihan mendengar aktif, mendengar dengan empati, komunikasi persuasif, dan komunikasi asertif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, games, dan role play. Peserta pelatihan yang mengikuti sampai akhir hanya 12 orang. Berdasarkan evaluasi pelatihan dengan pre-test dan post-test, pengetahuan peserta tentang cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan meningkat dari 0% menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan dengan simulasi, seluruh peserta mendapatkan nilai 70 ke atas. Disimpulkan bahwa pelatihan komunikasi terapeutik medik yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Diharapkan pelatihan ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh mitra dan didukung oleh pihak terkait, serta ke depan pelatihan serupa dapat diperluas ke rumah sakit lain dengan pemantauan berkelanjutan.