Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN POWER POINT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Risalah, Dewi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.223 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.696

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, yang terdiri 2 variabel bebas yaitu model pembelajaran dan gaya kognitif siswa, dan 1 variabel terikat yaitu hasil prestasi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui kajian dokumen sekolah, angket gaya kognitif dan tes pilihan ganda. Analisis butir soal pada tes prestasi dan angket gaya kognitif terdiri dari analisis daya beda, tingkat kesukaran dan konsistensi internal. Analisis instrumen yang dilakukan pada tes yaitu validitas isi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu: uji keseimbangan, uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji homogenitas), uji hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Dari data analisis disimpulkan: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kontekstual power point menghasilkan prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD power point; (2) prestasi siswa yang memiliki gaya kognitif FD lebih baik dibanding dengan siswa yang memiliki gaya kognitif; (3) pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar gaya kognitif FD lebih baik daripada gaya kognitif FI; (4) pada masing-masing gaya kognitif, model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kontekstual power pointlebih baik dibanding dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa kontekstual power point. Kata Kunci : STAD, Kontekstual,  power point  dan Gaya Kognitif
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN POWER POINT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Dewi Risalah
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.696

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, yang terdiri 2 variabel bebas yaitu model pembelajaran dan gaya kognitif siswa, dan 1 variabel terikat yaitu hasil prestasi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui kajian dokumen sekolah, angket gaya kognitif dan tes pilihan ganda. Analisis butir soal pada tes prestasi dan angket gaya kognitif terdiri dari analisis daya beda, tingkat kesukaran dan konsistensi internal. Analisis instrumen yang dilakukan pada tes yaitu validitas isi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu: uji keseimbangan, uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji homogenitas), uji hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Dari data analisis disimpulkan: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kontekstual power point menghasilkan prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD power point; (2) prestasi siswa yang memiliki gaya kognitif FD lebih baik dibanding dengan siswa yang memiliki gaya kognitif; (3) pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar gaya kognitif FD lebih baik daripada gaya kognitif FI; (4) pada masing-masing gaya kognitif, model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kontekstual power pointlebih baik dibanding dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa kontekstual power point. Kata Kunci : STAD, Kontekstual,  power point  dan Gaya Kognitif
Penalaran Spasial Matematika Siswa Dalam Memecahkan Masalah Bangun Ruang Sisi Datar Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Hulu Gurung Anuri Dwi Cahyati; Dewi Risalah; Muchtadi Muchtadi
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v4i2.6241

Abstract

Abstract:  This research aims to find out how the spatial mathematical reasoning of students from high, medium and low group students in solving the problem of building a flat side room of class VIII Junior High School 2 Hulu Gurung. The components of spatial reasoning measured in the study were mental rotation, spatial orientation, and spatial visualization. This study uses qualitative descriptive methods with data collection techniques through observation, interview and docmeation studies. The data source in this study is one teacher of mathematics subjects and 16 students of class VIII Of State Junior High School 2 Hulu Gurung.Based on the results of this study showed that of the students of the high, medium and low group in solving the problem of flat side room spatial reasoning students in class VIII junior high school 2 Hulu Gurung entered the moderate category with an average score of 76.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penalaran spasial matematika siswa dari siswa kelompok tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Negeri 2 Hulu Gurung. Komponen penalaran spasial yang diukur dalam penelitian ini yaitu rotasi mental, orientasi spasial, dan visualisasi spasial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumetasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah satu orang guru mata pelajaran matematika dan 16 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Hulu Gurung.Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari siswa kelompok tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah bagun ruang sisi datar penalaran spasial siswa di kelas VIII SMP negeri 2 Hulu Gurung masuk kategori sedang dengan nilai rata- rata 76.     
Berpikir Analitik dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Informasi Terbatas Materi Himpunan pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Teriak Alkia Asis; Muchtadi Muchtadi; Dewi Risalah
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.921 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i4.14202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir analitik siswa dalam menyelesaikan masalah matematis informasi terbatas materi himpunan. Berpikir analitik yang diteliti merupakan kemampuan siswa yang meliputi membedakan (differentiating), mengorganisasi (organizing) dan memberikan atribut (attributing) dalam menyesaikan masalah matematis informasi terbatas. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, metode tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri  dipandu oleh panduan wawancara dan tugas pemecahan masalah matematis. Analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data  dan setelah  pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu. Hasil penelitian berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian yaitu ditemukan tiga proses berpikir analitik siswa dalam menyelesaikan masalah matematis informasi terbatas, yaitu (1) Melalui penambahan informasi, yaitu menata hubungan-hubungan yang sistematis dan koheren antar solusi tersebut dan membangun ulang hal yang menjadi permasalahan dengan menghubungkan bagian-bagian tersebut agar dapat menemukankan solusi akhir (2) Melalui pengubahan/pengalihan informasi, melakukan pengubahan/pengalihan informasi untuk pengembangan solusi, pengembangan solusi dilakukan berdasar dari pengalaman sebelumnya dan membangun ulang hal yang menjadi permasalahan dengan menghubungkan informasi yang relevan atau penting pada saat mengubah/mengalihkan informasi. dan (3) melalui pengubahan pertanyaan, setelah terjadi stuck  pada proses berpikir siswa, kemudian siswa berpikir analitik dengan memperhatikan kembali informasi yang diubah/dialihkan sebelumnya. Kemudian dari informsai tersebut, siswa mengubah pertanyaan sebagai upaya dalam menata kembali informasi yang sudah dibuat.Kata kunci: Berpikir Analitik, Masalah Matematis, Informasi Terbatas
Pengembangan Instrumen Tes HOTS dalam Mengukur Kemampuan Berpikir Analitis Siswa pada Materi Program Linear di Kelas XI SMA Sungai Kehidupan Anselmus Anselmus; Dewi Risalah; Sandie Sandie
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.187 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i4.14295

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes HOTS yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir analitis siswa pada materi program linear. Penelitian ini dilakukan di SMA Sungai Kehidupan menggunakan motode  penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan rancangan penelitian Borg and Gall dengan 10 tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produk masal. Namun, dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap 8 yaitu, uji coba pemakaian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil validasi instrumen tes HOTS dari ketiga ahli dengan kategori valid. Sedangkan nilai kepraktisan dilihat dari nilai angket yang diisi oleh guru dan siswa yang diakumulasi diperoleh nilai kepraktisan dalam pesentase yaitu, 83,61% dengan kategori sangat praktis. Bentuk akhir produk dari penelitian ini adalah instrumen tes HOTS sebanyak 4 butir soal esai yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir analitis siswa.
Internalisasi Nilai-Nilai dalam Sistem Beuma Masyarakat Desa Nanga Mahap dalam Pembelajaran IPS Berbasis Etnopedagogi C. Sri Hartaty. S; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari; Sandie Sandie; Dewi Risalah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2979

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah  menganalisa Internalisasi Nilai-Nilai Dalam Sistem Beuma Masyarakat Di Desa Nanga Mahap Dalam Pembelajaran IPS Berbasis Etnopedagogi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Penelitian ini berusaha memahami bagaimana internalisasi nilai-nilai sistem beuma masyarakat di desa Nanga Mahap dalam pembelajaran IPS berbasis etnopedagogi dalam kearifan lokal. Dalam kehidupan masyarakat desa Nanga Mahap ini tradisi turun temurun kearifan lokalnya yang perlu di jaga untuk diwariskan kepada generasi penerus  yaitu kearifan lokal Beuma  atau  berladang. Menanam padi dengan sistem pertanian Beuma  merupakan cara yang masih di anut oleh sebagian besar masyarakat di Nanga Mahap ini. Masyarakat di Nanga Mahap ini dalam menjalani rutinitas kehidupannya tidak terlepas dari praktek religius tradisonal yang di wariskan oleh para leluhurnya. Dalam pembelajaran IPS melalui Penerapan nilai-nilai kearifan lokal merupakan suatu upaya untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekita. pentingnya nilai-nilai adat dan tradisi yang berlaku untuk lingkungan sekitar. Nilai-nilai budaya bisa di jadikan sumber pembelajaran IPS untuk generasi selanjutnya.
ETNOMATHEMATICS EXPLORATION IN THE CULTURE SYSTEM OF MALAY CULTURE IN NAGA MAHAP VILLAGE Medlyn Claudyasuka Patari; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v10i2.34218

Abstract

Ethnomathematics is the study of mathematics' distinctive characteristics or colors as they exist and develop in society. Ethnomathematics is the study of mathematics as it appears or is utilized in cultural community groups such as urban and rural communities, children of a specific age, labor groups and indigenous peoples. For the vast majority of Indonesians, cultivation is a way of life, particularly the residents of Nanga Mahap Village. Mathematical words are employed in farming activities, ranging from units to fundamental mathematical concepts. Cultivation systems have been practiced in grasslands and forests around the world. Cultivation is a shifting cultivation system from one plot of land to another, usually cleared by cutting down and burning part of the forest to make fields. The goal of this study was to investigate the mathematical principles inherent in the Malay culture's farming system in Nanga Mahap Village. This is a qualitative study with an a ethnographic approach. This is a qualitative research that makes use of an ethnographic approach.. The study took place in Nanga Mahap Village, Sekadau Regency's Nanga Mahap District. The subjects of this research are informants, namely field farmers with Malay culture in Nanga Mahap Village. Data were gathered from a variety of sources including observation, interviewing, and documentation procedures. The results indicated that the farming system incorporated a mathematical element through the requirement for seeds, yields, and tools, namely the concept of comparison, the concept of counting mathematical words, tessellation (tiling), geometry, and congruence
Study Etnomatematika Betangker pada Acara Pernikahan di Desa Nanga Mahap Saidati Saidati; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3639

Abstract

Etnomatematika adalah pendekatan matematika melalui unsur budaya. Pendekatan matematika realistik melalui aktivitas nyata dengan unsur budaya khususnya penggunaan bahasa lokal sangat dibutuhkan masyarakat dalam memahami konsep matematika. Budaya mempunyai kaitan yang erat dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) dalam acara pernikahan adat Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep etnomatematika Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) H-3 pada acara pernikahan Melayu di Desa Nanga Mahap yang dibuat dengan kayu dan ditutupi menggunakan terpal yang harus diselesaikan hari itu juga. Penelitian ini merupakan penelitian Studi kasus dengan pendekatan kualitatif di mana subjek penelitian adalah informasi yang diambil dari budaya Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) pada acara pernikahan Adat Melayu Nanga Mahap, Sekadau, Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan pernikahan dalam proses Betangker Terpal (pembuatan tenda), wawancara dilakukan dengan masyarakat sekitar, dokumentasi sebagai penguat penelitian serta, study kepustakaan dilakukan untuk menentukan konsep matematika yang berikaitan dengan kegiatan pertunangan sampai pernikahan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sistem pembuatan betangker pada acara adat pernikahan memasukkan unsur matematis didalamnya. Dengan melalui tessellation (pengukuran), geometri, dan kesesuaian.
Kecerdasan Logis-Matematis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Penyelesaian Soal Cerita Materi SPLDV Siswa Kelas X Multimedia SMKN Hulu Gurung Riska Dwita; Muchtadi Muchtadi; Dewi Risalah
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 2 (2022): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, Edisi Juli - Desember 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v2i2.176

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan logis-matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah pada penyelesaian soal cerita materi SPLDV siswa kelas X multimedia SMKN Hulu Gurung. Penelitian ini dilakukan di kelas X Multimedia SMK Hulu Gurung dengan melibatkan 3 subjek, yaitu subjek dengan tingkat kecerdasan logika matematika tinggi, sedang, dan rendah. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan didasarkan pada hasil skor pengisian angket kecerdasan logika matematika. Teknik yang digunakan untuk mengetahui kredibilitas data adalah triangulasi waktu, sehingga dibandingkan data hasil tes dan wawancara pertama dengam data hasil tes dan wawancara kedua. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa subjek dengan kecerdasan logika matematika tinggi mampu memahami masalah, membuat perencanaan penyelesaian masalah, melaksanakan perencanaan, dan melihat kembali penyelesaian yang diperoleh. Subjek dengan tingkat kecerdasan logika matematika sedang dalam menyelesaikan masalah mampu memahami masalah dan melihat kembali penyelesaian. Subjek dengan tingkat kecerdasan logika matematika rendah dalam menyelesaikan masalah mampu memahami masalah.
Pengembangan E-comic Berkarakter Terhadap Pemahaman Matematis Siswa Pada Materi Segi Empat Meilani Meilani; Dewi Risalah; Utin Desy Susiaty
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 1 No 1 (2022): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.558 KB) | DOI: 10.55784/jupenji.Vol1.Iss1.149

Abstract

Rancangan model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahapan meliputi Analisis, Perancangan (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementasi), dan Evaluasi, merupakan metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini (evaluasi). Dua subjek dalam penelitian ini adalah mereka yang terlibat dalam pengujian produk dan mereka yang terlibat dalam pengembangan produk. Ada 27 siswa kelas 7 SMP Negeri 10 Sungai Kakap yang mengikuti penelitian ini sebagai subjek tes. Lembar validasi, soal ujian, dan angket respon pengajar dan siswa merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat sumber belajar e-comic menggunakan konten berbasis Quadrangular. Validitas e-comic mencapai hasil 85,05 persen dengan kriteria valid, dan media e-comic memperoleh hasil 85,92 persen dengan kriteria valid, menurut temuan penelitian. Dengan standar sangat praktis, tingkat e-practicality komik ini mencapai 96,11 persen. Selain itu, kemanjuran e-comic diukur oleh 16 dari 27 siswa yang selesai menerima hasil yang memenuhi persyaratan yang berhasil.