Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Public Relations Taman Nasional Gunung Rinjani dalam "Kampanye Go Rinjani Zero Waste" Wasangka, Lalu Anugrah Luput; Deslia, Iva Fikrani
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1699

Abstract

Penelitian ini membahas strategi Public Relations (PR) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dalam kampanye lingkungan Go Rinjani Zero Waste 2025 sebagai respons terhadap permasalahan sampah di jalur pendakian Gunung Rinjani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi komunikasi PR yang diterapkan, serta mengidentifikasi perannya dalam mendorong perubahan perilaku pendaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR Balai TNGR dirancang secara sistematis dan selaras dengan kerangka Whalen’s 7 Steps of Strategic Planning, dengan penekanan pada pesan preventif berbasis prinsip Pack In–Pack Out, pemanfaatan media sosial, serta integrasi komunikasi dengan kebijakan pendakian. Kampanye ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan perilaku dan budaya pendakian yang bertanggung jawab. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Public Relations pemerintahan, khususnya dalam konteks kampanye lingkungan di kawasan konservasi, serta memberikan rujukan praktis bagi pengelola taman nasional dalam merancang strategi komunikasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Employee Brand Equity Content Analysis on TikTok @nadalasido as Employee Generated Content of PT Paragon: Analisis Konten Ekuitas Merek Karyawan di TikTok @nadalasido sebagai Konten yang Dihasilkan Karyawan PT Paragon Athaya Fairuzawa; Deslia, Iva Fikrani
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i2.2031

Abstract

Digital developments lead companies to continuously innovate regarding promotions and corporate image to reach a wider audience. This study aims to determine the formation of Employee Brand Equity through Employee Generated Content using the @nadalasido account as a representation of PT Paragon’s employee creators. The research method uses qualitative with descriptive content analysis methods, with primary data sources taken directly from @nadalasido’s Tiktok videos related to the concepts of EBE and EGC. Data collection is carried out through documentation and tested through theory triangulation. The analysis of this study indicates that brand value representation can be formed naturally through employee’s digital expressions on personal accounts. The most prominent EBE element is Brand Consistent Behaviour, evident in consistent behaviour, visuals, and narratives that reflect PT Paragon’s value of professionalism, collaboration, and positive culture. Brand llegiance emerges through expressions of pride and enjoyable work experience, while Brand Endorsement emerges through of appearance of company products in everyday contexts without direct promotion. These findings demonstrate that employee creator can act as effective brand communicators. Thus, EGC contributes to strengthening EBE and helps build PT Paragons’s brand image in the digital space, particularly through TikTok.
Destination Branding Gunung Sewu UNESCO Global Geopark dalam Membangun Brand Image Sebagai Kawasan Warisan Dunia Mistika Pancarani; Iva Fikrani Deslia
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi destination branding Gunung Sewu Global Geopark dalam membangun brand image sebagai kawasan warisan dunia UNESCO. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan konsep destination branding Morgan, Pritchard, dan Pride (2004) yang terdiri dari lima tahapan, yaitu market analysis, brand identity development, brand launch and introduction, brand implementation, serta monitoring and evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Sewu Global Geopark telah menerapkan kelima tahapan tersebut melalui pengembangan identitas destinasi, promosi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, implementasi branding masih menghadapi kendala berupa pemanfaatan media digital yang belum optimal, ketimpangan kunjungan antar geosite, serta rendahnya pemahaman wisatawan mengenai konsep geopark. Selain itu, proses revalidasi UNESCO sejak tahun 2023 menjadi momentum penting dalam memperkuat branding dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan destination branding ditentukan oleh konsistensi identitas, komunikasi yang efektif, serta kolaborasi para pemangku kepentingan.
Strategic E-Branding Communication in the Local Government Program: Teras Malioboro Deslia, Iva Fikrani; Amali, Muhammad Thoyib
KOMUNIKA Vol 9 No 1 (2026): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/m75z9975

Abstract

In the dynamic landscape of new media, e-branding has become an important strategy for both companies and governmental institutions to foster engagement, cultivate trust, and cultivate a positive brand image. Teras Malioboro is a local government initiative aimed at relocating street vendors from the sidewalks of Jalan Malioboro, while simultaneously positioning itself as a well-organized and innovative shopping destination. However, persistently low visitor numbers have incited protests from traders, highlighting challenges in its branding endeavors. This study investigates how Teras Malioboro employs the seven principles of e-branding through a qualitative case study methodology, utilizing data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results indicate that community participation, core competency, the dissemination of good ideas, and the maintenance of current content exhibit more effective implementation, whereas ceding control, engaging in dialogue with users, and fostering engagement remain suboptimal due to limited audience participation, low responsiveness to comments, and inadequate interactive communication practices. The findings identify compelling key messages, sufficient human resources, strategic collaborations, and influencer engagement in enhancing e-branding effectiveness. Furthermore, the study extends the e-branding framework by illustrating that classical e-branding principles require contextual adaptation when applied within the setting of local government.