Husmiati Yusuf
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sosio Konsepsia

PENGARUH DUKUNGAN EKONOMI KELUARGA DAN KOMPETENSI KELUARGA TERHADAP PEMENUHAN HAK PENYANDANG DISABILITAS BERAT Setiawan, Hari Harjanto; Syawie, Mohammad; Pudjianto, Bambang; Astuti, Mulia; Yusuf, Husmiati; Murni, Ruaida
Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i2.837

Abstract

abstrak Artikel ini merupakan hasil penelitian mengenai pengaruh dukungan keluarga dan kompetensi keluarga terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan ekonomi keluarga dan kompetensi keluarga terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas berat. Penelitian menggunakan metode penelitian korelasi dengan desain ex post facto. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan lokasi berdasarkan 1) lokasi uji coba pemberdayaan keluarga penyandang disabilitas berat yang dilakukan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Orang dengan Kecacatan tahun 2015 2) lokasi kegiatan ASPDB yang telah dilaksanakan sejak  tahun 2006, dimana pada tahun 2016 akan dilakukan pemutusan kegiatan (exit strategy). Sampel penelitian dipilih secara purposive sehingga keseluruhan 133 orang dijadikan responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi keluarga lebih besar pengaruhnya dibandingkan dukungan ekonomi keluarga dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas berat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperlukan adanya berbagai upaya nyata dari berbagai kementerian/instansi terkait agar kesetaraan taraf hidup penyandang disabilitas berat dengan warga negara Indonesia lainnya dapat terwujud, terpadu dan berkesinambungan yang pada akhirnya dapat menciptakan kesejahteraan sosial. Kata kunci: Keluarga, ekonomi, kompetensi dan pemenuhan hak abstract This article is as result of research on the influence of family support and family competence on the fulfillment of the rights of people with severe disability. This study aims to analyze the relationship between family economic support and family competence on the fulfillment of the rights of people with severe disability. The research used correlation research method with ex post facto design. The location of the study was chosen based on 1) location of empowerment of families with severe disability conducted by Directorate of Social Rehabilitation of People with Disability in 2015 2) location of ASPDB activity that has been implemented since 2006, where in 2016 will be executed (exit strategy ). The sample of research was chosen purposively so that all 133 respondents were chosen in this research. The results of the study indicate that family competence is greater than the economic support of the family in the fulfillment of the rights of people with severe disability. Based on the result of the research, it is necessary to have real efforts from various related ministries / agencies so that the equality of living with severe disability with other Indonesian citizens can be realized, integrated and sustainable which ultimately can create social welfare. Keywords: Family, economy, competency and fulfillment rights 
DUKUNGAN TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS MENTAL SEBAGAI STRATEGI MENDUKUNG PROGRAM STOP PEMASUNGAN 2019 Husmiati, Husmiati; Irmayani, Nyi. R; Sugiyanto, Sugiyanto; Habibullah, Habibullah
Sosio Konsepsia Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah terhadap Penyandang Disabilitas Mental (PDM) dengan riwayat pasung dalam rangka Gerakan Stop Pemasungan tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan responden 32 orang kepala keluarga  yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mendapati : (1) dukungan keluarga pada PDM yang lepas pasung selalu lebih tinggi dibandingkan dengan dukungan pada PDM yang sedang dipasung. (2) dukungan emosional dari keluarga pada PDM yang lepas pasung berada lebih tinggi dibandingkan dukungan lainnya (dukungan instrumental, informasi dan penghargaan). (3) dukungan keluarga PDM pasung rata-rata masih rendah tetapi secara umum sudah dalam kategori sedang. Masyarakat belum mendukung keluarga atau PDM. Mereka tidak mau bertanggung jawab terhadap PDM bila dilepas pasungnya. Rendahnya dukungan masyarakat pada kasus-kasus yang terjadi disebabkan karena mereka belum memahami cara pendekatan dan pemulihan atau rehabilitasi sosial pada PDM. Hanya propinsi NTB yang sudah memiliki peraturan gubernur terkait pencegahan dan penanganan pasung. Kalimantan selatan dan Sumatera Barat belum mempunyai regulasi. Selain itu sebagai implementasi dari dilaksanakannya MoU pencegahan dan penanganan pasung, pada lokasi penelitian hanya dinas sosial dan dinas kesehatan saja yang melakukan koordinasi. Tiga instasi lain (Dukcapil, Kepolisian dan BPJS) belum melaksanakan dan bahkan tidak mengetahui adanya MoU. Kerjasama tiga pihak (keluarga, masyarakat dan pemerintah) sangat penting untuk mensukseskan program Gerakan Stop Pemasungan tahun 2019. Kata Kunci : penyandang disabilitas mental, pasung, dukungan keluarga, dukungan masyarakat, dukungan pemerintah. Abstract This study aims to analyze the support of family, community and government against Mental Disabled Persons (PDM) with history of pasung in the framework of the Stop Gerakan Pemasungan tahun 2019. This study used survey method with 32 respondents head of household selected with purposive sampling technique. The results of the study found: (1) family support on PDM loose stocks was always higher than support for PDM being depleted. (2) the emotional support of the family on the loose PDM is higher than the other support (instrumental support, information and rewards). (3) the support of PDM family of the average is still low but generally it is in the medium category. The community has not supported the family or PDM. They do not want to be responsible for the PDM when it is released its stock. The lack of community support in cases that occurred because they do not understand how to approach and recovery or social rehabilitation in PDM. Only NTB province that already has governor regulations related to the prevention and handling of the market. South Kalimantan and West Sumatra have no regulation yet. In addition, as the implementation of the implementation of the MoU on prevention and handling of the post, at the location of the study only the social service and the health office that coordinates. Three other instances (Dukcapil, Police and BPJS) have not implemented and do not even know the existence of MoU. Three-party cooperation (family, community and government) is crucial to the success of Stop Gerakan Pemasungan  2019 program. Keywords: persons with mental disabilities, pasca, family support, community support, government support
KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI DAERAH RAWAN BENCANA (Studi kasus di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan) Husmiati Yusuf; Nyi. R. Irmayani; Ivo Noviana; Ayu Diah Amalia
Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v5i2.138

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data mengenai profil lanjut usia, untuk memperoleh penjelasan empirik mengenai kualitas hidup lanjut usia di wilayah Desa,  Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dan untuk mengkaji aspek kebijakan dan program perlindungan lanjut usia terutama menyangkut kualitas hidup lanjut usia di daerah rawan bencana. Jumlah sampel dalam penelitian ini 50 orang lansia yan terdiri dari 18% laki-laki dan 82% perempuan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik two stage cluster random sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan dengan cara memilih kluster secara dua peringkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah wawancara berstruktur, yaitu pengumpulan data dengan mengajukan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan tim peneliti yaitu berdasarkan World Health Organization of Life Instrument – Bref (WHOQO-BREF). Data yang diperoleh diolah dengan program SPSS 19. Hasil penelitian mendapati tidak ada perbedaan kualitas hidup lansia berdasarkan jenis kelamin dan tahap pendidikan. Demikian pula ada 44% responden memiliki persepsi tentang kualitas hidup pada tahap biasa saja dan memandang kualitas hidup dengan baik sebanyak 34%. Selain itu ternyata program pelayanan sosial bagi lansia di desa sukamanah belum merupakan prioritas walaupun dari segi populasi lansia cukup besar. Rekomendasi yang diberikan perlu segera turun tangan pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun program pelayanan sosial bagi lansia didaerah bencana. Selain itu perlu kajian lanjutan untuk mengetahui kontribusi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Kata kunci: Lanjut Usia, kualitas hidup, daerah bencana
PREVALENSI KEKERASAN TERHADAP ANAK LAKI-LAKI DAN ANAK PEREMPUAN DI INDONESIA Alit Kurniasari; Nurdin Widodo; Husmiati Yusuf; Badrun Susantyo; Yanuar Farida Wismayanti; Nyi. R. Irmayani
Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i3.740

Abstract

Salah satu tujuan dari survey kekerasan terhadap anak adalah untuk mendapatkan prevalensi kekerasan terhadap anak. Dengan metode yang kuat dan pemilihan responden yang memadai, ditujukan untuk mendapatkan pengalaman kekerasan terhadap anak sebelum umur 18 tahun dan pengalaman setahun yang lalu. Alasan mendapatkan prevalensi, karena selama ini kebijakan dan program Perlindungan anak  berdasarkan pada laporan kasus, yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara metodologi. Hasilnya menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki kerentanan menjadi korban kekerasan, daripada perempuan, baik pengalaman kekerasan overlap yakni kekerasan baik fisik/emosi/seksual maupun kekerasan fisik itu sendiri. Hal tersebut dapat diperbandingkan dengan hasil kajian terkait lainnya yang dilaksanakan di Indonesia maupun survey sejenis yang dilakukan di Tanzania. Pelaku tindak kekerasan anak adalah orang terdekat dengan anak. Untuk mengoptimalkan hasil prevalensi kekerasan terhadap anak, maka dapat merekomendasikan data prevelensi ini sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2015-2019, sehingga dapat menjadi dasar untuk melakukan penelitian lanjutan terkait kekerasan terhadap anak secara lebih mendalam. Kata kunci: Kekerasan, anak, prevalensi. AbstractOne of the purposes of the survey of violence against children is to get the prevalence of violence against children. With a powerful method and an adequate selection of respondents, intended to gain experience of violence against children before the age of 18 years and the experience of a year ago. Reasons gain prevalence, because during this time the child protection policies and programs based on case reports, the less can be justified by the methodology. The results showed that the boy has a vulnerability to violence, rather than women, both the experience of abuse overlap the violence both in physical / emotional / sexual or physical violence itself. It can be compared with the results of other relevant studies conducted in Indonesia as well as a similar survey conducted in Tanzania. Perpetrators, children are those closest to the child. To optimize the results of the prevalence of violence against children, it can recommend this prevalence of data as part of the Medium Term Development Plan (RPJMN) from 2015 to 2019, so it can be the basis for conducting advanced research related to violence against children in more depth. Keywords: Violence, children, the prevalence.
KONDISI PSIKOSOSIAL ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM PASCA REHABILITASI SOSIAL DI PANTI SOSIAL MARSUDI PUTRA ANTASENA, MAGELANG Husmiati Husmiati
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i2.773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan profil anak yang berkonflik dengan hukum yang menjadi klien di PSMP Antasena, Magelang. Selain itu penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi psikososial anak nakal dan anak yang berkonflik dengan hukum pasca rehabilitasi sosial, Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 10 orang bekas klien dijadikan informan dan diplih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan pada umumnya klien berusia remaja, mengikuti program belajar kerja dan sebagian besar menjalani program rehabilitasi reguler dan mendapatkan bantuan UEP pasca rehabilitasi. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan terjadi perubahan psikososial anak nakal dan anak yang berkonflik dengan hukum mengalami perubahan ke arah positif berbanding dengan kondisi sebelum rehabilitasi. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikanagar rehabilitasi sosial yang dijalankan sama bagi semua klien baik program reguler maupun day care, pembinaan lanjut harus didasarkan pada model yang sistematik dan terukur untuk melihat kemajuan dan perkembangan psikososial eks-klien, serta perlunya dilakukan penelitian lanjutan dengan mengelaborasi variabel-variabel psikososial. Kata kunci: Anak berkonflik dengan hukum, psikososial, rehabilitasi sosial, pembinaan lanjut.