Husmiati Yusuf
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Sosioinforma

ASESMEN DALAM PEKERJAAN SOSIAL: RELEVANSI DENGAN PRAKTEK DAN PENELITIAN Yusuf, Husmiati
Sosio Informa Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen diartikan dalam terma profesional sebagai bentuk, batasan dan intensitas masalah klien yangdibawa ke dalam praktek pekerjaan sosial. Asesmen merupakan rentang yang luas dan termasuk penilaianmengenai potensi, kebutuhan dan jaringan sosial klien yang menentukan cakupan dan beratnya masalah.Dalam sebuah proses perubahan terencana, fokus pekerja sosial yang amat penting adalah mengumpulkaninformasi yang cukup dari klien dan orang lain yang ada di lingkungan klien. Pengumpulan data merupakanaktivitas memperoleh informasi yang diperlukan sebagai upaya untuk memahami situasi-situasi klien,yang menjadi syarat dalam merancang rencana pemecahan masalah klien. Oleh karena itu pekerja sosialdituntut memiliki keterampilan dalam memilah data mulai dari hasil wawancara sampai kepada kompilasidata, tujuannya agar ada kesesuaian data yang dibutuhkan untuk melakukan asesmen masalah. Dalampraktik pekerjaan sosial secara langsung, pekerja sosial perlu mengenalkan konsep-konsep diagnosisyang akan digunakan dalam proses pencarian data asesmen. Diagnosa dilakukan terhadap masalah klien,dan kondisi atau situasi klien serta dilakukan pengklasifikasian dan pengkategorian khusus seperti dalamsistem PIE (orang dalam lingkungannya).Kata kunci: asesmen, klien, praktik pekerjaan sosial, dan penelitian.
PENGARUH KONDISI ORGANISASI TERHADAP KEJENUHAN KERJA PEKERJA SOSIAL YANG BEKERJA DI PANTI SOSIAL PENYANDANG CACAT DI INDONESIA Yusuf, Husmiati
Sosio Informa Vol 16, No 3 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini menganalisis kondisi organisasi mencakup pengaruh kekaburan peranan, bebankerja, kondisi pekerjaan terhadap kejenuhan kerja. Menggunakan metode survey eksplanatory.Penentuan responden menggunakan sensus. Sejumlah 219 pekerja sosial yang bekerja di pantisosial penyandang cacat menjadi responden dalam kajian ini. Satu set instrumen digunakan untukmengumpulkan data, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS dan analisisjalur. Hasil kajian mendapati beban kerja berpengaruh terhadap kejenuhan kerja. Kajian initentunya dapat memberikan implikasi terhadap penyusunan kebijakan di Kementerian Sosial RIdan sebagai rujukan untuk penelitian lanjutan.Kata kunci : kekaburan peranan, beban kerja, kondisi pekerjaan, pekerja sosial.
STRES KERJA DARI PERSPEKTIF TEORI SISTEM-EKOLOGI Husmiati, Husmiati
Sosio Informa Vol 4, No 3 (2018): Sosio Informa
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v4i3.1591

Abstract

Stres adalah respons psikologis dan fisiologis terhadap berbagai peristiwa yang mengganggu keseimbangan pribadi kita dalam beberapa cara. Stres di tempat kerja bukanlah fenomena baru, tetapi ini merupakan ancaman yang besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan pekerja daripada sebelumnya. Stres di tempat kerja biasanya merupakan hasil dari tuntutan yang tinggi pada pekerjaan, nyata atau kurangnya kontrol yang dirasakan mengenai tuntutan tersebut, buruknya komunikasi dan organisasi sehari-hari, dan lingkungan kerja yang tidak mendukung. Stres pekerjaan dapat dilihat dari berbagai model dan salah satunya adalah perspektif teori sistem ekologi. Kata Kunci : Stres, kerja, perspektif, sistem, ekologi
PENGARUH KONDISI ORGANISASI TERHADAP KEJENUHAN KERJA PEKERJA SOSIAL YANG BEKERJA DI PANTI SOSIAL PENYANDANG CACAT DI INDONESIA Husmiati Yusuf
Sosio Informa Vol 16 No 3 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v16i3.49

Abstract

Kajian ini menganalisis kondisi organisasi mencakup pengaruh kekaburan peranan, bebankerja, kondisi pekerjaan terhadap kejenuhan kerja. Menggunakan metode survey eksplanatory.Penentuan responden menggunakan sensus. Sejumlah 219 pekerja sosial yang bekerja di pantisosial penyandang cacat menjadi responden dalam kajian ini. Satu set instrumen digunakan untukmengumpulkan data, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS dan analisisjalur. Hasil kajian mendapati beban kerja berpengaruh terhadap kejenuhan kerja. Kajian initentunya dapat memberikan implikasi terhadap penyusunan kebijakan di Kementerian Sosial RIdan sebagai rujukan untuk penelitian lanjutan.Kata kunci : kekaburan peranan, beban kerja, kondisi pekerjaan, pekerja sosial.
ASESMEN DALAM PEKERJAAN SOSIAL: RELEVANSI DENGAN PRAKTEK DAN PENELITIAN Husmiati Husmiati
Sosio Informa Vol 17 No 3 (2012): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v17i3.83

Abstract

Asesmen diartikan dalam terma profesional sebagai bentuk, batasan dan intensitas masalah klien yangdibawa ke dalam praktek pekerjaan sosial. Asesmen merupakan rentang yang luas dan termasuk penilaianmengenai potensi, kebutuhan dan jaringan sosial klien yang menentukan cakupan dan beratnya masalah.Dalam sebuah proses perubahan terencana, fokus pekerja sosial yang amat penting adalah mengumpulkaninformasi yang cukup dari klien dan orang lain yang ada di lingkungan klien. Pengumpulan data merupakanaktivitas memperoleh informasi yang diperlukan sebagai upaya untuk memahami situasi-situasi klien,yang menjadi syarat dalam merancang rencana pemecahan masalah klien. Oleh karena itu pekerja sosialdituntut memiliki keterampilan dalam memilah data mulai dari hasil wawancara sampai kepada kompilasidata, tujuannya agar ada kesesuaian data yang dibutuhkan untuk melakukan asesmen masalah. Dalampraktik pekerjaan sosial secara langsung, pekerja sosial perlu mengenalkan konsep-konsep diagnosisyang akan digunakan dalam proses pencarian data asesmen. Diagnosa dilakukan terhadap masalah klien,dan kondisi atau situasi klien serta dilakukan pengklasifikasian dan pengkategorian khusus seperti dalamsistem PIE (orang dalam lingkungannya).Kata kunci: asesmen, klien, praktik pekerjaan sosial, dan penelitian.
RENCANA PEMULANGAN DAN INTEGRASI EKS PENDERITA GANGGUAN MENTAL DENGAN MASYARAKAT: MASALAH DAN SOLUSI Husmiati Husmiati
Sosio Informa Vol 2 No 1 (2016): SOSIO INFORMA
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v2i1.187

Abstract

In general, ordinary people still consider that the people, who used to suffer from mental disorder and who was declared to have been recovered, have a negative label. Such labeling can affect the people’s treatment on them as well as on their families. The impact of this problem will be more serious for them, such as: neglect, discrimination, oppression, social isolation and the omission on them to be homeless. This paper tried to analyze the issue of how the efforts of government and their family to plan the integration of the former mental disorder clients into their family and community. In addition, to analyze the issue of how the public accept the former mental disorder clients. The solution offered is the need of the efforts of accurate discharge and integration planning of the former mental disorder clients and the involvement of their family members, peers, neighbors and the community in maintaining their mentalhealth status and the quality of their life. In addition, the government and the private sectors can play an important role to help the former mental disorder clients reintegrate into their families and communities.Keywords: the former mental disorder clients, discharge and integration planning.
DEMENSIA PADA LANJUT USIA DAN INTERVENSI SOSIAL Husmiati Husmiati
Sosio Informa Vol 2 No 3 (2016): Sosio Informa
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v2i3.839

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membincangkan mengenai persoalan dementia senilis, faktor penyebab dan akibatnya, gangguan psikologis dan intervensi yang sesuai untuk mengatasi masalah dementia yang dialami para lanjut usia. Demensia senilis merupakan jenis kemunduran ingatan yang terjadi pada orang yang berusia lanjut. Demensia diakibatkan karena gangguan neuro degenerative. Faktor utama yang menjadi penyebab adalah faktor usia, dimana usia yang semakin lanjut menyebabkan potensi untuk mengalami dementia semakin besar. Akibat dari dementia terjadi gangguan psikologis yang disebabkan karena terganggunya sistem fungsi daya ingatan yang semakin lama semakin berkurang terutamanya sistem ingatan jangka pendek (short term memory). Ada tiga jenis intervensi yang dapat dilakukan untuk membantu dementia yaitu intervensi lingkungan, intervensi keluarga dan intervensi psikologis. Kata kunci: Demensi, Lanjut Usia, Intervensi Sosial.
PERANAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL SODOMI Husmiati Husmiati
Sosio Informa Vol 3 No 2 (2017): Sosio Informa
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v3i2.892

Abstract

AbstrakArtikel ini mencoba membahas isu kekerasan seksual sodomi pada anak-anak dalam perspektif pekerjaan sosial. Isu pencabulan atau penyimpangan seksual adalah merupakan satu fenomena negatif manusia yang berlaku pada masa kini secara global. Salah satu isu pencabulan seks yang tengah marak  dengan kondisi dunia secara global adalah isu sodomi. Di Indonesia berbagai kasus sodomi dapat diikuti perkembangannya melalui media massa maupun media sosial. korban  sodomi  sering kali melibatkan anak-anak dibawah umur. pelaku yang terlibat dalam kasus sodomi ini juga perlu segera ditangani karena akan memberi pengaruh secara psikologis pada korban, karena sebagian besar korban adalah anak-anak yang notabene harus mendapatkan perlindungan. Adapun factor penyebab terjadinya sodomi ini antara lain: (1) faktor internal, karena tekanan emosi, nafsu seksual yang tidak terkendali, dll. (2) orang tua, yang tidak bisa membimbing dan memberikan perhatian. (3) sosial, dimana masyarakat yang mengasingkan, pengaruh pergaulan bebas, peer group yang salah. (4) dampak kemajuan teknologi. Adapun dampak psikologis pada anak-anak sebagai korban sodomi diantaranya: (1). Post Trauma Strees Disorder, dengan gejala seperti “flashback”, menarik diri, distress dan lebih agresif daripada sebelumnya, halusinasi. (2). Phobia dan mengalami kecemasan (anxiety). (3). Depresi. (4) perubahan kepribadian dan tingkahlaku. Intervensi psikososial yang dapat dilakukan pada korban adalah terapi: (1)  terapi tingkahlaku, (2) terapi kelompok.  Dan konseling: (1) konseling krisis. (2) konseling penyediaan layanan. (3) konseling perkembangan, dan (4) konseling pencegahan. Sodomi perlu ditangani secara komprehensif sebab akan menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap korban baik dari segi fisik, mental dan emosi yang dapat menyebabkan lagi kejahatan lain  atau hal yang menyalahi norma masyarakat.  Kata Kunci: sodomi, kekerasan seksual, anak-anak, intervensi psikososial, pekerjaan sosial.