Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Materi Barisan dan Deret Aritmatika Nurfahmi Nur; R. Rusli; Awi Dassa
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.268 KB) | DOI: 10.35580/imed9480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi barisan dan deret aritmatika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu siswa  SMA Negeri di Makassar kelas XI MIPA 4. Responden penelitian dipilih berdasarkan analisis data tes ditinjau dari letak kesalahan berdasarkan langkah polya sebanyak 3 orang siswa. Pedoman yang digunakan untuk melakukan analisis jenis kesalahan adalah langkah pemecahan masalah Polya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara kemudian melalui tiga tahapan analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada langkah pemahaman masalah siswa melakukan jenis kesalahan fakta, pada penyusunan rencana siswa melakukan jenis kesalahan konsep, pada pelaksanaan rencana siswa melakukan jenis kesalahan operasi dan prinsip, pada pengoreksian kembali siswa melakukan jenis kesalahan prinsip. Hasil menunjukkan bahwa kesalahan yang dominan dilakukan siswa yaitu pada langkah polya memahami masalah dengan jenis kesalahan fakta dan pada langkah polya mengoreksi kembali dengan jenis kesalahan prinsip. Hal ini disebabkan karena  kemampuan siswa dalam memahami simbol-simbol pada materi barisan dan deret aritmatika masih sangat kurang, siswa tidak terbiasa mengoreksi kembali jawaban yang diperoleh, dan siswa tidak terbiasa menuliskan kesimpulan akhir.Kata kunci: kesalahan, soal cerita, barisan dan deret aritmatika Abstract.This study aims to describe the errors made by the students in solving mathematics word problems of arithmetic sequences and series. This research type is qualitative descriptive. Subject this research is students of SMA Negeri in Makassar grade XIth MIPA 4. Respondents of this research are selected based on the analysis of the test data observed from the error location based on polya steps as much as 3 students. The guidelines used to perform the analysis of types of errors are the troubleshooting Polya steps. Data collection techniques using the method of test and interview then through the three stages of data analysis, namely the condensation of data, presentation of data, and withdrawal conclusion. The results of the research obtained that in understanding  the problem polya step the students do fact error type, in devising a plan polya step students doing the concept error type, in the step of polya carrying out the plan students perform the type of error operation and principle, in the step of polya looking back students do the kind of error principle. The results show that the errors that dominant students do that in the step of polya understanding the problem with this type of errors of fact and in the step of polya correcting back to the type of error principle. This is due to the ability of students in understanding the symbols on the row material and the arithmetic progression is still lacking, students are not accustomed to correcting back answers obtained, and students are not accustomed to write down the final conclusion.Keywords: error, word problems, arithmetic sequences and series
Deskripsi Pengetahuan Konten Pedagogi Mahasiswa Calon Guru Jurusan Matematika FMIPA UNM Awi Dassa; Fajar Arwadi; Andi Rafiqa Faradiyah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.441 KB) | DOI: 10.35580/imed15332

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan konten pedagogi mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM dengan indikator pengetahuan penguasaan materi, pengetahuan pedagogi, serta pengetahuan subjek terkait peserta didiknya. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Matematka FMIPA UNM. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mix Method). Data dikumpulkan dengan memberikan soal tes pengetahuan konten pedagogi kepada 45 orang subjek dan melakukan wawancara semi terstuktur kepada 2 subjek yang dipilih secara acak. Setelah memperoleh informasi terkait kategori level PCK subjek, analisis terkait jawaban-jawaban yang diberikan oleh subjek untuk mendeskripsikan alasan-alasan subjek memperoleh level PCK yang dimaksud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang memperoleh level PCK yang tinggi. Kata Kunci: Pengetahuan Konten Pedagogi, Pengetahuan Materi, Pengetahuan Pedagogi, Pengetahuan tentang Peserta didik, Bangun Datar. This study aims to describe the pedagogical content knowledge of Mathematics and Natural Sciences Department students of FMIPA with indicators of mastery knowledge, pedagogy knowledge, and subject knowledge related to their students. The subjects of this study were students of the Mathematics Department FMIPA UNM. This type of research is a quantitative and qualitative approach (Mix Method). Data was collected by giving pedagogical content knowledge test questions to 45 subjects and conducting semi-structured interviews to 2 randomly selected subjects. After obtaining information related to the subject's PCK level category, an analysis of the answers provided by the subject to describe the reasons the subject obtained the intended PCK level. The results showed that there were no students who obtained high levels of PCK.. Keywords: Pedagogical Content Knowledge, Material Knowledge, Pedagogical Knowledge, Student Knowledge, Two Dimentional Figure.
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving -Heuristik Terhadap Pengetahuan Prosedural Awi Dassa; Ahmad Thalib; Andi Sri Hardiana
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.903 KB) | DOI: 10.35580/imed9476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dengan kriteria yaitu pengetahuan prosedural, aktivitas siswa dan respon siswa. Sampel dipilih secara acak dari populasi sebanyak satu kelas dari lima kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kabupaten Wajo tahun ajaran 2017/2018 semester genap. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pemahaman awal (pretest) pada pertemuan awal dan tes pengetahuan prosedural (posttest) pada pertemuan akhir, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respon siswa. Data tersebut dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian secara deskriptif diperoleh, 1) Peningkatan prestasi belajar ditinjau dari skor gain ternormalisasi diperoleh rata-rata sebesar 0,6704 dengan standar deviasi 0,21822, 2) Keterlaksanaan pembelajaran terlaksana dengan sangat baik dengan rerata 3,85, 3) Hasil observasi aktivitas siswa berada pada rata-rata 95%, dan 4) Peningkatan pengetahuan prosedural siswa ditinjau melalui skor gain ternormalisasi mencapai rata-rata sebesar 0,6704 berada pada kategori sedang. Secara inferensial diperoleh 1) Pengujian hipotesis untuk pengetahuan prosedural diperoleh nilai  ttabel = 2,080, α = 0,05 dan thitung = 20,761, dan 2) Pengujian hipotesis untuk gain ternormalisasi diperoleh thitung = 14,409. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan inferensial maka disimpulkan bahwa model pembelajaran LAPS-Heuristik efektif dalam pembelajaran matematika pokok bahasan garis singgung persekutuan dua lingkaran.Kata kunci:Efektivitas, Pengetahuan Prosedural, LAPS-HeuristikAbstract.This research is to determine the effectiveness of implementation LAPS-Heuristic learning model in students grade VIII one ofSMP Negeri at Wajo regency with criteria,procedural knowledge, student activities and student responses.. The data were collected using initial knowledge test (pretest) at the first meeting and procedural knowledge test (posttest) at the final meeting, learning feasibility observation sheets, student activity observation sheets, and student’s response questionnaire.Research result descriptively obtained 1) Improvement of learning achievement in terms of normalized gain score obtained an average 0.6704 with standard deviation 0.21822, 2) Learning feasibility was done very well with average 3.85, 3) The results of student activity observation is in average percentage 95%, and 4) The increase of student’s procedural knowledge is reviewed through normalized gain score 0.6704 is in the medium category. Inferentially obtained 1) Hypothesis test for procedural knowledge obtained value of ttable = 2.080 with value α = 0,05 and tcount = 20,761, and 2) Hypothesis test for normalized gain obtained tcount= 14,409. Based on the results, LAPS-Heuristic learning model is effective to implement in mathematics learning on the subject of tangent line to two circles.Keyword: Effectiveness, Procedural Knowledge,LAPS-Heuristic.
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa pada Kelas VIII SMP Negeri 24 Makassar Awi Dassa; Nurwati Djam'an; Andi Irda Iriana
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.764 KB) | DOI: 10.35580/imed9496

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah polya ditinjau dari gaya berpikir sekuensial abstrak, sekuensial konkret, acak abstrak dan acak konkret. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang siswa kelas VIII SMP Negeri 24 Makassar yang dipilih secara purposive berdasarkan perbedaan gaya berpikir. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengelompokkan siswa berdasarkan gaya berpikirnya dan untuk menentukan subjek, tes tertulis dan wawancara untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Data yang terkumpul dianalisis untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan langkah polya yakni; (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian, (3) melaksanakan rencana penyelesaian dan (4) memeriksa kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa denga tipe gaya berpikir sekuensial konkret dan acak abstrak memiliki kemampuan yang sama pada keempat langkah pemecahan masalah yakni dalam memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan melihat kembali proses dan hasil. Sedangkan siswa dengan tipe gaya berpikir sekuensial abstrak dan acak konkret memiliki langkah pemecahan masalah yang berbeda pada masing-masing keempat tahap yang dilakukan. Kata kunci: Gaya Berpikir, Pemecahan Masalah Matematika dan Langkah PolyaAbstract. This study is a descriptive study with qualitative approach which aimed to describe the mathematical problem solving abilities by Polya step terms of abstract sequential thinking style, concrete sequential, abstract random and concrete random. The subjects in this study are 4 (four) of students grade VIII SMPN 24 Makassar selected purposively based on the different of thinking style. Data collection tool is questionnaire to classify students based on the thinking style and to determine the subject, written tests and interviews to determine the ability of students' mathematical problem solving. Data were analyzed to describe the mathematical problem solving ability of students based on Polya steps namely; (1) understanding the problem, (2) devising a plan, (3) carrying out the plan and (4) looking back. The results showed that students' of premises concrete sequential and abstract random thinking styles has the same ability on the fourth problem solving step in understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan and looking back on the process and results. While students with the type of abstract sequential thinking style and concrete random has a different problem solving steps on each of the four stages.Keyword: Thinking Styles, Mathematics Problem Solving and Polya Steps
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA SISWA SMP Ikhbariaty Kautsar Qadry; Awi Dassa; Umrah Azizah Azis
Infinity: Jurnal Matematika dan Aplikasinya Vol. 3 No. 1 (2022): Terbitan kelima Tahun 2022
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill pada kelas VIII SMP Negeri 2 Barombong. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dirancang untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill. Teknik pengumplan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes Higher Order Thinking Skill yang berjumlah 3 soal. Wawancara dilakukan untuk lebih menggali kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa dengan melakukan kesalahan yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 siswa yang memiliki kesalahan fakta, 1 siswa memiliki kesalahan konsep, 1 siswa memiliki kesalahan prinsip, dan 1 siswa memiliki kesalahan operasi, dalam melakukan kesalahan adalah siswa kurang latihan untuk soal cerita, siswa keliru dengan pertanyaan soal, siswa tidak mengerti dengan bentuk soal, siswa kurang teliti dalam mengoperasikan bilangan, siswa tidak mengerti dengan materi yang ada pada pada soal, siswa beranggapan bahwa kesimpulan akhir tidak penting dalam menyelesaikan soal cerita.
Peningkatan Literasi TIK Guru Matematika melalui Pelatihan Perancangan Gim Digital Sederhana Awi Dassa; Syahrullah Asyari; Muhammad Husnul Khuluq
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 2: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.542 KB)

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilakukan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kabupaten Takalar. Program ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan guru terkait pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, serta (2) meningkatkan keterampilan guru dalam merancang gim matematika sederhana. Untuk mencapai tujuan tersebut, PKM ini dibagi ke dalam dua agenda utama, yakni: (1) pelatihan dan (2) pendampingan. Kegiatan pelatihan diselenggarakan secara daring melalui video konferensi, sementara kegiatan pendampingan dilakukan melalui WA dengan bantuan video tutorial dan buku panduan perancangan gim matematika sederhana melalui aplikasi quizizz yang telah disediakan. Melalui kegiatan ini, pengetahuan guru terkait ragam kegiatan yang dapat mereka lakukan dengan gim sederhana, khususnya aplikasi quizizz, menjadi bertambah; selanjutnya, keterampilan guru dalam merancang gim sederhana juga meningkat. Hal ini terbukti dengan adanya produk-produk gim matematika yang berhasil mereka buat dengan variasi jenis soal yang lebih beragam selama kegiatan pelatihan dan pendampingan, serta dengan pengaturan gim yang lebih luwes.
Peningkatan keterampilan dan motivasi guru dalam merancang pembelajaran matematika berbasis proyek dan penguatan pendidikan karakter Awi Dassa; Said Fachry Assagaf; Muhammad Husnul Khuluq
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2019, No 10: PROSIDING 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.779 KB)

Abstract

This program aims to improve teachers’ skills and motivations in designing project based learning (PjBL) integratedwith character education (PPK) in their mathematics class. The activity was set in a workshop involving mathematics teachercouncils (MGMP) in Gowa regency. The agenda was divided into three, namely, 1) introduction to PjBL and PPK, 2) designingPjBL integrated with PPK in mathematics learning, and 3) socialization of scientific article publication of design implementationby teachers. Within this activity, the teachers-participants have succesfully presented seven designs of PjBL integrated with PPK,indicating their improved skills in the related aspect. In addition, reflection questionnaire shows 90.47% of the teachers believedif they could present and are willing to conduct PjBL integrated with PPK in their class. This shows a significant improvement inteachers’ motivations which was in the low category. Following this program, observations to teachers’ implementation of thedesigned lesson plan and coaching in publishing their implemented learning designs would be suggested to conduct.
Pengaruh Metode Probing Prompting Setting Kooperatif dalam Pembelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa Muhammad Shiddiqien Kuddus; R. Ruslan; Awi Dassa
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.303 KB) | DOI: 10.35580/imed9472

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengkaji: (1) hasil belajar siswa sebelum dan setelah diterapkan metode Probing Prompting setting kooperatif pada kelas eksperimen; (2) hasil belajar siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif pada kelas kontrol; (3) apakah metode Probing Prompting berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa kedua kelas; (4) seberapa besar tingkat hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode Probing Prompting. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA yang terdiri dari 6 kelas. Peneliti memilih dua kelas dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh dari hasil observasi dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis statistika deskriptif adalah: (1) rata-rata hasil pretest dan posttest siswa yang diajar dengan metode Probing Prompting setting kooperatif dan model pembelajaran koperatif berturut-turut adalah: (i) 3.18 dan 64.76; dan (ii) 3.42 dan 52.35; (2) peningkatan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode Probing Prompting sebesar 64.76 dalam kategori sedang. Hasil dari analisis statistika inferensial adalah: peningkatan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode Probing Prompting setting kooperatif lebih besar dari peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif.Kata Kunci: Probing Prompting, Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar.Abstract. This study is a quasi-experimental research that aims to identify: (1) student learning outcomes before and after applied cooperative Probing Prompting method in the experimental class; (2) student learning outcomes before and after applied cooperative learning model in the control class; (3) Probing Prompting method affected to student learning outcomes based on the increase of student learning outcomes from both classes; (4) the increase of mathematics learning outcomes of the students taught using Probing Prompting method. The population of this study is all students in grade X MIPA on six classes. The writer chose two classes using simple random sampling. The data were collected by using observation and test. The method of analyzing data used descriptive and inferential statistical analysis. The result of descriptive statistical analysis is (1) the average of pretest and posttest results of the students taught using cooperative Probing Prompting method and cooperative learning model are: (i) 3.18 and 64.76; (ii) 3.42 and 52.35; (2) the increase of mathematics learning outcomes of the students taught using Probing Prompting method is 64.76 classified as moderate category. The result of inferential statistical analysis is the increase of mathematics learning outcomes of the students taught using cooperative Probing Prompting method is greater than cooperative learning model.Keywords: Probing Prompting, Cooperative Learning, Learning Outcames.
Pengaruh Kemandirian Belajar, Kecemasan Matematika dan Prokrastinasi terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Alimuddin Alimuddin; Awi Dassa; Asri Ainun Amaliah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed32234

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post facto bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar, kecemasan matematika dan prokrastinasi terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 siswa kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Instrumen yang digunakan yaitu angket kemandirian belajar, angket kecemasan matematika, angket prokrastinasi dan tes prestasi belajar matematika Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemandirian belajar, kecemasan matematika dan prokrastinasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa, (2) kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa, (3) kecemasan matematika berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar matematika siswa, (4) prokrastinasi berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci: kemandirian belajar, kecemasan matematika, prokrastinasi, prestasi belajar matematika.This research is a quantitative study with an ex post facto approach aimed to determine the effect of learning independence, mathematics anxiety, and procrastination on mathematics learning achievement of SMP. The sample in this study was 98 students of class VIII SMP. The data collection techniqueused in this research is questionnaire and test. The instruments used are questionnaire learning independence, questionnaire mathematics anxiety, questionnaire procrastination, and test mathematics learning achievement. The data analysis used the multiple linear regression analysis. The result of the research shows that: (1) learning independence, mathematics anxiety, and procrastination jointly influence student's mathematics learning achievement, (2) learning independence had a positive effect on student’s mathematics learning achievement, (3) mathematics anxiety had a negative effect on mathematics learning achievement. Student’s, (4) procrastination has a negative effect on student’s mathematics learning achievement.Keywords: learning independence, mathematics anxiety, procrastination, mathematics learning achievement
Integrasi Numerasi pada Pelajaran Non-Matematika Awi Dassa; Said Fachry Assagaf; Syahrullah Asyari
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numeracy is currently the focus of elementary and middle school education in Indonesia. Strengthening numeracy should not only rely on mathematics classroom. Contributions from other lessons can also be usefull to strengthen students' numeracy skills. This article reports an investigation into 23 non-mathematics junior high school teachers in Takalar Regency, South Sulawesi in designing the integration of numeracy learning in their lessons. There are four lessons found in this activity, namely Indonesian Language, Natural Sciences, Social Sciences, and Arts and Culture lessons. It is expected that the results of this report can strengthen numeracy activities in various subjects at the junior high school level.