Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI SOSIAL PADA MASYARAKAT PEMUKIMAN TANEAN LANJANG DI KABUPATEN SUMENEP MADURA Saleh, Akhmad Muwafik
Jurnal Interaktif Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.62 KB)

Abstract

On human interaction, communication become effective medium which illustrate how they can understand and make reality. Every human result of masterpiece from interaction on their life and then it’s called with culture. Masterpiece result of culture comprehended as one of message which will send by human about how they make a meaning of live or reality look like settlement model. On that settlement model, human makes interaction and communication with each other. Recognition and understanding this pattern communication will be very benefit to see how the society producing and responding the message and do as according to culture value that are embraced.With the opinion, this research more instructed to describe how the communication pattern in society model settlement Tanean Lajang in Sumenep Regency, Madura. This research uses ethnography type to easily understand a problem from society point of view. This research  focuss on some aspect of ethnography categorize, for example: ways of speaking, Idea of the fluent speaker, speech community, Speech situation, and Speech event.This research makes conclusion that communication pattern what are embraced by Tanean Lajang society on communication pattern with based on family communication on emphasizing at the important of confirm family value aspect with limited by value of courtesy ethics. Social communication pattern on Tanean Lajang society also is colored by tendency of communications current which top down. Information in generally stream from surface or elite figure on Tanean Lajang, and then stream to ordinary citizen. Key words: Tanean Lanjang, social communication, communication pattern, ideal communicator, action and event of communication, ethnography.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MURID TUNA GANDA RUNGU WICARA DALAM PENYESUAIAN DIRI TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL DI USIA REMAJA (STUDI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA MURID TUNA GANDA RUNGU WICARA SMALB YAYASAN PUTRA PANCASILA MALANG) Illahi, Azizun Kurnia; Saleh, Akhmad Muwafik; Riani, Yuyun Agus
Jurnal Interaktif Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.62 KB)

Abstract

Doing self adaptation is not easy. It needs (a) long process. The self adaptation to the society cannot be separated from the interaction and communication process, within this research was called as interpersonal communication. Adaptation is not only needed by a person who has a normal sensory. But it is also needed by someone that has incomplete sensory capability, (such) as double disability mute and deaf.The theme of interpersonal communication of double sensory disability deaf and mute adaptation to the social environment was taken because the context of the double sensory disability people must do activities (like) normal people. It makes researcher want to know more about the daily living of those people who have sensory ability limitation. This research is interesting because the sources are people with double sensory disability. Besides, in this research the researcher is going to learn vocal non-verbal language and also symbolic language that has been used in their daily life.The type of research that will be used in this research is qualitative and using symbolic interaction as the approaches. For the first time, symbolic interaction was introduced by Herbert Blumer in 1962. Herbert Blumer said that words of symbolic interaction refered to the typical character from interaction that happen between human. The typicality especially in a fact that human interpret or define action between one another and not suddenly react without a reason or reciprocal. So, human interaction is mediated by the usage of symbols, by interpretation or defining meaning of others actions.     Based on the result of the research and the explanation also based on the matter point, this research could be concluded that double sensory disability people of deaf and mute, do activities as the people with no sensory disability. They can socialize with the society and have strong will to be success. The interaction and also interpersonal communication that being done help them to built their self concept. The most influential factor on their self adaptation is experience. Bad experience can cause bad personality and it could be happen at the opposite.Key words:  Symbolic interaction, interaction, interpersonal communication.
Perancangan Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Produk Air Minum Dalam Kemasan (Amdk) Q-Zulal Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Anang Sujoko; fariza yuniar rakhmawati; Akhmad Muwafik Saleh; Misbahuddin Azzuhri
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/2020.006.01.8

Abstract

Program ini dilandasi potensi usaha Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Q-Zulal yang dikelola Pondok Pesantren Nurul Haromain Kabupaten Malang.  Kendala pemasaran menjadi halangan produk Q-Zulal untuk dikonsumsi target segmen secara optimal. Pemasaran bertujuan untuk menumbuhkan relasi antara produk Q-Zulal dengan konsumen yang bertujuan mempertahankan pangsa pasar. Pemasaran dapat menciptakan dampak yang luar biasa jika dipadukan dengan komunikasi yang efektif dan efisien. Oleh karena itu perancangan strategi komunikasi pemasaran penting dilakukan. Pada era Industri 4.0 pemasaran bergerak pada marketing 4.0 yang menggabungkan interaksi perusahaan dengan pelanggan secara online dan offline.  Relasi yang humanis dengan pelanggan akan memperkuat customer engagement. Perumusan strategi komunikasi pemasaran terpadu produk Q-Zulal dilakukan melalui segmenting, targeting, dan positioning, analisis situasi dan analisis SWOT, kemudian perancangan alat promosi yang memadukan media tradisional dan media online.
Eksistensi City Branding ‘Pesona Delta’ dalam Membangun Image Kabupaten Sidoarjo Fadhilah, Rachma Ayu; Saleh, Akhmad Muwafik; Wardasari, Nilam
Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication Vol 3, No 3 (2022): Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.tuturlogi.2022.003.03.5

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana eksistensi city brand ‘Pesona Delta’ dalam membangun image Kabupaten Sidoarjo. Hal itu dikaji melalui upaya-upaya Disporapar Kabupaten Sidoarjo dalam menjaga eksistensi city brand dan persepsi masyarakat terhadap hasil aktivitas city brand tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan konstruktivis menggunakan teknik pengumpulan data survei, wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mendeskripsikan data temuan secara rinci. Hasil studi menunjukkan bahwa city branding ‘Pesona Delta’ masih aktif dan eksis sebagai identitas Kabupaten Sidoarjo. Kemudian, dalam pelaksanaannya juga berjalan sesuai dengan strategi yang direncanakan dengan terus berupaya untuk mengontrol persepsi (manajemen impresi) masyarakat terhadap citra Kabupaten Sidoarjo. Adapun manajemen impresi yang dilakukan cenderung menggunakan teknik self-promotion dengan melakukan publikasi pada media sosial dan media yang dicetak, dan exemplification dengan mengimplementasi city brand melalui penyediaan sarana, produk city brand, dan event daerah. Eksistensi juga dibuktikan dengan persepsi masyarakat yang sebagian besar sudah mengenali city brand ‘Pesona Delta’ sebagai identitas dari Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, masyarakat juga merasa bahwa keberadaan city brand ini dapat merubah citra seseorang terhadap Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih baik.
Pembekalan Public Speaking, Branding Pokdarwis Berbasis Masyarakat & Pelestarian Lingkungan Pantai Lombang Saleh, Akhmad Muwafik; Hakim, Andy Ilman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2xtsq263

Abstract

Pengembangan Sumber Daya Manusia di sektor pariwisata merupakan hal yang kini menjadi perhatian. Namun dalam implementasinya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sering kali menemukan tantangan dalam mengelola dan mengembangkan dan memasarkan destinasi wisata tersebut agar diminati oleh pengunjung. Akademisi memainkan peran penting dalam membantu Pokdarwis untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pengabdian ini dilakukan tidak hanya ditujukan untuk transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses empowerment berbasis penyetaraan peran antara akademisi dengan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) anggota Pokdarwis Pantai Lombang, terutama pada aspek public speaking dan social media branding. Pengabdian ini melibatkan ketua dan anggota Pokdarwis Pantai Lombang. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FDG), pemaparan dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial yang dilakukan oleh anggota Pokdarwis masih belum maksimal dan penerapan keterampilan public speaking juga belum sepenuhnya terimplementasikan dalam praktik pengelolaan destinasi wisata. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan lanjutan yang lebih intensif dan menggunakan pendekatan praktikal.
Optimizing Digital Marketing Product Strategy for MSMEs At Tanwir Study Members in Malang Saleh, Akhmad Muwafik; Hakim, Andy Ilman
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.1029

Abstract

The promotion of a creative economy based on transformative communication is a strategic effort that integrates economic, social, and cultural aspects through transformative communication processes. This approach aims to do more than just increase creative economy income; It also creates a space for dialogue that enables sustainable social transformation. In this context, transformative communication plays a central role as a medium that drives paradigm change among society. Participatory and inclusive communication allows diverse groups—including those marginalized—to participate in discussions and decision-making about the direction of the creative economy. Through in-depth interactions, communities can realize the previously neglected potential of local economies and begin to develop creative ideas that are relevant to their social and cultural environment. The form of the result is a more transformative concept of creative economy development, fully involving the community in the process of economic advancement in question. This process focuses not only on the development of individual skills, but also on the creation of collaborative networks that strengthen the creative economy ecosystem. Collaboration between artists, entrepreneurs, communities, and governments sparked local innovations that were able to compete in a wider market, both nationally and globally. Transformative communication encourages people to view creativity no longer as a mere product, but as a tool for social change, economic empowerment, and the enforcement of cultural identity.
Pengembangan Model Bisnis dan Penerapan Manajemen Industri Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Skala Lokal Masyarakat Pesisir Arifianto, Endra Yuafanedi; Anandya, Asyifa; Saleh, Akhmad Muwafik; Sudjono, Hary
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 5 No. 01 (2025): Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Teknik Industri Un
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir yang bergabung dalam Kelompok Budidaya Ikan Benih Unggul Rusunawa Tambaan memiliki aktivitas bisnis bidang pembibitan dan penggemukan ikan tawar sebagai alternatif penghasilan bulanan. Mereka sudah terlatih dan teruji khususnya dalam budidaya ikan lele ditunjukkan dengan siklus panen yang sudah delapan kali sejak tahun 2021. Hasil panen terakhir masih sekitar 498 kg, untuk memenuhi kebutuhan pangan penghuni rusunawa sebanyak 196 KK. Secara matematis hasil panen baru bisa memenuhi kebutuhan ikan 2,5 kg/KK sekali panen. Secara filosofi kemampuan masyarakat menyediakan pangan sendiri skala lokal bisa dikatakan sebagai sebuah keberhasilan dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan atau swasembada pangan. Permasalahan saat ini adalah keterbatasan kemampuan dalam manajemen bisnis, belum ada perencanaan matang terkait visi, misi, tujuan organisasi yang detail, belum bisa membuat bisnis plan, keterbatasan dalam analisis bisnis dan keberlanjutan bisnis sehingga mempengaruhi pertumbuhan bisnis. Metode pelaksanaan untuk memecahkan permasalahan adalah dengan melaksanakan pelatihan dan pendampingan business coaching. Hasil temuan saintifik pendekatan keilmuan manajemen industri berhasil membantu kelompok masyarakat pesisir memiliki visi, misi organisasi yang lebih terarah, memahami proses perencanaan, pelaksanaan, dan peran kontrol dalam menjalankan bisnis plan, mampu menyusun model bisnis dengan pendekatan sembilan elemen dalam Business Model Canvas (BMC). Selain itu cita – cita Sustainable Development Goals (SDGs) bisa terwujud, khususnya SDGs Tanpa kemiskinan dan SDGs Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Mampu melaksanakan Asta Cita ke 2, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta Asta Cita ke 6 membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Pemberdayaan Masyarakat Rusunawa Tambaan melalui Pelatihan Inovasi dan Diversifikasi Produk Olahan Ikan Lele Bernilai Tambah Arifianto, Endra Yuafanedi; Saleh, Akhmad Muwafik; Anandya, Asyifa; Hafidzi, Rana Aliyya; Angestiana, Lu’lu Nadia; Silfiani, Firli Tri; Mukarromah, Rani Cahyatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2225

Abstract

The high national production of catfish has not been accompanied by sufficient diversification of value-added processed products, creating an urgent need for innovation at the community level. This community service program aimed to enhance the skills of residents of Rusunawa Tambaan specifically members of the Pokdakan Benih Unggul Rusunawa in producing innovative catfish-based products. The program employed a participatory approach consisting of three stages: preparation (needs assessment and training module development), implementation (socialization, demonstrations, and hands-on practice), and evaluation (pretest, posttest, observations, and interviews). The activity was conducted on 18 September 2025 and involved 20 participants from the local catfish farming group. Training materials included the production of frozen seasoned catfish in four flavor variants, smoked catfish, and catfish nuggets. Evaluation results indicated an average increase of 55% in participants’ knowledge scores after training, demonstrating successful skill transfer. High levels of enthusiasm, active engagement, and two-way interaction further supported the effectiveness of the participatory method. The program also offers novelty by integrating three types of processed products with multiple flavor variations within a single training session. Overall, the training strengthened community capacity to develop value-added catfish products and provided a practical foundation for enhancing the economic resilience of fishery-based households in urban settings.ABSTRAKProduksi ikan lele nasional yang tinggi belum diimbangi keberagaman produk olahan bernilai tambah, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian masyarakat di Rusunawa Tambaan ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota Pokdakan Benih Unggul Rusunawa dalam mengolah ikan lele menjadi produk inovatif. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu persiapan (survei kebutuhan dan penyusunan modul), pelaksanaan (sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung), serta evaluasi (pretest, posttest, observasi, dan wawancara). Kegiatan berlangsung pada 18 September 2025 dan melibatkan 20 peserta dari kelompok budidaya lele setempat. Materi pelatihan mencakup pembuatan lele bumbu beku dengan empat varian rasa, lele asap, dan nugget lele. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar rata-rata 55% setelah mengikuti pelatihan, mengindikasikan keberhasilan transfer keterampilan. Antusiasme peserta, interaksi dua arah, serta keterlibatan aktif dalam praktik menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif meningkatkan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini memiliki unsur kebaruan karena mengintegrasikan tiga jenis produk dan beberapa varian rasa dalam satu rangkaian pelatihan. Pelatihan diversifikasi produk olahan lele memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan pengolahan pangan serta membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat berbasis usaha perikanan di kawasan perkotaan.
Optimizing Digital Marketing Product Strategy for MSMEs At Tanwir Study Members in Malang Saleh, Akhmad Muwafik; Hakim, Andy Ilman
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.1029

Abstract

The promotion of a creative economy based on transformative communication is a strategic effort that integrates economic, social, and cultural aspects through transformative communication processes. This approach aims to do more than just increase creative economy income; It also creates a space for dialogue that enables sustainable social transformation. In this context, transformative communication plays a central role as a medium that drives paradigm change among society. Participatory and inclusive communication allows diverse groups—including those marginalized—to participate in discussions and decision-making about the direction of the creative economy. Through in-depth interactions, communities can realize the previously neglected potential of local economies and begin to develop creative ideas that are relevant to their social and cultural environment. The form of the result is a more transformative concept of creative economy development, fully involving the community in the process of economic advancement in question. This process focuses not only on the development of individual skills, but also on the creation of collaborative networks that strengthen the creative economy ecosystem. Collaboration between artists, entrepreneurs, communities, and governments sparked local innovations that were able to compete in a wider market, both nationally and globally. Transformative communication encourages people to view creativity no longer as a mere product, but as a tool for social change, economic empowerment, and the enforcement of cultural identity.