Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Buah Cempedak (Artocarpus champeden L.) sebagai Selai Inovatif untuk Mendukung Kemandirian UMKM Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor Niken Mardiani Mardiani; Ade Heri Mulyati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1111

Abstract

Tim PPK Ormawa HIMASKA mengembangkan inovasi produk olahan berbasis buah cempedak (Artocarpus champeden L.) dalam bentuk selai sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Selama ini, buah cempedak di desa tersebut hanya dipasarkan dalam bentuk segar dan belum memiliki nilai tambah melalui diversifikasi produk. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan, trial and error pembuatan produk, serta uji organoleptik yang melibatkan masyarakat, dosen pendamping, dan tim pelaksana. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui pembentukan kelompok UMKM “Si Cempedak”, sosialisasi, edukasi, serta pelatihan produksi, promosi, dan pemasaran. Hasil uji coba menunjukkan bahwa selai cempedak memiliki rasa manis dengan aroma khas yang kuat, tekstur kenyal, serta warna kuning-oranye yang menarik. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan anggota UMKM terkait pengolahan dan pengembangan produk turunan cempedak. Dengan demikian, selai cempedak berpotensi menjadi produk unggulan UMKM lokal dengan merek Cempie’s Jam, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi dan kemandirian masyarakat desa.
Program Pemberdayaan Petani Desa Sipak Melalui Penerapan Modern Farm Greenhouse Hidroponik Berbasis Nutrient Film Technique (NFT) Ersa Fitria Febiola; Ade Heri Mulyati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1113

Abstract

Program pemberdayaan petani di Desa Sipak melalui penerapan modern farm greenhouse berbasis nutrient film technique (NFT) dilaksanakan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Desa Sipak masih didominasi oleh praktik pertanian konvensional yang bergantung pada musim, sehingga rentan gagal panen dan biaya produksi tinggi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka Program PPK Ormawa Universitas Pakuan dengan pendekatan participatory rural appraisal (PRA) untuk menumbuhkan keterlibatan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi persiapan (survei kebutuhan, perancangan instalasi, persemaian), pembangunan greenhouse dan instalasi NFT, monitoring parameter teknis (pH, EC, suhu, debit aliran), serta evaluasi berkala. Hasil implementasi menunjukkan keberhasilan pembangunan sistem hidroponik NFT yang efisien, hemat air, dan ramah lingkungan. Tingkat keberhasilan persemaian mencapai lebih dari 90%, sementara monitoring rutin mampu menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman. Selain peningkatan teknis, program juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan, promosi digital, serta pengembangan kemasan produk. Dengan demikian, penerapan hidroponik NFT tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Program ini berpotensi direplikasi sebagai model pertanian modern berbasis teknologi sederhana dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pengolahan Biji Cempedak Untuk Mengurangi Limbah Organik dan Meningkatkan Perekonomian Desa Sipak, Kabupaten Bogor Mutiara Azzahra Bena Reall; Ade Heri Mulyati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1119

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat PPK Ormawa HIMASKA dilaksanakan di Desa Sipak, Kabupaten Bogor, untuk mengoptimalkan pemanfaatan biji cempedak yang selama ini menjadi limbah rumah tangga. Kegiatan mencakup observasi, survei, diskusi, pembentukan UMKM “Si Cempedak”, sosialisasi, produksi tepung, serta promosi dan pemasaran. Berdasarkan diskusi, potensi biji cempedak sebagai pangan lokal belum dimanfaatkan optimal. Melalui edukasi dan praktik langsung, masyarakat dilatih mengolah biji cempedak menjadi tepung melalui seleksi, pencucian, pengukusan, pengupasan, pengirisan, pengeringan, penggilingan, dan pengayakan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota UMKM, yang semula belum memahami pengolahan biji cempedak, menjadi mampu memproduksi tepung mandiri. Produk tepung biji cempedak bermerek Tepung Cempita dipasarkan lewat marketplace daring, media sosial, promosi cetak, serta etalase desa KAWIHSIPAK. Monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat serta keberlanjutan program dalam mendukung perekonomian desa. Dengan demikian, program ini tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Cempedak Menjadi Keripik Cempe Bite Bernilai Ekonomis di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor Bunga Citra Ananda; Ade Heri Mulyati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1120

Abstract

Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, memiliki potensi lokal berupa buah cempedak (Artocarpus champeden) dengan produksi yang cukup melimpah. Selama ini pemanfaatan buah hanya terbatas pada daging buah, sementara kulitnya terbuang dan menimbulkan limbah. Melalui program PPK Ormawa, dilakukan inovasi pengolahan kulit cempedak menjadi produk keripik “Cempe Bite” sebagai upaya diversifikasi pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan survei potensi, trial and error formulasi produk, pembentukan kelompok masyarakat, sosialisasi dan pelatihan produksi, hingga evaluasi mutu serta strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit cempedak, keterampilan teknis dalam proses produksi dan pengemasan, serta munculnya antusiasme untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Uji organoleptik juga memperlihatkan tingkat penerimaan yang baik terhadap produk Cempe Bite dari aspek rasa, tekstur, dan aroma. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah organik, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mendukung terwujudnya desa wirausaha yang mandiri dan berdaya saing.
Optimalisasi Pemanfaatan Kotoran Ternak Untuk Produksi Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Solusi Pertanian Ramah Lingkungan dan Peningkatan Perekonomian Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor Ananda Syaqilla Zahrani Setiawan; Ade Heri Mulyati
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1121

Abstract

Tim PPK Ormawa HIMASKA melaksanakan program pemanfaatan limbah kotoran kambing melalui produksi pupuk organik cair (POC) di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap identifikasi masalah, sosialisasi, produksi, monitoring, dan evaluasi. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah melimpahnya limbah ternak yang menimbulkan dampak lingkungan dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber ekonomi. Melalui survei, edukasi, praktik pembuatan POC, serta uji coba pada sistem hidroponik, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi produk bernilai jual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan kemandirian masyarakat, ditandai dengan kemampuan memproduksi POC secara mandiri. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat identitas Desa Sipak sebagai desa wirausaha berbasis pertanian berkelanjutan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).