Indra Waluyohadi
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Analisis Perilaku Balok Komposit Berongga dengan Baja Cold-Formed Tipe Kanal Ganda C Berhadapan terhadap Variasi Tebal Selimut Beton M. Gary Irhami Azka El Syahroni; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi terkait pemanfaatan material dalam industri konstruksi telah mengalami perkembangan yang signifikan, mulai dari material yang ramah lingkungan hingga material yang efisien dan tahan lama. Saat ini, salah satu terobosan terbaru dalam pemanfaatan material adalah pengembangan penggunaan baja cold-formed. Menggunakan material profil baja cold-formed kanal ganda C80x30x9x0,75 yang disusun secara berhadapan pada struktur balok berdimensi 10 cm x 15 cm x 100 cm dengan menggunakan sambungan sekrup SDS (Self Drilling Screw) dan pelat sambung. Dimodelkan menggunakan software ABAQUS untuk mendapatkan nilai kapasitas lentur, tegangan-regangan, besar lendutan dan pola retak struktur balok dari pengaruh variasi tebal selimut beton sebesar 35 mm, 30 mm, 25 mm. Pengujian pada benda uji diberi kondisi tumpuan berupa sendi dan rol serta diberi beban terpusat pada tengah bentang balok yang diberikan secara bertahap dan terus meningkat hingga struktur balok tidak mampu lagi menahan beban. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan dengan variasi tebal selimut 30 mm memiliki kapasitas beban maksimum terbesar. Benda uji dengan variasi tebal selimut beton 25 mm merupakan benda uji yang mempunyai nilai kapasitas lentur terbesar yaitu 2.219 MPa atau sekitar 31.18% dibandingkan dengan variasi tebal selimut beton 35 mm. Pada benda uji variasi tebal selimut beton 25 mm memiliki nilai lendutan yang terkecil yaitu 9,78 mm atau sekitar 25.85% dibandingkan dengan variasi tebal selimut beton 35 mm. Kata Kunci: Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Lentur.
Studi Analisis Perilaku Kolom Pendek Komposit Berongga dengan Baja Cold Formed Tipe C Ganda Nabilah Elsa Azzar; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi merupakan salah satu hal penting agar sebuah negara dapat meningkatkan daya saing. Sektor konstruksi di Indonesia dewasa ini telah mengalami kemajuan, hal ini memicu peningkatan permintaan bahan konstruksi yang berkualitas dan memiliki daya tahan tinggi, salah satunya adalah baja cold-formed. Baja jenis ini memiliki keunggulan dalam ketahanan terhadap beban lateral, ketahanan terhadap gempa, dan kemampuan untuk membentuk struktur kompleks dengan berat yang relatif ringan. Baja cold-formed tipe C ganda dengan dimensi C80×30×90×0.75 yang dikompositkan dengan beton ke dalam struktur kolom pendek dengan variasi pada panjang kolom 400 mm, 500 mm, dan 600 mm. Dilakukan analisis pembebanan pada bagian atas kolom dengan jenis beban merata dengan peningkatan beban secara bertahap hingga struktur tidak dapat lagi menerima beban atau mengalami kehancuran. Dari hasil analisis didapatkan benda uji dengan panjang kolom 400 mm memiliki nilai tegangan dan regangan terbesar baik pada beton maupun baja cold-formed, diikuti dengan nilai kapasitas beban maksimum terbesar. Pola kegagalan yang terjadi pada semua benda uji yaitu kegagalan tekan akibat beban aksial. Kata Kunci : Kolom Pendek Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Software ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Beban Aksial, Perilaku Kegagalan Kolom.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Satu Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Destructive Test Bintang Tri Lolang Barnad; Indra Waluyohadi; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur yang cepat meningkatkan kebutuhan beton, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk meminimalkan dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Di perairan Indonesia, sebagian besar limbah terdiri dari EPS yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat beton dan limbah lingkungan, namun cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk mengatasi kelemahan EPS yang memengaruhi kekuatan beton. Lima jenis beton diuji, yaitu beton dengan 25% EPS, 50% EPS, 75% EPS, 100% EPS, dan beton kontrol yang menggunakan agregat kasar alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki modulus elastisitas dan kekuatan tekan yang lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan compression testing machine dan extensometer sebagai metode pengujian.  Kata Kunci: Expanded polystyrene, Destructive test, Beton ringan
Analisis Perbandingan Konfigurasi Rangka Jembatan Baja Tipe Warren Truss Dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe Warren Dan K-truss Pamungkas, Paulus Alexander; Indra Waluyohadi; Ir. Sugeng Prayitno Budio, MS., IPU., AU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan struktur vital dalam infrastruktur transportasi yang berperan penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi. Efisiensi desain jembatan, khususnya dalam konfigurasi rangka, menjadi faktor krusial dalam mengoptimalkan kekuatan struktur serta menekan biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja struktur antara jembatan rangka baja tipe Warren Truss dengan konfigurasi rangka gabungan Warren Truss–K-Truss. Fokus utama penelitian ini adalah pada aspek lendutan, efisiensi struktur berdasarkan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), dan kebutuhan total berat material baja. Model struktur dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan mengacu pada SNI 1725:2016, dengan beban yang terdiri dari berat sendiri dan beban lajur “D”. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan Warren Truss–K-Truss menghasilkan lendutan yang lebih kecil (4,00 mm) dibandingkan konfigurasi Warren Truss konvensional (4,19 mm). Selain itu, konfigurasi gabungan menunjukkan nilai DCR rata-rata yang lebih efisien untuk elemen tarik (9%) meskipun lebih tinggi pada elemen tekan (21,5%) dibandingkan Warren Truss (12% tarik dan 18% tekan). Dari segi material, konfigurasi gabungan berbobot total 241,43 ton, lebih ringan dibandingkan Warren Truss yang berbobot 285,99 ton. Temuan ini menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan tidak hanya memberikan performa struktural yang baik, tetapi juga lebih efisien dalam penggunaan material. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain jembatan yang optimal, khususnya dalam konteks kompetisi akademik dan aplikasi praktis di lapangan.  
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang Terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Beton dengan Menggunakan Metode Non-Destructive Test Dimas Satria Dwi Putra; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan agregat kasar menyebabkan eksploitasi sumber daya alam, sehingga Recycled Coarse Aggregate (RCA) menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan, meskipun memiliki porositas dan daya serap tinggi serta kekuatan mekanik rendah. Penelitian ini menggunakan pelapisan (coating) RCA dengan geopolimer berbasis fly ash tipe C menggunakan larutan NaOH 12M dan Na₂SiO₃ (rasio 1:2,5) dan solid-liquid ratio 2:1, dengan variasi jumlah lapisan 1, 2, dan 3 serta perendaman selama 5 menit tiap lapisan. Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak lapisan coating, mutu agregat semakin baik, ditunjukkan oleh penurunan penyerapan air dari 6,24% (RA) menjadi 5,38% (RAC1), 4,36% (RAC2), dan 3,65% (RAC3), serta peningkatan berat isi dari 1,36 gr/cc menjadi 1,37, 1,38, dan 1,40 gr/cc. Kuat tekan beton meningkat dari 18,08 MPa (RA) menjadi 23,47 MPa (RAC1) dan 25,87 MPa (RAC2), namun menurun menjadi 22,50 MPa (RAC3). Nilai cepat rambat gelombang (UPV) juga meningkat dari 3560,6 m/s (RA) menjadi 3618,8 m/s (RAC1) dan 3853,9 m/s (RAC2), lalu menurun menjadi 3756,1 m/s (RAC3). Penurunan performa pada tiga lapisan disebabkan oleh pelapisan berlebih yang membentuk zona lemah di antara agregat dan mortar, sehingga menurunkan efektivitas ikatan. Dengan demikian, dua lapisan coating geopolimer direkomendasikan sebagai jumlah optimal untuk meningkatkan kualitas RCA dan kinerja beton secara menyeluruh. Kata kunci : Recycled Coarse Aggregate (RCA), geopolymer coating, Non Destructive Test, Sonic Rebound (SONREB)
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Putri Macdha, Fadya; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) dari limbah beton menjadi alternatif berkelanjutan untuk menggantikan agregat alami. Namun, tingginya porositas dan keberadaan mortar lama yang menempel menurunkan kualitas RCA. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan pelapisan menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash. Geopolimer ini dibuat dari campuran larutan NaOH 12 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio 1:2,5 serta solid-liquid ratio sebesar 2. Pelapisan dilakukan dengan metode perendaman selama lima menit, dengan variasi jumlah lapisan yaitu satu, dua, dan tiga. Penambahan jumlah lapisan geopolimer terbukti menurunkan nilai penyerapan RCA dari 6,24% (RA) menjadi 3,64% (RAC 3), serta meningkatkan berat isi dari 1,36 g/cm³ (RA) menjadi 1,40 g/cm³ (RAC 3). Kuat tekan tertinggi dicapai pada beton RAC2 sebesar 31,19 MPa, sementara pada RAC3 terjadi penurunan. Nilai modulus elastisitas beton RAC 2 juga tercatat paling tinggi di antara semua variasi RCA, yaitu sebesar 30.282,45 MPa, namun mengalami penurunan pada RAC3 menjadi 27.964,63 MPa. Berdasarkan hasil pengamatan SEM dan EDX, penurunan ini dapat disebabkan oleh retakan pada lapisan geopolimer serta reaksi geopolimerisasi yang tidak berlangsung optimal akibat overcoating. Dengan demikian, semakin banyak jumlah lapisan geopolimer dapat meningkatkan kualitas agregat daur ulang, namun pelapisan sebanyak dua kali memberikan hasil yang paling optimal terhadap peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Kata kunci : Recycled Coarse Agreggate (RCA), Coating Geopolimer, Kuat Tekan Beton, Modulus Elastisitas Beton.
Pengaruh Pengunaan Recycled Coarse Aggregate ( RCA ) yang di Coating dengan Geopolimer Terhadap Modulus ElastisitasBeton Rajagukguk, Juan Rifki Timotius; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung maupun infrastruktur di Indonesia semakin berkembang,  sehingga menyebabkan permintaan akan material konstruksi semakin tinggi, baik  berupa semen, agregat kasar, maupun agregat halus. Pada umumnya pada dunia  konstruksi untuk agregat kasar dan halus, menggunakan material-material alami,  seiring dengan berjalannya waktu sumber daya alam Indonesia akan habis apabila  terus-menerus digunakan untuk material pembangunan, oleh sebab itu perlu  adanya langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan material tersebut. Melalui kajian yang telah disebutkan, dilakukan penelitian dengan menggunakan  metode deskriptif kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan pengambilan data  umum maupun teknis sehingga menghasilkan kesimpulan berdasarkan angka angka yang di dapat. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan berat isi rata-rata agregat kasar daur ulang  (RCA) sebesar 1393,62 kg/m3. Untuk nilai berat isi rata-rata agregat kasar daur  ulang (RCA) dengan variasi molaritas NaOH dan Solid-Liquid Ratio yaitu M8,  M10, M12, dan M14 berturut-turut sebesar 1329,26 kg/m3, 1315,04 kg/m3,  1358,18 kg/m3, dan 1306,51 kg/m3. Setelah dilakukan coating, berat isi agregat  meningkat menjadi sebesar berturut-turut 1438,60 kg/m3, 1384,97 kg/m3,  1425,71 kg/m3, dan 1385,44 kg/m3. Hal ini dapat diartikan bahwa RCA setelah  ditambahkan coating akan menambah berat isi, namun penambahannya tidak  signifikan.  Kata kunci : RCA, Modulus Elastisitas, Beton