Astuti Astuti
Department Of Physics, Faculty Of Sciences And Mathematics, Andalas University, Padang|Andalas University|Indonesia

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SINTESIS KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN UNTUK PEMURNIAN AIR GAMBUT Suci Miza Marta Ulfia; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.736 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.4.255-261.2014

Abstract

ABSTRAKTelah disintesis karbon aktif dari kulit durian dengan aktivator kalium hidroksida (KOH). Bentuk dan ukuran pori karbon aktif serta kemampuan dalam mengadsorbsi Fe pada air gambut dapat dilihat dari pengaruh konsentrasi KOH. Karbon aktif dikarakterisasi untuk mengetahui bentuk dan ukuran porinya dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Dari hasil karakterisasi didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi KOH, semakin besar juga ukuran pori yang didapat yaitu pada konsentrasi 35% dengan ukuran pori 8,41 μm. Hasil penelitian menggunakan Atomic Absorbsion Spectrophotometry (AAS) menunjukkan bahwa kadar besi menurun seiring dengan meningkatnya ukuran pori. Hasil kadar besi yang terkecil pada konsentrasi KOH 35% sebesar 0,36 mg/L hampir mendekati batas ambang air layak konsumsi yaitu 0,3 mg/L. Nilai konduktivitas listrik diperoleh sebesar 0,072 mS/cm pada konsentrasi KOH 35% masih berada di atas batas ambang konduktivitas air layak konsumsi yaitu 0,055 mS/cm.Kata kunci : Kulit durian, kalium hidroksida (KOH), adsorbsi FeAbstractThe syntesis active carbon from kingfruit shell used kalium hydroxyde (KOH) as activator has been done. The research determined effect of KOH consentration to morphology, pore size and performance of actived carbon to absorbs of ferrum in peat water. Morphology and pore size were examined by using SEM. Characterization show that increasing of KOH consentration caused an increase in the pore size are 8,41 μm in KOH consentration 35%. Atomic Absorbsion Spectrophotometry (AAS) results shows that in decreasing ferrum consentration caused by increasing pore size. KOH 35% give lowest in content ferrum is 0.36 mg/L and almost approaching the threshold water is 0.3 mg/L. Electrical conductivity is 0.072 mS/cm in KOH consentration 35% and still above the threshold  conductivity of water for consumed is 0.055 mS/cm.Keywords : Kingfruit, kalium hydroxyde (KOH), adsorbtion of ferrum
Karakterisasi Sifat Optik Nanopartikel ZnO didoping Mn Menggunakan Metode Sol-Gel Virrisya Virrisya; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.335 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.308-314.2019

Abstract

Karakterisasi sifat optik nanopartikel ZnO didoping Mn menggunakan metode sol-gel telah diteliti. Nanopartikel ZnO disintesis dengan variasi konsentrasi doping Mn sebesar 0%, 5%, 15%, 20%, dan 25%. Nanopartikel ZnO dikarakterisasi dengan X-Ray diffraction untuk diketahui struktur dan ukuran kristalnya. Struktur kristal nanopartikel ZnO yang didapatkan dari penelitian adalah hexagonal wurtzite dengan ukuran kristal untuk masing-masing variasi doping Mn berturut-turut yaitu 26,01 nm; 27,14 nm; 26,01 nm; 15,60 nm; dan 26,01 nm. UV-Vis spectrometry digunakan untuk karakterisasi celah pita energi dari nanopartikel ZnO. Nilai energi gap untuk masing-masing variasi konsentrasi doping­ Mn berturut-turut yaitu 3,03 eV; 2,71 eV; 2,56 eV; 2,5 eV dan 2,5 eV. Berdasarkan hasil penelitian, nilai energi gap nanopartikel ZnO semakin kecil dengan penambahan doping Mn. Karakterisasi sifat photoluminescence nanopartikel ZnO dilakukan dengan spectrometry photoluminescence, didapatkan 5 puncak emisi untuk seluruh variasi doping Mn yaitu dengan panjang gelombang, 349 nm, 361 nm, 395 nm, 423 nm dan 461 nm.Kata kunci: nanopartikel, ZnO, doping, sol-gel.
Sintesis Komposit TiO2/Karbon Aktif Berbasis Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Menggunakan Metode Solid State Reaction Yuliani Arsita; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.978 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.268-272.2016

Abstract

Nanokomposit TiO2/karbon telah disintesis menggunakan metode solid state reaction. Sintesis dilakukan pada variasi persentase massa karbon 20, 40, 60, 80 dan 100%. Nanokomposit dikalsinasi pada suhu 400oC dan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS and LCR meter. Profil SEM menunjukkan TiO2/karbon tersusun oleh partikel-partikel yang kecil hampir mendekati skala nanometer. Ukuran partikel terkecil dimiliki oleh sampel dengan persentase massa karbon 60%, yaitu berkisar 158 nm. Konduktivitas listrik sampel untuk masing-masing persentase karbon secara berurutan adalah 2,14×10-3 S/m; 8,47×10-3 S/m; 1,29×10-2 S/m; 5,92×10-3 S/m dan 1,82×10-3 S/m. Konduktivitas listrik TiO2/karbon tertinggi dimiliki sampel dengan persentase karbon 60% yaitu 1,29×10-2 S/m. Konduktivitas TiO2/karbon lebih tinggi dibandingkan TiO2 yaitu 6,03×10-3 S/m.Kata kunci : konduktivitas, metode solid state reaction, nanokomposit
Sintesis Nanokomposit PAni/Fe3O4 Sebagai Penyerap Magnetik Pada Gelombang Mikro Erika Linda Yani Nasution; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 1 No 1: Oktober 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.164 KB) | DOI: 10.25077/jfu.1.1.%p.2012

Abstract

Nanokomposit PAni/Fe3O4 telah diteliti sebagai material penyerap gelombang mikro.  Dalam hal ini, PAni berperan sebagai matriks, sedangkan nanopartikel Fe3O4 berperan sebagai filler. PAni disintesis dengan menggunakan metode polimerisasi oksidasi secara kimia, sedangkan nanokomposit PAni/Fe3O4 disintesis dengan cara menyisipkan nanopartikel Fe3O4 dengan pencampuran secara mekanik kedalam matriks PAni.  Komposisi penambahan nanopartikel Fe3O4 pada PAni yaitu 0,1 g, 0,2 g, 0,3 g, 0,4 g, dan 0,5 g.  Karakterisasi nanokomposit PAni/Fe3O4 diuji dengan menggunakan LCR Meter, Magnetic Suseptibility Meter, dan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengujian VNA menunjukkan nilai Reflection Loss maksimum terjadi pada sampel B sebesar -53,7 dB pada frekuensi 8,74 GHz dengan nilai koefisien absorbsi sebesar 98,9% sedangkan nilai konduktivitas dan suseptibilitasnya adalah 0,99 x 10-3 S/cm dan 19,2 x 10-8 m3/kg.
PENGARUH KETEBALAN SERAT PELAPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL KOMPOSIT POLIESTER-SERAT ALAM Noni Nopriantina; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.357 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ketebalan serat pelepah pisang kepok (Musa paradisiaca) terhadap sifat mekanik material komposit poliester - serat alam.  Dalam penelitian ini digunakan metode hand lay-up untuk pembuatan spesimen komposit dengan mengacu pada ASTM D-4762 sedangkan karakterisasi kuat tekan mengacu pada ASTM D-695 dan kuat tarik mengacu pada  ASTM D-638 (GALDABINI 1987 series 32558). Analisis data dilakukan dengan melihat grafik hubungan antara ketebalan serat terhadap tekanan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kuat tekan komposit maksimum yaitu 12,92 N/mm2 pada penambahan serat dengan variasi ketebalan serat 0,70 mm namun kuat tarik komposit maksimum yaitu 2,53 N/mm2 pada penambahan serat dengan ketebalan 0,82 mm.
Sintesis Nanopartikel Magnesium Oksida (MgO) dengan Metode Presipitasi Novia Alvionita; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.697 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.89-92.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanopartikel Magnesium Oksida (MgO) dengan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis menggunakan Polietilen Glikol (PEG) yaitu PEG 2000 (sampel 1), PEG 4000 (sampel 2), dan PEG 6000 (sampel 3) sebagai template dengan suhu sintering 600 C selama 3 jam. Sampel dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui ukuran dan struktur kristal, sedangkan Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk mengidentifikasi morfologi permukaan sampel. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa ukuran kristal pada sampel 1, sampel 2 dan sampel 3 berturut-turut adalah 66,76 nm, 74,15 nm, dan 66,79 nm. Hasil SEM menunjukkan bahwa masih terdapat penggumpalan (aglomerasi) antar partikel MgO pada ketiga sampel. Semakin besar berat molekul PEG, maka semakin besar pula persentase puncak nanopartikel MgO yang dihasilkan. Kata kunci: nanopartikel MgO, polietilen glikol, presipitasi
SIFAT LISTRIK DAN OPTIK NANOKOMPOSIT EPOXY RESIN- TiO2 Hawariyi Ola Yuzria; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.504 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Penelitian tentang sintesis nanokomposit epoxy resin-TiO2 yang bertujuan untuk mengetahui sifat listrik dan optik epoxy resin murni dan epoxy resin dengan variasi penambahan TiO2 telah dilakukan. Karakterisasi sifat listrik dengan menggunakan LCR meter menunjukkan bahwa epoxy resin murni dan epoxy resin dengan variasi penambahan TiO2 0,1 %, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% memiliki nilai konduktivitas cukup kecil yaitu 23,30 x 10-9 S/cm, 30,01 x 10-9 S/cm, 28,47 x 10-9 S/cm, 27,11 x 10-9 S/cm, 26,00 x 10-9 S/cm dan 24,50 x 10-9 S/cm. Karakterisasi sifat optik dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa penambahan 0,5% TiO2 ke dalam epoxy resin dapat meningkatkan absorbsi terhadap panjang gelombang pendek dengan absorbsi maksimum pada panjang gelombang 325,95 nm sebesar 4,471 dan bersifat transparan pada panjang gelombang cahaya tampak dengan persentase transmitansi maksimum 0,0076%.  Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka nanokomposit ini dapat diaplikasikan sebagai pelapis anti korosi.
PENGARUH TEMPERATUR SINTERING KARBON AKTIF BERBASIS TEMPURUNG KEMIRI TERHADAP SIFAT LISTRIK ANODA BATERAI LITIUM Vamellia Sari Indah Negara; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.216 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKSintesis material anoda baterai litium telah dilakukan dengan bahan baku dari litium hidroksida (LiOH) dan karbon aktif. Pembuatan karbon aktif dilakukan menggunakan aktivasi kimia dari arang kemiri dengan temperatur aktivasi 600 oC dan H3PO4 2,5% sebagai aktivator. Karbon aktif dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS. Sintesis material anoda menggunakan metode sol-gel dengan variasi temperatur sintering 400 oC, 450 oC dan 500 oC. Material anoda dibuat dalam bentuk pellet dan dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, LCR meter dan Cyclic Voltammetry. Hasil SEM menunjukkan semakin tinggi temperatur sintering dihasilkan material yang lebih padat dengan pori-pori yang lebih kecil, sedangkan hasil XRD menunjukkan semua sampel memiliki fasa Li2CO3 dengan struktur kristal monoklinik. Konduktivitas listrik maksimum sebesar 1,0805x10-4 S/cm dan kapasitansi 198,6 μF yaitu pada sampel dengan temperatur sintering 450 oC.Kata kunci : baterai litium, arang kemiri, temperatur sinteringAbstractSynthesizing anode material of lithium battery has been done from lithium hydroxide (LiOH) and activated carbon. The manufacturing of activated carbon was done using chemical activation made fromcandlenut charcoal with an activation temperature was 600 °C and the activator was 2.5% H3PO4. Activated carbon was characterized using SEM-EDS. The anode material was synthesizedusing sol-gel method with variation of sintering temperature of 400 °C, 450 °C, and 500 °C. Anode material was manufactured in the form of pellets and characterized using SEM, XRD, LCR meters and Cyclic Voltammetry. SEM results show that thehigher sintering temperature, the denser material produced and the smaller pores size. The XRD results show that all samples haveLi2CO3 phase with monoclinic crystal structure. The maximum conductivity is 1.0805x10-4 S/cm and the capacitance is 198.6 μF at the sample with the sintering temperature of 450 °C.Keywords : lithium battery, charcoal hazelnut, sintering temperature
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK BAHAN NANOKOMPOSIT EPOXY-Titanium Dioksida Firmansyah -; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.668 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi sifat mekanik bahan nanokomposit epoxy-TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel TiO2 terhadap sifat mekanik epoxy resin. Nanopartikel TiO2 berperan sebagai filler pada matriks polimer epoxy resin. Karakterisasi kuat tekan dan kuat tarik material terhadap penambahan nanopartikel dilakukan dengan alat uji tekan merk Wekob 2153 Neu Wulmstorf dan alat uji tarik mini COM–TEN Testing Machine 95T Series. Secara umum sifat mekanik epoxy-TiO2 meningkat berdasarkan penambahan TiO2. Nilai kuat tekan dan kuat tarik optimum diperoleh pada perbandingan epoxy resin dan hardener adalah 100:50 dengan penambahan nanopartikel TiO2 mulai dari 2wt%TiO2 sampai 4wt%TiO2. Nilai kuat tekan maksimum diperoleh sebesar 8905,852 N/cm2 dan nilai kuat tarik maksimum sebesar 3363,7223 N/cm2.
Pengaruh Stabilisator Terhadap Ukuran, Morfologi, dan Fotoluminesensi Nanopartikel Seng Oksida yang Disintesis dengan Metode Sol-Gel Rizchi Aulia Utami; Astuti Astuti; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.658 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.1.39-44.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh stabilisator terhadap ukuran, morfologi dan fotoluminesensi nanopartikel ZnO yang disintesis dengan metode sol-gel.  Stabilisator yang digunakan adalah polietilen glikol (PEG), polivinil alkohol (PVA), dan polivinil pirolidin (PVP).  Nanopartikel ZnO dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM untuk melihat morfologi permukaan dan ukuran partikel, dan laser Nd:YAG untuk mengukur intensitas luminesensinya. Ukuran kristal ZnO tanpa stabilisator, ZnO ditambahkan PEG, ditambahkan PVA adalah 32,7 nm, sedangkan yang ditambahkan PVP adalah 38,5 nm. Struktur kristal dari semua sampel ZnO adalah heksagonal.  Citra SEM memperlihatkan bahan ZnO tanpa penambahan stabilisator memiliki ukuran partikel yang tidak seragam dan beraglomerasi, sedangkan untuk ZnO yang disintesis dengan penambahan stabilisator  ukuran partikelnya lebih seragam dam aglomerasinya berkurang. ZnO yang memiliki intensitas luminesensi paling kuat secara berturut-turut yaitu ZnO ditambahkan PEG, ZnO tanpa penambahan stabilisator, dengan penambahan PVA, dan penambahan PVP.  Intensitas puncak spektrum luminesensi tersebut terletak pada panjang gelombang 638,27 nm, 620,63 nm, 586,60 nm, dan 596,15 nm.Kata kunci: Intensitas luminisen, fotoluminisensi, stabilisator, aglomerasi, ZnO.