Astuti Astuti
Department Of Physics, Faculty Of Sciences And Mathematics, Andalas University, Padang|Andalas University|Indonesia

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SINTESIS NANOPARTIKEL SILIKA DARI PASIR PANTAI PURUS PADANG SUMATERA BARAT DENGAN METODE KOPRESIPITASI Rahma Hayati; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2383.39 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKSintesis nanopartikel silika telah berhasil dilakukan menggunakan metode kopresipitasi daripasir pantai Purus Padang Sumatera Barat. Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa pasir pantai Purus Kota Padang mengandungsilika sebesar 71%. Nanopartikel silika disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi, yaitu dengan cara merendam pasir dengan HCl 10M selama 12 jam, kemudian pasir direaksikan dengan NaOH 5M, 6M dan 7M. Larutan disaring kemudian dititrasi dengan HCl 10M sampai pH akhir mendekati 1. Hasil sintesis dikeringkan pada suhu 80ᵒC selama 5 jam. Berdasarkan hasil XRD ditemukan bahwa sampel yang disintesis dengan NaOH 5M mempunyai fasa amorf, sedangkan fasa kristal ditemukan pada sampel dengan konsentrasi NaOH 6M dan 7M, dengan ukuran kristal lebih kecil dari pada 50 nm. Sampel silika memiliki bentuk dan ukuran partikel yang cukup bervariasidengan ukuran partikel antara 25 nm dan 80 nm. Kata kunci : nanopartikel silika, kristal, amorf,kopresipitasi, XRD, XRF, SEMAbstractSynthesis of silica nanoparticles has been conducted by using the coprecipitation method from Purus coast sand ofPadang West Sumatera. XRF characterization results indicate that the Purus coast sand of Padang contains71%silica. Silica nanoparticles synthesized using coprecipitation method, where the sands are soaked in 10M HCl for 12 hours, then the sands are reacted with NaOH 5M, 6M and 7M. The solution is then filtered and titrated with 10M HCl until pH about 1 is reached. Synthesis results is dried at a temperature of 80 ᵒC for 5 hours. XRD result show that the samples which were synthesized with NaOH 5M has an amorphous phase, while the crystalline phase was found in the samples with concentrations of 6M and 7M NaOH, with crystalline sizes less than 50 nm. Samples of silica have various particlesshape that are from 25 nm to 80 nm. Keywords: silica nanoparticles, crystalline, amorphous, coprecipitation, XRD, XRF, SEM 
PENGARUH SUHU PADA PROSES SONIKASI TERHADAP MORFOLOGI PARTIKEL DAN KRISTALINITAS NANOPARTIKEL Fe3O4 Hari Gusti Firnando; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.023 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian mengenai pengaruh suhu pada proses sonikasi terhadap morfologi partikel dan kristalinitas nanopartikel Fe3O4 disintesis dengan metode kopresipitasi-sonikasi telah dilakukan. Nanopartikel magnetik disintesis dari batuan besi dengan metode kopresipitasi yang ditambahkan polietilen glikol (PEG-6000) dengan perbandingan massa 1 : 5.  Sampel selanjutnya disonikasi dengan variasi suhu sonikasi 500C, 600C, dan 650C. Ukuran kristal, dan distribusi diameter partikel dari nanopartikel ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisis pola difraksi sinar-x terdapat dua struktur yaitu kubik spinel dari magnetit (Fe3O4) dan heksagonal dari hematit (Fe2O3). Ukuran kristal semua sampel berkisar antara 93 nm - 110 nm dan ukuran partikel semua sampel berkisar antara 25 nm - 200 nm. Hasil SEM menunjukkan semakin tinggi suhu sonikasi, morfologi semua sampel semakin homogen dan rongga pemisah antara partikel lebih kecil.Kata kunci: Nanopartikel magnetik, kopresipitasi, PEG-6000, sonikasiABSTRACTThe research is about the effect of temperature on the process of sonication on particle morphology and crystallinity of Fe3O4 nanoparticles synthesized by coprecipitation-sonication method. Magnetic nanoparticle was synthesized from loadstone using coprecipitation method with addition of polyethylene glycol (PEG-6000) with comparison of mass i.e 1 : 5. The sample was sonicated with various of temperature  500C, 600C, and 650C. X-ray patterns analysis, show that two structures that are cubic spinel of magnetite (Fe3O4) and hexagonal of hematite (Fe2O3). The crystallite size of all samples are approximately from 93 nm - 110 nm. The particle size of all samples are approximately from 25 nm - 200 nm. The SEM images that higher of temperature sonication, morphology of all samples are semispherical shape and separation cavity of between particles are smaller. Keywords: magnetic nanoparticles, coprecipitation, PEG-6000, sonication 
Sintesis Nanopartikel Fe3O4 dari Batuan Besi Menggunakan Asam Laurat sebagai Zat Aditif Ayu Mairoza; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.932 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.283-286.2016

Abstract

Telah dilakuan sintesis nanopartikel Fe3O4 dari batuan besi menggunakan metode kopresipitasi dengan penambahan asam laurat sebagai zat aditif.  Variasi massa asam laurat yang diberikan adalah 0 g, 5 g,    10 g, 20 g, dan 30 g. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisasi morfologi permukaan sampel menggunakan SEM dan ukuran kristal menggunakan XRD.  Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukan ukuran kristal sampel tanpa penambahan asam laurat adalah sebesar 120 nm dan penambahan 10 g asam laurat adalah 46 nm. Hasil karakterisasi SEM menunjukan distribusi partikel yang paling seragam didapatkan pada sampel dengan penambahan asam laurat sebanyak 30 g dengan ukran partikel berkisar antara 58-77 nm.Kata kunci: asam laurat, kopresipitasi, nanopartikel Fe3O4
Sintesis Dan Karakterisasi Pigmen Hematit (α-Fe2O3) Dari Bijih Besi Di Jorong Kepalo Bukik Kabupaten Solok Selatan Menggunakan Metode Presipitasi Harmen Zanur; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.874 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.149-155.2017

Abstract

Penelitian ini berhasil mensintesis pigmen hematit (α-Fe2O3) dari bijih besi Jorong Kepalo Bukik, Kabupaten Solok Selatan. Uji kandungan material pada sampel dilakukan dengan metode XRF (X-Ray Fluorescence). Uji XRF  yang dilakukan pada sampel mentah, didapatkan  kandungan Fe 73,554 % dan  62,901 % Fe2O3. Sintesis menggunakan metode presipitasi dilakukan dengan 100 g bijih besi dicampur dengan 371 ml HCl dipanaskan pada temperatur 145 oC, kemudian direndam dengan NH4OH dan dibersihkan dengan aquades.  Campuran kemudian dikeringkan pada temperatur 150 oC dan dilakukan kalsinasi pada temperatur 500, 600, 700, dan 800 oC hingga membentuk serbuk hematit. Serbuk hematit dikarakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffractometer) dan colorimeter. Berdasarkan hasil XRD, hematit (α-Fe2O3) yang diperoleh dengan temperatur kalsinasi 500 oC dan 800 oC  mempunyai struktur dan ukuran kristal yang sama yaitu rhombohedral dan 64,8 nm. Hasil uji warna menunjukkan  bahwa hematit dengan temperatur kalsinasi 500 oC mempunyai nilai  L*a*b adalah 24,87; 4,31; 3,39, temperatur kalsinasi 600 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,02; 4,24; 3,04, temperatur kalsinasi 700 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,17; 4,56; 3,02, temperatur kalsinasi 800 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,31; 3,4; 2,17.Kata kunci: bijih besi, pigmen, α-Fe2O3, presipitasi
Pengaruh Penambahan Asam Laurat Terhadap Sifat Fisis dan Magnetik Nanopartikel Fe3O4 Rengga Adit Kurniawan; Astuti Astuti; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.785 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.362-367.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanopartikel Fe3O4 dari batuan besi menggunakan metode kopresipitasi dengan penambahan asam laurat sebagai zat aditif. Variasi massa asam laurat yang diberikan adalah 0, 35,40, 45, dan 50 g. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisasi morfologi permukaan sampel menggunakan SEM, ukuran kristal menggunakan XRD (X-Ray Difractometer) dan BartingtonMagnetic Susceptibility Meter (MS2B) untuk mengukur nilai suseptibilitas magnetik. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukan ukuran kristal semua sampel berturut-turutadalah54,4; 31,9; 29,5; 33; dan 20,2 nm. Hasil karakterisasi SEM (Scanning Electron Microscope) menunjukan distribusi partikel yang paling merata/seragam didapatkan pada sampel dengan penambahan asam laurat sebanyak 45 g dengan ukuran partikel berkisar antara 25-64 nm.Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik berturut-turut adalah 2757,1×10-8; 1479,0×10-8; 948,5×10-8; 3344,2×10-8; dan 1174,7×10-8 m3kg-1.Kata kunci: nanopartikel Fe3O4, kopresipitasi, asam laurat, suseptibilitas magnetik
Sintesis Nanokomposit Karbon-TiO2 Sebagai Anoda Baterai Lithium Aflahannisa Aflahannisa; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.062 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.357-363.2016

Abstract

Sintesis material anoda baterai lithium telah dilakukan dengan bahan baku dari karbon aktif dan titanium dioksida (TiO2). Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan mengaktivasi tempurung kemiri menggunakan larutan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan temperatur aktivasi 700 oC. Selanjutnya dibuat material anoda dengan menggunakan metode solid state reaction dengan variasi massa karbon aktif-TiO2 yaitu 5% : 95%, 10% : 90%, 15% : 85% dan 20% : 80%. Material anoda dibuat dalam bentuk pellet dan dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, LCR Meter dan Cyclic Voltammetry. Hasil SEM menunjukkan bahwa material anoda yang terbuat dari karbon aktif dan TiO2 tercampur hampir merata. Hasil XRD menunjukkan bahwa titanium dikosida (TiO2) memiliki struktur kristal yang sama yaitu Tetragonal dan karbon pada variasi massa karbon-TiO2 (20% : 80% dan 15% : 85%) memiliki struktur kristal Hexagonal sedangkan variasi massa karbon-TiO2 (10% : 90% dan 5% : 95%) memiliki struktur kristal Rhombohedral. Konduktivitas listrik tertinggi didapatkan pada variasi massa karbon-TiO2 (10%:90%) yaitu 1,11x10-7 S/cm dan kapasitansi tertinggi didapatkan variasi massa karbon-TiO2 (20%:80%).Kata kunci: baterai lithium, karbon aktif, TiO2, konduktivitas, kapasitansi
Pengaruh Lapisan Penyangga SnO2 dan ZnO Terhadap Sifat Optik Lapisan Tipis TiO2 Nora Zenestry Jaslia; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.405 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.33-38.2017

Abstract

Lapisan tipis TiO2, TiO2;ZnO, dan TiO2;SnO2 telah dideposisikan di atas kaca preparat dengan menggunakan metode spin coating. Serbuk SnO2 dibuat dengan melarutkan serbuk Sn dengan amonium hidroksida dan asam klorida. Larutan SnO2 dibuat dari serbuk SnO2 dengan mencampurkan larutan isopropanol dan etanol kemudian ditambahkan asam asetat. Larutan TiO2 dan ZnO dibuat dari serbuk TiO2 dan ZnO dengan mencampurkan monoethanolamine dan isopropanol. Larutan ZnO dan SnO2sebagai lapisan pertama dideposisikan terlebih dahulu diatas substrat kaca kemudian dilanjutkan larutan TiO2, dengan kecepatan yang sama yaitu 2500 rpm dan dikeringkan selama 30 menit pada temperatur 80 ˚C. Karakterisasi struktur kristal dan sifat optik (absorbsi dan energi gap) lapisan TiO2, TiO2;ZnO dan TiO2;SnO2 menggunakan XRD dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ukuran kristal dari ketiga sampel memilikiperbedaan yaitu TiO2 sebesar 63,64 nm, TiO2;ZnO sebesar 53,02 nm dan TiO2;SnO2 sebesar 79,08 yang dipengaruhi oleh pelarut. Penambahan lapisan penyangga menyebabkan energi gap mengalami penurunandimana sebelum penambahan lapisan penyangga energi gap TiO2 sebesar sebesar 3,2 eV, setelah penambahan lapisan penyangga energi gapmengalami penurunan yaitu 2,85 eV (TiO2;ZnO), dan (TiO2;SnO2) 3 eV. Kata kunci: energi gap, spin coating, TiO2, ZnO, SnO2, ukuran kristal,
Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Morfologi dan Jumlah Pori Karbon Aktif Tempurung Kemiri sebagai Elektroda Zudit Efendi; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.727 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.297-302.2016

Abstract

Telah dibuat elektroda dari karbon aktif tempurung kemiri (Aleurites molucanna) dengan H3PO4 2,5 % sebagai aktivator dengan suhu aktivasi 600 oC, 700 oC, dan 800 oC. Jumlah mesopori karbon aktif yang dihasilkan berturut-turut adalah 208, 2381, dan 942 pori. Luas permukaan pori karbon aktif adalah 444426,57 , 12910253,53, dan 3466400,00 nm2. Nilai konduktivitas listrik elektroda yang diperoleh adalah 0,02, 0,03, dan 0,04 µS. Untuk nilai kapasitansi adalah 9,44, 15,13, dan 8,76µF. Sehingga elektroda terbaik dihasilkan pada suhu aktivasi 700 oC.Kata kunci:  Cappacitive deionization, elektroda, H3PO4, Karbon aktif, mesopori, tempurung kemiri
Pengaruh Nanopartikel Titanium Dioksida Pada Resin Sebagai Material Transparan Anti UV dan Self Cleaning Laila Sari; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.498 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.1.%p.2013

Abstract

Penambahan nanopartikel TiO2 pada resin menggunakan metode pengadukan sederhana dengan variasi massa nanopartikel TiO2 diteliti untuk menghasilkan material transparan anti UV dan self cleaning material. Berdasarkan karakterisasi dengan lux meter diketahui bahwa semakin banyak massa TiO2 pada sampel semakin kecil intensitas cahaya setelah melewatinya, hal ini karena lebih banyak cahaya matahari diserap oleh TiO2. Sedangkan penurun sudut kontak tidak terlalu signifikan antara sebelum dan sesudah sampel dijemur. Nilai absorbsi maksimum diperoleh pada sampel dengan penambahan 0,04 gram TiO2 dengan puncak absorbsi pada panjang gelombang 291,96 nm sampai dengan 385,99 nm. Dari hasil karakterisasi dengan FTIR diketahui  terjadi ikatan antara nanopartikel TiO2 dengan resin pada bilangan gelombang 974,84 cm-1. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka material ini dapat dikembangkan untuk diaplikasikan sebagai material transparan anti UV.
Sifat Magneto-Elastisitas Ferogel dengan Filler Magnetik Fe3O4 yang Disintesis dari Batuan Besi Nadya Mayestika; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.442 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.1.53-59.2020

Abstract

Sintesis Fe3O4 sebagai filler material magnetoelastik ferogel dari batuan besi menggunakan metode kopresipitasi telah dilakukan. Ferogel disiapkan dari campuran PVA, air, dan gliserin sebagai matriks. Variasi massa filler yang diberikan yaitu 20%, 25%, dan 30%. Ferogel disintesis menggunakan metode freezing-thawing (beku-cair). Karakterisasi fasa dan ukuran kristal Fe3O4 menggunakan XRD (X-Ray Diffractometer). Karakterisasi morfologi dan ukuran partikel Fe3O4 menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Karakterisasi sifat magneto-elastisitas ferogel dilakukan dengan menguji pemuluran dan simpangannya ketika dipengaruhi medan magnet. Nilai suseptibilitas magnetik ferogel diukur menggunakan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. Hasil analisis XRD menunjukkan pola difraksi serbuk batuan besi yang sesuai dengan pola difraksi Fe3O4 sebesar 83% dari volume total dengan ukuran kristal sekitar 26,68 nm–78,08 nm. Hasil SEM menunjukkan distribusi partikel yang tidak merata dengan ukuran partikel Fe3O4 sekitar 33,47 nm–59,09 nm. Pemuluran dan simpangan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi filler. Simpangan dan pemuluran terbesar berturut-turut yaitu 4,5 cm dan 1,8 cm oleh ferogel dengan filler 30%. Nilai suseptibilitas ketiga sampel berturut-turut yaitu (815,2; 434,1; 970,2) ×10-8m3kg-1. Berdasarkan hasil karakterisasi, ferogel yang dihasilkan mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap medan magnet.  Synthesis of Fe3O4 as filler of ferrogel magnetoelastic materials from iron rocks has been conducted by using coprecipitation method. Ferrogel was prepared by mixing PVA, water, and glycerin as its matrix. Variations of filler mass were 20%, 25%, and 30%. Ferrogel was synthesized by using freezing-thawing method. Phase and crystal size of Fe3O4 were characterized by using XRD (X-Ray Diffractometer). Morphology and particle size of Fe3O4 were characterized by using SEM (Scanning Electron Microscopy). Magneto-elasticity properties of ferrogel were characterized by testing its elongation and distortion under the effect of the magnetic field. The values of magnetic susceptibility were measured by Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. The results of XRD show that diffraction patterns of iron rocks powders were matched to Fe3O4 patterns that was 83% of total volume and having a crystal size about 26.68 nm–78.08 nm. The results of SEM indicated that particles distribution is not uniform with Fe3O4 particle size is about 33.47 nm–59.09 nm. The elongation and distortion are equal with increasing concentration of filler. The highest elongation and distortion respectively are 4.5 cm and 1.8 cm by ferrogel with 30% filler. The results of magnetic susceptibility respectively are (815.2; 434.1; 970.2) ×10-8m3kg-1.