Astuti Astuti
Department Of Physics, Faculty Of Sciences And Mathematics, Andalas University, Padang|Andalas University|Indonesia

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SONIKASI TERHADAP STRUKTUR DAN MORFOLOGI NANOPARTIKEL MAGNETIK YANG DISINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI Betti Delmifiana; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.311 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh sonikasi terhadap struktur dan  morfologi nanopartikel magnetik yang disintesis dari batuan besi dengan metode kopresipitasi telah dilakukan.  Batuan besi diolah dengan metode kopresipitasi sehingga dihasilkan endapan, kemudian ditambahkan Polietilen Glikol (PEG-4000) dengan perbandingan 1 : 5.  Hasil ini selanjutnya diberi perlakuan tanpa sonikasi dan sonikasi selama 3 dan 4 jam. Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel yang dihasilkan terdiri dari dua struktur yaitu kubik spinel dari magnetit dan heksagonal dari hematit.  Ukuran kristal sampel berkisar antara 41,6 nm – 58,7 nm.  Hal ini membuktikan bahwa sonikasi berpengaruh terhadap struktur dan ukuran nanopartikel magnetik.  Hasil SEM menunjukkan semakin lama waktu sonikasi, ukuran nanopartikel semakin homogen dan penggumpalan semakin berkurang.
PENGARUH WAKTU AKTIVASI MENGGUNAKAN H3PO4 TERHADAP STRUKTUR DAN UKURAN PORI KARBON BERBASIS ARANG TEMPURUNG KEMIRI (Aleurites moluccana) Anggun Pradilla Sandi; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2737.914 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.2.115-120.2014

Abstract

ABSTRAKTelah disintesis karbon aktif berbasis tempurung kemiri menggunakan aktivator H3PO4 2,5% pada suhu 400 oC selama 30 menit.  Waktu  aktivasi divariasikan yaitu : 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam, dan 24 jam.  Pengaruh waktu aktivasi dianalisis dengan karakterisasi SEM dan XRD. Waktu aktivasi memberikan pengaruh terhadap struktur dan ukuran pori karbon. Secara umum, hasil XRD menunjukkan struktur atom karbon berbentuk struktur amorf.  Pori karbon aktif terkecil diperoleh pada waktu aktivasi 20 jam yaitu sebesar 0,57 µm dan menghasilkan jumlah pori yang paling banyak.Kata kunci: karbon aktif, waktu aktivasi dan pori karbon.ABSTRACTSynthesized of the activated carbon based of the charcoal hazelnut by using the activator of H3PO4 2,5% at temperature of 400 0C for 30 minutes has been done. Activation times were varied as 5 hours, 10 hours, 15 hours, 20 hours, and 24 hours. The effects of the activation time were characterized by using SEM and XRD.  Activation times give effect on the structure and pore size of the carbon.  Generally, XRD patterns show amorphous carbon atomic structure.  The smallest pore of activated carbon is found at 20 hours of activation time is about 0.57 µm and this sample produce hight quantities of pore.Keywords: activated carbon, activation time and carbon pore.
Sintesis Lapisan Tipis Semikonduktor dengan Bahan Dasar Tembaga (Cu) Menggunakan Chemical Bath Deposition Yolanda Oktaviani; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.839 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.1.%p.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap sifat optik dan kristalinitas lapisan tipis dengan bahan dasar Cu.  Lapisan tipis semikonduktor ini dibuat dengan menggunakan metode Chemical Bath Depositin (CBD), merupakan material yang dapat digunakan untuk membuat sel surya dengan biaya rendah. Lapisan tipis yang telah disintesis lalu dikarakterisasi menggunakan UV-Vis, XRD dan SEM.  Lapisan yang tidak rata menyebabkan ketebalan dari sampel berbeda sehingga penyerapan cahayanya (absorbansi) juga bervariasi.  Energi gap optimum diperoleh pada suhu 70oC sebesar 4,24 eV. Sampel ini memiliki struktur partikel berbentuk batang atau kubik dan berada pada fase amorf karena keteraturan kristal yang belum tersusun dengan rapi.
Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Sintesis Nanosilika dari Sinter Silika Mata Air Panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Metode Kopresipitasi Hendro Susilo; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.936 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.334-338.2016

Abstract

Nanopartikel silika telah disintesis dari sinter silika yang bersumber dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan dengan cara merendam sinter silika dengan HCl 10 M selama 12 jam dan direaksikan dengan NaOH 8 M, 9 M dan 10 M. Larutan disaring dan dititrasi dengan HCl 10 M hingga pH mencapai 1, kemudian dicuci dan dikeringkan dengan oven selama 5 jam dengan suhu 100 oC. Dari hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) didapatkan bahwa sampel yang direaksikan dengan NaOH 8 M dan 9 M, menghasilkan fasa kristal dengan ukuran kristal berturut-turut 224 nm dan 138 nm, sedangkan sampel dengan konsentrasi NaOH 10 M memiliki fasa amorf. Berdasarkan hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) didapatkan ukuran partikel rata-rata berturut-turut 506 nm, 245 nm, dan 202 nm.Kata kunci : nanopartikel, sinter silika, kristal, XRD, SEM
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MAGNESIUM OKSIDA (MgO) DENGAN VARIASI MASSA PEG-6000 Peni Alpionita; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.793 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi magnesium oksida (MgO) menggunakan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis dengan memvariasikan massa     PEG-6000 yaitu 0,5 g, 1 g dan 1,5 g pada suhu sintering 350 ºC. Sintesis nanopartikel MgO dengan penambahan PEG-6000 2 g dilakukan pada suhu sintering 350 ºC dan 500 ºC. Struktur kristal, ukuran kristal, morfologi permukaan dan distribusi diameter partikel dari nanopartikel ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa struktur kristal MgO berbentuk kubik dan morfologi permukaan MgO berbentuk bulat (spherical). Ukuran kristal semua sampel berkisar antara 51,01 nm – 72,27 nm dan ukuran partikel semua sampel berkisar antara 15 nm – 65,42 nm. Morfologi permukaan partikel dengan penambahan massa PEG-6000 2 g terlihat adanya        rongga-rongga antara partikel sehingga dapat mengurangi penggumpalan (aglomerasi) partikel apabila dibandingkan dengan penambahan massa PEG-6000 yang lebih sedikit yaitu 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g. Morfologi permukaan nanopartikel MgO yang disintering pada suhu yang lebih tinggi terlihat semakin homogen dan terdapat sedikit penggumpalan (aglomerasi) dibandingkan dengan sampel yang disintering pada suhu rendah. Kata kunci : MgO, presipitasi, PEG-6000, XRD, SEMAbstractThe synthesis and characterization of magnesium oxide (MgO) by precipitation method has been conducted. MgO nanoparticles was synthesized with mass variations of PEG-6000 0.5 g, 1.0 g and   1.5 g at sintering temperature of 350 ºC. Synthesis of MgO nanoparticles with PEG-6000 2 g was done at sintering temperature of 350 ºC and 500 ºC. Crystal structure, crystallite size, surface morphology and particle diameter distribution of these nanoparticles were characterized by X-Ray       Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM). X-ray patterns analysis, show that crystal structure of MgO are cubic shape and surface morphologi of MgO is spherical shape. The crystallite size of all samples are approximately from 51.01 nm – 72.27 nm. The particles size of all samples are approximately from 15 nm – 65.42 nm. Surface morphology of particles with mass addition of PEG-6000 2 g show the cavities between the particles so as to reduce agglomeration particles when compared with addition of PEG-6000 are less that 0.5 g, 1.0 g and 1.5 g. Surface morphology of MgO nanoparticles  were sintering at high temperature show more homogeneous and there is a little agglomeration compared with sampleswere sintering at low temperatures.Keywords : MgO, precipitation, PEG-6000, XRD, SEM
Sintesis Nanopartikel Y2O3:Eu Berintensitas Tinggi Didop Ion Litium dengan Menggunakan Metode Pemanasan Dalam Larutan Polimer Astuti -
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.13-17.2009

Abstract

Yttrium Nitrat Hexahidrat (Y(NO3)3.6H2O) yang di doping dengan Europium Nitrat Hexahidrat (Eu(NO3)3.6H2O) merupakan salah satu material yang menghasilkan luminesens berwarna merah yang stabil. Sintesis nanopartikel ini telah dilakukan dengan menggunakan metoda pemanasan sederhana dalam larutan polimer (Polietilen Glikol (PEG)) pada temperatur 1000C, dan konsentrasi doping 4% mol/mol. Pada jurnal ini juga akan dilaporkan pembuatan nanopartikel Y2O3:Eu dengan intensitas yang sangat tinggi. Intensitas yang sangat tinggi ini disintesis dengan cara menambahkan ion Litium, dalam penelitian ini digunakan LiOH. Hasil Photoluminescence menunjukkan intensitas maksimum pada panjang gelombang 612 nm, dengan menggunakan panjang gelombang 250 nm. Irradiasi nanokristal Y2O3:Eu dengan sinar Ultra Violet (UV) akan menghasilkan emisi warna merah yang didominasi oleh transisi 5D0 ke 7F2. Nanopartikel Y2O3:Eu ini menunjukkan intensitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan yang disintesis tanpa penambahan ion Litium. Ukuran kristal Y2O3:Eu berkisar dari 40-70 nm. Dari hasil yang diperoleh nanopartikel ini dapat diaplikasikan sebagai tinta luminesens
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP SINTESIS NANOPARTIKEL FE3O4 Astuti -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 4 No 1 (2012): March 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.4.1.20-25.2012

Abstract

Nanopartikel magnetik Fe3O4 disintesis dari destruksi batuan besi. Metode yang digunakan adalah metode kopresipitasi dengan menggunakan template PEG 4000. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pemanasan terhadap sifat nanopartikel magnetik yang dihasilkan, yaitu 3 jam, 4 jam, dan 5 jam pada temperatur 220 0C. Karakterisassi nanopartikel magnetik dilakukan dengan Magnetic Susceptibilitymeter, X-Ray Difractometer (XRD), dan Scanning Elektron Microscope (SEM). Berdasarkan hasil penelitian ini, waktu dan temperatur pemanasan berpengaruh terhadap kemagnetan, ukuran partikel, maupun ukuran kristal material magnetik Fe3O4 yang dihasilkan. Pemanasan dengan waktu yang optimum diperoleh pada 4 jam dengan ukuran kristal 20,86 nm dan ukuran partikel terkecil antara 36-46 nm dan suseptibilitas magnetnya 20427,96 m3 /kg. Sedangkan distribusi ukuran partikel sudah cukup seragam dan berbentuk bulat, sebagai pengaruh dari PEG 4000 yang berfungsi sebagai template dan mencegah terjadinya aglomerasi antar partikel.
PENGARUH KONSENTRASI CTAB DALAM SINTESIS NANOPARTIKEL TIO2 UNTUK APLIKASI SEL SURYA MENGGUNAKAN METODE SOL GEL Helga Dwi Fahyuan; Dahyunir Dahlan; Astuti -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 5 No 1 (2013): March 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.5.1.16-23.2013

Abstract

Sintesis nanopartikel TiO2 dari prekursol TiCl4 dan methanol dengan variasi penambahan surfaktan CTAB telah dilakukan dengan metode sol gel. Variasi penambahan konsentrasi CTAB dilakukan pada konsentrasi 0; 0,5; 1; 1,5 dan 2 mM. Karakterisasi XRD menunjukkan ukuran kristal TiO2 yang dihasilkanberturut-turut adalah 36,60; 32,15; 29,15; 30,11; 31,65 nm untuk variasi penambahan konsentrasi CTAB. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan CTAB mempengaruhi ukuran kristal dan terdapat konsentrasi CTAB optimum untuk memperkecil ukuran kristal yaitu pada penambahan 1 mM. Pengamatan tentang fase kristal menunjukkan bahwa sampel memiliki fase dominan yaitu fase anatase yang sesuai untuk aplikasi DSSC. Karakterisasi morfologi dilakukan menggunakan SEM, memperlihatkan morfologi yang berbeda untuk masingmasing konsentrasi CTAB.
PENGARUH PENAMBAHAN TEMBAGA (Cu) TERHADAP SIFAT LISTRIK POLIANILIN (PANi) Astuti Astuti
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 5 No 1 (2013): March 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.5.1.31-37.2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serbuk tembaga (Cu) terhadap nilai konduktivitas dan energi gap PANi-Cu. Pengukuran konduktivitas ini dilakukan dengan variasi suhu yaitu 298 K dan 373 K. Kenaikan suhu pada saat pengukuran menyebabkan peningkatan konduktivitas bahan tersebut. Konduktivitas pada suhu tertinggi yaitu 373 K dengan konduktivitas antara 4,46 x 10-4 S/cm - 8,92 x 10-4 S/cm untuk semua variasi konsentrasi serbuk tembaga yaitu 0,1; 0,3, dan 0,5 gr. Berbanding terbalik dengan energi gap, yaitu semakin banyak komposisi serbuk tembaga yang ditambahkan mengakibatkan penurunan energi gap pada komposit PANi-Cu. Nilai energi gap yang dihasilkan adalah 0,32-0,8 eV untuk semua variasi doping tembaga terhadap PANi.
Sintesis Lapisan Hidrofobik Komposit ZnO/PS-SiO2 untuk Aplikasi Self-cleaning Material Lailatul Marhamah; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1824.628 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.4.508-514.2022

Abstract

Sintesis lapisan hidrofobik komposit ZnO diberi doping polistirena (PS) dan SiO2 untuk aplikasi self-cleaning material pada substrat kaca tempered. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi SiO2 pada komposit terhadap perolehan nilai sudut kontak permukaan sampel. Variasi SiO2 yang diberikan berturut-turut 0,25 g, 0,5 g, 0,75 g dan 1 g. Metode yang digunakan dalam sintesis yaitu metode sol-gel dan pelapisan substrat dilakukan dengan metode dip coating. Substrat dilapisi sebanyak 12 kali pelapisan dengan ZnO dan 1 kali pelapisan dengan PS-SiO2. Pengujian sudut kontak dilakukan dengan mengambil foto (gambar 2D) air yang diteteskan di atas sampel menggunakan kamera DSLR Sony α 6000 lensa Fix 50 mm. Sudut kontak tetesan air diukur dengan ImageJ software dan diperoleh hasil sudut kontak tertinggi sebesar 122,36˚. Hasil sudut kontak menandakan permukaan bersifat hidrofobik. Ukuran kristal ZnO sebelum dan setelah diberi doping berdasarkan hasil XRD berturut-turut 23,22 nm dan 20,46 nm. Ukuran rata-rata partikel komposit berdasarkan hasil berbesaran citra SEM 50000 x terlihat oleh mata sebesar 400,43 nm. Berdasarkan nilai sudut kontak permukaan yang diperoleh, komposit ZnO/PS-SiO2 berpotensi digunakan sebagai material self-cleaning.