Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Faktor Pelemahan Neutron dari Berbagai Jenis Bahan untuk Aplikasi Moderator/Reflektor dan Batang Kendali Pada Reaktor Termal Mulya Prasetya; Mohammad Ali Shafii
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.635 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.208-214.2018

Abstract

Salah satu cara untuk menentukan sifat moderator dalam reaktor termal dari berbagai bahan adalah dengan menganalisis faktor pelemahan neutronnya. Analisis faktor pelemahan neutron dilakukan pada beberapa jenis bahan berbentuk slab satu dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat bahan yang cocok sebagai moderator dalam reaktor termal. Selain itu diperlihatkan juga bahan yang cocok sebagai batang kendali dan reflektor. Biasanya sifat-sifat bahan tersebut ditentukan berdasarkan data tampang lintang serapan dan hamburannya, namun dalam penelitian ini ditunjukkan bentuk pola pelemahan neutronnya. Penelitian ini dilakukan secara simulasi komputasi yang menampilkan pola faktor pelemahan neutron dengan menggunakan software MATLAB. Ketebalan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 cm. Terdapat sepuluh bahan yang diteliti, yaitu air ringan (H2O), air berat  (D2O), grafit (C), berrilium (Be), boron (B), hidrogen (H), helium (He), natrium (Na), besi (Fe) dan deuterium (D). Data penampang lintang bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penampang lintang total bahan yang merupakan penjumlahan dari nilai penampang lintang serapan dan penampang lintang hamburan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pola faktor pelemahan neutronya bahan yang cocok sebagai moderator dan juga reflector adalah air ringan (H2O), air berat (D2O), grafit (C) dan berrilium (Be). Selain itu, pada penelitian ini diperoleh bahan yang cocok sebagai batang kendali adalah boron (B).Kata kunci: Faktor pelemahan neutron, moderator, reaktor termal, penampang lintang total
Analisis Kekritisan Lead-Cooled Fast Reactor (LFR) Berdasarkan Variasi Bahan Bakar (U-Zr dan UN-PuN) Lidia Munita; Mohammad Ali Shafii; Feriska Handayani Irka; Zaki Su'ud
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.873 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.1.80-83.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis kekritisan Lead-Cooled Fast Reactor (LFR) menggunakan program SRAC. Reaktor ini menggunakan Pb-Bi sebagai pendingin. Analisis kekritisan LFR dilakukan dengan menvariasikan jenis bahan bakar yaitu uranium-plutonium nitrida (UN-PuN) dan uranium-zirkonium (U-Zr). Parameter neutronik yang dianalisis adalah faktor multiplikasi neutron (keff). Pada penelitian ini digunakan metode shuffling. Metode shuffling digunakan agar reaktor dapat beroperasi tanpa pengayaan dan menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar. Teras reaktor dibagi menjadi 11 region arah radial. Sepuluh region pertama digunakan untuk menempatkan bahan bakar dan region ke-11 sebagai reflektor. Pada awal operasi reaktor, masing-masing region diisi dengan bahan bakar uranium alam yang telah di burn up terlebih dahulu. Setelah 10 tahun pembakaran, hasil burn up pada region 1 di shuffling ke region 2, hasil burn up region ke-2 di shuffling ke region 3, begitu seterusnya sampai hasil burn up region ke-9 di shuffling ke region 10 dan hasil burn up region ke-10 dikeluarkan dari teras reaktor sehingga region 1 dapat diisi dengan bahan bakar baru dan begitu seterusnya sampai 100 tahun operasi reaktor. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan bakar UN-PuN lebih optimal dibandingkan bahan bakar U-Zr. Hal ini ditunjukkan oleh nilai keff yang diperoleh pada bahan bakar UN-PuN lebih tinggi dibandingkan U-Zr untuk fraksi bahan bakar yang sama.Kata kunci : keff, LFR, SRAC, UN-PuN, U-Zr, strategi shuffing.
Distribusi Dosis Radiasi Foton Berdasarkan Variasi Kedalaman dan Luas Lapangan Penyinaran Pada Fantom Menggunakan Peawat Linac Tipe Clinac Cx Indria Wulandari; Mohammad Ali Shafii; Rico Adrial; Fiqi Diyona
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2301.553 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.89-96.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis distribusi dosis radiasi foton berdasarkan variasi kedalaman dan luas lapangan penyinaran pada fantom menggunakan pesawat Linac tipe Clinac CX. Pengukuran distribusi dosis radiasi dilakukan untuk menganalisis distribusi dosis radiasi foton pada tiap kedalaman dan luas lapangan penyinaran agar dosis pada target dan organ kritis dapat dilihat dan mendapatkan dosis yang optimal berdasarkan  kurva isodosis. Kurva isodosis dibuat menggunakan data Percentage Depth Dose (PDD) dan profile dose (PD) pada berkas foton 6 MV dan 10 MV pada  kedalaman 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan luas lapangan penyinaran 10x10 cm2, 15x15 cm2, 20x20 cm2, 25x25 cm2, 30x30 cm2, 35x35 cm2, 40x40 cm2. Metode yang digunakan dalam pengolahan data PDD dan PD menggunakan teknik interpolasi linear supaya memiliki interval yang sama yaitu 0,25, kemudian menggunakan teknik pembobotan untuk menghitung dosis radiasi di tiap titik menggunakan Matlab. Kurva PDD menunjukkan bahwa persentase dosis radiasi dipengaruhi oleh kedalaman dan  tidak dipengaruhi oleh luas lapangan penyinaran terhadap  nilai  dosis radiasi. Kurva isodosis yang terbentuk dipengaruhi oleh kedalaman, luas lapangan penyinaran dan energi radiasi. Semakin bertambah kedalaman, semakin menurun persentase dosis radiasi dan semakin datar kurva yang dihasilkan. Dosis radiasi meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran luas lapangan penyinaran
Long-Term Change in Characteristics of Cloud Vertical Structures Over Sumatra from Radiosonde Observations Lismalini Lismalini; Marzuki Marzuki; Mohammad Ali Shafii
Jurnal Ilmu Fisika Vol 13 No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.13.1.41-53.2021

Abstract

Study on the vertical structure of cloud in Indonesia in terms of climate change is still very limited. We investigated the long-term change in characteristics of cloud vertical structures over Sumatra from three radiosonde observation stations in this work. The cloud base height (CBH), cloud top height (CT), and the number of cloud layers were retrieved using relative humidity (RH) profiles from radiosonde observation. The height of the cloud base is determined by taking the height of the layer with relative humidity (RH) value > 84% with at least a 3% jump in the RH from the ground level. Sumatra’s most frequently observed cloud layer is a one-layer cloud with an average occurrence rate of > 60%, which is slightly larger than the one-layer cloud globally. The percentage of appearance values at the Padang station, Pangkal Pinang, and Medan are 63.58%, 69.50% and 66.05%. The appearance of low-level clouds also dominates in Sumatra compared to other cloud types. CT and CBH increase with the number of years including all seasons. This is in line with the increase in temperature in Indonesia reported by previous researchers. On the other hand, the clouds’ thickness, especially for the cloud with one layer, varies from one location to another. The thickness of clouds decreases at Padang station and does not change at Pangkal Pinang and Medan stations.
Rigid Procedure to Calculate the Melting Point of Metal Using the Solid-Liquid Phase (Coexistence) Method Artoto Arkundato; Wenny Maulina; Lutfi Rohman; Ratna Dewi Syarifah; Mohammad Ali Shafii
Jurnal Ilmu Fisika Vol 14 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.14.2.132-140.2022

Abstract

Melting point, particularly metal, is one of the important data for many applications. For developing new materials, adequate theories for melting point are very crucial. The determination of melting point using the popular phase-change curve method is very easy but usually overestimate. In current work, we determine the melting point of a pure metal (iron) using the method of solid-liquid phase coexistence. For this goal, molecular dynamics simulation was applied to obtain data of trajectories of atoms. Simulation (LAMMPS) and data analysis (OVITO) procedures are strictly applied to obtain the accurate melting point of iron based on the obtained trajectories data. For initial structure design of simulation, we used the ATOMSK program. The melting point of iron obtained using the phase change curve (PCC) method is about 2750 K < TPCC < 3250 K and using the coexistence phase (CP) method is TCP = 2325 K. A more accurate calculation needs to include defects factor in the simulated material and calculation. In this research we use the Morse potential to represent all of the atomic interaction among atoms of Fe material.
Effects of Land Cover Change and Deforestation on Rainfall and Surface Temperature in New Capital City of Indonesia Ramadani Safitri; Marzuki Marzuki; Mohammad Ali Shafii; Helmi Yusnaini; Ravidho Ramadhan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 6 (2022): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i6.2182

Abstract

Land cover change and deforestation have a significant impact on climate change. This study investigates the effect of land cover change and deforestation on surface temperatures and extreme rainfall in the New Capital City of Indonesia (IKN), particularly in Samboja and Sepaku Subdistricts, East Kalimantan Province. Land cover change and deforestation were analyzed from Landsat 5 TM, 7 ETM+, and 8 OLI satellite data during 2001-2020. Land cover is divided into four classes: built-up land, water bodies, vegetation, and agricultural area. Rainfall data were obtained from the Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM (IMERG) version 6 satellite, and extreme temperatures were taken from fifth-generation ECMWF reanalysis (ERA5) data. A significant decrease in vegetated land area is observed every year, followed by an increase in residential land and buildings (built-up area) and agricultural land. The highest rate of increase was observed in the area of ​​agricultural land. Such change is correlated with an increase in surface temperature in the IKN. The strongest correlation is shown by increased built-up area and agricultural land. The relationship between rainfall and land cover is weak, and the body of water shows a relatively strong relationship. The extreme number of very wet days (R95p), ​​consecutive dry days (CDD), and max 1-day precipitation (RX1day) rain index showed a decreasing trend during 2001-2020. However, the consecutive wet days (CWDs) index showed an increase. This needs to be a concern because consecutive precipitation extremes may cause more catastrophability than occasional extreme events.
Pengelolaan Laboratorium Bagi Guru-Guru Fisika dan Perancangan Laboratorium Percontohan di SMAN 2 Harau Dedi Mardiansyah; Afdhal Muttaqin; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Astuti; Sri Handani; Harmadi; Dahyunir Dahlan; Zulfi; Rahmad Rasyid; Marzuki; Mohammad Ali Shafii; Arif Budiman; Elvaswer; Mora; Wildian
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.253 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3632

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana dan prasarana pembelajaran fisika di sekolah untuk menarik pembelajaran dan mendorong motivasi siswa dalam belajar fisika. Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium biasanya dalam bentuk praktikum atau demonstrasi. Laboratorium harus dikelola dan direncanakan dengan baik agar fungsinya optimal sebagai sarana pembelajaran fisika. Hasil observasi di beberapa SMA yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota ditemukan permasalahan bahwa laboratorium tidak dikelola dengan baik sehingga keberadaanya tidak efektif. Siswa jarang diajak praktikum di laboratorium. Alat-alat praktikum yang sudah diperoleh dari Dinas Pendidikan jarang digunakan untuk kegiatan praktikum, sehingga banyak alat yang sudah rusak karena jarang dipakai. Penataan alat dan fasilitas di laboratorium cukup memprihatinkan, tidak tertata dengan rapi dan tidak di inventaris dengan baik. Guru fisika kesulitan dalam mengadakan praktikum karena tidak adanya modul praktikum/buku petunjuk praktikum. Oleh karena itu kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium kini dilaksanakan di ruang kelas dengan peralatan yang seadanya. Ini menyebabkan keberadaan laboratorium fisika tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika bagi guru-guru MGMP fisika yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar para guru fisika mampu mengelola laboratorium dengan baik sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum maupun proses pembelajaran. Rencana kegiatan PKM antara lain 1) Memberikan sosialisasi pengelolaan laboratorium, 2) Melakukan pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Melakukan diskusi pembuatan alat-alat praktikum dari peralatan sederhana, 4) Melakukan diskusi pembuatan modul praktikum/ buku petunjuk praktikum, dan 5) Melakukan monitoring awal dan lanjutan terhadap laboratorium dibeberapa sekolah yang berada di Kebupaten Lima Puluh Kota.
Pengelolaan Laboratorium Bagi Guru-Guru Fisika dan Perancangan Laboratorium Percontohan di SMAN 2 Harau Dedi Mardiansyah; Afdhal Muttaqin; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Astuti; Sri Handani; Harmadi; Dahyunir Dahlan; Zulfi; Rahmad Rasyid; Marzuki; Mohammad Ali Shafii; Arif Budiman; Elvaswer; Mora; Wildian
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3632

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana dan prasarana pembelajaran fisika di sekolah untuk menarik pembelajaran dan mendorong motivasi siswa dalam belajar fisika. Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium biasanya dalam bentuk praktikum atau demonstrasi. Laboratorium harus dikelola dan direncanakan dengan baik agar fungsinya optimal sebagai sarana pembelajaran fisika. Hasil observasi di beberapa SMA yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota ditemukan permasalahan bahwa laboratorium tidak dikelola dengan baik sehingga keberadaanya tidak efektif. Siswa jarang diajak praktikum di laboratorium. Alat-alat praktikum yang sudah diperoleh dari Dinas Pendidikan jarang digunakan untuk kegiatan praktikum, sehingga banyak alat yang sudah rusak karena jarang dipakai. Penataan alat dan fasilitas di laboratorium cukup memprihatinkan, tidak tertata dengan rapi dan tidak di inventaris dengan baik. Guru fisika kesulitan dalam mengadakan praktikum karena tidak adanya modul praktikum/buku petunjuk praktikum. Oleh karena itu kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium kini dilaksanakan di ruang kelas dengan peralatan yang seadanya. Ini menyebabkan keberadaan laboratorium fisika tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika bagi guru-guru MGMP fisika yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar para guru fisika mampu mengelola laboratorium dengan baik sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum maupun proses pembelajaran. Rencana kegiatan PKM antara lain 1) Memberikan sosialisasi pengelolaan laboratorium, 2) Melakukan pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Melakukan diskusi pembuatan alat-alat praktikum dari peralatan sederhana, 4) Melakukan diskusi pembuatan modul praktikum/ buku petunjuk praktikum, dan 5) Melakukan monitoring awal dan lanjutan terhadap laboratorium dibeberapa sekolah yang berada di Kebupaten Lima Puluh Kota.
Pengayaan Materi Pemanasan Global di SMA Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok Mutya Vonnisa; Dedi Mardiansyah; Marzuki Marzuki; Ramacos Fardela; Feriska Handayani Irka; Harmadi Harmadi; Arif Budiman; Dwi Puryanti; Dwi Pujiastuti; Sri Handani; Rahmat Rasyid; Imam Taufik; Astuti Astuti; Meqorry Yusfi; Mohammad Ali Shafii; Elvaswer Elvaswer; Mora Mora; Dahyunir Dahlan; Dian Fitriyani; Afdhal Muttaqin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9386

Abstract

Materi Pemanasan Global merupakan salah satu bagian dari Mata Pelajaran Fisika di SMA. Materi Pemanasan Global ini merupakan ilmu yang penting dan harus di kuasai oleh siswa-siswi jurusan IPA. Kegiatan pengabdian adalah memberikan pengayaan materi pemanasan global pada siswa-siswi kelas X SMA N 2 Gunung Talang. Tujuan kegiatan ini memberikan tambahan ilmu terkait dengan materi pemanasan global dan efek rumah kaca. Metode yang dilakukan adalah persiapan pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring evaluasi, pembuatan laporan akhir dan pembuatan luaran pengabdian. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Masyarakat mengenai pengayaan mata Pelajaran Fisika di SMA N 2 Gunung Talang yang dilaksanakan mulai dari bulan Oktober-Desember 2023. Dari hasil kegiatan ini dapat dilihat adanya peningkatan persentase penguasaan materi dari rata-rata 33,8% menjadi 68,4%.
Neutron Mean Free Path in the Slab Reactor Core using One-Dimensional Multi-group Diffusion Equation Nabila, Putri; Shafii, Mohammad Ali; Tongkukut, Seni Herlina J.
Computational And Experimental Research In Materials And Renewable Energy Vol 5 No 1 (2022): May
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/cerimre.v5i1.31566

Abstract

Analysis of the neutron mean free path in the slab reactor core has been carried out using one-dimensional multi-group diffusion equation. This study aims to determine the neutron mean free path in the slab reactor core with the neutron diffusion coefficient calculation using macroscopic cross-section data in the nuclear fuel cell level and the neutron flux distribution. The type of reactor used in this research is a fast reactor with nuclear fuel is uranium-plutonium nitride (U-PuN). The neutron mean free path is calculated for 70 energy groups of neutron by dividing the energy groups, namely the fast energy group, the intermediate energy group and the thermal energy group. The results showed that the neutron mean free path value for U-235 and Pu-239 fuels were obtained almost the same in all energy groups, namely in the fast energy group ranging from 0.11.10-2 to 0.17.10-2 cm, in the intermediate energy group 0.16.10-2 to 1.78.10-2 cm, and in the thermal energy group 0.4.0-2 to 8.04.10-2 cm. The neutron mean free path value for U-238 fuel is much smaller than that for U-235 and Pu-239 fuel, ranging from 0.03.10-2 to 0.36.10-2 cm. These results can be confirmed, because U-238 fuel is a fertile material. Keywords: Neutron mean free path, diffusion equation, neutron flux, slab reactor core