Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analysis of Contextual Problem Solving Ability of Three-Variable Linear Equation System Material Given Mathematical Disposition Ismiranda, Khoirina; Nurcahyo, Adi; Utami, Nida Sri
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 4 (2024): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v9i4.720

Abstract

This research aims to analyze students' difficulties related to mathematical dispositions and measure students' abilities in solving problems related to three-variable linear equation systems based on mathematical dispositions. Descriptive analysis methods are used in this qualitative research. All X-G students were given a mathematical disposition survey as part of the data collection process for this research. Three students were selected from each mathematical disposition category to take a test of their contextual problem-solving skills. Based on the results of the research, there were three groups of students in class X-G SMAN 1 TOROH, namely 3 students with high mathematics dispositions, 14 students with medium mathematics dispositions, and 16 students with low mathematics dispositions. Based on the analysis of answers and discussions, students with strong mathematical skills have excellent problem-solving skills because they meet three problem-solving indicators, namely making a problem-solving plan, implementing a problem-solving plan, and evaluating problems. Students have difficulty in the indicator of understanding problems because they are not used to writing what they know and what is asked. Students with a moderate mathematical disposition meet two indicators of problem-solving, namely creating and implementing a problem-solving plan, so they are in the moderate category in terms of problem-solving. Students with moderate mathematical dispositions also have difficulty writing the conclusion of the problem. Because students with low mathematical dispositions only fulfill one indicator, namely evaluating the problem, these students have problem-solving skills in the low category. In addition, students with low mathematical dispositions had difficulty in applying the formula.
Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa pada Pokok Bahasan Garis dan Sudut Ditinjau dari Kreativitas Belajar Siswa Kelas VII SMP di Kabupaten Sukohar Utami, Nida Sri
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.858 KB)

Abstract

Matematika membutuhkan kreativitas dalam mengeksplorasi masalah supaya tidak mereplikasi karya orang lain. Semakin tinggi tingkat kreativitas siswa, maka semakin bagus kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa adalah model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Kemampuan berkomunikasi matematika mempunyai korelasi yang signifikan dengan model pembelajaran TAI, karena siswa dilatih untuk saling menolong, berpendapat, berdiskusi, mempertajam pengetahuan, dan menghilangkan batasan-batasan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Tinungki : 2015). Dalam penelitiannya, Tinungki meneliti model pembelajaran TAI untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa dalam mata pelajaran probabilitas. Hernawati (2014) dalam penelitiannya menyatakan bahwa siswa yang dikenai model pembelajaran tipe TAI dengan lembar kerja bersetting Teori Belajar Bruner dapat meningkatkan prestasi belajar yang lebih tinggi daripada siswa yang dikenai model pembelajaran langsung. Nilai pelajaran siswa pada materi program linear yang diberikan model pembelajaran TAI lebih tinggi dibandingkan nilai siswa yang diberikan model pembelajaran langsung (Tilaar, 2014). Makalah ini akan membandingkan model pembelajaran Team Assisted Individualization ( TAI) dengan model pembelajaran Langsung pada mata pelajaran garis dan sudut, dengan sampel adalah siswa SMP di Kabupaten Sukoharjo kelas VII. Peneliti menggunakan 3 sekolah untuk penelitian,yaitu sekolah dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siswa yang dikenai model pembelajaran Team Assisted Individualization ( TAI) mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang dikenai model pembelajaran langsung. Siswa yang mempunyai kreativitas belajar tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas belajar sedang maupun rendah, siswa yang mempunyai kreativitas belajar sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa yang mempunyai kreativitas belajar rendah.
Optimisasi Berkendala Menggunakan Metode Gradien Terproyeksi Utami, Nida Sri
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini dibahas tentang metode gradien terproyeksi untuk menyelesaikan masalah optimisasi berkendala dengan kendala yang berbentuk persamaan linear. Pembahasan dimulai dengan memperkenalkan metode gradien untuk menyelesaikan masalah optimisasi tanpa kendala, kemudian metode gradien tersebut digeneralisasikan untuk menyelesaikan masalah optimisasi yang meminimumkan ) ( x f dengan kendala b Ax  , dan f R R A R m n n mxn :  ,  ,  , rank A=m, b 1 mx R  , nx1 xR , dengan menambahkan suatu proyektor orthogonal P I A AA A t t n 1 ( )   .Pada algoritma ( ) ( 1) ( ) (k ) k k k x  x  f x   , diperoleh algoritma gradien terproyeksi ( ) ( 1) ( ) (k ) k k k x  x  Pf x   dengan 0  k  yang merupakan ukuran langkah. Ukuran langkah yang digunakan adalah arg min ( ( )) ( ) ( ) 0k k k  f x  Pf x     , yaitu 0   yang meminimumkan ( ( )) (k ) (k ) f x Pf x , dapat dicari menggunakan metode Secant. Algoritma gradien ini dapat dihentikan jika memenuhi kondisi ( ) 0 ( )   k P f x , dengan kata lain jika ( ) 0 ( )   k P f x , maka titik (k ) x merupakan titik peminimal dan merupakan titik peminimal global untuk fungsi f yang konveks.
ANALYSIS OF STUDENT ERRORS IN SOLVING MATRIX PROBLEMS IN CLASS XI OF SMK MUHAMMADIYAH DELANGGU Safira Salsabila; Nida Sri Utami
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 8 No. 2 (2023): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v8i2.1967

Abstract

This study sought to describe mistakes made by SMK Muhammadiyah Delanggu's grade XI students with high, medium, and low abilities when solving matrix problems. It also sought to describe mistakes made by SMK Muhammadiyah Delanggu's grade XI students with concepts, principles, and procedures. This exploration is an engaging subjective examination. Theinstrument utilized a composed test that included two things, four framework material test questions and meetings were utilized as extra instruments. 14 XI students who had studied matrix material served as the study's subjects. By gathering information from giving composed test questions, understudy mistakes can be distinguished. According to the findings of this study, students of high ability understood the concepts and principles, but performed mathematical operations incorrectly; students of medium ability made procedural errors due to a lack of accuracy in matrix multiplication calculations; and students of low ability made numerous concept, principle, and procedure errors.
Students' errors in solving HOTS mathematics problems based on newman's theory in view of learning independence Setianingkrum, Reni; Utami, Nida Sri; Faiziyah, Nuqthy
Desimal: Jurnal Matematika Vol. 8 No. 1 (2025): Desimal: Jurnal Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/djm.v8i1.26179

Abstract

Mathematics plays a crucial role in developing students' cognitive skills, particularly at the junior high school level. One type of question commonly used in assessments is the Higher Order Thinking Skills (HOTS) question, which requires students to think critically, creatively, and analytically. However, many students still struggle with solving HOTS questions, often due to insufficient understanding of basic concepts, difficulties in applying those concepts, and low levels of self-directed learning. This study aims to provide an overview of student errors in solving HOTS problems based on Newman Theory in terms of learning independence. The method used in this research is a descriptive qualitative approach that worked on HOTS questions. Data were collected through tests, interviews, and self-directed learning questionnaires. The findings indicate that students' errors are largely related to challenges in concept mastery (K1), problem-solving strategies (K2), and a lack of independence in learning. Moreover, students with higher levels of self-directed learning performed better in solving HOTS questions. Based on these findings, it is recommended that educators implement teaching strategies that enhance students' self-directed learning, such as problem-solving activities and regular HOTS practice, to reduce errors in solving questions that require higher-level cognitive skills.
STUDENTS' MATHEMATICAL LITERACY IN SOLVING PROBLEMS SYSTEM OF EQUATION OF THREE VARIABLES Melisa, Melisa; Utami, Nida Sri
Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK) Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jupitekvol6iss1pp42-48

Abstract

The main focus in this study aims to analyze the mathematical literacy skills of students at senior high school in solving problems involving the system of linear equations of three variables. The researcher took a qualitative descriptive method. The research subjects were 34 students from class X8. Problem sheets and interviews were the main data collection methods in this study. Researchers reduced data, presented data, and drew conclusions to handle data using a triangulation approach. The indicators of mathematical literacy skills studied were 1) Communication; 2) Mathematization; 3) Strategies in problem solving; 4) Use of language and symbolic operations; formal and technical; 5) Reasoning and argumentation skills. The findings of this study revealed that only one indicator, the communication indicator, was mastered by students in the low mathematical literacy category. Three indicators, namely communication indicators, problem solving techniques and mathematical communication indicators, can be mastered by students with medium mathematical literacy. Students with high mathematical literacy were able to understand and use each sign correctly. Students at SMA Negeri 1 Slogohimo have an average percentage of low mathematical literacy ability of 21%, medium mathematical literacy ability of 18%, and high mathematical literacy ability of 61%
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menghitung Integral Rangkap Utami, Nida Sri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1939

Abstract

Salah satu permasalahan yang dialami mahasiswa saat ini adalah adanya kecenderungan mahasiswa melakukan kesalahan ketika menyelesaikan masalah integral fungsi peubah banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan materi integral rangkap fungsi peubah banyak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan 32 mahasiswa pendidikan matematika semester kelima di Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun akademik 2022/2023. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan tes, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui kesalahan mahasiswa diberikan soal tes, kemudian itu dilakukan wawancara untuk membandingkan hasil. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) mahasiswa dengan kemampuan matematika tinggi tidak ditemukan kesalahan prosedural maupun konseptual, dan (2) mahasiswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah mempunyai kesalahan secara konsepual, namun benar secara prosedural. Kesalahan konseptual ini disebabkan karena kurangnya pemahaman konsep tentang menyelesaikan integral parsial.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GEOGEBRA TERINTEGRASI GOOGLE CLASSROOM BAGI GURU-GURU MATEMATIKA SMA/SMK MUHAMMADIYAH KABUPATEN KLATEN Nurcahyo, Adi; Ishartono, Naufal; Faiziyah, Nuqthy; Sri Utami, Nida; Kartika Sari, Christina; Aryuana, Antok
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pandemic Covid 19 mengubah pelaksanaan pembelajarandari yang awalnya tatap muka secara luring menjadi daring.Permasalahan pembelajaran yang muncul ketika pembelajarandilaksanakan secara daring diantaranya yaitu partisipasi siswa.Penggunaan Geogebra yang terintegrasi dengan Google Classroommembantu guru untuk mengatasi permasalahan partisipasi siswadalam pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikanpengetahuan dan keterampilan bagi guru untuk merancang mediapembelajaran interaktif berbasis Geogebra. Dalam pelaksanaannya,pelatihan ini menggunakan metode partisipatif dimana peserta bisamemperhatikan sekaligus mempraktekkan secara langsung danmengajukan pertanyaan terhadap materi yang diberikan. setelahpelatihan yang diberikan, didapat 87% guru mengetahui penggunaanGeogebra sebagai media pembelajaran interaktif, 84% guru dapatmembuat media pembelajaran interaktif berbasis Geogebra, dan76% guru merencanakan untuk menerapkan soal-soal pembelajaraninteraktif berbasis Geogebra dalam kelas virtual Google Classroom.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PADA BENTUK KUTUB BILANGAN KOMPLEKS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR Sri Utami, Nida
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Kiprah Pendidikan | Oktober 2022
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v1i4.99

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesalahan mahasiswa pendidikan matematika semester keenam. Kesalahan yang diteliti adalah tentang mahasiswa matematika dalam menentukan bentuk kutub bilangan kompleks, pada materi analisis kompleks. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester empat di Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun akademik 2021/2022. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kemandirian belajar tinggi dan sedang tidak terdapat kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses , dan kesalahan penulisan jawaban. Mahasiswa dengan kemandirian belajar rendah tidak terdapat kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, namun ada kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban
Mathematical Representation Ability-Based Mathematical Contextual Problems of Sequences and Progression Material Sri Wahyuning, Lis Diana; Nida Sri Utami
Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 6 No. 1 (2024): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/voj.v6i1.999

Abstract

This research objective is to analyze and explain the student’s capacity for mathematical representation based on mathematical contextual problems of arithmetic and geometric sequences and progression material. Students enrolled in SMA 1 Sukoharjo X.E10 were the subject of this research. The data collection process used interviews, tests, and documentation. This research used a descriptive research approach with a qualitative research type. Based on the findings of this research, students who have visual representation skills in mathematics are more likely to complete challenges that involve visuals, such as diagrams. Typically, mathematically symbolic representation-capable pupils utilize mathematical formulas and symbols to solve problems. Furthermore, students who have the ability to verbally represent mathematics have a tendency to encrypt problem-solving steps into words.