Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Nadiani Saridin: Eks-Gerwani dan Ketua Umum YPKP 1965 Sumatera Barat (2002-2021) Alberthus Alberthus; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.336

Abstract

Artikel ini merupakan kajian biografi yang menggambarkan perjalanan hidup Nadiani Saridin sebagai ketua umum YPKP 1965 di Sumatera Barat dimulai dari berdirinya tahun 2002 hingga sekarang 2021. Biografi ini pantas ditelusuri karena keingintahuan penulis tentang perjalanan hidup Nadiani Saridin serta tujuan dan dinamika apa saja yang dilalui oleh Nadiani Saridin. Akan tetapi perjalanan dan kiprahnya tersebut tidak banyak orang yang mengetahuinya terutama di Sumatera Barat. Fokus penelitian ini mengkaji bagaimana latar belakang ataupun perjalanan Nadiani Saridin hingga sampai menjadi ketua umum YPKP 1965 di Sumatera Barat serta apa saja aktivitasnya sebagai ketua umum YPKP 1965 di Sumatera barat. Penulisan biografi Nadiani merupakan biografi tematis yaitu penulisan biografi yang ditekankan pada tema-tema tertentu, yaitu dengan memfokuskan pada sebagian dari hal-hal penting dari kehidupan si tokoh, dengan penekanan kepada latar belakang Nadiani Saridin menjadi seorang ketua umum YPKP 1965 di Sumatera Barat serta apa saja aktivitas ataupun tugas-tugas Nadiani Saridin didalamnya khususnya di Sumatera Barat. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (yang terdiri dari kritik ekstern dan intern) interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Nadiani Saridin selaku Ketua Umum YPKP 1965 Sumatera Barat mengatakan bahwa YPKP 1965 Sumatera Barat merupakan sebuah yayasan yang memiliki fokus dalam melakukan penelitiannya terkait pelanggaran HAM berat pada peristiwa 1965/1966 serta upaya pendampingan terhadap para korban di Sumatera Barat yang terkena dampak dari adanya peristiwa tersebut agar mendapatkan kembali hak-hak mereka. Sejak berdirinya YPKP 1965 Sumatera Barat, Nadiani menjelaskan untuk selalu melakukan penyelidikan dan penelitian di Sumatera Barat terkait dengan peristiwa kekerasan 30 September. Dalam melakukan penelitiannya, Nadiani Saridin mengunjungi berbagai daerah, antara lain: Agam/Bukittinggi, Pesisir Selatan, Pariaman/Padang Pariaman, Padang, Tanah Datar, 50 Kota/Payakumbuh, Kab.Solok/Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Padang Panjang Dan Pasaman.
Pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyung dan Proses Pengelolaannya Setelah Kebakaran (2007-2021) Anisa Anisa; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.546

Abstract

This study discusses the Rebuilding of Istano Basa Pagaruyung and its Management Process After Burning (2007-2021). The purpose of this study is to find out how the government's efforts in managing Istano Basa Pagaruyung after the fire started from rebuilding and tourism potential owned by Istano Basa Pagaruyung, namely the attraction of Istano Basa Pagaruyung, Istano Basa Pagaruyung facilities, access to Istano Basa Pagaruyun. This study uses the historical method through four stages of research, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. From the discussion, it can be seen that, (1) Efforts made by the government in rebuilding Istano Basa Pagaruyung include the formation of a committee, collecting funds from individual/institutional donations, donations of demand deposits, insurance funds, donations from Regents/Mayors throughout West Sumatra. , and grant assistance from the West Sumatra Regional Government, (2) the management carried out by DISPASPORA from 2007-2021 are: (1) Facilities (Amenities) of Istano Basa Pagaruyung, (2) Access (Accessibility) of Istano Basa Pagaruyung, (3) Hospitality (Ancellery), (4) performances (Attractions).
Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Nasi Kapau Di Los Lambuang Bukittinggi (1987-2020) Fadel Marta Al Amien; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.577

Abstract

Skripsi ini membahas tentang kehidupan sosial ekonomi pedagang nasi Kapau di Los Lambuang Bukittinggi (1987-2020). Permasalahan pada penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Menjelaskan latar belakang pedagang mulai berdagang di Los Lambuang Bukittinggi dari tahun 1987-2020 2) Mendeskripsikan kondisi kehidupan sosial ekonomi pedagang nasi Kapau di Los Lambuang Bukittinggi dari tahun (1987-2020). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Adapun latar belakang pedagang berdagang di kawasan Los Lambuang bermula dimana pada awalnya pedagang nasi Kapau yang pada awalnya berdagang secara bajojo sehingga pada tahun 1987 para pedagang mulai berpindah ke Los Lambuang dan mulai menempati Los Lambuang sekitar tahun 1987. Pada tahun awal ini pedagang nasi Kapau yang menempati Los Lambuang ada sekitar 8 orang pedagang dengan diikuti beberapa poedagang kuliner lainnya seperti Katupek Pical dan Cindua Langkok. Seiring pada perkembangannya telah terjadi perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi para pedagang dilihat dari beberapa indikator sosial ekonomi mereka, terutama bagi pedagang yang mampu membuka cabang usaha mereka mereka, dimana perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial ekonomi pedagang nasi Kapau jauh lebih baik dari sebelumnya.
Perubahan Prosesi Penobatan Depati Di Desa Koto Tengah Kec. Tanah Kampung Dalam Upacara Budaya Kenduri Sko (1990-2020) Indra Muhammad Gandi; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.647

Abstract

The skills to think historical research capabilities (skills to build historical significance) are the first skills that must be possessed by students, thinking historical research capabilities (skills to build historical significance) are generally a number of steps or scientific processes in history. one way to improve students' skills in building historical significance is by using interactive media packaged in a mnemonic dictionary, therefore this study aims to, 1. to find out whether the use of an e-mnemonic dictionary can improve students' historical significance skills. 2. The practicality of the e-mnemonic dictionary learning resources as a whole is in the practical category. 3. Knowing the effectiveness of e-mnemonic dictionary learning resources in improving skills in building historical significance. The research method is Research and Development (R&D), using the Thiagarajan 4D development model which consists of 3 stages of development namely definition, planning (design), and development ( develop). The results of the study show that, in general, the feasibility of e-mnemonic learning resources is feasible and able to help improve skills in building historical significance. keywords: interactive learning resources, e-mnemonic dictionaries, historical significance building skills, historical research capabilities.
KH.Nurkholidin : Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal di Nagari Koto Ranah Kabupaten Dharmasraya (2012-2019) Emellya Nelira; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i1.635

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian sejarah tentang KH.Nurkholidin : Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal di Nagari Koto Ranah Kabupaten Dharmasraya. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan riwayat hidup KH.Nurkholidin serta strategi dan peran KH.Nurkholidin dalam mengembangkan pondok pesantren tarbiyatul athfal di Nagari Koto Ranah Kabupaten Dharmasraya tahun 2012-2019. Metode penelitian ini adalah metode sejarah terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pendirian pondok pesantren di latarbelakangi oleh kapasitas anak yang mengaji sudah tak tertampung lagi di surau, sehingga masyarakat yang menjadi jama’ah pengajian di surau mengusulkan adanya pendirian pondok pesantren sehingga anak yang jauh rumahnya bisa menginap. Seiring berjalan waktu pondok pesantren tak hanya di gunakan untuk mengaji saja namun dialihkan menjadi lembaga pendidikan. KH.Nurkholidin sebagai pendiri pondok pesantren tarbiyatul athfal memiliki peran yang sangat penting terutama dalam mengembangkan pondok pesantren tarbiyatul athfal. Adapun strategi yang dilakukan oleh KH.Nurkholdin yaitu strategi untuk mempromosikan pondok pesantren dan mengembangkan metode pengajaran.Faktor pendukung keberhasilan pondok pesantren diantaranya masyarakat, pemerintah, dan donatur. Dengan adanya dukungan tersebut pondok pesantren tarbiyatul athfal masih bertahan hingga saat ini.
Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga : Dari SMKK Hingga SMK Negeri 6 Padang (1997-2007) Yosep Ripani; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i2.557

Abstract

Abstract This thesis is a study of the history of educational institutions, by looking at the components of education that make up a school. This research focuses more on: How the development of SMK Negeri 6 Padang from 1997-2007. Who will see these developments, this research will focus more on the development of the Kujuruan Negeri 6 Padang Junior High School (SMK) in terms of teachers, students, curriculum and facilities and infrastructure from 1997-2007. This study aims to determine the development of the Junior High School (SMK) Kujuruan Negeri 6 Padang (1997-2007). To achieve this goal, a historical research method which consists of four stages is used. The first stage of heuristics is to collect data, both primary data and secondary data. Primary data in the form of documents related to SMK Negeri 6 Padang and oral sources were obtained from interviews with informants by compiling pre-designed questions. The second stage of source criticism, namely testing and selecting the data collected to see the level of authenticity or authenticity of the data carried out through external criticism and testing of informants contained in internal criticism. The third stage is data analysis and interpretation, namely classifying and sorting and compiling the criticized data so that it can be reconstructed in the form of stories. The fourth stage of historiography, namely the presentation of research results in the form of a thesis. SMK Negeri 6 Padang was established under the name Sekolah Guru Kepandaian Puteri (SGKP) Padang on August 14, 1952 based on Decree No. 2004/B.52 dated July 5, 1952. This school accepted students from Central Sumatra and North Sumatra. This school is directly under the Inspection of Women's Education at the Ministry of Teaching, Education and Culture of the Republic of Indonesia in Jakarta. On February 26, 1968, SGKP changed its name to the Upper Family Welfare School (SKKA). On December 9, 1976 SKKA changed its name to the Family Welfare Middle School (SMKK). On March 7, 1997, SMKK changed its name to SMK Negeri 6 Padang. In its development, SMK Negeri 6 Padang experienced many developments ranging from teachers, students, curriculum, infrastructure and achievements in both academic and non-academic fields. Keywords: Development , School, SMK Abstrak Skripsi ini merupakan kajian sejarah lembaga pendidikan, dengan melihat komponen-komponen pendidikan yang membangun suatu sekolah. Penelitian ini lebih memfokuskan tentang: Bagaimana perkembangan Sekolah Menengah Kejuruan SMK Negeri 6 Padang dari tahun 1997-2007. Yang nantinya dalam melihat perkembangan ini,penelitian ini lebih memfokuskan tentang perkembangan Sekolah Menengah Kujuruan (SMK) Negeri 6 Padang dilihat dari guru, siswa, kurikulum serta sarana dan prasarana dari tahun 1997-2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Sekolah Menengah Kujuruan (SMK) Negeri 6 Padang (1997-2007). Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama heuristik, yaitu mengumpulkan data, baik data primer maupun sekunder. Data primer berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan SMK Negeri 6 Padang dan sumber lisan yang berasal dari hasil wawancara terhadap informan dengan menyiapkan pertanyaan yang dirancang sebelumnya. Tahap kedua kritik sumber, yaitu pengujian dan seleksi terhadap data yang dikumpulkan untuk melihat tingkat keaslian atau autentitas data yang dilakukan melalui kritik eksternal dan menguji informan yang terdapat dalam kritik internal. Tahap ketiga analisis dan interpretasi data, yaitu mengklasifikasikan dan mengurutkan serta merangkai data yang dikritik agar dapat direkonstruksi dalam bentuk cerita. Tahap keempat historiografi, yaitu penyajian hasil penelitian dalam bentuk skripsi. SMK Negeri 6 Padang berdiri dengan nama Sekolah Guru Kepandaian Puteri (SGKP) Padang pada 14 Agustus 1952 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 2004/B.52 tanggal 5 Juli 1952. Sekolah ini menerima murid dari Sumatera Tengah dan Sumatera Utara. Sekolah ini langsung di bawah Inspeksi Pendidikan Wanita pada kementrian pengajaran, pendidikan, dan kebudayaan RI di Jakarta. Pada 26 Februari 1968 SGKP mengalami perubahan pergantian nama menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA). Pada 9 Desember 1976 SKKA mengalami pergantian nama menjadi Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK). Pada 7 Maret 1997 SMKK mengalami pergantian nama menjadi SMK Negeri 6 Padang.Dalam perkembangan nya SMK Negeri 6 Padang banyak mengalami perkembangan mulai dari segi guru,siswa,kurikulum,sarana prasarana dan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Kata Kunci : Perkembangan,Sekolah,SMK
Tergusurnya Penduduk Pondok Tinggi (Uhan Pundaok) Ke Sungai Jernih 1990-2021 Sonia Manda Sari; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research discusses the displacement of the original Pondok Tinggi residents from the downtown area to the suburbs (1990-2021). The purpose of this research is to look at the background of the eviction of the Pondok Tinggi residents (uhan Pundaok) to the Jernih River, the process of the eviction of the Pondok Tinggi residents to the Jernih River, and the social life of the Pondok Tinggi residents before and after living in the Jernih River. This study uses the historical method which consists of four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. From the results of the research, it was found that the residents of Pondok Tinggi moved to Sungai Jernih due to the fact that these residents were unable to adapt to life in the city due to a discrepancy between the livelihoods of the residents and the types of work that existed in the city center. Not to mention the presence of immigrants makes the existence of the original Pondok Tinggi residents increasingly marginalized in the economic field. Since 1990 many residents of Pondok Tinggi have moved to the outskirts of the city, namely to Sungai Jernih Village. Keywords: Ruralization, Factors causing Eviction, Uhan Pundaok ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang tergusurnya penduduk asli Pondok Tinggi dari daerah pusat kota ke daerah pinggiran (1990-2021). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana latar belakang tergusurnya penduduk pondok tinggi (uhan Pundaok) ke Sungai Jernih, proses tergusurnya penduduk Pondok Tinggi ke Sungai Jernih, dan kehidupan sosial penduduk Pondok Tinggi sebelum dan setelah tinggal di Sungai Jernih. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dari hasil penelitan di dapatkan bahwa penduduk Pondok Tinggi pindah ke Sungai Jernih diakibatkan oleh penduduk tersebut tidak mampu beradaptasi dengan kehidupan di kota karena ketidaksesuain antara mata pencaharian penduduk dengan jenis pekerjaan yang ada di pusat kota. Belum lagi adanya penduduk pendatang membuat keberadaan penduduk asli Pondok Tinggi semakin terpinggirkan dalam bidang ekonomi. Sejak tahun 1990 banyak penduduk Pondok Tinggi yang melakukan perpindahan ke daerah pinggiran kota yaitu ke Desa Sungai Jernih. Kata kunci: Ruralisasi, Faktor penyebab Tergusurnya, Uhan Pundaok
Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Penggarap Di Kenagarian Koto Baru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Tahun 2000- 2020 Amir Syarifudin; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i2.666

Abstract

This research discusses the socio-economic life of sharecroppers in the Koto Baru district, X Koto district, Tanah Datar district in 2000-2020. The research problems are formulated as follows: (1) What is the background of the emergence of sharecroppers in Kenaganan Koto Baru (2) How do sharecroppers get arable land in Kenaganan Koto Baru. (3) How is the social and economic life of sharecroppers in Kenagarian Koto Baru? This writing aims to explain the socio-economic life of sharecroppers in Kenaganan Koto Baru, X Koto district, Tanah Datar district. as the guardian of the Koto Baru village, to open their agricultural land, they were financed and given pocket money to work on the land. Cultivator farmers obtain arable land in three ways, namely by renting, by means of profit sharing, and or by becoming laborers or daily wages. Socio-economic life of sharecroppers in New Koto State.
Perkembangan Cerai Gugat Di Kota Padang (Studi Kasus Pengadilan Agama Padang 2015-2022) Maisarah Sheilla; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i2.681

Abstract

ABSTRACK This research discusses the phenomenon of contested divorce in Padang City (2015-2022). The purpose of this study is to describe the study of women's studies from the perspective of divorce in the city of Padang, and the factors that influence the reasons for the increase in divorce actions in the Religious Courts of the city of Padang. The research method used consists of (1) heuristics, 2) source criticism, 3) interpretation, 4) historigraphy. The research findings show data from the Padang Religious Court that divorce claims continue to dominate more than talak divorces, in 2015 the number of lawsuits received exceeded the number of lawsuits that occurred in the previous year. In the following year, this continued to exceed the number of divorce claims received at the Religious Court in Padang City. Women who file for divorce in the city of Padang are more nuanced in their profession as housewives. The results of the research on the factors that influence divorce continue to dominate in the city of Padang, namely infidelity, women are not supported, women feel oppressed in the household (domestic violence), are victims of polygamy, there are economic factors, and frequent conflicts occur. Keywords: Divorce Lawsuit, Women, Factors causing ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang fenomena cerai gugat di Kota Padang (2015-2022). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kajian sejarah perempuan dari perspektif cerai gugat di Kota Padang, dan faktor yang mempengaruhi alasan meningkatnya gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari (1) heuristic, 2) kritik sumber, 3) interpretasi, 4 ) historigrafi. Temuan penelitian menunjukkan data yang berasal dari Pengadilan Agama Padang bahwasannya cerai gugat terus mendominasi lebih banyak dibandingkan cerai talak, tahun 2015 angka cerai gugat yang diterima melebihi angka cerai gugat yang terjadi pada tahun sebelumnya. Hal demikian ditahun berikutnya terus melebihi angka cerai gugat yang diterima pada Pengadilan Agama di Kota Padang. Perempuan yang mengajukan gugatan cerai di Kota Padang lebih didominasi berprofesi sebagai Ibu RT. Hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi cerai gugat terus mendominasi di Kota Padang adalah perselingkuhan, perempuan tidak dinafkahi, perempuan merasa tertindas dalam berumah tangga (KDRT), menjadi korban poligami, adanya faktor ekonomi, serta sering terjadi perselisihan. Kata Kunci : Cerai Gugat, Perempuan, Faktor Penyebab
Usaha Sulaman Benang Emas Ibu Aminah Di Kota Pariaman Tahun 2001-2019 Laeka Audyya Arghisna; Najmi Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i2.693

Abstract

Penelitian ini membahas tentang usaha sulaman benang emas ibu Aminah di desa Nareh I Kota Pariaman dan pengaruhnya terhadap sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh usaha sulaman benang emas ibu Aminah terhadap perekonomian di Desa Nareh I. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu, (1) heuristik adalah mengumpulkan informasi mengenai subjek penelitian, (2) kritik sumber ada dua tingkat pengolahan data yaitu kritik ekstern dan kritik intern, (3) interpretasi yaitu tahap penafsiran terhadap sumber sumber yang telah di seleksi, dan (4) penulisan sejarah atau historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha sulaman benang emas ibu Aminah mampu mengurangi pengangguran di Desa Nareh I Kecamatan Pariaman Utara. Berawal dari ibu Aminah yang hanya menjualkan hasil sulamannya sendiri, setelah banyaknya permintaan, ibu Aminah mulai mencari pengrajin hingga tahun 2015 pengrajin ibu Aminah sudah berjumlah 15 orang. Dalam segi pemasaran awalnya dari mulut ke mulut. Seiring berkembangnya teknologi ibu Aminah mulai memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran yang lebih luas. Hasil dari penjualan sulaman benang emas dapat memenuhi kebutuhan keluarga.