Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Struktur Jaringan Komunikasi pada Tagar #KaburAjaDulu di Platform X (Twitter) Fanny Amelia Wati; Robiatul Auliyah; Ramzy Ramadhan; Rio Kurniawan
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i2.4006

Abstract

Berbagai isu sosial dan politik di Indonesia memicu keresahan di masyarakat, terutama terkait ketidakpuasan terhadap kondisi negara dan keinginan untuk mencari peluang lebih baik di luar negeri. Salah satu bentuk ekspresi keresahan tersebut muncul melalui media sosial, di mana tagar #KaburAjaDulu di platform X (dahulu Twitter) menjadi simbol aspirasi masyarakat untuk pergi meninggalkan Indonesia demi masa depan lebih baik. Namun hingga saat ini, belum banyak studi yang secara mendalam mengungkap bagaimana pola interaksi dan struktur jaringan komunikasi terbentuk di balik percakapan ini, siapa aktor-aktor sentralnya, serta bagaimana peran mereka dalam penyebaran pesan dan aspirasi publik. Berdasarkan permasalahan tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur tagar #KaburAjaDulu pada platform X (dulunya Twitter) yang mencerminkan keresahan masyarakat ditengah isu social politik di Indonesia. Tagar ini menjadi sarana masyarakat untuk mengungkapkan keinginan mereka untuk pergi dari Indonesia untuk masa depan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode Sosial Network Analysis (SNA), Penelitian ini mengamati pola interaksi antar pengguna serta mengidentifikasi actor sentral dan hubungan antar simbuol jaringan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pada unggahan yang menggunakan tagar tersebut, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak UCINET. Hasil menunjukkan bahwa jaringan komunikasi ini bersifat tidak terpusat, namun memiliki beberapa aktor dominan seperti @kkbook00, @Banyulangit_1, dan @jackboiys yang memainkan peran penting dalam penyebaran informasi. Struktur jaringan menunjukkan pola radial dengan beberapa simpul sebagai pusat penghubung serta munculnya klik-klik kecil sebagai penguat komunikasi lokal. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya sebagai ruang hiburan, namun juga wadah solidaritas dan penyampaian aspirasi kolektif digital.
Pande Besi Ethics in Transactions and Heirloom Production Rituals Siti Mardiyah; Robiatul Auliyah
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 28 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v28i1.2718

Abstract

This study seeks to reveal the application of business ethics in the traditional Marsyudi blacksmith business in Paterongan Village. This study uses qualitative methods with a case study approach. The informants in this study were four, namely one main informant as the blacksmith owner and three supporting informants who were employees and customers. This research site is carried out at the Marsyudi traditional blacksmith business site, namely in Tok Koneng Hamlet, Paterongan Village, Galis District, Bangkalan Regency. The results of this study indicate that the application of business ethics to traditional Marsyudi blacksmith business is good. First, Marsyudi's traditional blacksmith business implements a belief value in the implementation of the down payment payment system, the value of giving equal prices in the heirloom selling price and the value of freedom of choice in credit payment transactions made by buyers. Second, the application of ritual ethics before carrying out heirloom production. Rituals in heirloom production that are applied to his efforts are jhejeh rituals, rituals for distributing porridge or sticky rice, reading basmalah and bathing keris heirloom by using flower water. All of these rituals are intended for the craftsman to be safe and produce good quality heirloom products. These findings are in line with the theory of teleology because the purpose of business ethics carried out by the traditional Marsyudi blacksmith business is for the good, not for evil.