Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : LenteraBio

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA) SEBAGAI PENGENDALI JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM SECARA IN VITRO Purwita, Ayu Anggun; Indah, Novita Kartika; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the phytochemical profile of srikaya extract qualitatively and the antifungal activities srikaya leaves extract to inhibition on the growth of Fusarium oxysporum and find out the optimal concentration of srikaya leaves extract on inhibiting the F. oxysporum growth. The study were designed by randomized completely design with one factor treatments with 5 concentration.Antifungal activity test to be used solid dilution method. Concentration include 0% (control), 5%, 5.5%, 6%, and 6.5%. Each treatment was repeated with four replications. Observation was conducted after incubation for 7 days at room temperature. The parameters observed was inhibition F. oxysporum growth with indicated size of the diameter mycelial colony. The results showed that the srikaya leaves extract had an inhibitory effect on mycelial colony A. flavus growth. Optimum concentration in this study was 6.5% concentration because it can inhibit the growth of F. oxysporum with an average of 2,84cm ± 0,30 dimater colonies and the percentage inhibition is 60%.
PEMANFAATAN SERBUK CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT KADMIUM (CD) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK JETIS SIDOARJO Maharani, Vania; Kuntjoro, Sunu; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan oleh industri batik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena mengandung logam berat. Limbah cair batik Jetis Sidoarjo mengandung Cd sebesar 0,041 ppm dan telah melampaui batas baku mutu Cd dalam perairan menurut PP Nomor 82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01 ppm. Cangkang telur ayam mengandung kalsium karbonat yang dapat digunakan sebagai bahan adsorben logam Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh serbuk cangkang telur ayam sebagai adsorben logam Cd dan untuk mendeskripsikan perbedaan konsentrasi serbuk cangkang telur ayam terhadap persentase penurunan kadar Cd. Kadar logam Cd dianalisis menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometer). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi serbuk cangkang telur (10.000 mg/L, 20.000 mg/L, 30.000 mg/L, 40.000 mg/L) dan 6 kali pengulangan sehingga didapatkan 24 unit penelitian. Metode analisis data menggunakan anava satu arah dilanjutkan uji Duncan untuk mengetahui pengaruh perbedaan antar konsentrasi serbuk cangkang telur ayam terhadap penurunan kadar Cd. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh serbuk cangkang telur ayam sebagai adsorben logam Cd dan perbedaan konsentrasi serbuk cangkang telur berpengaruh secara nyata terhadap penurunan kadar Cd.
ABSORBSI CO2 OLEH MIKROALGA CHLOROPHYTA EPIFIT DI HUTAN KOTA SURABAYA Arif, Muhammad Nur Komaruddin; Purnomo, Tarzan; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroalga epifit di hutan kota Surabaya dalam penyerapan CO2. Metode penelitian ini adalah observasi deskriptif tentang kemampuan mikroalga epifit dalam penyerapan CO2 pada tanaman hutan kota Surabaya. Parameter yang diukur adalah massa CO2 dan jumlah mikroalga epifit. Pengambilan spesimen menggunakan metode PCQ (Point Center Quarter) dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Lokasi pengambilan spesimen di Bunderan Waru, Kebun Bibit Wonorejo dan Taman Flora Bratang. Lokasi uji karbohidrat di Laboratorium Fisiologi, sedangkan pengamatan mikroalga di Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian diperoleh mikroalga Chlorococcum dan Chlorella yang dapat mampu menyerap massa CO2 tertinggi sebesar 58,96 mg dihasilkan oleh mikroalga epifit pada pohon Sono saat siang hari di Taman Flora Bratang, sedangkan massa CO2 terendah  sebesar 11,73 mg dihasilkan oleh mikroalga epifit pada pohon Trembesi saat sore hari dan pohon Sono saat siang hari di Kebun Bibit Wonorejo.
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH PADAT INDUSTRI AGAR SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA) Syarifah, Fitriatus; Fitrihidajati, Herlina; Indah, Novita Kartika
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat industri agar merupakan salah satu limbah organik yang dibiarkan menumpuk di tempat penimbunan. Limbah padat industri agar dapat diubah menjadi pupuk organik dengan cara memfermentasikan limbah padat tersebut dengan menggunakan mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan yaitu Effective Microorganism-4 (EM-4) dan dicampur dengan dedak dan kotoran sapi. Pupuk organik tersebut diimplementasikan terhadap tanaman sawi hijau (B. juncea). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji kualitas unsur hara yang terkandung dalam limbah padat industri agar, baik sebelum maupun sesudah pengomposan dan untuk menguji pengaruh kompos limbah padat industri agar terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  lima perlakuan. Dosis kompos dari limbah industri agar yaitu 0,28 g; 0,56 g; 0,84 g dan 1,12 g juga 0,24 g urea sebagai kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian Satu Arah (ANOVA). Kompos limbah padat industri agar memiliki kandungan N 1,01% (sangat tinggi), P 0,14% (rendah), K 1,40% (sangat tinggi), dan rasio C/N 15 (sedang). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari berbagai dosis kompos limbah padat industri agar terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Dosis kompos limbah padat industri agar 1,12 g/polybag memberikan dampak yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau.