Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KONTRIBUSI IBU RUMAH TANGGA PEKERJA TAMBANG Dewi Rahmawati; Sulsalman Moita; Aryuni Salpiana Jabar
Welvaart : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 2, No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.385 KB) | DOI: 10.52423/welvaart.v2i2.23699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi yang diberikan ibu rumah tangga yang bekerja di PT. Virtue Dragon Nikel Industri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong ibu rumah tangga memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ibu rumah tangga di Desa Pebunooha yang ikut bekerja mencari nafkah sebagai pekerja di PT.Virtue Dragon Nikel Industri memiliki kontribusi dan dampak yang positif dalam meningkatkan pendapatan keluarganya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya baik sandang, pangan, papan, maupun kebutuhan tersier seperti pendidikan untuk anak-anaknya, kesehatan keluarga dan hal-hal mendesak atau tak terduga lainnya. Adapun faktor-faktor yang ibu rumah tangga di Desa Pebunooha dalam memasuki dunia kerja: faktor ekonomi, dimana kebutuhan didalam rumah tangga yang mendesak dan begitu besar membuat seorang istri harus bisa membantu memenuhi kebutuhan itu. Faktor pendidikan, pendidikan yang dimiliki seorang istri membuat mereka memilih untuk bekerja   agar tidak ingin menyia-nyiakannya pendidikan yang dimilikinya. Faktor psikologis, perempuan terdorong bekerja di luar rumah karena kesenangan, dan menghilangkan rasa kesepian atau kejenuhan dikarenakan tinggal di dalam rumah.
Model Management Conflict of Minning Through Social Capital Approach Sulsalman Moita
International Journal of Integrative Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v3i1.8047

Abstract

This study aims to understand and identify the dynamics and forms of mining conflicts, and to formulate and produce models of mining conflict resolution through an approach of social capital in the region Bombana gold mine. The results showed that the dynamics and other forms of conflict. The research was conducted in Bombana Southeast Sulawesi Province using qualitative methods. Data collection techniques are in-depth interviews, observation, and study the document; while data analysis is qualitative analysis techniques. The results showed dynamics of mining conflicts and forms of conflict that put the three typologies of conflict horizontal, vertical conflicts and conflicts of interest. These conflicts occur simultaneously on groups that have an interest in the results of the gold mines, such as illegal, local communities, mining operators, government. Furthermore, mining of conflict settlement through the mechanism of social capital puts the power elements of social capital, such as the element of mutual trust, reciprocal relations element, the element values and social norms, and social networking elements
STRATEGI PEREMPUAN PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI KELUARGA (Studi Kelurahan Wandaka Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara) Alina Masrawati; Sulsalman Moita; Aryuni Salpiana Jabar
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.38

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan perempuan pembudidaya rumput laut untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga di Kelurahan Wandaka, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, serta dampak positif dan negatif dari strategi ini terhadap kesejahteraan sosial dan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga. Penelitian kualitatif digunakan. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan untuk memilih informan. Informan yang dipilih untuk penelitian ini termasuk kepala desa, kader senior, anggota masyarakat, wanita lanjut usia, dan wanita lanjut usia. Data primer dan data sekunder adalah sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Wawancara, dokumentasi, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data melibatkan pengumpulan, pengurangan, penyampaian, dan penarikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kelurahan Wandaka menggunakan Strategi Aktif, yang berarti mereka memanfaatkan setiap kemungkinan keluarga mereka. Strategi Pasif, yang berarti menghemat uang rumah tangga, dan Strategi Jaringan, yang berarti bergantung pada lingkungan sekitar. Dampak Positif Perempuan Nelayan Rumput Laut Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga adalah mereka meningkatkan status keluarga dan menambah penghasilan rumah tangga. Dampak Negatif Perempuan Nelayan Rumput Laut Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga adalah mereka harus mengubah kapasitas pekerjaan rumah mereka, tidak memberikan perhatian yang cukup kepada suami dan anak mereka, dan memiliki lebih sedikit waktu untuk berkumpul dengan masyarakat dan keluarga.
Modal Sosial Medulu Mepokoaso dan Kearifan Lokal Monahu Ndau Dalam Ketahanan Pangan Tradisional Suku Tolaki : (Studi di Kecamatan Tongauna Utara) ASRANI; Sulsalman Moita
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji modal sosial Medulu Mepokoaso dan kearifan lokal Monahu Ndau dalam membangun ketahanan pangan tradisional Suku Tolaki di Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe. Pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana eksistensi elemen-elemen Medulu Mepokoaso (solidaritas sosial dan gotong royong dalam budaya Tolaki) dan Monahu Ndau (kearifan lokal Suku Tolaki yang mengatur tata kelola pascapanen, penyimpanan, dan distribusi pangan dalam komunitas) sebagai pranata sosial-budaya, serta bagaimana keduanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan berbasis komunitas di tengah tekanan modernisasi dan perubahan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap tokoh adat, petani, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medulu Mepokoaso termanifestasi dalam jaringan gotong royong, kepercayaan, dan norma timbal balik yang memperkuat kerja kolektif dalam produksi dan distribusi pangan, sedangkan Monahu Ndau mengatur tata kelola pascapanen, penyimpanan, dan konsumsi pangan melalui pengetahuan ekologis lokal dan ritual adat. Sinergi keduanya membentuk model ketahanan pangan tradisional yang meningkatkan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan komunitas. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan ketahanan pangan perlu mengakui dan mengintegrasikan modal sosial dan kearifan lokal Tolaki sebagai basis pengembangan komunitas yang berkelanjutan.
Modal Sosial Medulu Mepokoaso dan Kearifan Lokal Monahu Ndau Dalam Ketahanan Pangan Tradisional Suku Tolaki : (Studi di Kecamatan Tongauna Utara) ASRANI; Sulsalman Moita
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji modal sosial Medulu Mepokoaso dan kearifan lokal Monahu Ndau dalam membangun ketahanan pangan tradisional Suku Tolaki di Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe. Pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana eksistensi elemen-elemen Medulu Mepokoaso (solidaritas sosial dan gotong royong dalam budaya Tolaki) dan Monahu Ndau (kearifan lokal Suku Tolaki yang mengatur tata kelola pascapanen, penyimpanan, dan distribusi pangan dalam komunitas) sebagai pranata sosial-budaya, serta bagaimana keduanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan berbasis komunitas di tengah tekanan modernisasi dan perubahan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap tokoh adat, petani, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medulu Mepokoaso termanifestasi dalam jaringan gotong royong, kepercayaan, dan norma timbal balik yang memperkuat kerja kolektif dalam produksi dan distribusi pangan, sedangkan Monahu Ndau mengatur tata kelola pascapanen, penyimpanan, dan konsumsi pangan melalui pengetahuan ekologis lokal dan ritual adat. Sinergi keduanya membentuk model ketahanan pangan tradisional yang meningkatkan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan komunitas. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan ketahanan pangan perlu mengakui dan mengintegrasikan modal sosial dan kearifan lokal Tolaki sebagai basis pengembangan komunitas yang berkelanjutan.