Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ecogreen

ANALISIS DAERAH RAWAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LAHUMBUTI HULU PROVINSI SULAWESI TENGGARA La Baco; Sitti Marwah; kahirun kahirun; Umar Ode Hasani
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.578 KB)

Abstract

ABSTRACTFloods and landslides are a form of natural disaster that causes harm to humans. Floods and landslides are caused by many factors which are broadly distinguished by natural factors and human factors. The purpose of this study was to analyze flood susceptible areas and landslide susceptible areas in the Upper Lahumbuti watershed. This research was conducted in the Upper Lahumbuti watershed using the survey method. The results showed that the level of flood vulnerability in the Upper Lahumbuti watershed included a medium vulnerability level of 15,022.58 ha (65.22%), an area that was not susceptible to flooding reaching an area of 5,004.29 ha (21.73%), and an area of flood susceptible reaches 3,005.23 ha (13.05%). Areas susceptible to landslides in the Upper Lahumbuti watershed reached an area of 17,599.08 ha (76.41%), the area included in the rather landslide susceptible category was 2,997.19 ha (13.01%), while the area with medium vulnerable categories was 2,159.13 (9.37%). Keywords: flood, landslide, flood susceptible areas, landslide susceptible areas, Upper Lahumbuti watershed ABSTRAKBanjir dan tanah longsor merupakan bentuk bencana alam yang menyebabkan kerugian bagi manusia.  Banjir dan tanah longsor disebabkan oleh banyak faktor yang secara garis besar dibedakan atas faktor alam dan faktor manusia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis daerah rawan banjir dan daerah rawan longsor di Daerah Aliran Sungai Lahumbuti Hulu. Penelitian ini dilakukan di DAS Lahumbuti Hulu dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir di DAS Lahumbuti Hulu meliputi tingkat kerawanan sedang dengan luas 15.022,58 ha (65,22 %),  daerah yang tidak rawan banjir mencapai luas 5.004,29 ha (21,73 %), dan luas wilayah yang rawan banjir mencapai 3.005,23 ha (13,05 %). Daerah rawan longsor di DAS Lahumbuti Hulu mencapai luas 17.599,08 ha (76,41 %), wilayah yang termasuk kategori agak rawan longsor adalah 2.997,19 ha (13,01 %), sementara itu luas wilayah dengan kategori rawan sedang adalah seluas 2.159,13 (9,37 %). Kata Kunci: banjir, tanah longsor, daerah rawan banjir, daerah rawan longsor, DAS Lahumbuti Hulu
ALTERNATIF PEMBANGUNAN KEHUTANAN BERBASIS AGROFORESTRY MENGATASI EROSI TANAH DI DAS ONEWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Umar Ode Hasani; Sitti Marwah; La Ode Alwi
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.847 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitinan ini adalah : (1) Mengetahui tingkat erosi pada setiap penggunaan lahan di DAS Onewila dan (2) Merumuskan rekomendasi pembangunan kehutanan berbasis agroforestry di DAS Onewila. Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) Tingkat erosi pada kawasan hutan lebih rendah dari Etol, sedangkan tingkat erosi pada kawasan pertanian, semak belukar dan permukiman lebih besar dibandingkan dengan ETol dan (2) Rekomendasi pembangunan kehutanan berbasis agrofoestry di DAS Onewila khususnya di kawasan pertanian dan semak belukar adalah (a) Pengaturan pola tanam (tumpangsari, tumpang gilir, tumpang sisip) dan dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian, (b) Pembuatan teras dan penanaman tanaman penguat teras searah kontur, serta (c) Penanaman tanaman penutup tanah dengan tanaman leguminose atau rumput pakan ternak untuk mencegah atau menekan erosi tanah yang terjadi sampai erosi yang dapat ditoleransikan pada musim hujan. Kata Kunci : Pembangunan, Agroforestry, Erosi Tanah, dan DAS