Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Masa Menopause,Sebuah Studi Crossectional Juminten Saimin; Cici Hudfaizah; Indria Hafizah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1619

Abstract

Jumlah dan proporsi penduduk wanita yang memasuki usia menopause terus mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak kekhawatiran yang menyelubungi pikiran wanita ketika memasuki masamenopause. Masalah psikis yang paling sering dialami adalah rasa cemas. Kecemasan tersebut berupa perasaaan menjadi tua, tidak menarik lagi, mudah tersinggung, khawatir keinginan seksual menurun, merasa tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 205 wanita premenopause berusia 40-50 tahun di Kota Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan mengacu pada Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS). Data dianalisis menggunakan uji Chisquare dengan nilai kemaknaan p = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa112 responden (54,6%)mengalami kecemasan. Usia terbanyak yang mengalami kecemasan adalah usia 40-45 tahun sebanyak 69 responden (33,7%), namun tidak terdapat hubungan antara usia dengan kecemasan (p = 0,606).Kecemasan terbanyak didapatkan pada pendidikan rendah yaitu 107 responden (52,2%) dan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kecemasan (p = 0,000). Kelompok tidak bekerja terbanyak mengalami kecemasan yaitu 69 responden (33,7%) dan terdapat hubungan antara pekerjaan dengan kecemasan(p = 0,001). Kelompok yang tinggal dengan pasangan terbanyak mengalami kecemasan yaitu 60 responden (35,1%), namun tidak terdapat hubungan antara status tinggal dengan kecemasan (p = 0,941). Kecemasan terbanyak pada kelompok dengan aktivitas fisik berat yaitu 96 responden (46,8%) dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kecemasan (p = 0,000). Kelompok dengan berat badan lebih terbanyak mengalami kecemasan yaitu 67 responden (32,7%), tetapi tidak terdapathubungan antara indeks massa tubuhdengan kecemasan (p = 0,396). Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas fisik dengan kecemasan pada wanita premenopause. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci : aktivitas fisik, kecemasan, pekerjaan, tingkat pendidikan, wanita premenopause,
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Seksio Sesarea Berulang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Periode 2023-2024 Wa Ode Nurhiqmah Basri, Wa Ode Nurhiqmah Basri; Juminten Saimin; Livy Leonard Lieswan
Lombok Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Lombok Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v4i3.7920

Abstract

Cesarean section (CS) deliveries have increased globally to 30% and reached 25.9% in Indonesia. Kendari City Regional Hospital shows a higher rate of 37.5%, exceeding the WHO recommendation of 30%. This increase is associated with rising risks of morbidity and mortality in both mothers and babies. One of the main contributors is repeat cesarean sections, which account for more than one-third of all cesarean deliveries globally. Repeat cesarean sections carry higher risks of intraoperative complications and uterine rupture, making this group a high-risk category that requires special attention in efforts to reduce maternal and perinatal morbidity and mortality rates. Method. This was an analytical observational study using a cross-sectional design based on medical record data. The study population included all mothers who delivered via cesarean section at the Regional General Hospital of Kendari during 2023–2024. A total of 245 samples were selected using purposive sampling. Data were analyzed using the chi-square test, with a significance level set at > 0.05. Results. The study found 148 cases (60.4%) were repeat cesarean sections and 97 cases (39.6%) were primary cesarean sections. The analysis showed significant associations between maternal age (p=0.000) and PROM (p=0.000) with repeat CS. There was no significant association between cervical dilatation (p=0.172) and repeat CS. Conclusion. This study demonstrates significant associations between maternal age and premature rupture of membranes with the incidence of repeat cesarean section at Kendari General Hospital during 2023–2024.