Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Nata de Coco di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari Muhsin; Jamili; Sri Ambardini; Indrawati; Nasaruddin; Suriana; La Ode Adi Parman Rudia
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.51

Abstract

ABSTRACT Coconut plants can be utilized to make various products that have their own economic value. Almost every part of the coconut plant can be utilized to meet human needs, including VCO made from coconut meat and Nata de Coco from coconut water. However, until now, the processing of coconut meat and water into commercially valuable products is still very limited and not optimal. The limited knowledge and skills of the community in processing coconut fruit are the main problems. Therefore, this community service program is carried out to solve these problems. This community service aims to provide education and improve the knowledge and skills of the community in utilizing coconut meat into VCO and coconut water into Nata de Coco so that products with economic value are produced. This community service is carried out using lecture, demonstration and discussion methods. The lecture aims to provide insight to participants regarding the benefits and methods of making VCO and Nata de Coco. The demonstration was carried out by giving a demo to the participants and then making VCO and nata de coco together while holding a discussion. The participants involved in the activity were the people of Tondonggeu Village, Nambo District, as many as 20 participants. The evaluation results showed that this training activity could increase knowledge and improve the skills of the community in making VCO and Nata de Coco. In addition, the results of the activities carried out are processed coconut products in the form of VCO and Nata de Coco. Key words: Coconut Fruit, Virgin Coconut Oil (VCO), Nata De Coco, Fermentation   ABSTRAK Tanaman kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk yang memiliki nilai ekonomi tersendiri. Hampir setiap bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia diantaranya adalah VCO yang dibuat dari daging kelapa dan Nata de Coco dari air kelapa. Namun hingga saat ini, pengolahan daging dan air  kelapa menjadi produk yang bernilai komersil masih sangat terbatas dan belum optimal. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah kelapa menjadi permasalahan utama. Oleh karena itu, program pengabdian ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daging kelapa menjadi VCO dan air kelapa menjadi Nata de Coco sehingga dihasilkan produk bernilai ekonomi.  Pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan diskusi. Ceramah bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta terkait manfaat dan cara dalam membuat VCO dan Nata de Coco.  Demonstrasi dilaksanakan dengan memberikan demo kepada peserta kemudian sama sama membuat VCO dan nata de coco sambil melaksanakan diskusi. Peserta kegiatan yang terlibat adalah masyarakat Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Nambo sebanyak 20 peserta. hasil evaluasi menunjukkan kegiatan pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat VCO dan Nata de Coco. Selain itu, hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah produk olahan buah kelapa berupa VCO dan Nata de Coco. Kata Kunci: Buah Kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), Nata De Coco, Fermentasi.
Taxonomic and functional diversity of aquatic macroinvertebrate from natural forest as reference for streams health indicators in Lasolo Watershed, Southeast Sulawesi, Indonesia NASARUDDIN NASARUDDIN; LAODE SABARUDDIN; KANGKUSO ANALUDDIN; LA BACO SUDIA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 10 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d241034

Abstract

Abstract. Nasaruddin N, Sabaruddin L, Analuddin K, Sudia LB. 2023. Taxonomic and functional diversity of aquatic macroinvertebrate from natural forest as reference for streams health indicators in Lasolo Watershed, Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 24: 5523-5538. Macroinvertebrates are known to play a crucial role in nutrient recycling and serve as valuable stream degradation indicators. Therefore, this study aimed to examine the structural and functional diversity of macroinvertebrate communities as a reference for stream health indicators in tropical Sulawesi, Indonesia. Spatial sampling using a multi-habitat method was conducted between September 2021 and March 2022 in five streams connected to natural forest and three from drainage areas in dryland farming. Data on forest cover, physical-chemical variables, and macroinvertebrate samples were collected, while the species richness and diversity trends across streams were analyzed using individual rarefaction curves. In addition, the composition of macroinvertebrate functional group was also evaluated. The results showed that 2474 individuals belonging to 77 genera were recorded throughout the area. We found a reduction in taxa composition by comparing the reference and impacted stream at the genus, family, and order levels with approximate values of 83.1%, 74.07%, and 55.6%, respectively. At least seven significantly different potential metrics that differentiated between reference and the impacted ecosystem were found, including the number of family taxa (#family), the number of insect taxa (#insect), the number of Ephemeroptera-Plecoptera-Trichoptera taxa (#EPT), the number of scraper taxa (#scraper), as well as Shannon-Wiener diversity, Simpson Evenness, and Margalef Richness index. These metrics offer a strong method for assessing land use change and their impact on freshwater biodiversity, emphasizing the importance of conservation efforts in the ecosystem.
Strengthening Students’ Knowledge of Food Biotechnology through Local Food Fermentation Practices Nasaruddin Nasaruddin; Sitti Wirdhana Ahmad; Muzuni; La Ode Adi Parman Rudia; Wandy Murti Prasetya
MEKONGGA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Digital Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/mekongga.v3i1.273

Abstract

Students of SMKN 5 Kendari enrolled in the agricultural and fisheries agribusiness program still have limited knowledge and practical skills in food biotechnology, particularly in the application of fermentation techniques for processing local food products. This issue needs to be addressed through practical, hands-on training activities. This community service program aimed to enhance students' knowledge and practical skills in producing lemperi as a fermented food product. The program was implemented through lectures, discussions, and live demonstrations. Participants' knowledge was evaluated using pre-tests and post-tests, each consisting of 10 essay questions. Their practical skills were assessed using a performance assessment observation sheet. The success indicator of the program was the improvement of participants' knowledge and practical skills in producing lemperi according to the correct processing procedures. The results demonstrated that the training improved students' knowledge by 80% and practical skills by 90% in biotechnology-based food processing. After completing the practical sessions, the students were able to understand the production process and independently produce lemperi made from papaya and anchovies as an innovative fermented food product with economic value.
Strategi Pembangunan Routa Berbasis Ruang Ekologi, Ekonomi, dan Sosial: Integrasi Kompleksitas Administrasi Pemerintahan dan Intensitas Eksploitasi Sumber Daya Alam Jamal Mukaddas; Sarlan Adijaya; Lukman Yunus; Nasaruddin Nasaruddin; Danial Danial
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.912

Abstract

Kecamatan Routa merupakan wilayah paling utara Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, dengan luas 171.065,81 hektare yang 91,44%-nya masih berupa hutan. Wilayah ini menghadapi tekanan pembangunan yang kompleks: potensi sumber daya alam yang besar (pertambangan, perkebunan, kehutanan) berhadapan dengan keterbatasan infrastruktur pemerintahan dan ketertinggalan sosial. Artikel ini menyusun ulang temuan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menyertai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Routa 2022–2042 ke dalam kerangka strategi pembangunan terintegrasi yang mempertemukan ruang ekologi, ekonomi, dan sosial. Menggunakan pendekatan kajian dokumen (desk review) atas data daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH) serta hasil penapisan isu strategis dan prioritas pembangunan berkelanjutan, artikel ini menemukan bahwa hampir seluruh isu prioritas pada dimensi sosial, ekonomi, maupun lingkungan bermuara pada satu simpul yang sama, yaitu tumpang tindih status dan penggunaan lahan antara kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, dan ruang hidup masyarakat. Temuan ini memperkuat argumen dalam literatur terkini bahwa di wilayah perbatasan administratif yang kaya sumber daya alam, kekosongan atau ketidakjelasan tata kelola batas wilayah cenderung memperbesar risiko ekologis, ekonomi, dan sosial secara berjenjang. Artikel ini merekomendasikan agar RDTR Routa diposisikan sebagai instrumen keseimbangan yang secara eksplisit menyatukan pertimbangan daya dukung ekologis, peluang ekonomi, dan keadilan sosial, bukan sekadar dokumen alokasi ruang teknokratik.
Strategi Pembangunan Routa Berbasis Ruang Ekologi, Ekonomi, dan Sosial: Integrasi Kompleksitas Administrasi Pemerintahan dan Intensitas Eksploitasi Sumber Daya Alam Jamal Mukaddas; Sarlan Adijaya; Lukman Yunus; Nasaruddin Nasaruddin; Danial Danial
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.912

Abstract

Kecamatan Routa merupakan wilayah paling utara Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, dengan luas 171.065,81 hektare yang 91,44%-nya masih berupa hutan. Wilayah ini menghadapi tekanan pembangunan yang kompleks: potensi sumber daya alam yang besar (pertambangan, perkebunan, kehutanan) berhadapan dengan keterbatasan infrastruktur pemerintahan dan ketertinggalan sosial. Artikel ini menyusun ulang temuan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menyertai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Routa 2022–2042 ke dalam kerangka strategi pembangunan terintegrasi yang mempertemukan ruang ekologi, ekonomi, dan sosial. Menggunakan pendekatan kajian dokumen (desk review) atas data daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH) serta hasil penapisan isu strategis dan prioritas pembangunan berkelanjutan, artikel ini menemukan bahwa hampir seluruh isu prioritas pada dimensi sosial, ekonomi, maupun lingkungan bermuara pada satu simpul yang sama, yaitu tumpang tindih status dan penggunaan lahan antara kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, dan ruang hidup masyarakat. Temuan ini memperkuat argumen dalam literatur terkini bahwa di wilayah perbatasan administratif yang kaya sumber daya alam, kekosongan atau ketidakjelasan tata kelola batas wilayah cenderung memperbesar risiko ekologis, ekonomi, dan sosial secara berjenjang. Artikel ini merekomendasikan agar RDTR Routa diposisikan sebagai instrumen keseimbangan yang secara eksplisit menyatukan pertimbangan daya dukung ekologis, peluang ekonomi, dan keadilan sosial, bukan sekadar dokumen alokasi ruang teknokratik.