Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BioWallacea Journal of Biological Research

Pengaruh Ekstrak Daun Tembelekan (Lantana camara) Terhadap Penampakan Histopatologi Thallus Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Emand Syapriawan Tolanamy; Agusrinal Agusrinal; Ardiansyah Ardiansyah
BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) Vol 7, No 2 (2020): Biodiversitas on Asian Wallacea
Publisher : University of Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.259 KB) | DOI: 10.33772/biowallacea.v7i2.14593

Abstract

The purpose of the study was to analyze the ability of Lantana camara extract on preventing and decreasing the transmission ratio of bacteria causing ice-ice disease of seaweed thallus Kappaphycus alvarezii by cohabitation and to find out the difference of histopathology of the thallus. The effect of thallus submersion interaction and the growths were analyzed statistically. The results showed tembelekan leaf extract solution can inhibit the growth of the bacteria by cohabitation method. Submersion treatment for 60 minutes was able to suppress the ability of pathogens transmitting than 30 and 90 minutes by the cohabitation method. Pathologically, an 60 minutes submersion treatment shows better than any other treatments Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji kemampuan larutan ekstrak daun tembelekan Lantana camara dalam mencegah dan mengurangi tingkat transmisi bakteri penyebab penyakit ice-ice pada thallus rumput laut Kappaphycus alvarezii secara kohabitasi, prevalensi secara in vivo dan melihat perbedaan pada thallus secara histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan larutan ekstrak daun tembelekan dapat menghambat pertumbuhan bakteri  penyebab ice-ice secara kohabitasi. Perlakuan perendaman selama 60 menit lebih mampu menekan kemampuan transmisi bakteri pathogen dibandingkan selama 30 dan 60 menit. Dilihat dari penampakan secara histopatologi, perlakuan 60 menit perendaman memperlihatkan jaringan yang lebih baik dibandingkan dua perlakuan lainnya
Isolasi dan Seleksi Bakteri Pendegradasi Solar Dari Pelabuhan Penyeberangan Kendari – Wawonii, Sulawesi Tenggara M. Rajab Sutra Mijaya; Nur Arfa Yanti; Ardiansyah Ardiansyah; Nurhayani H. Muhiddin
BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) Vol 6, No 2 (2019): BioWallacea and Biotechnological Science
Publisher : University of Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.347 KB) | DOI: 10.33772/biowallacea.v6i2.8825

Abstract

This study aimed to obtain the ability of bacteria to degrade diesel fuel. Method of this research was exploration method. Bacteria were isolated by enrichment method used SMSSe enriched diesel 2% (v/v). Selection of hidrocarbonoclastic bacteria based on the ability of to grow on agar medium solid. The bacteria in the test made in the form of suspension with Mc Farland Standard 0.5. Test of bacterial isolates were used 10% of the inoculum put in 150 mL media with different concentrations of diesel fuel were 1%, 2% and 3% and incubated on a rotary shaker at 120 rpm. Samples were taken on 1, 5, 10, 15 and 20 days to test diesel emulsion by centrifugation at a speed of 3500 rpm ±15 minutes, the comparison between the media and diesel 4:1. Growth in the amount of bacteria accounted by a Standard Plate Count method. The levels of the diesel rest calculated every sampling during incubation. The selection results of obtained diesel degrading bacteria isolates that PSI.1 PSII.1 and PSIII.2. All of bacteria have the ability to degrade diesel fuel in different treatment, the best result in lowered diesel fuel that were a concentration of 3% during 20 days of incubated at PSII.1 isolate, that have the highest ability to reduce levels of diesel up to 70,70%.Keywords: Hydrocarbonoclastic, Degradation, Diesel fuels ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam mendegradasi solar. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Isolasi bakteri menggunakan metode enrichment dengan media yang digunakan yaitu SMSSe yang diperkaya solar 2% (v/v). Pemilihan bakteri hidrokarbonoklastik berdasarkan kemampuan bakteri tumbuh pada media agar padat. Inokulum bakteri dibuat dalam bentuk suspensi dengan Standar Mc Farland 0,5. Pengujian kemampuan degradasi solar dilakukan menggunakan media minimal dengan variasi konsentrasi solar 1%, 2% dan 3% dan diinkubasi pada rotary shaker. Sampel diambil pada hari ke 1, 5, 10, 15 dan 20 untuk uji emulsi solar dengan menghitung volume solar yang teremulsi. Pertumbuhan jumlah bakteri dihitung dengan metode Standard Plate Count. Kadar sisa solar dihitung setiap pengambilan sampel selama inkubasi. Hasil seleksi bakteri pendegradasi solar diperoleh tiga isolat yaitu PSI.1 PSII.1 dan PSIII.2. Ketiga isolat bakteri memiliki kemampuan mendegradasi solar pada perlakuan yang berbeda, hasil terbaik dalam menurunkan kadar solar yaitu konsentrasi 3% selama 20 hari inkubasi pada isolat PSII.1 yang memiliki kemampuan tertinggi menurunkan kadar solar hingga 70,70%. Kata kunci : Hidrokarbonoklastik, Pendegradasi, Solar