Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Methodological strategies and barriers in teaching EFL of Thai students by Indonesia preservice teachers during the international teaching practice program Nadila Natasya; Rita Harisma
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026129jpgi0005

Abstract

Teaching English as a Foreign Language (EFL) across cultures presents unique challenges, especially when Indonesian pre-service teachers instruct Thai students who face linguistic and cultural barriers in speaking. Storytelling is recognized as an innovative strategy to enhance fluency, vocabulary, and confidence in communication. This study aims to examine the methodological strategies, barriers, and innovations applied by Indonesian pre-service teachers during the International Teaching Practice Program at Thammasat Wittaya School. Using a descriptive qualitative design, data were collected through interviews, classroom observations, and documentation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s (2014) framework. Findings reveal that storytelling served as the main strategy, implemented through teacher-modeled narration, group projects, multimedia aids, and culturally responsive materials. These approaches improved students’ speaking skills, increased participation, and built confidence. However, several barriers emerged, including limited vocabulary, pronunciation difficulties, passive learning preferences, and resource constraints. Teachers addressed these by scaffolding, providing motivational support, and integrating familiar cultural content to sustain engagement. In conclusion, storytelling proved effective in supporting Thai students’ speaking development while helping pre-service teachers adapt to cross-cultural teaching contexts. The study highlights the importance of innovative, student-centered strategies and intercultural competence in preparing future teachers for global classrooms.
Edukasi Ecoprint sebagai Inovasi Pendidikan Ramah Lingkungan di Kelurahan Limau Mungkur Rita Harisma; Dian Novianti Sitompul; Melyani Sari Sitepu; Halimah Tussa’Diah; Nurman Ginting
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.880

Abstract

Edukasi ecoprint dilaksanakan dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyrakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta kurangnya kreativitas dalam menfaatkan potensi alam sekitar. Edukasi ecoprintmenjadi solusi inovatif yang menggabungkan unsur seni, keterampilan, dan nilai ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami seperti daun dan bunga sebagai pewarna kain. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan dasar, pendamping proses pembuatan, serta refleksi dan evaluasi. Pelatihan diawali dengan penyampaian materi menggunakan media powerpoint, dilanjutkan dengan demonstrasi dan peraktik langsung. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan teknik dasar ecoprint, mulai dari pengenalan bahan, proses pembuatan motif, hingga tahap pewarnaan dan fiksasi hasil cetakan. Kegiatan pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan teknis, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan lingkungan yang tinggi. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan alam seperti daun dan bunga untuk menghasilkan karya tekstil ramah lingkungan. Kegatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Dengan adanya pendampingan dan antusiasme peserta, diharapkan program edukasi ecoprint dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu upaya memperdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Kelurahan Limau Mungkur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam teknik ecoprint, serta tumbuhnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan.