Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : agriTECH

Ekstraksi Daun Gedi (Abelmoschus manihot L) Secara Sekuensial dan Aktivitas Antioksidannya Mercy Taroreh; Sri Rahardjo; Pudji Hastuti; Agnes Murdiati
agriTECH Vol 35, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.321 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9338

Abstract

Gedi’s leave is one of the raw material in tinutuan porridge, a traditional food from Manado Indonesia. The leaves was extracted by various solvent to dissolve all of the compound. The aim of this study was to compare the profile and antioxidant activities of the extract in various sequence of solvent. Hexane, aseton, and methanol were used to dissolve a non polar, semi polar and polar component, respectively. All of the extract were analysed for its antioxidant activities. The profile of extract were indicated by total phenol and total flavonoid meanwhile antioxidant activities was measured by radical scavenging activity DPPH, metal chelating and singlet oxygen quenching. The result indicated the sequence of hexane – aseton – methanol contain the highest of total phenol and flavonoid compare to the others with 10.67±0.49 mg GAE/g extract and 2.33±0.026 mg quersetin/g extract. The sequence also showed the highest of antioxidant activities at 150 μg/mL extract with 67.47%; 48.07% and 38.66% for percentage of inhibition DPPH, value of metal chelating and singlet oxygen, respectively.ABSTRAKDaun Gedi (Abelmoschus manihot L) merupakan salah satu bahan utama tinutuan, makanan tradisional Manado.Penelitian tentang profil dan aktivitas antioksidan dari daun Gedi telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dan membandingkan profil dan aktivitas antioksidan dari daun gedi yang diekstraksi secara sekuensial dengan pelarut heksana, aseton dan metanol. Ekstrak daun gedi selanjutnya dianalisis kandungan total fenolik dan flavonoid, sedangkan aktivitas antioksidannya dilakukan secara in vitro meliputi penangkal radikal bebas DPPH, pengkelat logam dan penstabil oksigen singlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sekuensial heksanaaseton-metanol (ESHAM) memiliki total fenol dan total flavonoid yang tertinggi dibandingkan dengan ekstrak lainnya,masing-masing sebesar 10,67±0,49 mg GAE/g ekstrak dan 2,33±0,026mg kuersetin/g ekstrak. ESHAM juga memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan persentase penghambatan DPPH sebesar 67,47%; persen pegkelat logam sebesar 48,07% dan persen penghambatan oksigen singlet sebesar 38,66% pada konsentrasi 150μg/mL esktrak. Kesimpulan senyawa fenolik pada daun gedi bersifat polar sehingga menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi pada pelarut polar.
Potensi Senyawa Polifenol Antioksidan dari Pisang Goroho (Musa sapien sp.) Edi Suryanto; Lidya Irma Momuat; Mercy Taroreh; Frenly Wehantouw
agriTECH Vol 31, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.502 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9636

Abstract

Goroho banana is food material that has positive content effect on human body. The aims of this research were toanalyze polyphenolic content and to examine antioxidant activity of goroho. Polyphenolic antioxidant of goroho was extracted using methanol, ethanol and acetone for 2 hours at room temperature. Furthermore. extract was analyzed polyphenol content, such as total phenolic, total flavonoidand condensed tannin content. To examine antioxidant activity, free radical DPPH scavenging and total antioxidant (FRAP) were used by spectrophotometer analysis. Beside that, the best extract was evaluated its heat stability at 1000C for 15, 30, 45, 60 and 120 minutes.The highest total phenolic content was in acetone extract 181.87 mg/kg sample, total flavonoid content 4.75 mg/ kg sample in ethanol extract and condensed tannin 54.63 mg/kg sample in aceton extract. Acetone extract of goroho show the highest free radical scavenging activity (94.32%) compare to ethanol extract (85.39 %) and methanol extract (76.38 %). Although examination of total antioxidant (FRAP) on aceton extract of goroho showed the highest content than methanol and ethanol extract. Total antioxidant  from acetone, methanol and ethanol extract were 1.83; 1.74; and1.74 μmol/L. This examination resulted that at 1000C there are alterations in phenolic content, free radical scavenging activity and total antioxidant after heating 120 minutes, although this three parameters alteration did not show extremedecreasing after 60 minute heating, because it still possess high activity, more than 80%. This result indicate goroho extract stability on heating depend on heating time. This results concluded that goroho possess to phenolic, flavonoid and tannin, also antioxidant activity.ABSTRAKPisang goroho merupakan bahan makanan yang memiliki efek positif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kandungan senyawa polifenol dan menguji aktivitas antioksidan pisang goroho. Ekstraksi senyawa polifenol antioksidan dari pisang goroho menggunakan pelarut metanol, etanol dan aseton selama 2 jam pada suhu kamar. Selanjutnya  masing-masing  ekstrak  dianalisa  kandungan  senyawa polifenol  yang  meliputi  total  fenolik, flavonoid dan tannin terkondensasi.Untuk mengetahui aktivitas antioksidan diuji berdasarkan kemampuan menangkal radikal bebas DPPH dan kandungan total antioksidan ekstrak menggunakan spektrofotometer. Selain itu, ekstrak terbaik pisang goroho juga dievaluasi stabilitasnya terhadap panas pada suhu 100oC selama 15, 30, 45, 60 dan 120 menit. Hasil analisis kandungan total fenolik tertinggi terdapat pada ekstrak aseton sebesar 181,87 mg/kg sampel, kandungan total flavonoid sebesar 4,75 mg/kg sampel terdapat pada ekstrak etanol dan kandungan tannin terkondensasi sebesar54,63 mg/kg sampel terdapat pada ekstrak aseton. Ekstrak asetonpisang goroho memiliki aktivitas penangkal radikal bebas tertinggi (94,32%) dibandingkan ekstrak etanol(85,39%) dan metanol (76,38%). Sedangkan pada penentuan total antioksidan ekstrak aseton buah pisang goroho memiliki total antioksidan tertinggi dibandingkan ekstrak metanol dan etanol. Kandungan total antioksidan dari ekstrak aseton, metanol dan etanol berturut-turut adalah 1,83; 1,74; dan 1,74 mmol/100 g. Hasil pengujian stabilitaspada pemanasan 100oC memperlihatkan perubahan kandungan total fenolik, aktivitas penangkal radikal bebas dan total antioksidan selama 120 menit. Akan tetapi, perubahan ketiga pengujian ini tidak menunjukkan penurunan yang tajam selama 60 menit pemanasanyang masih memperlihatkan aktivitas lebih besar 80%. Hasil ini mengindikasikan bahwa stabilitas ekstrak pisang goroho terhadap panas sangat tergantung pada lamanya pemanasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pisang goroho mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tannin serta memiliki aktivitas antioksidan.