Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Ekstrakurikuler Qasidah Rebana dalam Penanaman Nilai Religius pada Siswa di SDN Palumbonsari 1 Karawang Timur Muhammad Rio Gilang Ramadhan; Akil Akil; Jaenal Abidin
ISLAMIKA Vol 4 No 4 (2022): OKTOBER
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v4i4.2081

Abstract

There are several ways to form religious values, including through intracurricular and extracurricular activities. In intracurricular activities, namely the cultivation of integrated religious values ​​in Islamic religious education subjects, and through extracurricular activities, one of which is participating in qasidah tambourine extracurricular activities as a form of instilling religious values, developing Islamic cultural arts, in response to the demands of the needs of students, shaping them. which is lacking, enriches the learning environment and provides stimulation for them to be more creative and of course provide learning that has been carried out in the classroom (intracurricular). The general objectives of this study were to 1) find out the application of qasidah tambourine extracurricular in inculcating religious values, 2) find out the results achieved by students in implementing qasidah tambourine extracurricular in inculcating religious values, and 3) find out the inhibiting factors in the application of qasidah tambourine extracurricular in inculcating religious values. to students at SDN Palumbonsari 1 East Karawang. The research method that the researcher uses is descriptive qualitative method, which deals with non-numerical data, collecting and analyzing narrative data. By using data collection techniques of observation, interviews, and documentation. While the data analysis researchers data reduction, data presentation, and drawing conclusions / verification. The results achieved from this research are 1) Application of qasidah tambourine extracurricular which is usually carried out once a week with an allocation of time for 3 hours of learning using training tools in the form of syllabus and assessment. In addition to the training tools, they also use a demonstration method. 2) students who take part in the qasidah tambourine extracurricular have Religious Values ​​including; have good morals, pray in congregation on time, be disciplined in prayer, and love to pray. qasidah tambourine extracurricular. 3) the inhibiting factor that affects it is in terms of time because the extracurricular implementation is only carried out once a week and some students clash with the Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) schedule, then in terms of the inadequate place in the implementation.
Peran dan Fungsi Pendidikan Islam dalam Masyarakat Muhammad Husni Basyari; Akil
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.292

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari peran dan fungsi dari pendidikan islam dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan study literatur dengan mencari beberapa sumber dari buku-buku dan jurnal. Membaca, mencatat dan mengumpulkan dalam bentuk sebuah artikel penelitian ini dalam menjelaskan tentang peran dan fungsi pendidikan islam dalam masyarakat terutama pada masyarakat kalangan remaja untuk membentuk manusia  yang  percaya  dan ketaqwaan  kepada  Allah  SWT  agar  tercipta nya kehidupan yang baik dalam masyarakat. Pendidikan agama di masyarakat memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan untuk meningkatkan akhlak berbangsa dan bernegara. Dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan, pendidikan agama Islam merupakan landasan utama sebagai sistem pendidikan akhlak dan moral, dan pendidikan agama dalam masyarakat merupakan landasan utama sebagai sistem pendidikan moral dan akhlak.
Analisis Adab Mencari Ilmu dalam Kitab Ta’limul Muta’allim dan Implikasinya terhadap Pendidikan Karakter di SMAIT Harapan Umat Karawang Dede Linda Lindawati; Akil Akil; Acep Nurlaeli
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i2.205

Abstract

Dalam sejarah Islam terdapat seorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap proses belajar, syaikh Az-Zarnuji, demikian namanya, menuangkan rangkaian pengalaman dan renungannya tentang bagaimana seseorang mestinya sukses belajar dalam sebuah kitab. Kitab tersebut diberi nama kitab Ta’limul Muta’allim. Apa yang beliau tuliskan menjadi referensi dasar dari para santri (sebutan pelajar bagi siswa dilingkungan pondok pesantren) hingga saat ini. Terutama di pondok pesantren salaf. Maka oleh karena itu penelitian dengan judul analisis adab mencari ilmu dalam kitab Ta’limul Muta’allim dan implikasinya terhadap pendidikan karakter di SMAIT Harapan Umat maka penulis merumuskan masalah bagaimana kondisi adab peserta didik saat belajar adakah implikasi antara konsep adab dalam kitab Ta’limul Muta’allim dengan pendidikan karakter, bagaimana realitas belajar mengajar setelah di terapkanya konsep adab dengan pendidikan karakter di SMAIT Harapan Umat, dalam metode ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif library research dengan menggabungkan kedalam penelitian field research guna untuk memperoleh data yang tertulis dan data yang bersifat aktual di lapangan. Sehingga, hasil yang didapat adalah pembelajaran pendidikan karakter di SMAIT Harapan Umat melalui konsep adab pada kitab ta’limul muta’allim dengan memiliki implikasi yang sangat kuat, karena Adab dan pendidikan karakter adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam membentuk perilaku yang terpuji bagi peserta didik.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN Desa Sambimulyo oleh Pengembang Kurikulum dengan Kode Etik Profesi Ahmad Alfa Rifaldi; Akil Akil; Kasja Eki Waluyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan pengembang kurikulum yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum di SDN yang ada di Desa Sambimulyo Kabupaten Banyuwangi mengenai pengimplementasian kurikulum merdeka belajar dengan menerapkan kode etik profesi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kurikulum merdeka sudah mulai diimplementasikan yang bertujuan untuk menghasilkan peserta didik berakhlak mulia, mampu berfikir kritis, mandiri, memiliki rasa gotong royong, kebersamaan, serta mengedepankan bhineka tunggal ika. Pengembang kurikulum memberikan program yang kreatif dan inovatif sehingga guru-guru juga bisa bekerjasama dalam mensukseskan kurikulum merdeka belajar.
Kontribusi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pada Lembaga Pendidikan Islam Jagad Pramudito; Akil Akil; Kasja Eki Waluyo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di Lembaga Pendidikan Islam di Al-Fathimiyah Karawang adalah kinerja guru belum sepenuhnya terlaksana, masih terdapat indikator-indikator yang belum optimal dalam pelaksanaannya, diduga karena kurangnya tenaga pendidik yang belum profesional dan kurangnya kesadaran akan profesionalisme mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui: a) Kontribusi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru di Lembaga Pendidikan Islam; b) upaya yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru; c) faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru di Lembaga Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif naturalistik. Subyek penelitian ini adalah kepala madrasah dan seorang guru Lembaga Pendidikan Islam Al-Fathimiyah Karawang. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Validasi data diuji dengan menggunakan tringulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kontribusi yang digunakan kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru terdiri dari konribusi formal dan kontibusi non formal; (2) Upaya yang dlakukan kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru dengan mengarahkan kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru melaui In-Service Training dan juga ikut terlibat dalam kegiatan koferensi seperti KKG dan MGMP; (3) Faktor pendukung adalah kepala madrasah dalam menjalankan kontribusinya dengan bekerjasama antara kepala madrasah dengan seorang guru yang bersinergis, keikutsertaan guru dalam kegiatan yang mendukung program kemampuannya sebagai pendidik; (4) Faktor penghambat adalah kurangnya pemahaman guru tentang teknologi, dan lemahnya kesadaran guru dalam meningkatkan profesionalismenya.
MANAJEMEN PENDIDIKAN UNGGUL BERBASIS MADRASAH (MBM) PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KARAWANG Sekar Ayu Widiastuti; Akil Akil; Kasja Eki Waluyo
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.585-589

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan pendidikan berbasis madrasah, kegiatan belajar mengajar, proses evaluasi madrasah, kurikulum dan kompetensi yang digunakan, serta standar kelulusan Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang. Mengenai tempat dilakukannya penelitian ini yaitu di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang, metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif melalui penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Informan penelitian ini adalah asisten direktur bagian kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Proses Evaluasi Diri Madrasah (EDM) berfokus pada evaluasi mutu pendidikan di tingkat madrasah dengan menggunakan delapan indikator utama yang dikaitkan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kurikulum Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang berpedoman pada Kurikulum 2013 dan Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang memiliki Penilaian Madrasah mandiri yang disupervisi langsung oleh Kepala Sekolah. 
How Transformational Leadership and Organizational Climate Drive Employee Performance: Evidence from a Public Organization Naina Zahra Maulida; Akil; Achmad Taufik Ismail
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i3.2158

Abstract

This study aims to examine the influence of transformational leadership and organizational climate on employee performance within a public service institution. A quantitative approach with a survey method was employed, involving 85 employees selected using a saturated sampling technique. Data were analyzed using multiple linear regression to determine the partial and simultaneous effects of the independent variables on employee performance. The findings indicate that transformational leadership has a positive and significant effect on employee performance with a moderate level of influence, while organizational climate shows a positive and significant effect with a stronger level of influence. Simultaneously, both variables significantly influence employee performance, with organizational climate having a more dominant contribution than transformational leadership. These results imply that strengthening a supportive and conducive organizational climate should be prioritized to improve employee performance. In addition, leaders need to enhance individualized consideration to ensure fair, inclusive, and sustainable engagement across all employees.
Enhancing Educational Quality: The Role of Principal Instructional Leadership in Senior High Schools Delissa Apriliyanti; Akil; Achmad Taufik Ismail
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i4.2502

Abstract

This study aims to analyze the instructional leadership strategies employed by school principals in managing learning programs during the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum. A qualitative case study approach was used to explore leadership practices in depth. Data were collected through semi-structured interviews with the principal, the vice principal for curriculum affairs, and subject teachers. Informants were selected using snowball sampling, while data validity was ensured through source and method triangulation. The findings reveal that the principal implemented three key instructional leadership strategies based on Hallinger’s model: establishing and communicating clear school goals, managing curriculum implementation effectively, and fostering a positive school climate. These strategies helped maintain the stability of instructional quality throughout the curriculum transition process. In addition, the implementation of these strategies was associated with a significant increase in student admissions through the National Achievement-Based Selection pathway, rising from 9 to 36 students. The study implies that effective instructional leadership plays a crucial role in supporting curriculum change, reducing implementation challenges, and sustaining educational quality during periods of policy transition. School leaders are therefore encouraged to strengthen strategic planning, curriculum management, and collaborative school cultures to ensure successful curriculum implementation.