Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kekuatan Komunikasi: Strategi Public Relations dalam Membangun School Branding Pada SDIT Al-Furqon Palembang Sapariah; Hamidah; Muhammad Randicha Hamandia
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 2 No. 1 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v2i1.4805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam membangun school branding di SDIT Al-Furqon Palembang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin ketatnya persaingan antar lembaga pendidikan, khususnya sekolah Islam terpadu, yang menuntut strategi branding efektif guna memperkuat citra positif di mata masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model Miles & Huberman dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan komunikasi sekolah tercermin dalam kepemimpinan komunikasi, konsistensi pesan, keterbukaan, dan responsivitas terhadap publik. Strategi Public Relations yang diterapkan meliputi pemanfaatan media digital dan konvensional, hubungan intensif dengan orang tua, serta penonjolan nilai-nilai Islam sebagai identitas sekolah. Faktor pendukung meliputi dukungan manajemen, partisipasi guru, dan kepercayaan masyarakat, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi PR yang terstruktur dapat memperkuat citra sekolah dan meningkatkan daya saing
Metode Dakwah Ustadz Basuni dalam Menjalankan Program Shalat Subuh Berjamaah di Musholla Al-Madani Gandus Kota Palembang Muhammad Randicha Hamandia; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih; Utari
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 2 No. 1 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v2i1.4806

Abstract

Metode Dakwah Ustadz Basuni Dalam Menjalankan Program Shalat Subuh Berjamaah Di Musholla Al-Madani Gandus Kota Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode dakwah Ustadz Basuni dalam melaksanakan program shalat subuh berjamaah di Musholla Al-Madani Gandus Kota Palembang serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam program tersebut.Teori yang dipergunakan adalah Teori Source, Massage, Channel, Receiver (SMCR) yang dikembangkan oleh David K. Berlo pada tahun 1960. Menggunakan sistem satu arah, yang menekankan penelitian pada sumber yang berdampak pada individu atau kelompok. Sumber utama dari skripsi ini Ustadz Basuni. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif yang dimana penulis menggambarkan metode dakwah yang digunakan oleh Ustadz Basuni Di Musholla Al-Madani berdasarkan data wawancara subjek dan objek dakwah serta observasi dengan pengamatan. Metode dakwah yang digunakan Ustadz Basuni adalah metode bil hikmah dan mau’izatul hasanah melalui ceramah yang disampaikan pada saat selesai shalat subuh berjamaahdan, dan khutbah jum’at serta pengajian-pengajian yang diadakan setiap minggu atau bulanan. Kesimpulannya, metode dakwah yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi jamaah dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah secara rutin
Analisis Pesan Dakwah dalam Konten Tiktok Oki Setiana Dewi Zahrah, Nika Sarifah; Abdur Razzaq; Hidayat; Muhammad Randicha Hamandia
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As time goes by, da'wah requires existence in its delivery in accordance with the current developments of da'wah, with the many online media currently, TikTok is the newest medium for delivering da'wah which is equipped with supporting features such as photos, videos, and written captions. This study aims to reveal the da'wah messages contained in Ustazah Oki Setiana Dewi's tiktok account which includes the da'wah messages of Akidah, Sharia, and Morals. The type of research used is content analysis which aims to study da'wah messages, using a qualitative research approach which aims to find certain meanings or sentences in the object under study. The results of the study show that the da'wah messages contained in Ustazah Oki Setiana Dewi's tiktok account are messages of Aqidah which include faith in Allah, faith in angels, faith in Allah's books, faith in apostles, faith in the Last Day, faith in Qada and Qadar. Sharia messages which include worship which explains the implementation of the repentance prayer, and muamalah, namely munakahat (marriage law), protecting the husband's family and assets. And moral messages which include morals to God, as well as morals towards fellow human beings. Seiring dengan berjalannya waktu dakwah membutuhkan eksistensi dalam penyampaiannya sesuai dengan perkembangan dakwah saat ini, dengan banyaknya media online saat ini tiktok merupakan media terbaru dalam penyampaian dakwah yang dilengkapi dengan fitur pendukung seperti foto, video, dan keterangan tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pesan dakwah yang terdapat pada akun tiktok Ustazah Oki Setiana Dewi yang meliputi pesan dakwah Akidah, Syariah, dan Akhlak. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis isi yang bertujuan untuk mengkaji pesan dakwah, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menemukan arti atau kalimat tertentu dalam objek yang diteliti. Hasil dari penelitian menunjukkan pesan dakwah yang terdapat pada akun tiktok Ustazah Oki Setiana Dewi yakni pesan Akidah yang meliputi iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada rasul, iman kepada Hari Akhir, iman kepada Qada dan Qadar. Pesan Syariah yang meliputi ibadah yang menjelaskan mengenai pelaksanaan salat taubat, dan muamalah yaitu munakahat (hukum pernikahan), melindungi keluarga dan harta suami. Dan pesan akhlak yang meliputi akhlak kepada Allah, serta akhlak terhadap sesama manusia.
Integrating Islamic Communication Ethics and Digital Broadcasting Practices: An Institutional Analysis of Campus-Based Islamic Media Muhammad Randicha Hamandia; Zhila Jannati
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5882

Abstract

There has been an observed shift in digital da’wah towards more managed communication practices in institutions involved in digital media. Even when there is an emphasis on ethical guidelines in Islamic communication studies, there has been a lack of exploration of the application of such ethical guidelines in institutional digital broadcasting. The integration between Islamic communication ethics and digital broadcasting practices will be analyzed in this research study using an institutional mode of analysis based on campus-based Islamic media institutions. This research study uses a qualitative mode of research design that focuses on a qualitative analysis of literature about current developments in Islamic communication studies and media management in conjunction with a qualitative analysis of secondary data based on a desk study of institutional data from a campus-based Indonesian Islamic broadcasting station. Thematic qualitative analysis was used in some qualitative data analysis techniques in relation to identifying patterns of ethical applications in institutional settings. The data generated findings that suggest a selective application of ethics in terms of moderation in educational responsibility according to institutional capacity. Professionalism in institutional forms is more of a behavioral aspiration in terms of structural audience address rather than a current institutional practice. Instead of generating conclusive results in research findings, this study would suggest a heuristic framework of analysis in relation to the inter-relations between institutional management and ethical guidelines in digital da’wah practices based on digital broadcasting practices.