Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ARESTOP BULLYING SONGS USED EFFECTIVELY TO STOP BULLYING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS? AGOES DARIYO
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/artistic.v4i2.5543

Abstract

Bullying victims feel psychologically traumatized by the malevolentbullying behavior perpetrated by an individual or group of people. They suffer from psychological distress, including depression, social anxiety, social withdrawal, fear of recurrence, and in severe cases, suicidal ideation.Meanwhile,bullying perpetrators fail to comprehend the adverse consequences resulting from their actions. It is imperative that prior bullying cases are not repeated and are promptly handled, prevented, and halted. One effective method to combat bullying behavior is to produce artistic creations in the form of anti-bullying songs. This study is a research project that utilizes the ADDIE approach (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The data collection method employed a questionnaire encompassing several elements of poetry, rhythm, beat, style, tempo, instrument, and visual display. The sample technique employed was purposive sampling, resulting in 87 participants. Utilizing the ADDIE idea, this study employed a thematic method for data analysis. The findings indicate that the development of anti-bullying songs has adhered to the ADDIE framework. Stop bullying songs have fulfilled the criteria of excellent musical compositions, including lyrics that are easily comprehensible (77 = 88.6%), melody (71 = 81.6%), rhythm (74 = 85.1%), beat (73 = 83.9%), style (73 = 83.9%), tempo (76 = 87.4%), and instruments (70 = 80.5%). Moreover, the stop-bullying songswere efficient in curbing bullying tendencies among adolescents(73 = 83.9 %).
Analisis Wacana Kritis Tuntutan 17+8: Representasi Bela Negara Influencer di Instagram @jeromepolin Nikole Edmonda Yapputro; Henny Triyani; Regine Caitlyn Suwu; Valencia Pranoto; Reni Juniarsa Pranata; Agoes Dariyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas representasi bela negara influencer di media sosial. Salah satu influencer, yakni Jerome (@jeromepolin) mengunggah tujuh dokumen mengenai tuntutan 17+8. Tuntutan ini adalah bentuk penolakan dari masyarakat terhadap kenaikan tunjangan DPR RI dan tindakan represif aparat. Untuk menganalisis tuntutan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Fairclough yang meliputi tiga dimensi, yakni text analysis, discourse practice, dan sociocultural practice. Dari hasil analisis, dokumen tuntutan 17+8 menunjukkan bahwa pada dimensi text analysis, tuntutan 17+8 direpresentasikan sebagai desakan kolektif yang harus dipenuhi. Pada dimensi discourse practice, tuntutan 17+8 diproduksi berdasarkan hasil rangkuman aspirasi rakyat; didistribusikan di media sosial; dan dikonsumsi secara pro-kontra oleh khalayak. Sementara itu, pada dimensi sociocultural practice, tuntutan 17+8 merefleksikan ketegangan politik antara rakyat dengan pemerintah; menegaskan media sosial sebagai ruang bagi influencer untuk mengartikulasikan semangat bela negara dan memperjuangkan demokrasi di era digital.
Terapi Bermain Untuk Meningkatkan Self Control Pada Siswa SD Di RPTRA XY Vanessa Clarence; Agoes Dariyo; Ridwan Abdillah; Syarifah Najmah Khairiyyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.860

Abstract

Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan sosial manusia, termasuk dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak. Salah satu permasalahan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir adalah meningkatnya penggunaan bahasa kasar oleh anak-anak, yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, keluarga, serta paparan media sosial dan game online. Penggunaan bahasa kasar tidak hanya berdampak pada komunikasi, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan perilaku dan sosial anak. Salah satu faktor yang dapat mengurangi perilaku ini adalah kemampuan self-control atau kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh permainan tradisional terhadap peningkatan self-control pada anak usia sekolah dasar di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pre-test post-test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran menggunakan alat ukur Self Control Scale (SCS) milik Tangney, Baumeister, dan Boone (2004), yang mengukur lima dimensi: kontrol pikiran, emosi, impuls, regulasi performa, dan perubahan kebiasaan. Kegiatan berlangsung selama empat hari dengan sesi permainan tradisional seperti Red Light Green Light dan Simon Says (dimodifikasi menjadi "Kalau Saya Bilang"), serta edukasi self-control. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan signifikan self-control anak setelah program, dengan 21 siswa mengalami kenaikan, 5 siswa tidak mengalami perubahan, dan hanya 2 siswa yang mengalami penurunan. Nilai signifikansi sebesar 0,00 (< 0,05) mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Kategori self-control siswa juga mengalami peningkatan, ditandai dengan bertambahnya jumlah siswa dalam kategori tinggi dan berkurangnya siswa dalam kategori rendah dan sedang. Dengan demikian, permainan tradisional yang dikombinasikan dengan edukasi dan pengkondisian operan dapat meningkatkan self-control anak, namun diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas perilaku positif ini.
Mengoptimalkan Potensi Pariwisata di Pantai Pasir Putih Manokwari: Sebuah Analisis SWOT untuk Perencanaan Pengembangan Vanessa Clarence; Ridwan Abdillah; Syarifah Najmah Khairiyyah; Agoes Dariyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1858

Abstract

Sebagai salah satu daya tarik wisata terbaik di Manokwari, Pantai Pasir Putih memiliki beberapa keunggulan seperti aksessibilitas yang baik, pantai dengan pasir putih dan lembut, status kepemilikan lahan yang sudah jelas yakni dimiliki oleh Pemerintah daerah dan paling banyak dikunjungi. Akan tetapi pengelolaan seperti luput dari perhatian pemerintah, tidak jelas apakah dikelola oleh pemerintah atau oleh masyarakat, tidak ada pos keamanan, pagar sudah rusak, petugas parkir tidak jelas, loket kasir juga tidak jelas, sering orang mabuk disekitar lokasi wisata, banyak sampah bertebaran, dan sedikit sekali wahana yang ditawarkan kepada pengunjung wisata. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan objek wisata Pantai Pasir Putih, kabupaten Manokwari. Teknik pengmpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Masyarakat, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, Kepala Distrik, Kepala Kampung, dan Pengunjung wisata. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths/ kekuatan, Weakness/ kelemahan, Opportunities/ peluang, dan Threats/Ancaman). Hasil penelitian menemukan kombinasi strategi SO yang bersifat Stable growth strategy, adalah strategi mempertahankan pertumbuhan yang ada. Rumusan strategi pengembangan adalah: 1). Membangun infrastruktur wisata yang representatif, 2). Menjaga kebersihan dan kualitas pasir tetap menarik. 3). Melakukan Promosi untuk meningkatkan minat berwisata. 4). Menambah wahana wisata. 5). Mengupayakan penambahan armada angkutan umum.