Abdul Hafid
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KEMBARA

DISKRIMINASI BANGSA BELANDA DALAM NOVEL SALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS (KAJIAN POSTKOLONIAL) Hafid, Abdul
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.457 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v3i2.5609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diskriminasi, bentuk-bentuk diskriminasi, dan dampak diskriminasi bangsa Belanda dalam novel Salah Asuhan karya Abdoel Moies. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan, dan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Berdasarkan hasil analisis data konsep diskriminasi bangsa Belanda adalah dengan mengusai dan menanamkan ideologi bahwa bangsa Belanda adalah bangsa yang beradab, santun, maju, dan bermartabat. Bentuk-bentuk diskriminsai bangsa Belanda terhadap bangsa Indonesia adalah dikriminasi suku/ras, diskriminasi gender, dan diskriminasi adat istiadat atau budaya. Dampak diskriminasi bangsa Belanda terhadap bangsa Indonesia yang digambarkan melalui tokoh Hanafi dan Corrie, mereka dikucilkan, dihina, dilecehkan, dan akhirya meninggal dunia. Diskriminasi yang didapatkan oleh Corrie (perempuan Barat) karena menikah dengan laki-laki pribumi. Diskriminasi yang didapatkan oleh Hanafi karena menikah dengan perempuan Barat, serta merendahkan budaya, adat istiadat, dan martabat bangsanya sendiri.
Penggunaan simbol bahasa berlatar agama antara mahasiswa muslim dan nonmuslim serta manfaatnya bagi dakwah Muhammadiyah Abdul Hafid; Abdulrahman Hatsama
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11828

Abstract

Sikap berbahasa masih menjadi salah satu masalah dalam berinteraksi, ini membuka peluang penelitian di bidang sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan simbol bahasa berlatar agama antara mahasiswa muslim dan nonmuslim di STKIP Muhammadiyah Sorong, dan (2) alasan penggunaan simbol bahasa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di STKIP Muhammadiyah Sorong. Pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, dan introspeksi. Model analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan simbol bahasa berlatar agama Islam yang digunakan adalah (1) salam, (2) nama Allah, (3) syukur, (4) ampunan, (5) insyaallah, (6) subhanallah, dan (7) selamat Idul Fitri. Simbol berlatar agama Kristen yang digunakan adalah (1) shalom, (2) Yesus, (3) haleluya, (4) puji Tuhan, (5) Tuhan Allah, (6) selamat Natal, dan (7) Tahun Baru. Alasan penggunaan simbol berlatar agama Kristen adalah minoritas, toleransi, adanya teman dan keluarga beragama Kristen. Alasan penggunaan simbol berlatar agama Islam adalah lingkungan sosial, perguruan tinggi Islam, teman, dan keluarga beragama Islam, belajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, bermakna baik. Temuan pragmatis bagi dakwah Muhammadiyah adalah (a) membuktikan Muhammadiyah diterima oleh semua kalangan, serta (b) Muhammadiyah berpeluang mendakwahkan agama Islam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di STKIP Muhammadiyah Sorong terdapat pertukaran penggunaan simbol bahasa berlatar agama antara mahasiswa muslim dan nonmuslim, alasan penggunaannya untuk menjalin komunikasi tanpa batas, dan bermanfaat bagi dakwah Muhammadiyah.