Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KEMBARA

Praktik perdagangan manusia dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal Ilmatus Sa'diyah; Adelia Savitri; Ahmad Suyuti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17649

Abstract

Korban perdagangan manusia di Indonesia, baik anak-anak, perempuan, maupun laki-laki, banyak disebabkan oleh faktor kemiskinan dan rendahya pendidikan sehingga mudah dikelabui oleh lembaga perdagangan manusia. Dalam novel Jatisaba, perdagangan manusia terjadi melalui pencarian TKI secara ilegal. Dengan rayuan bekerja ke luar negeri dan menghasilkan banyak uang, mereka pun berangkat tanpa mengetahui bahwa mereka akan dijual, baik organ tubuh maupun jasa dalam kegiatan kriminal, seperti jual beli narkoba dan prostitusi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan praktik perdagangan manusia dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal pada aspek bentuk perdagangan manusia dan pola perdagangan manusia. Dalam novel itu, gambaran faktual tentang perdagangan manusia dinarasikan sangat detail dalam payung fiksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra lalu diinterpretasikan dengan teori perdagangan manusia di Indonesia oleh Syamsuddin dan teori pola perekrutan korban perdagangan manusia oleh Sakroni. Novel Jatisaba karya Ramayda Akmal menjadi sumber data bagi penelitian ini. Tentunya, data berupa paragraf, monolog, kalimat, atau pun dialog yang mengandung gambaran tentang perdagangan manusia. Ada pun metode penelitian ini meliputi pembacaan novel sebagai sumber data, pengumpulan data dengan menandai bagian yang mengandung perdagangan manusia, serta pencatatan dan pengelompokkan data. Terakhir, data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis flow model oleh Miles dan Huberman untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada dua hal yang berkaitan dengan perdagangan manusia yang terjadi di Desa Jatisaba. Pertama, bentuk-bentuk perdagangan manusia yang digambarkan dalam novel berupa jual beli organ tubuh, prostitusi, perbudakan, dan narkoba. Seluruh bentuk itu dilakukan oleh tokoh Mae. Kedua, Mae merekrut korban dengan kekuatan uang dan janji mendapatkan pekerjaan layak sebagai TKI legal.
Kesalahan berbahasa Indonesia tulis pada aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis oleh peserta pelatihan menulis Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Ilmatus Sa'diyah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.22282

Abstract

Bahasa Indonesia telah dipelajari selama bertahun-tahun di Indonesia. Namun demikian, masih ditemukan kesalahan dalam tulisan baik selama menulis maupun setelah menulis. Kesalahan itu pun banyak ditemukan dalam tulisan peserta pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kesalahan itu perlu dianalisis untuk membantu peserta pelatihan meningkatkan keterampilan menulisnya karena keterampilan menulis merupakan bentuk keterampilan yang paling sulit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan yang ada pada tulisan bahasa Indonesia peserta pelatihan menulis pada aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Data yang dianalisis adalah kesalahan pada aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi lalu dianalisis dengan tahapan analisis kesalahan berbahasa oleh Ellis dan Sidhar. Sumber data dari kesalahan itu adalah naskah esai motivasi yang ditulis oleh delapan belas peserta pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh LPDP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesalahan yang paling dominan dilakukan oleh peserta pelatihan adalah kesalahan penggunaan konjungsi pada tataran sintaksis, yaitu sebesar 67%. Pada aspek morfologi, bentuk kesalahan yang dilakukan oleh peserta berupa penggunaan diksi dan penulisan afiks. Sementara itu, pada aspek kesalahan ejaan, peserta pelatihan menulis lebih banyak melakukan kesalahan pada aspek penulisan unsur serapan (36%). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan bagi penyelenggara program pelatihan menulis dalam penyusunan modul, strategi, metode, dan media pelatihan menulis. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih bagi keberhasilan pelaksanaan pelatihan menulis pada aspek tata bahasa dan struktur kalimat.