Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Ekspresi Diri Gen Z melalui Fitur Posting Ulang Tiktok Chahya, Dhiyaa Riznieqia; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13565

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan fitur posting ulang (repost) pada aplikasi TikTok menunjukkan adanya perubahan cara Generasi Z mengekspresikan diri di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan fitur repost TikTok dengan ekspresi diri pada pengguna Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 103 responden yang merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen penelitian disusun berdasarkan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan fitur repost dan ekspresi diri (r = 0,882; p < 0,01). Analisis antarindikator juga menunjukkan bahwa aspek popularitas dan interaksi sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong ekspresi diri pengguna. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications dan Self-Presentation, yang menjelaskan bahwa individu secara aktif memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan ekspresif dan membangun citra diri digital. Penelitian ini memberikan kontribusidalam memahami bagaimana fitur repost tidak hanya berfungsi sebagai alat berbagi ulang konten,tetapi juga sebagai media representasi identitas dan komunikasi simbolik di era media sosial partisipatif.
Manajemen Produksi Program Podcast “Ngobrol Lingkungan” pada Kanal YouTube Greenpeace Indonesia Farrel Wiratama Raisyah Nurman; Hadiyanto Hadiyanto; Enden Darjatul Ulya
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v5i1.7766

Abstract

The growth of digital media consumption has propelled YouTube to become an important platform for environmental campaign organizations such as Greenpeace Indonesia to disseminate information through various content formats, including podcasts. The Ngobrol Lingkungan podcast program aims to explore environmental issues in depth through focused conversations. This study aims to explain the management of podcast production using the POAC framework, which includes planning, organizing, executing, and controlling, as well as identifying obstacles that arise at each stage of production. The study uses a descriptive qualitative approach with primary data in the form of observations of the production workflow and semi-structured interviews with the production team, as well as secondary data from supporting documents and literature. Data collection was conducted from August to October 2025. The research results are expected to map production practices at each stage, identify technical and non-technical obstacles and their impact on process continuity and output quality, and produce concrete recommendations for improving future episodes. These findings are expected to enrich the study of POAC-based podcast production management and provide practical guidance for similar programs in campaign or public education organizations.
Pengaruh Konten Media Sosial Tiktok Terhadap Kesadaran Isu Pelecehan Seksual Pada Generasi Z Najma Filljannah Novendi; David Rizar Nugroho; Enden Darjatul Ulya; Mulyono Mulyono
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten media sosial TikTok terhadap kesadaran isu pelecehan seksual pada Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden berusia 18–24 tahun yang merupakan pengguna aktif TikTok dan pernah melihat konten terkait isu pelecehan seksual. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas konten, keandalan konten, dan pemahaman konten berpengaruh signifikan terhadap kesadaran isu pelecehan seksual, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun praktik. Variabel kualitas konten merupakan indikator yang memberikan pengaruh terbesar terhadap peningkatan kesadaran pengguna. Temuan ini menegaskan pentingnya penyajian konten TikTok yang informatif, kredibel, dan mudah dipahami untuk mendorong peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat terkait isu pelecehan seksual
Ekspresi Diri Gen Z melalui Fitur Posting Ulang Tiktok Dhiyaa Riznieqia Chahya; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13565

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan fitur posting ulang (repost) pada aplikasi TikTok menunjukkan adanya perubahan cara Generasi Z mengekspresikan diri di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan fitur repost TikTok dengan ekspresi diri pada pengguna Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 103 responden yang merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen penelitian disusun berdasarkan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan fitur repost dan ekspresi diri (r = 0,882; p < 0,01). Analisis antarindikator juga menunjukkan bahwa aspek popularitas dan interaksi sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong ekspresi diri pengguna. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications dan Self-Presentation, yang menjelaskan bahwa individu secara aktif memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan ekspresif dan membangun citra diri digital. Penelitian ini memberikan kontribusidalam memahami bagaimana fitur repost tidak hanya berfungsi sebagai alat berbagi ulang konten,tetapi juga sebagai media representasi identitas dan komunikasi simbolik di era media sosial partisipatif.
Konten Feed Instagram @Folkative terhadap Tingkat Literasi Media Followers di Kota Bogor Nayyara Alya Fazila; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh konten feed Instagram @Folkative terhadap tingkat literasi media followers di Kota Bogor. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner daring kepada 100 followers aktif. Konten feed dinilai melalui aspek context, communication, collaboration, dan connection,sedangkan literasi media mencakup kemampuan teknis, pemahaman kritis, dan kemampuan berkomunikasi. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, korelasi Pearson, serta regresi linier sederhana untuk melihat hubungan dan pengaruh antarvariabel. Studi ini menemukan bahwa konten yang jelas, relevan, dan mudah diikuti mendukung peningkatan kemampuan pengguna dalam memahami dan mengevaluasi informasi.
The Use of Music as a Stress Coping Mechanism among Generation Z in Bogor City Maulina Dwi Handayani; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the increasing psychological pressure experienced by Generation Z, who grew up in an era of rapid technological development, which made effective coping strategies essential for managing stress. Music was one of the most widely used coping media because it was considered capable of providing distraction, emotional relief, and a channel for self-expression. The main problem explored in this study was how the use of music as a coping mechanism influenced stress levels among Generation Z in Bogor City. The purpose of this research was to analyze the extent to which music contributed to helping adolescents and young adults manage the stress they faced. A quantitative method was employed using a survey technique, involving 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression. The findings showed that music had a significant effect on coping ability, with a significance value below 0.05 and a coefficient of determination (R²) of 0.755, indicating that 75.5% of coping ability was explained by music use. The study concluded that music played an important role as a coping medium that helped Generation Z regulate emotions, calm their minds, and reduce psychological pressure. It was recommended that educational efforts on healthy coping strategies be further developed and that the use of music as a supportive mental health tool be promoted more intentionally among Generation Z.
Asosiasi Literasi Media terhadap Kemampuan Generasi Z Kota Bogor dalam Mengenali Hoaks di WhatsApp Siti Rizka Aulia; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya penyebaran hoaks di WhatsApp menuntut kemampuan literasi media yang baik, terutama bagi Generasi Z sebagai pengguna aktif media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi media dan kemampuan mengenali hoaks pada Generasi Z di Kota Bogor. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional dan melibatkan 100 responden melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi media responden berada pada kategori tinggi, terutama pada dimensi verifikasi dan analisis pesan. Kemampuan mengenali hoaks juga tergolong tinggi, meskipun aspek pelaporan masih rendah. Uji statistik menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,800; p = 0,000). Temuan ini menegaskan pentingnya literasi media sebagai upaya mitigasi penyebaran hoaks di ruang digital.
Pengaruh Gaya Storytelling Konten Kreator Nadia Omara Pada Akun Tiktok @Nadiaomara Terhadap Kepercayaan Mistis Pengikut Nasya Karina Nur Aziza; David Rizar Nugroho; Enden Darjatul Ulya; Mulyono
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 15 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457//translitera.v15i1.5365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya storytelling kreator konten Nadia Omara di akun TikTok miliknya @nadiaomara terhadap keyakinan mistik pengikutnya. Survei kuantitatif melibatkan 100 responden yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh variabel-variabel storytelling termasuk homo narrans, rasionalitas naratif, koherensi, dan fidelitas terhadap aspek-aspek kepercayaan mistik seperti atensi, interpretasi, atribusi sosial, evaluasi, dan respons sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya storytelling memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan koefisien regresi sebesar 1,426 dan nilai F <0,001. Kreativitas dan konsistensi dalam storytelling memperkuat kepercayaan pengikut terhadap konten mistik. Penelitian ini berkontribusi pada kemajuan teori komunikasi naratif di era media sosial modern.  
The Influence of Exposure to Going Seventeen Content on Teenagers’ Digital Communication Patterns Karenina Jasmine; Mulyono M; David Rizar Nugroho; Enden Darjatul Ulya
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17836999

Abstract

This study aims to analyze the influence of exposure to Going Seventeen content on teenagers’ digital communication patterns. The research employed a quantitative method with a descriptive quantitative approach. Data were collected through questionnaires and processed using SPSS and Microsoft Excel. The findings indicate a positive relationship between the level of exposure to Going Seventeen content and teenagers’ digital communication patterns. The higher the exposure, the stronger its influence on how teenagers interact in digital spaces. Going Seventeen functions not only as entertainment but also as a medium that shapes communication styles, self-expression, and social identity within online fan communities. The study also reveals that the level of exposure to Going Seventeen content falls into the very high category, with an average score of 4.29. This suggests that teenagers have a high level of engagement with the show in terms of frequency, duration, and attention. Overall, Going Seventeen has become a highly favored form of digital consumption and an integral part of teenagers’ online routines.